Sawwa: Jurnal Studi Gender
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles
441 Documents
WANITA MENJADI IMAM SHALAT, DISKURSUS DALAM PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER
Ahmad Muzani
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.208 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v10i1.628
Dalam kehidupan di dunia banyak persoalan yang berkaitan dengan relasi laki-laki atau perempuan, baik dalam bidang ibadah, muamalah ataupun sosial. Pertemuan antara perempuan dan laki-laki akan menimbulkan suatu fitnah. Alasan mengapa ulama tidak boleh adanya pertemuan dengan alasan adanya (khaful fitnah). Sedangkan dalam realitasnya, fitnah juga dapat muncul dari laki-laki, sebab ketertarikan atau ketergodaan satu sama lain bisa di miliki masing-masing pihak, dimana perempuan dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat, mengetahui hak-haknya secara seimbang, maka diskriminasi laki-laki terhadap perempuan semakin terkikis. Dalam tulisan ini penulis mencoba untuk memaparkan konsep imam wanita dalam shalat yang selama ini, persoalan fiqh harus dikembalikan pada kitab-kitab klasik, disamping itu juga penulis akan memberikan kekuatan hukum atas sahnya ibadah tersebut yang tentunya berdasarkan hadits.
KEBERLAKUAN UU NOMOR 23 TAHUN 2004 DALAM HUBUNGANNYA DENGAN NILAI-NILAI BUDAYA DI SUMATERA SELATAN
Rr. Rina Antasari
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.551 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v9i1.663
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah suatu gejala universal. Permasalahan tergolong unik karena antara pelaku dan korban adalah orang-orang yang saling kenal, terlebih KDRT antara suami dan isteri. Kehadiran UU Nomor 23 Tahun 2004 diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan KDRT di Indonesia dengan baik, termasuk di Sumatera Selatan. Kenyataannya tidaklah demikian. Nilai-nilai budaya sebagai penopang hukum yang hidup,yang ada di masyarakat termasuk di Sumatera Selatan memegang peranan penting terhadap permasalahan KDRT, karena budaya dapat memberikan peluang besar untuk terjadinya KDRT sementara budaya pula yang dipatuhi masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan KDRT. Akibatnya UU Nomor 23 Tahun 2004 diberlakukan.
PENGUATAN HAK ASASI PEREMPUAN DAN KESETARAAN GENDER MELALUI DIALOG WARGA
Anila Umriana;
Moh. Fauzi;
Hasyim Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.506 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v12i1.1467
Tulisan ini menjelaskan penguatan hak asasi perempuan dan kesetaraan gender melalui dialog warga di kelurahan Gisikdrono Kec. Semarang Barat Kota Semarang. Tulisan ini merupakan hasil program pengabdian yang diarahkan pada munculnya kesadaran warga mengenai hak asasi perempuan dan kesetaraan gender. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa masih terdapat problem pemahaman dan kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender di masyarakat. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya ketidakadilan gender berupa diskriminasi, subordinasi, beban ganda yang dibebankan kepada perempuan. Upaya yang digunakan untuk mningkatkan kapasistas kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender melalui dialog warga. Metode pengabdian menggunakan prinsip dialog warga. Model dialog warga bertujuan untuk mengembangkan kompetensi komunitas dalam menangani isu hak asasi perempuan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan yang mereka anggap paling penting. Salah satu pinsip dasar dialog warga selalu berbasis kepada hak asasi, kesetaraan, apresiatif, berbasis asset masyarakat, memberdayakan, berkelanjutan, berorientasi perubahan, menggunakan bahasa istilah lokal, dan bukan merupakan proyek. Peningkatan kapasitas hak asasi perempuan dan kesetaraan gender dilakukan mendasarkan pada siklus dialog warga. Hasil akhir program menunjukkan bahwa telah terbentuk kesadaran dan pemahaman mengenai hak asasi perempuan, dan kesetaraan gender di masyarakat.
Penghargaan Hak Berpendapat Anak di Pengadilan: Studi Kasus di Pengadilan Negeri Semarang
Rika Saraswati;
V Hadiyono
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.776 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v13i2.3016
The right of children to be heard are guaranteed by the Child Protection Act in Indonesia. This is very principle as the main factor for judges to make decisions regarding disputes over child custody. The purpose of this study is to examine the implementation of laws in Indonesia that regulate children's rights to be heard in court. Data was taken by conducting documentary research and field research by collecting several decisions from the District Court of Semarang and interviewing the judges who handled this matter. This research shows that children are rarely asked for their opinions in the courtroom; Their opinions are only considered information, not as witness statements. As a result, their opinions and expectations have no effect on court decisions. The study also shows that the law in Indonesia has regulated the obligation of judges to listen to the opinions of children in court, but judges never consider it.
MEREKA YANG TERCERABUT DARI MASA DEPANNYA: ANALISIS SOSIOLOGIS PROBLEM SOSIAL ANAK DI INDONESIA
Thohir Yuli Kusmanto
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.282 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v8i2.654
Anak merupakan aset yang berharga bagi sebuah keluarga dan masyarakat dalam merengkuh kehidupan kolektifnya untuk menyongsong masa depan. Keluarga dan masyarakat yang peduli pada anak dalam rangka tumbuh dan berkembang secara manusiawi, sedang berinvestasi yang akan sangat menguntungkan bagi keberlangsungan hidupnya. Untuk itu mereka rela mencurahkan tenaga, biaya dan pikirannya demi tumbuh dan berkembangnya anak secara lebih baik. Lingkungan dan dukungan sosial kemasyarakatan yang baik, akan menjadikan anak sebagai satu generasi yang baik. Indikasinya dapat dilihat pada kemampuannya untuk berperan sosial sesuai harapan dan keinginan masyarakatnya. Namun demikian tidak semua anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih baik dalam kehidupannya. Banyak dari mereka yang menghadapi masalah sosial yang serius, baik psiokologis, fisiologis, ekonomis dan lain-lainnya. Berbagai persoalan yang ada tersebut, merupakan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Kondisi eksternal di luar dirinyalah yang paling banyak menjadi penyebabnya. Baik dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga, maupun lingkungan yang luas yaitu masyarakatnya, bahkan negara. Berdasar realitas tersebut penulis tertarik untuk menelaah secara sosiologis problem sosial anak di Indonesia, dalam makalah ini.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA: Perspektif Sosio-Budaya, Hukum, dan Agama
Kurnia Muhajarah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.083 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v11i2.1452
Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga banyak terjadi, sedangkan sistem hukum di Indonesiabelum menjamin perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dipahami tidak hanya berkaitan dengan penggunaan fisik tetapi terkait dengan tekanan emosional dan psikis. Kekerasan tidak terjadi secara spontanitas, namun memiliki sebab-sebab tertentu yang mendorong laki-laki berbuat kekerasan terhadap perempuan (istri) yang secara umum penyebab kekerasan tersebut dapat diidentifikasi karena faktor gender dan patriarki, relasi kuasa yang timpang, dan role modeling (perilaku hasil meniru). Gagasan pemukulan merupakan hak yang ada bagi laki-laki tentunya kontradiksi dengan cita-cita al-Qur’an tentang hubungan suami-isteri yang harusnya kompak dan saling mendukung. Hal ini juga berkebalikan dengan aturan Quran yang mana laki-laki dan perempuan boleh membubarkan pernikahan yang gagal, sehingga akan mengesampingkan gagasan bahwa perempuan memiliki tugas dan kewajiban untuk tunduk kepada kekerasan.
Urgensi Pendidikan Karakter dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Pra Nikah Remaja
Suwarno Suwarno
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.553 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v13i1.2203
The adolescent courtship and sexual behavior, and also gender-based violence against children continue to be a national concern because the condition is quite alarming. Surveys conducted by the Komisi Perlindungan Anak Indonesia/KPAI (Indonesian Child Protection Commission) and the Ministry of Health in 2013 mentions Indonesia 62.7% of adolescents have had sex outside of marriage, and 20% of the 94.270 women aged adolescents in Indonesia had become pregnant out of wedlock, and 21% of them had an abortion. This condition has been increasing vulnerability to various kind of health hazards especially related to reproductive and sexual health, including the growing threat of HIV/AIDS. This study aims to find out how dating and sexual behavior of adolescents in Central Java, and how to handle it. Using a survey method of 10,160 adolescents in Central Java in 2012-2016, the study found that in general, (an average of 67.2%) of adolescents declared that they were dating. While the form of expression of affection towards his courtship is done in various ways, including; holding hands (average 83.4%), lip kisses (average 20%), feeling / stimulating (average 6.7%), and even many have had sex outside of marriage (average 3.3%). If not done prevention and control efforts, it will have a long impact on the nation's resilience. This study recommends the importance of character education in the prevention and control of adolescent’s courtship and sexual behavior.
Perilaku Beragama Perempuan Ngorek di Pesisir Lamongan
Irzum Farihah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2019): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.886 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v14i2.3252
This study aims to look at the religious behavior of fish sorting women laborers in the coastal area of Lamongan. This research uses a descriptive qualitative method, with observation and in-depth interviews with fish sorting women laborers, boat owners and the Head of fishermen association. Data were analyzed using the Miles-Huberman model with stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. This article produces that: first, the understanding of religious women is inseparable from their belief in things that are transcendent able to move worldly life, by applying in daily behavior in the workplace by maintaining an honesty attitude, still carrying out prayer and in their social environment while maintaining friendly relations by adjusting the traditions that run in the community. Second, various social actions that can be taken can be seen from instrumental rationality, value rationality, affective rationality, and traditional rationality.
FEMINISME: SEBUAH MODEL PENELITIAN KUALITATIF
Abdul Karim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.091 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v10i1.643
Focus dari penelitian ini sebenarnya terletak pada model penelitian kualitatif dengan pendekatan feminis. Fokusnya berupaya membawa perbedaan tersebut ke dalam keterbukaan untuk menunjukkan posisi subordinat kaum perempuan dan untuk menjelaskan sistem ekonomi dan politik dunia tidak mengistimewakan posisi perempuan. Feminisme dalam teori ini bisa dilihat sebagai proyek oleh kaum feminis untuk mempengaruhi perubahan sosial baik sebagai serangkaian penerapan maupun sebagai kumpulan teori. Feminisme mengadopsi gabungan tematik dan struktur kronologis, menyatukan koleksi karya tokoh-tokoh yang tak terbantahkan dalam proyek ini, serta penelitian penting dari generasi sarjana baru. Fokusnya kemudian akan membuka wacana kehidupan sosial pada tradisi teori sosial yang lebih luas dan peduli dengan studi tentang kekuatan sosial dan emansipasi manusia.