cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
Hasil Musyawarah Keagamaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia I dalam Sudut Pandang Ekonomi Singgih Muheramtohadi
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.286 KB) | DOI: 10.21580/sa.v13i1.2596

Abstract

Economic point of view is needed to view all human activities on the effort to meet the needs or profit collection. On this paper, economic approach to view the three big issues was resulted by the conference in Indonesia’s First Female Muslim Clerics Congress in Cirebon. These three issues consist of sexual violence, child marriage, and natural damage. In these con­ferences, view these three big problems in Islamic teaching. This paper tries to view these problems in economic basic view. The three big problems not only the problem of ethic merely these about the economic problem because the economic factors play a big role in these problems. This paper will discuss the problems with the description of the result of the conference, and analyze it with an economic approach. Mostly the destroyers of the environ­ment are motivated by economic behavior. Eco­nomic behavior also plays a role in most of the child marriage cases and in many of sexual violence cases.
Regulation Improvement of Right to Education Policy for Street Children in Padang City Aurora Virgonia Niswar; Rozidateno Putri Hanida; Roni Ekha Putera
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 1 (2020): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.376 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i1.4822

Abstract

The fulfillment policy of the right to education for street children has been included in some policies in Padang City. However, it still hasn't been able to solve the problem. Hence, policy improvements are as impressive as research topics. The propose of this research is to describe and analyze the implementation process of education rights fulfillment for street children in Padang city. This research was conducted using qualitative research methods and descriptive design by employing library research and field research. The data were collected through interviews and documentation. The results of this research show that the policy needs improvement because there have been obstacles during the imple­mentation of the policy, which make the policy not function optimally.
PEREMPUAN, JERAT NARKOBA DAN STRATEGI DAKWAHNYA Hasyim Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2012): April 2012
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.708 KB) | DOI: 10.21580/sa.v7i2.649

Abstract

Narkoba merupakan problem sosial yang kian hangat diperbincangkan. Berbagai peristiwa ramai menghiasi layar kaca dan menjadi headline news di media massa. Ironinya, perempuanlah yang banyak memainkan peran masuk dalam jerat narkoba, mulai dari kurir, pengedar, pemakai bahkan yang lebih mem­prihatinkan banyak nyawa per­empu­an me­layang. Diduga kuat, terjeratnya perempuan dalam jerat narkoba dikarenakan faktor psikologis dan eko­nomis. Pemenuhan kebutuh­an yang semakin kom­pleks dan kemiskinan yang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya perempuan sebagai pelaku domistik dalam keluarga menjadi salah satu penyebab mereka ter­jebak dalam jerat narkoba. Iming-iming terbebas dari masalah, men­dapatkan kesenangan, penghasilan yang besar men­jadi faktor perempuan terjebak dalam jerat narkoba. Bagi se­bagian perempuan, masuk dalam jerat nar­koba mendatangkan untung yang menjanji­kan, namun di balik itu semua, hukuman bahkan ancam­an ke­matian ada di sekitar mereka. Untuk dapat me­minimalisir ke­cen­derung­­­an perempuan masuk dan ter­libat dalam jerat nar­koba, maka diperlukan stra­tegi dawah yang tepat, model dakwah yang dapat me­nyentuh aspek psikologis dan mem­berikan landasan pedoman kehidupan yang jelas dan ma­tang.
BIAS GENDER DALAM VERBA: Sebuah Kajian Leksikon dalam Bahasa Inggris Sri Isnani Setiyaningsih
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.133 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i1.1445

Abstract

Kajian gender merupakan analisis yang digunakan dalam me­nempat­kan posisi setara antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan tatanan masyarakat sosial yang lebih egaliter. Tulisan ini akan mem­bahas bias gender dari sisi bahasa, karena bahasa telah mewakili sistem kehidupan masyarakat. Kemungkinan besar setiap bahasa mempunyai sisi-sisi bias gender, tidak terkecuali bahasa Inggris, dimana jenis masyarakat dalam kenyataan hidup lebih diwakili oleh kaum laki-laki dan perempuan. Bias gender pada bahasa ini lebih difokuskan pada ranah verba (kata kerja/yang menunjukan aktivitas) dalam sistem leksikon dengan melihat bagaimana struktur kosakata bahasa Inggris tersusun dalam mensimbolkan keberadaan dua jenis kelamin dan hubungan keduanya. Bias gender pada kategori ini dapat dilihat dalam empat bentuk, yaitu (1) aktivitas yang secara tradisional dianggap layak dilakukan oleh gender tertentu, (2) aktivitas yang secara tradisional biasa dilakukan oleh gender tertentu, (3) aktivitas yang memang dilakukan gender tertentu demi gender lain, dan (4) aktivitas yang secara kodrati hanya bisa dilakukan gender tertentu dan aktivitas yang mendeskreditkan atau bermakna negatif pada gender tertentu
DINAMIKA PENGARUSUTAMAAN GENDER PADA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM Thohir Yuli Kusmanto
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.577 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i3.2091

Abstract

Gender equality has not been realized in practical terms in public life. Factors that influence it; socio-cultural, political, economic, religious, and others. State policy to overcome them on gender mainstreaming in the form of Presidential Decree 9 of 2000. Praxis has lasted 14 years, socialization and implementation is mostly done, but it needs evaluation. The reality of interesting research in higher education institutions of Islam, because the discourse and praxis which is still being debated, as well as the strategic position for the development and application of knowledge about gender relations. Interesting problem include; outlook leaders Islamic State University Walisongo on gender mainstreaming, the imple­men­tation of gender mainstreaming and its implications in the campus environment. This research is a qualitative descriptive case study with a gender perspective, which identifies the gender gap in multi aspect. The study's findings indicate that the views of leaders there Walisongo UIN integral and partially on gender main­streaming, Implementation PUG; there is a policy that opens the academic community to gain an important position in the hierarchy structure at UIN Walisongo. Research take gender issues openly and freely. Many women researchers examined a variety of themes, education and training to strengthen the capacity of women, and quantitative mapping of gender. PUG strengthen the struggle gender equality, achieving gender equality and equity at a certain level, Islamic lectures Gender Equality and the proportion of women increased structural served._________________________________________________________Keadilan gender secara praksis belum terwujud dalam kehidupan masyarakat. Faktor yang mempengaruhinya; sosial budaya, politik, ekonomi, agama, dan lain-lainnya. Kebijakan negara untuk meng­atasi­nya diantaranya tentang gender mainstreaming (peng­arusutamaan gender), berupa Inpres No.9 Tahun 2000. Praksisnya telah berlangsung 14 tahun, sosialisasi dan implementasi banyak dilakukan, tetapi perlu evaluasi. Realitas tersebut menarik pe­nelitian pada lembaga pendidikan tinggi Islam, karena wacana dan praksis yang masih menjadi perdebatan, serta posisinya strategis bagi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan tentang  relasi berkeadilan gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pandangan pimpinan UIN Walisongo ada yang integral dan parsial tentang pengarusutamaan gender, Implementasi PUG; ada kebijak­an yang terbuka civitas akademika untuk meraih posisi penting dalam struktur hierarkhi di UIN Walisongo. Penelitian mengambil isu gender terbuka dan bebas. Banyak peneliti per­empuan meneliti beragam tema, pendidikan dan pelatihan penguatan kapasitas per­empuan, dan pemetaan kuantitatif tentang gender. PUG mem­perkuat perjuangaan kesetaraan dan keadilan gender, ter­capai­nya kesetaraan dan keadilan gender pada tingkatan tertentu, per­kuliahan Islam Kesetaraan Gender dan proporsi perempuan menjabat struktural meningkat.
Biarkan Perempuan Bicara: Analisis Kekuatan Metode Life History dalam Menghadirkan Pengalaman dan Pengetahuan Perempuan dalam Penelitian Ann Goetting Ita Musarrofa
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.785 KB) | DOI: 10.21580/sa.v14i1.3370

Abstract

Women's experience and knowledge are two substantive things that must be a concern in order to reconstruct the reality of women, in order to overcome the bias of the roles of men and women in life. This paper aims to examine subjective methods that are able to see the reality of women from the lens of women's experience and knowledge so that women have strategic value in their own lives. This study uses field research methods, with data collection techniques from a variety of narratives of women's life history narratively with life history data analysis techniques. This study produces findings that the method of life history is able to identify the subjective experiences of women in constructing their own reality, based on the root experiences of violence that befell them. Second, women's experiences and knowledge about violence can be utilized as a conscious effort to deal with violence, dare to speak out injustice, and rise from the violence they experienced.
KARAKTER ANAK DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA: PERSPEKTIF NILAI AJARAN ISLAM Novi Maria Ulfah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.798 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.638

Abstract

Tulisan ini bermaksud mencari nilai-nilai karakter apa saja yang terkandung dalam novel Negeri Lima Menara. Novel Negeri Lima Menara merupakan novel yang terinspirasi dari kisah nyata dari sang penulis yaitu Ahmad Fuadi. Novel ini bercerita mengenai keseharian Ahmad Fuadi ketika menuntut ilmu di pondok modern gontor. Nilai-nilai karakter yang peneliti temukan kemudian dianalisis menggunakan kajian interteks­tual. Kajian intertekstual dimaksudkan untuk menghubungkan nilai-nilai karakter tersebut dengan ayat al-Qur’an dan Hadits. Nilai-nilai karakter dalam novel Negeri Lima Menara antara lain: keikhlasan, patuh, giat belajar, kebersamaan, jujur, gigih, tawakkal, ikhtiar, optimis, sungguh-sungguh, setia kawan, qanaah, minta ampun, berani, persatuan serta pengorbanan. Nilai pendidikan tersebut mempunyai korelasi dengan beberapa ayat al-Qur’an dan al Hadits. Dalam kajian intertekstual, ayat al-Qur’an dan hadits merupakan hipogram atas nilai-nilai karakter tersebut.
Back Matters: Author Guidelines, Acknowledgement, and Back Cover Admin Sawwa
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.106 KB)

Abstract

GENDER DALAM PERSPEKTIF SYARI’AH ISLAMIYAH Suprapti Muzani; Laila Hasanatus Shofa
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.285 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i1.672

Abstract

Laki-laki dan perempuan dalam relasi sosialnya memainkan peran dan edudukan yang sama. Hal yang menjadi pembeda keduanya adalah berkaitan dengan sifat kodrat yang dimiliki laki-laki dan perempuan. Al-Qur'an tidak memberikan pembahas­an lebih terperinci tentang pembagian peran laki-laki dan perempuan. Namun, tidak berarti al-Qur'an tidak mempunyai wawasan tentang jender. Perspektif jender dalam al-Qur'an mengacu kepada semangat dan nilai-nilai universal. Adanya kecenderungan permohonan bahwa konsep-konsep Islam banyak memihak kepada jender laki-laki belum tentu mewakili sub­stansi ajaran al-Qur'an. Prinsip kesetaraan jender dalam al-Qur'an antara lain mempersamakan kedudukan laki-laki dan perempuan sebagai hamba Allah.
REFORMULASI BAHASA SANTUN SEBAGAI UPAYA MELAWAN KEKERASAN VERBAL TERHADAP ANAK Achmad Zuhrudin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.642 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i2.1706

Abstract

Verbal abuse for child is often unrealized by teachers at school and parents at home. It is worrying because it brings negative impact until he grows into adulthood. As a result, the spoken words may affect his emotional condition. Generally, verbal abuse is committed by adults to child for the sake of expressing caring and affection. However, it is actually forbidden for parents and teachers to control their child's behavior by committing violence. They might give punishment to their children by abandoning his right to do what he likes, while parents could reward their children when he does goodness. Indeed, parents and teachers should not give punishment or scold their child in front of his friends because it can break his self-esteem. Before scolding or punishing a child, parents or teachers should try to find out the reason why the child commits bad behavior._________________________________________________________Kekerasan verbal terhadap anak sering tidak disadari oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena membawa dampak negative sampai anak tumbuh menjadi dewasa. Akibatnya, ucapan atau kalimat yang dilontarkan tersebut dapat mempengaruhi kondisi emosional anak. Umumnya, kekeras­an verbal dilakukan oleh orang dewasa kepada anak, alasannya sebagai ungkapan kepedulian dan tanda kasih sayang. Akan tetapi tidak diperbolehkan bagi orang tua dan guru mengatur perilaku anak dengan kekerasan. Jika melalui wejangan tidak efektif, guru atau orang tua bisa memberikan hukuman misalnya dicabut haknya dalam melakukan hal yang disukainya, dan memberikan hadiah ketika anak melakukan hal-hal yang baik. Orang tua maupun guru sebaiknya tidak memberikan hukuman ataupun memarahi anak terutama di hadapan teman-temannya karena bisa menjatuhkan harga diri anak. Sebelum memarahi atau menghukum anak sebaiknya coba mencari tahu alasan anak mengapa melakukan tindakan tersebut. 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol 16, No 1 (2021): April Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol 15, No 2 (2020): October Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019): April Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue