cover
Contact Name
Gerson Frans Bira
Contact Email
jaspeternakanunimor20@gmail.com
Phone
+6281246616131
Journal Mail Official
prodipeternakan@unimor.ac.id
Editorial Address
.Jln. Eltari Km. 9, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. 85613.
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JAS (Journal of Animal Science)
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 25021869     DOI : https://doi.org/10.32938/ja.v5i4
Core Subject : Health, Agriculture,
Ilmu Peternakan yang mencakup Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Reproduksi Ternak, Pemuliaan Ternak, Kesehatan Hewan, Teknologi Hasil Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016" : 5 Documents clear
Pengaruh Pemberian Tepung Biji Gamal (Gliricidia sepium) sebagai Pengganti Bungkil Kedelai dalam Ransum terhadap Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit Anak Babi Lepas Sapih Hilarius Yosef Sikone; Gerson Frans Bira
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.81

Abstract

Upaya meningkatkan produktivitas ternak babi bisa melalui aspek pakan, karena pakan ternak babi merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung biji gamal (Gliricidia sepium) sebagai pengganti bungkil kedelai dalam ransum terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit anak babi lepas sapih. Penelitian ini menggunakan dua belas ekor babi jantan peranakan VDL. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Ketiga perlakuan ransum yang dicobakan adalah: R0: Ransum tanpa campuran tepung biji gamal; R1: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 2,5 %.; dan R2: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 5 %.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung biji gamal (Glicidia sepium) dalam pakan babi lepas sapih sebagai pengganti bungkil kedelai sampai dengan 2,5 % masih dapat ditolerir oleh anak babi, dengan kadar Hb dan nilai Hematokrit masih dalam kisaran normal, walaupun pada ternak babi tersebut menampakkan penampilan yang tidak baik. Lama perlakuan sangrai 15 menit diduga masih menunjukkan adanya aktivitas anti nutrisi pada ransum yang ditambahkan 2,5 % dan 5 % tepung biji gamal. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Pemanfatan Nutrisi pada Sapi Bali Betina Afkir yang Diberi Pakan Komplit Fermentasi Berbasis Daun Gamal dengan Level Energi Berbeda M. M. Sadipun; I Gusti N. Jelantik; M. L. Mullik
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai respon kenaikan berat badan sapi bali yang diberi pakan komplit fermentasi berbasis daun gamal (Gliricidia sepium) yang mengandung tingkat tambahan energi metabolis sebesar 7 MJ. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan dua puluh satu ekor sapi Bali (berumur 5-8 tahun dan berat badan 174,8 - 188,9 kg) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tujuh ulangan. Pemberian pakan berlangsung selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan komplit fermentasi berbasis daun gamal dengan level energi metabolis berbeda (EM 7 MJ/Kg BK, EM 8 MJ/Kg BK dan EM 9 MJ/Kg BK) tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan protein kasar, energy metabolis, konsumsi bahan kering tercerna, konsumsi nutrien kemudian juga cenderung meningkatkan PBB sapi Bali betina afkir yang digemukan dengan protein kasar 12,3%, dari pakan EM 8 MJ/kgBK menjadi EM 9 MJ/kgBK cenderung meningkatkan PBBHnya sebesar 0,63-0,75kg/hari. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Analisis Finansial Sistim Penggemukan Sapi Potong oleh Perusahaan dan Peternakan Rakyat di Kabupaten Kupang E. Edi Sunarto; Obed H. Nono; Ulrikus R. Lole; Hilarius Yosef Sikone
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.257

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha penggemukan sapi di perusahaan peternakan dan peternakan rakyat, kelayakan usaha penggemukan sapi potong di perusahaan peternakan dibandingkan dengan usaha penggemukan sapi potong di peternakan rakyat, dan faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan dari usaha penggemukan sapi potong di perusahaan dan peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan wilayah sampel ditentukan secara Sampel Acak Klaster (Cluster Random Sampling) dan responden secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 responden. Analisis kelayakan finansial dikaji secara kuantitatif melalui analisis biaya dan manfaat, analisis laba rugi, analisis kriteria investasi, yaitu meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Pariod (PP), dan Analisis Switching Value. Hasil analisis menunjukan bahwa usaha penggemukan di perusahaan peternakan untuk sapi jantan memiliki nilai NPV sebesar Rp. 7.472.015.043; B/C sebesar 3.09; IRR sebesar 30.15%; Usaha penggemukan sapi betina afkir memiliki nilai NPV sebesar Rp. 3.720.704.516,- B/C sebesar 4.87; IRR sebesar 34%; sementara usaha penggemukan sapi jantan di peternakan rakyat memiliki nilai NPV sebesar Rp. 61.825.470; B/C adalah 4.92; IRR sebesar 95%. Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan untu usaha penggemukan sapi adalah jumlah ternak, harga bakalan, tenaga kerja dan harga jual, biaya pakan, dan bobot akhir ternak. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Kupang baik yang dilakukan oleh peternak maupun perusahaan peternakan layak dijalankan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Identifikasi Ciri Eksterior Ternak Babi Jantan pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu Nonia A. Maikameng; Veronika Yuneriati Beyleto
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.258

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu dengan tujuan untuk mengetahui ciri eksterior ternak babi jantan yang ada pada wilayah ini dengan melihat pada variabel 1) warna bulu; 2) bobot badan; 3) panjang telinga; 4) panjang badan; 5) lingkar dada; dan 6) tinggi pundak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa warna bulu ternak babi jantan lokal di Kecamatan Atambua Selatan pada umumnya memiliki warna bulu tebal yang berwarna hitam pekat dan tebal di seluruh tubuh ternak, sebagian pula memiliki warna bercak putih-hitam, kecokelatan bercak hitam-putih, dan warna hitam yang menjadi dominan sehingga warna hitam dan bulu agak kasar menjadi karakteristik ternak babi jantan lokal, sedangkan pengukuran sifat kuantitatif pada babi lokal jantan menunjukkan bahwa rata-rata dari bobot badan jantan anak 7,66 kg, jantan muda 28,59 kg, dan jantan dewasa 111,00 kg, pajang telinga jantan anak 8,26 cm, jantan muda 11,42 cm dan jantan dewasa 20,44 cm, panjang badan jantan anak 36,30 cm, jantan muda 46,52 cm, dan jantan dewasa 107,67 cm, lingkar dada jantan anak 36,30 cm, jantan muda 46,56 cm, jantan dewasa 94,91 cm dan tinggi pundak jantan anak 28,84 cm, jantan muda 36,36 cm, jantan dewasa 62,71 cm. Hasil pengukuran sifat kuantitatif pada ternak babi jantan peranakan VDL menunjukkan bahwa rata-rata bobot badan adalah jantan anak 11,79 kg, jantan muda 78,31 kg dan jantan dewasa adalah 131,60 kg, panjang telinga jantan anak 10,69 cm, jantan muda 12,79 cm, dan jantan dewasa 21,61 cm, panjang badan jantan anak 32,23 cm, jantan muda 63,21 cm, dan jantan dewasa 108,94 cm, lingkar dada jantan anak 42,83 cm, jantan muda 59,88 cm dan jantan dewasa 103,13 cm, tinggi pundak jantan anak 30,74 cm, jantan muda 51,27 cm dan jantan dewasa 71,84 cm. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Perbandingan Kualitas Nutrisi Ransum Buatan Berbahan Baku Lokal dan Ransum Komersial Ayam Broiler pada Perlakuan Waktu Penyimpanan yang Berbeda Osnalina Rua; Oktovianus Rafael Nahak
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.259

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kualitas nutrisi ransum buatan berbahan baku lokal dan ransum komersial ayam broiler pada perlakuan waktu penyimpanan yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 3 x 3. Faktor pertama adalah jenis ransum yang terdiri dari 2 taraf yaitu ransum komersial dan ransum buatan, sedangkan faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri dari 3 taraf yaitu penyimpanan 0 hari, penyimpanan 2 minggu, dan penyimpanan 4 minggu. Dari setiap faktor dihasilkan 6 kombinasi perlakuan dimana setiap kombinasi perlakuan akan diulang sebanyak 3 kali. Adapun variabel yang diamati terdiri dari: 1) kandungan protein kasar; 2) kandungan serat kasar, 3) kandungan lemak kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan serat kasar ransum komersial memiliki kisaran 1,51-2,30% sedangkan pada ransum buatan 3,24-3,46%, kandungan protein kasar pada ransum komersial 21,33-22,63% lebih tinggi dibanding ransum buatan 20,88-21,35%, kandungan lemak kasar pada ransum buatan 5,02-5,80% lebih rendah dibanding ransum komersial 6,81-7,41%. Adapun nilai serat kasar, protein kasar dan lemak kasar pada ransum dipengaruhi oleh jenis ransum sedangkan faktor penyimpanan hanya memberikan kontribusi terhadap nilai protein kasar. Dari hasil penelitian tidak ditemukan interaksi antara jenis ransum dan penyimpanan. Secara umum disimpulkan bahwa nilai nutrisi ransum buatan memiliki kualitas yang baik karena tidak jauh berbeda dengan ransum komersial. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - April 2022 Vol 7 No 1 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - January 2022 Vol 6 No 4 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - October 2021 Vol 6 No 3 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - July 2021 Vol 6 No 2 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - April 2021 Vol 6 No 1 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - January 2021 Vol 5 No 4 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - October 2020 Vol 5 No 3 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - July 2020 Vol 5 No 2 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - April 2020 Vol 5 No 1 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - January 2020 Vol 4 No 4 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - October 2019 Vol 4 No 3 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - July 2019 Vol 4 No 2 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - January 2019 Vol 3 No 4 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - October 2018 Vol 3 No 3 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - July 2018 Vol 3 No 2 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - January 2018 Vol 2 No 1 (2017): Journal of Animal Science (JAS) - January 2017 Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016 Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016 Vol 1 No 2 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - April 2016 Vol 1 No 1 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - January 2016 More Issue