cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2018)" : 6 Documents clear
Dakwah dan Objektifitas Keilmuan: Manfaat Religious Studies dan Islamic Studies dalam Dakwah Islam Wiranto, Erham Budi; Suwartini, Sri
Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.77 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19203

Abstract

Dakwah Islam saat ini belum mampu membawa umat Islam pada kemajuan peradaban sebagaimana pernah dicapai era Keemasan Islam. Sebaliknya, kemajuan Peradaban Barat juga terus dicurigai sebagai perusak keislaman sehingga tidak pantas menjadi sumber inspirasi. Sikap tersebut membuat peradaban Islam jalan di tempat dan lambat mencapai kemajuan Peradaban. Juru Dakwah Islam dituntut mampu mengambil sikap untuk dapat membawa umat menuju peradaban yang lebih tinggi. Dakwah yang lebih ilmiah dan terbuka menjadi tuntutan untuk zaman ini. Oleh karena itu Dakwah harus dikoneksikan dengan keilmuan yang dekat dengan ilmu dakwah, di antaranya adalah Religious Studies dan Islamic Studies. Meksipuan dua keilmuan tersebut secara historis lahir dari rahim sekular Barat, bahkan dipandang tidak ramah dengan Islam, namun jika dikaji secara serius kedua keilmuan tersebut besar manfaatnya bagi dakwah Islam. Tulisan ini menjelaskan sejarah dan pengertian Religious Studies dan Islamic Studies, kemudian menemukan manfaat dari kedua keilmuan tersebut bagi dakwah Islam. 
Religiusitas Masyarakat Islam Pesisir: Studi tentang Perilaku Religi Masyarakat Hena Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah M. Syafin Soulisa
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.852 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19204

Abstract

Manusia pada hakekatnya selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan material (jasmani) maupun spiritual (rohani).  Kebutuhan spiritual tersebut menyebabkan segala kelakuan manusia menjadi serba religi, sehingga menyebabkan serba keramat, baik pada perilaku manusia itu sendiri, maupun tempat dimana perilaku manusia itu dilakukan untuk dilaksanakan. Sikap religi tersebut selalu diwujudkan oleh masyarakat dalam bentuk upacara-upacara keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku religi masyarakat Negeri Hena Lima di pesisir utara pulau Ambon-Maluku. Dalam menganalisis data yang ada, penulis menggunakan metode kualitatif, teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perilaku keagamaan masyarakat Negeri Hena Lima adalah perilaku yang berhubungan dengan keyakinan religi tentang leluhur yang dianggap memiliki keistimewaan dan senantiasa dihormati, karena selalu hidup bersama mereka dan diyakini dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Adapun bentuk-bentuk perilaku religi  Masyarakat  Negeri Hena Lima yang diwujudkan dalam Sistem Upacara-upacara religi yakni Tahalil (upacara religi dalam rangka memberi makan arwah para leluhur yang di padukan dengan nilai Islam), Aroha (upacara religi-keagamaan yang dilaksanakan setiap tanggal 10 hingga 12 Rabiul Awal untuk mengenang jasa para leluhur), Pataniti, (proses pemanggilan arwah leluhur untuk mendampingi mereka yang berhajat baik pada saat susah maupun senang), Hulasi (pengobatan tradisional dengan cara menyebutkan nama  para leluhur ketika ada yang jatuh sakit yang diyakini terdapat campur tangan para leluhur)  Pakatati (Proses upacara yang dilaksanakan pada saat anak berumur 30-40 hari), Tanahu’a (upacara yang di laksanakan  untuk memotong rambut bayi), Jara Baliwe (tradisi menziarahi kuburan karamat leluhur yang dirangkai dengan upacara religi).
Pengaplikasian Pola Computer Mediated Communication (CMC) dalam Dakwah Sri Hadijah Arnus
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.892 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19205

Abstract

Seiring kemajuan teknologi, dunia komunikasi dan informasi diperkuat oleh hadirnya media baru (smartphone, PDA, laptop, dll), yang berbasis internet. Media tersebut memungkinkan setiap orang melakukan komunikasi lebih mudah, lebih interaktif, dan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Fenomena penggunaan media online dalam mengakses berita dan membangun komunikasi interpersonal melalui media jejaring sosial melahirkan suatu konsep baru dalam komunikasi yaitu CMC (computer mediated communications). Hal ini menarik bagi penulis untuk menerapkan pola CMC dalam bidang dakwah untuk lebih menpermudah aktivitas dakwah untuk lebih memperluas khalayak. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pengaplikasian pola CMC`dalam berdakwah ditemukan beberapa kendala, seperti kurangnya penggunaan isyarat nonverbal dalam pola tersebut. Melalui media online, isyarat nonverbal juga hampir tidak ada, sebelum akhirnya muncul teknologi yang membuat suasana komunikasi face to face melalui media online. Di satu sisi teknologi ini dapat mempererat hubungan antar manusia, akan tetapi di sisi lain juga dapat menjauhkan hubungan antar person secara tatap muka langsung. Oleh karena itu, penerapan pola CMC ini sebenarnya hanya pelengkap metode dan media dakwah yang semestinya tidak menghilangkan metode face to face.
Rekonstruksi Dakwahtainment Sebagai Media Dakwah Nur Ahmad
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.549 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19201

Abstract

Salah satu fenomena yang sangat marak di media massa saat ini adalah program-program dakwahtainment; program yang menggabungkan tuntunan dan tontonan. Sebagian besar masyarakat Indonesia telah sangat akrab dengan beberapa tema acara pengajian yang banyak dijumpai di beberapa stasiun televisi yang mengusung beragam tema bernuansa agama dalam bingkai dakwah ini. Tujuan dakwah yang religius ternyata dalam realisasinya dominan dengan muatan materialistis semata yang berdampak pada kemunduran dakwah itu sendiri. Sebagai media dakwah, dakwahtainment justru banyak mengikis moral masyarakat karena minimnya tauladan yang diperankan oleh individu yang terlibat di dalamnya serta tidak tersampaikannya esensi materi dakwah yang ingin disampaikan. Metode dakwah  dengan entertainment ini juga sering mengundang persepsi masyarakat yang tanpa disadari mengkerdilkan nilai-nilai agama Islam. Kondisi yang demikian jika berlangsung terlalu lama akan berdampak pada nihilisasi peran masyarakat sebagi mad’u yang pada kenyataannya hanya berperan sebagai penonton pada acara hiburan dan tidak menampakkan indikasi keberhasilan misi religius dari acara dakwahtainment. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat materialistis dan kapitalis sebagai bagian dari bisnis media. Dakwahtainment hanya memberi banyak keuntungan finansial yang diraup oleh pihak manajemen dari stasiun televisi belaka. Sebuah ironi ketika agama memuat ajaran-ajaran yang berlawanan dengan nilai kapitalisme, tetapi justru agama dijadikan alat mencapai tujuan kapitalistis.
Telaah Buku: Masjid yang Terbelah: Kontestasi Antaraliran Islam dalam Masyarakat Jawa Sri Suwartini
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.668 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19207

Abstract

Judul                     : Masjid yang Terbelah: Kontestasi Antaraliran Islam dalam Masyarakat JawaPenulis                   : Ahmad SalehudinPenerbit                 : Cantrik Pustaka, YogyakartaTahun                     : 2018Jumlah Halaman       : xxii, 131 halaman
Model Dakwah Anak Berkebutuhan Khusus dengan Teknik Bimbingan Kelompok di SLB Wiyata Guna Bandung Siti Chodijah
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.398 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19202

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk menyusun model dakwah kepada anak berkebutuhan khusus dengan teknik bimbingan kelompok. Dakwah bagi anak berkebutuhan khusus dilandasi konsep-konsep bimbingan serta kondisi empiris di lapangan berkaitan dengan kebutuhan yang dalam hal ini sangat diperlukan oleh orang tua/keluarga/lembaga pendidikan formal ataupun non formal. Penelitian dilakukan melalui sejumlah tahapan yaitu: 1) studi pendahuluan; 2) pengembangan dan validasi rasional model; 3) validasi empirik; dan 4) revisi juga desiminasi model. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas model dakwah anak berkebutuhan khusus tergolong dalam kategori kurang efektif sehingga perlu adanya kerja sama dari semua pihak, yaitu keluarga, lingkungan, dan lembaga.

Page 1 of 1 | Total Record : 6