cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
Akomodasi Islam Terhadap Ritual Posasiq Mandar di Pulau Bungkutoko Sulawesi Tenggara Mansur Mansur
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.199 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19103

Abstract

Tulisan ini difokuskan pada bagaimana bentuk ritual Posasiq Mandar di Pulau Bungkutoko Sulawesi Tenggara dan bagaimana akomodasi Islam terhadap ritual Posasiq Mandar di Pulau Bungkutoko Sulawesi Tenggara. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara mendalam, observasi partisivasi dan analisis telaah dokumen. Prosedur analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.  Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa bentuk ritual Posasiq Mandar di Kelurahan Bungkutoko Sulawesi Tenggara dibagi ke dalam tiga kelompok besar. Ritual pada masa pembuatan perahu. Rital ini dilakukan oleh Posasiq di saat mempersiapkan perahu, mulai dari penebangan pohon sampai kepada pembuatan perahu dan alat tangkap ikan lainnya. Ritual masa Mosasiq. Ritual pada fase ini terkait dengan segala kegiatan Posasiq pada saat melaut dan anggota keluarganya yang ada di darat. Ritual pada masa mereka memasarkan hasil Mosasiq. Ritual ini biasanya dikemas dalam acara mappabuka, yaitu memberi makan warga sekitar dan sanak keluarga yang didahului dengan pembacaan do’a syukur. Ritual ini dilangsungkan pada bulan Ramadhan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil yang diperoleh selama setahun.
Dekonstruksi Media Sosial Sebagai Media Penyiaran Islam Primi Rohimi
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.846 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19104

Abstract

Akun-akun beberapa ustadz yang aktif dalam media sosial tidak hanya menyiarkan teks agama literer, pesan dakwah yang sifatnya islami, tetapi juga menyiarkan promosi produk komersial. Penelitian ini melakukan dekonstruksi peran, fungsi, dan makna pesan dalam akun-akun ustadz di Twitter sebagai media penyiaran Islam. Selama ini penelitian tentang dekonstruksi lebih berfokus pada teks sastra. Padahal sebagai media sosial, Twitter pun menghasilkan teks yang menimbulkan konstruksi bahkan dekonstruksi. Posisi tulisan ini adalah mengkritisi media sosial sebagai media penyiaran Islam. Akun-akun ustadz @yusuf_mansyur dan @felixsiauw selain menyiarkan konten dakwah islami juga menyiarkan produk komersial milik mereka masing-masing. Akun twitter @yusuf_mansyur misalnya selain mendakwahkan sedekah, sering menyiarkan tentang Paytren yang merupakan aplikasi pembayaran berbagai tagihan. Bahkan ustadz Yusuf Mansyur pernah mendapatkan bully di Twitter karena cuitannya tentang menurunkan kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika dengan cara berdoa. Akun twitter @felixsiauw selain menyiarkan pesan-pesan puitis islami juga sering menyiarkan promosi buku karyanya. Akun @felixsiauw pun pernah membuat kontroversi dengan menyiarkan pernyataan bahwa selfie adalah dosa. Penelitian ini menghasilkan temuan pokok tentang peran, fungsi, dan makna pesan dalam media sosial sebagai media penyiaran Islam sudah bukan lagi otoritas ustadz sebagai ustadz.
Dialog Antar Umat Beragama di Indonesia: Perspektif A.Mukti Ali Moh. Khoiril Anwar
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.95 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19105

Abstract

Dialog antar umat beragama dianggap cukup efektif untuk menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama yang merupakan tujuan dari bangsa Indonesia. Tulisan  ini membahas dialog antar umat beragama perspektif A. Mukti Ali untuk melihat bagaimana pandangan A.Mukti Ali tentang perbedaan agama. Permasalahan yang dianggap penting oleh penulis adalah bagaimana memahami dialog antar umat beragama, bagaimana menjalankan dialog antar umat beragama, dan konstribusi dialog antar umat beragama terhadap Indonesia. A. Mukti Ali mendefinisikan dialog tidak dalam pengertian cara atau metode yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih dalam mengkomunikasikan perbedaan sebagaimana belakangan banyak dipahami orang. Pengertian ini dapat terjebak pada penekanan pertemuan dan selebrasi. Menurut A. Mukti Ali, kata yang sepadan dengan dialog adalah concourse yang berarti berlari bersama, bergerak bersama, bergerak maju bersama, bukan hanya berbicara satu dengan yang lain.
Telaah Buku: Membela Islam, Membela Kemanusiaan Erham B. Wiranto
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.673 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19106

Abstract

Judul                       : Membela Islam, Membela KemanusiaanPenulis                   : Fajar Riza Ul HaqPenerbit                 : Mizan, BandungTahun                     : 2017Jumlah Halaman         :           xviii, 287 halaman
Dakwah Lintas Iman Perspektif Said An-Nursi dalam Risala-i Nur dan Relevansinya dengan Gerakan Dakwah Lintas Iman di Indonesia M Khoirul Hadi al-Asy’ari
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.312 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19101

Abstract

Penelitian ini - berbasis library reseach, dengan tema “Dakwah lintas Iman perpektif Said an-Nursi dalam Risala-i Nur dan relevansinya dengan gerakan Dakwah lintas iman di Indonesia. Dalam artikel ini ada beberapa pertanyaan penelitian yang menjadi fokus masalah, pertama bagaimana pandangan Said An-Nursi berkaitan dengan pola Dakwah keberagamaan (lintas Iman) dan keberimanan antar Umat beragama di dalam Risala-I Nur? kedua bagaimana sosiohistoris kehidupan Said An-Nursi? dan apa relevansinya dengan perkembangan gerakan Dakwah lintas Iman di Indonesia? Dengan pendekatan konten analisis untuk mendeskripsikan pandangan kebragamaan dan dakwah lintas iman dalam pandangan Said Nursi di dalam kitab Risala-i Nur dan pendekatan sejarah untuk mengkaji biografi kehidupan Said an-Nursi, serta mencoba mencari simpul hubungan dengan gerakan Dakwah Lintas Iman di Indonesia, penelitian ini menghasilkan beberapa point penting pertama, mendeskripsikan pemikrian Said Nursi tentang konsep Dakwah Lintas Iman, dalam karya Risala-i Nur  dan kedua biografi Said Nursi sebgai pembacaan sosiohistoris kehidupan Said Nursi, dan ketiga mengetahui relevansi konsep dakwah lintas Iman Said Nursi dengan dakwah lintas iman di Indonesia.
Dakwah Inklusif di Kalangan Bajingan: Membedah Komitmen Bekas Bajingan dalam Membangun Peradaban, Perspektif Psikologi Sosial Samsul Arifin; Akhmad Zaini
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.418 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19102

Abstract

Beberapa tulisan tentang bajingan atau blater selama ini mengulas tentang kemampuannya dalam mengelola kekuasaan sehingga menempati strata atas di masyarakat dan salah satu penentu utama dalam politik lokal. Tulisan ini berisi tentang dakwah kiai kepada kalangan bajingan dan membedah komitmen dakwah bekas bajingan, terutama dalam membangun peradaban dalam perspektif psikologi sosial. Tujuan penelitian ini ialah mengungkap dan mendeskripsikan komitmen bekas bajingan dalam membangun peradaban di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe etnografi-hermeneutik. Data berasal dari dokumen dan fieldnotes. Langkah-langkah analisis data: data reduction, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian: para anggota Pelopor tersebut pertama, memiliki komitmen moral, yaitu perasaan berkewajiban menjadi anggota Pelopor karena panggilan keagamaan dan sosial. Kedua, memiliki komitmen personal yaitu daya tarik untuk menjadi anggota Pelopor. Karena menjadi anggota Pelopor dianggap memberikan manfaat (barokah), sesuai dengan harapan dan kepentingannya serta mereka diberi garansi sehidup-semati. Ketiga, komitmen karena “investasi”, yaitu karena wadah Pelopor memiliki keterliban emosional dengan mereka. Mereka masuk menjadi anggota Pelopor karena bapak-kakeknya juga anggota Pelopor.

Page 1 of 1 | Total Record : 6