cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Katarina Bete; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.326 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.240

Abstract

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan potensial untuk berusahatani cabe rawit merah. Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Insana yang masyarakatnya berusahatani cabe rawit merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani; 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi; dan 3) Break Event Point (BEP) usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Apri- Juni 2017. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survei. Sampel diambil dengan metode sensus, sebanyak 15 orang dijadikan sampel. Untuk mengetahui gambaran usahatani digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah digunakan analisis Cobb-Douglas. Selanjutnya juga dihitung Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah dilakukan secara monokultur dengan luas lahan yang berbeda-beda berkisar antara 9-25 are. Usahatani dilakukan dengan tahapan 1) persiapan berupa pembersihan lahan; 2) pengolahan lahan; 3) benih cabe rawit merah disemaikan; 4) penanaman dilakukan setelah bibit berumur 21 hari; 5) pemeliharaan; 6) panen; dan 7) buah cabe rawit merah disimpan pada tempat yang kering dan sejuk, kemudian cabe rawit merah dijual. Faktor modal, luas lahan, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani, dan pupuk kandang secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi cabe rawit merah. Secara parsial faktor pengalaman usahatani, pendidikan petani dan pupuk kandang memiliki pengaruh yang positif, faktor tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi usahatani cabe rawit merah. Sedangkan modal dan luas lahan tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah. Biaya produksi usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam Rp5.530.667,00 dengan harga jual ditingkat petani sebesar Rp60.000,00 per kilogram sehingga BEP rupiah sebesar Rp2.952.602,00 dan BEP unit sebesar 49 kg.
Analisis Pendapatan Usahatani Selada Air di Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara Febronius Nana; Simon Juan Kune; Adeline Norawati Hutapea
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.921 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.241

Abstract

Desa Popnam adalah salah satu desa di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU yang masyarakatnya mengembangkan usahatani selada air yang berjalan secara turun temurun karena wilayah ini memiliki kondisi alam yang mempunyai potensi sumber air dan lahan pertanian yang cocok untuk membudidayakan selada air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani selada air; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani selada air di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai November 2017. Populasi berjumlah 342 KK dengan sampel berjumlah 50 petani yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani selada maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui pendapatan usahatani maka dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani selada digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Lahan usahatani yang digarap oleh petani adalah lahan milik sendiri dengan kisaran luas lahan bervariasi antara 3-15 are. Tahapan kegiatan usahatani dimulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan (penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit), panen dan pasca panen. Pendapatan usahatani selada air di desa Popnam adalah sebesar Rp201.724.000,00 dengan rata-rata pendapatan usahatani selada air sebesar Rp4.034.480,00. Nilai R/C Ratio sebesar 7,103. Artinya kegiatan usahatani selada air di desa Popnam menguntungkan secara ekonomis dan layak untuk dilanjutkan karena setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1,00 akan memberikan penerimaan sebesar Rp7,103,00.
Analisis Pendapatan Usahatani Sawi di Kawasan Ekonomi Masyarakat Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Alfridus Hane; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.246 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.242

Abstract

Desa Bannae merupakan desa yang memiliki banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani sawi; dan 2) pendapatan usahatani sawi di Kawasan Ekonomi Masyarakat desa Bannae, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Bannae, kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani sawi di desa Bannae yang mengusahakan sawi sehingga populasi dalam penelitian berjumlah 51 orang, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus sehingga semua populasi menjadi sampel yakni sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis berdasarkan tujuan penelitian. Untuk mengetahui gambaran umum produksi sawi maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan mengetahui pendapatan usahatani sawi maka dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan usahatani sawi di desa Bannae dimulai dari pengolahan lahan dilakukan oleh tenaga kerja pria dan wanita, tanah diolah menggunakan alat-alat meliputi pacul, linggis, parang, dan tajak, kemudian dilanjutkan dengan persiapan benih. Penanaman dilakukan setelah bibit sayur sawi mempunyai 4 sampai 5 helai daun. Sebelum penanaman bedengan disiram terlebih dahulu. Petani membuat lubang tanam pada bedengan jarak + 20 x 20 cm. Bibit sayur sawi ditanam 2-3 bibit per lubang. Setelah tanam bedengan disiram dengan air secukupnya. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan hingga panen dan pasca panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani dalam berusahatani sawi sebesar Rp697.470,59 dari total keseluruhan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp35.571.000,00. Total penerimaan sebesar Rp42.749.000,00 dengan rata-rata sebesar Rp838.215,69. Total pendapatan petani sayur sawi sebesar Rp7.178.000,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp140.745,10 per musim tanam.
Analisis Pendapatan Usahatani Kangkung Darat di Desa Takin Kecamatan Bikomi Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Maria Goreti Tasi Mona; Yosefina Marice Fallo
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.695 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.243

Abstract

Timor Tengah Utara (TTU) merupakan kabupaten yang sebagian masyarakat berusahatani sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga untuk diperdagangkan. Desa Takin adalah salah satu desa yang memproduksi sayur seperti sayur kangkung darat terbanyak di kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU tetapi petani di desa Takin tidak melakukan analisis usahatani untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan mereka dari usahatani kangkung darat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani kangkung darat; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani kangkung darat; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani sayur kangkung darat di desa Takin, kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Takin, kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten TTU, pada bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di desa Takin, yang mengusahakan kangkung darat yang berjumlah 150 KK dengan metode pengambilan sampel purposive sampling sehingga diambil 40 responden. Pertimbangan utama dalam penentuan sampel adalah responden telah mengusahakan sayur kangkung darat paling tidak tiga tahun atau lebih. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani sawi maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan mengetahui pendapatan usahatani kangkung darat maka dilakukan analisis pendapatan. Untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani sayur kangkung darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan tahapan usahatani kangkung darat yang dilakukan di desa Takin meliputi persiapan lahan, pemberian pupuk dasar, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Biaya yang dikeluarkan meliputi biaya tetap dan biaya variabel dengan rata-rata biaya sebesar Rp333.960,41 dan total biaya sebesar Rp13.358.416,67. Total penerimaan usahatani kangkung darat dalam satu kali musim tanam sebesar Rp102.250.000,00 sehingga petani memperoleh rata-rata permintaan sebesar Rp2.556.250,00. Total pendapatan kangkung darat sebesar Rp88.891.583,33 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp2.222.289,58. Rata-rata nilai R/C Ratio adalah 7,36 sehingga kegiatan usahatani kangkung darat yang dilakukan oleh petani di desa Takin layak untuk dikembangkan karena menguntungkan secara ekonomis.
Analisis Nilai Tambah Singkong Sebagai Bahan Baku Produk Keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati Desa Batnes Kecamatan Musi Ferdinandus K. O. Henakin; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.551 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.246

Abstract

Indonesia adalah negara agraris sehingga sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi negara dengan agroindustri atau industri yang berbasis pertanian yang menjadi salah satu motor pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum usaha pengolahan singkong menjadi keripik; 2) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik; dan 3) besarnya pendapatan dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati desa Batnes. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Usaha Bersama Sehati, desa Batnes, kecamatan Musi pada bulan April-Oktober 2017. Pengambilan data menggunakan metode survei. Sampel dilakukan pada unit usaha keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati dengan menggunakan metode sensus dimana seluruh anggota pada unit usaha menjadi responden yaitu sebanyak 10 orang. Untuk mengetahui gambaran umum usaha keripik singkong maka digunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui pendapatan usaha keripik singkong maka digunakan analisis pendapatan, untuk mengetahui keuntungan relatif dari usaha keripik singkong darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Kelompok Usaha Bersama Sehati memproduksi keripik singkong dengan memanfaatkan alat-alat pengolahan hasil pertanian yang sudah bukan manual lagi tetapi mengarah ke teknologi pengolahan yang lebih modern yaitu menggunakan mesin. Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi keripik singkong adalah ubi kayu, minyak goreng, gula pasir, garam dapur dan cabe merah. Tahapan produksi keripik singkong dimulai dari penyediaan bahan baku, penyortiran, pengupasan, pencucian, perajangan, pembumbuan, penggorengan, pengurangan kadar minyak, pengemasan dan pemasaran. Nilai tambah produksi keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati sebesar Rp368.870.000,00. Pendapatan usaha keripik singkong pada kelompok usaha bersama sehati yaitu senilai Rp36.414.166,00 per bulan, sedangkan pendapatan anggota kelompok sebesar Rp3.241.416,00 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 11,155 sehingga usaha keripik singkong layak untuk diusahakan.
Analisis Efisiensi Teknis Sapi Potong di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Mardit Nikodemus Nalle
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.043 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.252

Abstract

The purpose of this research is to analysis technical efficiency of beef cattle productivity in Kupang Regency-East Nusa Tenggara. The Method of this research was purposed sampling with 76 respondents for the sample in Nonbes Subdistrict, Ponain Village, Kotabes Village, and Tesbatan Village. The result showed that the productivity of feedlot fattening was affected by initial weight, feed, vitamins, distilled water whereas labor force and medicine was affecting feedlot fattening. The value of Σβi is 0,978 (decreasing return to scale). The value of gamma showed that 40,62 percent feedlot fattening has been affected by internal factor whereas 59,38 percent has been affected by external factors (climate and disease).
Peran Kepemimpinan Ketua Kelompok Tani Oel’nasi, di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Marsianus Falo
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.299 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.260

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Oel’nasi Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, dengan tujuan 1) mengetahui gambaran kegiatan kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu, 2) mengetahui persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan ketua kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode deskriptif dan untuk tujuan kedua digunakan skala pengukuran Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) persepsi anggota kelompok dalam keaktifan di kelompok tani Oel’nasi yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai yaitu sebesar 447,45%, dengan nilai rata-rata 74,58%. Nilai ini menunjukkan bahwa anggota kelompok tani selalu beusaha untuk berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan kelompok tani Oel’nasi; 2) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam rencana kerja kegiatan yaitu berada pada kategori kurang baik dengan prosentase 67,5%; 3) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam pengorganisasian yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 307,5% , dengan nilai rata – rata 76,88%; 4) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam aspek pelaksanaan yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 213,75% , dan total nilai rata – rata yaitu sebesar 71,25%, setiap perencanaan yang telah ditetapkan belum dilaksanakan secara efektif dan efisien, untuk itu perlu adanya penyuluh yang rutin untuk dapat membina dan melatih agar dapat menambah pengetahuan/ sumberdaya petani dalam melakukan suatu kegiatan usahatani agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai; dan 5) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam manajemen yaitu berada pada kategori cukup baik dengan nilai 73,75%. Peran kepemimpinan dalam manajemen masih rendah atau belum optimal.
Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Adiyanti Hoar Tetik; Yosefina Marice Fallo
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.882 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, dan mengetahui besarnya keuntungan relatif dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari populasi yang berjumlah 525 kk sehingga total responden 52 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menegetahui tujuan pertama, analisis pendapatan untuk mengetahui tujuan kedua, dan analisis keuntungan relative untuk mengetahui tujuan ketiga. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan bahwa tahapan usahatani kacang hijau terdiri dari persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyiangan, panen dan pasca panen. Besarnya pendapatan usahatani kacang hijau tertinggi sebesar Rp. 2.225.125 dan terendah Rp. (2.482) dengan rata-rata Rp. 1.493.494. Tinggi rendahnya pendapatan tergantung dari biaya yang dikeluarkan, harga jual dan produksi kacang hijau pada musim tanam 2015/2016. Nilai rata-rata R/C ratio dari usahatani kacang hijau sebesar 2,2 maka dapat disimpulkan bahwa usahatani kacang hijau secara ekonomis menguntungkan sehingga usahatani tersebut mempunyai prospek yang lebih baik untuk terus dikembangakan.
Analisis Produksi dan Pemasaran Usahatani Padi Sawah di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara Magdalena De Araujo; Agustinus Nubatonis
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.838 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah dan fungsi-fungsi pemasaran beras yang dilakukan oleh usahatani di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode Random Sampling secara acak sederhana dengan jumlah 15% dari total populasi 219, maka jumlah responden sebanyak 33 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, data yang diambil berupa data primer dan sekunder, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data analisis regresi linier berganda dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan atau secara bersama-sama faktor luas lahan, bibit, pupuk, curahan tenaga kerja, pengelaman, dan usia berpengaruh sangat nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor luas lahan, benih, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah adalah faktor pupuk, tenaga kerja, dan umur. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan petani adalah fungsi fisik dan fungsi pertukaran, fungsi fisik terdiri dari fungsi pengolahan, penyimpanan serta pengangkutan sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari satu fungsi yaitu fungsi penjualan.
Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Sayuran Sawi di Kelompok Tani Mitra Timor Adelina Maria Usboko; Yosefina Marice Fallo
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.103 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani sayuran sawi dan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi usahatani sayuran sawi pada Kelompok Tani Mitra Timor di Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, yang dilaksanakan di Kelompok tani Mitra Timor Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan Desember 2015 – bulan Maret 2016, dengan metode penetuan sampelnya adalah metode sensus yakni keseluruh anggota kelompok tani Mitra Timor di Kelurahan Benpasi sebanyak 20 orang dijadikan sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran usahatani sayuran sawi terdiri dari pengolahan lahan, persemaian, pemeliharaan terdiri dari penyiraman dan penyingan, panen, dan pasca panen. Berdasarkan uji F, secara bersama-sama luas lahan, bibit, pupuk kandang, curahan tenaga kerja, umur, pendidikan, dan jumlah tangungan keluarga berpengaruh nyata terhadap produksi sawi. Sedangkan berdasarkan uji t, secara parsial variabel luas lahan, bibit, pupuk kandang, dan jumlah tangungan keluarga berpengaruh nyata terhadap produksi sawi, sedangan variabel curahan tenaga kerja, umur, dan pendidikan, tidak berpengaruh nyata terhadap produksi sawi.

Page 4 of 20 | Total Record : 199