Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dakwah dan Objektifitas Keilmuan: Manfaat Religious Studies dan Islamic Studies dalam Dakwah Islam Wiranto, Erham Budi; Suwartini, Sri
Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.77 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19203

Abstract

Dakwah Islam saat ini belum mampu membawa umat Islam pada kemajuan peradaban sebagaimana pernah dicapai era Keemasan Islam. Sebaliknya, kemajuan Peradaban Barat juga terus dicurigai sebagai perusak keislaman sehingga tidak pantas menjadi sumber inspirasi. Sikap tersebut membuat peradaban Islam jalan di tempat dan lambat mencapai kemajuan Peradaban. Juru Dakwah Islam dituntut mampu mengambil sikap untuk dapat membawa umat menuju peradaban yang lebih tinggi. Dakwah yang lebih ilmiah dan terbuka menjadi tuntutan untuk zaman ini. Oleh karena itu Dakwah harus dikoneksikan dengan keilmuan yang dekat dengan ilmu dakwah, di antaranya adalah Religious Studies dan Islamic Studies. Meksipuan dua keilmuan tersebut secara historis lahir dari rahim sekular Barat, bahkan dipandang tidak ramah dengan Islam, namun jika dikaji secara serius kedua keilmuan tersebut besar manfaatnya bagi dakwah Islam. Tulisan ini menjelaskan sejarah dan pengertian Religious Studies dan Islamic Studies, kemudian menemukan manfaat dari kedua keilmuan tersebut bagi dakwah Islam. 
KEJUJURAN HISTORIS BARAT DAN ISLAM Wiranto, Erham Budi
Jurnal Dakwah Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2122020.7

Abstract

In historical relations between the West and the Islamic world, honesty is a rare dimension. The history of West-East relations seems to be filled with bias and covered in prejudice. The negative stigma of the West towards the East, and vice versa, is still being inherited and reproduced today. Sudibyo Markus tries to present an honest and balanced historical analysis in seeing the West and Islam. This paper is a review of Sudibyo Markus' book entitled Dunia Barat dan Islam, Cahaya di Cakrawala (The West and Islam, Light in the Horizon) published by Gramedia in 2019. Dalam sejarah hubungan dunia Barat dan dunia Islam, kejujuran termasuk dimensi yang langka. Sejarah relasi Barat-Timur seolah dipenuhi bias dan berlumuran prasangka. Stigma negatif Barat terhadap Timur, demikian pula sebaliknya, masih terus terwarisi dan direproduksi hingga kini. Sudibyo Markus mencoba menghadirkan analisis sejarah yang jujur dan berimbang dalam melihat Barat dan Islam. Tulisan ini adalah telaah terhadap buku karya Sudibyo Markus berjudul "Dunia Barat dan Islam, Cahaya di Cakrawala" yang diterbitkan oleh Gramedia tahun 2019.
Konseling Multikultural Sebagai Pendekatan Studi Terorisme Sri Suwartini; Erham Budi Wiranto
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.22.1.21.5

Abstract

The purpose of this research is to describe the scientific stance of multicultural counseling and its contribution to Terrorism Studies. Attempts are made by performing a literature study on three topics: multiculturalism, multicultural counseling, and terrorism studies. This study found that Multicultural Counseling can be an appropriate approach in Terrorism Studies because Terrorism Studies currently lack the perspective of terror perpetrators' subjectivity. This need can be filled by Multicultural Counseling with its scientific qualities and distinctive capabilities.Studi ini bertujuan menjelaskan kedudukan keilmuan Konseling Multikultural serta kontribusinya dalam Studi Terorisme. Upaya menjelaskan hal tersebut ditempuh dengan cara melakukan review literatur seputar tiga isu, yaitu multikulturalisme, konseling multikultural, dan studi terorisme. Studi ini menemukan bahwa Konseling Multikultural dapat menjadi pendekatan yang baik dalam Studi Terorisme, sebab studi terorisme saat ini masih kekurangan perspektif subyektifitas pelaku teror. Konseling Multikultural dengan karakteristik keilmuan dan kemampuan khususnya mampu mengisi celah tersebut. 
PREJUDICE REDUCTION DALAM AJARAN AGAMA-AGAMA Erham Budi Wiranto
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 16, No 2 (2020): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jsam.v16i2.2252

Abstract

Religion was regarded as a source of prejudice against others who are different, even a source of hatred. In fact, as complex teachings, religions had opposite role, reducing prejudice. This study attempted to find religious values that can be useful for prejudice reduction. With a qualitative method, religious values reducing prejudice were explored from five religions, namely Hinduism, Buddhism, Catholicism, Christianity and Islam. Data were collected through studying religious texts, both from the main sources and the works of religious leaders. The finding found that all religions had fundamental values that could reduce prejudice. These values generally were in the form of respect for diversity, prohibition of acting unfairly, and prohibiting acts of violence. This finding was expected to refute the assumption that religion was a source of prejudice, hatred and horizontal conflict.
Philosophical Groundwork for Multicultural Education Erham Budi Wiranto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pendidikan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.115 KB)

Abstract

Multicultural Education lacks a solid foundation since it appears to be a reaction to socio-political developments rather than the outcome of philosophical principles from the Philosophy of Education. Multicultural Education lacks defined concepts, methods, andorientations due to its confusing ontological, epistemological, and axiological frameworks.This article is based on a review of the literature on Political and Social Philosophy,which was then reflected in the Philosophy of Education structure. The result is aPhilosophical Foundation for Multicultural Education that is more oriented on the fieldof education while maintaining the basic notions of multiculturalism, which are foundedon political and social sciences.
Dakwah dan Objektifitas Keilmuan: Manfaat Religious Studies dan Islamic Studies dalam Dakwah Islam Wiranto, Erham Budi; Suwartini, Sri
Jurnal Dakwah Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2018.19203

Abstract

Dakwah Islam saat ini belum mampu membawa umat Islam pada kemajuan peradaban sebagaimana pernah dicapai era Keemasan Islam. Sebaliknya, kemajuan Peradaban Barat juga terus dicurigai sebagai perusak keislaman sehingga tidak pantas menjadi sumber inspirasi. Sikap tersebut membuat peradaban Islam jalan di tempat dan lambat mencapai kemajuan Peradaban. Juru Dakwah Islam dituntut mampu mengambil sikap untuk dapat membawa umat menuju peradaban yang lebih tinggi. Dakwah yang lebih ilmiah dan terbuka menjadi tuntutan untuk zaman ini. Oleh karena itu Dakwah harus dikoneksikan dengan keilmuan yang dekat dengan ilmu dakwah, di antaranya adalah Religious Studies dan Islamic Studies. Meksipuan dua keilmuan tersebut secara historis lahir dari rahim sekular Barat, bahkan dipandang tidak ramah dengan Islam, namun jika dikaji secara serius kedua keilmuan tersebut besar manfaatnya bagi dakwah Islam. Tulisan ini menjelaskan sejarah dan pengertian Religious Studies dan Islamic Studies, kemudian menemukan manfaat dari kedua keilmuan tersebut bagi dakwah Islam. 
KEJUJURAN HISTORIS BARAT DAN ISLAM Wiranto, Erham Budi
Jurnal Dakwah Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.2122020.7

Abstract

In historical relations between the West and the Islamic world, honesty is a rare dimension. The history of West-East relations seems to be filled with bias and covered in prejudice. The negative stigma of the West towards the East, and vice versa, is still being inherited and reproduced today. Sudibyo Markus tries to present an honest and balanced historical analysis in seeing the West and Islam. This paper is a review of Sudibyo Markus' book entitled Dunia Barat dan Islam, Cahaya di Cakrawala (The West and Islam, Light in the Horizon) published by Gramedia in 2019. Dalam sejarah hubungan dunia Barat dan dunia Islam, kejujuran termasuk dimensi yang langka. Sejarah relasi Barat-Timur seolah dipenuhi bias dan berlumuran prasangka. Stigma negatif Barat terhadap Timur, demikian pula sebaliknya, masih terus terwarisi dan direproduksi hingga kini. Sudibyo Markus mencoba menghadirkan analisis sejarah yang jujur dan berimbang dalam melihat Barat dan Islam. Tulisan ini adalah telaah terhadap buku karya Sudibyo Markus berjudul "Dunia Barat dan Islam, Cahaya di Cakrawala" yang diterbitkan oleh Gramedia tahun 2019.
Konseling Multikultural Sebagai Pendekatan Studi Terorisme Suwartini, Sri; Wiranto, Erham Budi
Jurnal Dakwah Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/JD.22.1.21.5

Abstract

The purpose of this research is to describe the scientific stance of multicultural counseling and its contribution to Terrorism Studies. Attempts are made by performing a literature study on three topics: multiculturalism, multicultural counseling, and terrorism studies. This study found that Multicultural Counseling can be an appropriate approach in Terrorism Studies because Terrorism Studies currently lack the perspective of terror perpetrators' subjectivity. This need can be filled by Multicultural Counseling with its scientific qualities and distinctive capabilities.Studi ini bertujuan menjelaskan kedudukan keilmuan Konseling Multikultural serta kontribusinya dalam Studi Terorisme. Upaya menjelaskan hal tersebut ditempuh dengan cara melakukan review literatur seputar tiga isu, yaitu multikulturalisme, konseling multikultural, dan studi terorisme. Studi ini menemukan bahwa Konseling Multikultural dapat menjadi pendekatan yang baik dalam Studi Terorisme, sebab studi terorisme saat ini masih kekurangan perspektif subyektifitas pelaku teror. Konseling Multikultural dengan karakteristik keilmuan dan kemampuan khususnya mampu mengisi celah tersebut. 
Biaya PolitikTinggi - Sebab Akibat Tingginya Biaya Pemilu Di Indonesia Sujatmiati; Wiranto, Erham Budi
Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies Vol 4 No 2 (2024): High Political Costs: Causes and Effects of High Election Costs in Indonesia
Publisher : Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53013/bestuurskunde.4.2.157-169

Abstract

This research stems from the issue of lack of transparency in the use of government funds by political parties in the Special Region of Yogyakarta (DIY) during the 2019 Legislative Elections, particularly regarding campaign funds. This lack of transparency raises various issues, such as discrepancies in the reporting of fund usage, insufficient alignment in transparency, and the absence of strict sanctions from the election organizers. These conditions trigger suspicion, apathetic attitudes, and weak coordinated efforts, which potentially undermine the principles of justice in democracy. Data were collected through interviews, documentation, and analyzed descriptively based on four transparency indicators: document availability, clarity of information, process openness, and regulatory framework. The research findings indicate discrepancies and misalignment in the transparency of campaign fund reporting in the 2019 Legislative Elections, as well as minimal sanctions from the election organizers. This results in increased suspicion, apathetic attitudes, and weak coordination, which threaten the principles of justice in democracy.
Setanisme antara New Religious Movement dan New Age Wiranto, Erham Budi
Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v7i2.18594

Abstract

Satanism gained popularity, particularly following the establishment of The Satanic Temple, which held an annual Satan Conference (SatanCon) in the last decade. Satanism is not monolithic, there are at least two main currents, non-theistic satanism and theistic satanism. This article aims to explore Satanism and clarify their position in the field of Religious Studies. By using qualitative methods, this study found that Satanism cannot be viewed as a theology. However, as a movement, Satanism can be grouped into two categories. Atheistic Satanism belongs to the New Age, while religious Satanism (theistic) belongs to the New Religious Movement (NRM). The contribution of this discovery can enliven contemporary discussions in the field of Religious Studies, especially the issue of Satanism. Setanisme menjadi populer terutama setelah kemunculan The Satanic Temple yang dalam satu dekade terakhir rutin melakukan Satan Conference (SatanCon) setiap tahun. Setanisme tidak monolitik, setidaknya terdapat dua arus utama, non-theistic satanism dan theistic satanism. Artikel ini bertujuan mengungkap Theistic Satanism sebagai istilah teknis yang menyebabkan kerancuan. Beberapa kerancuan yang dimaksud, berada pada ranah konseptual dan praktis, keduanya akan didiskusikan dalam artikel ini. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Kajian ini menemukan bahwa theistic satanism tidak dapat dipandang sebagai sebuah teologi. Meski demikian, sebagai sebuah gerakan, theistic satanism dapat dikelompokkan dalam New Age dan gerakan filosofis antroposentris. Kajian ini juga menawarkan konsep baru untuk menggantikan theistic satanism yang ambigu. Sumbangan penemuan ini dapat menyemarakkan diskusi kontemporer dalam bidang Religious Studies, terutama isu Setanisme. Keywords: Theology, Satanism, theistic satanism, NRM, New Age