cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 328 Documents
GERAKAN DAKWAH RIFA'IYAH Khamdi, Muhammad
Jurnal Dakwah Vol. 10 No. 2 (2009)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2009.10202

Abstract

KH. Ahmad Rifa'i selama memimpin jamaah atau pengikutnya berhasil menampilkan empat belas murid pilihan yang dianggap sebagai sebagai badal (pengganti) dan kader gerakan. Setelah Ahmad Rifa'i meninggal, para murid itu mengadakan pengembangan jamaah Rifa'iyah di pedesaan yang jauh dari kota atau pusat kekuasaan. Di antara murid tersebut yaitu yang mempunyai nama lengkap adalah (alm) Abu Ilham yang mengembangkan ajaran Rifa'iyah di Desa Kalipucang Wetan Batang. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tokoh pembawa pertama atau pencetus dakwah Rifa' iyah adalah (alm) Abu Ilham.
KEHIDUPAN BERAGAMA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WIROGUNAN YOGYAKARTA Abdullah, Abdullah
Jurnal Dakwah Vol. 10 No. 2 (2009)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2009.10203

Abstract

Rumah tahanan selain sebagai tempat penahanan sementara juga sebagai tempat rehabilitasi dan resosialisasi. Oleh karena itu perlu diketahui masalah-masalah apa saja yang terjadi antar sesama narapidana dalam berintegrasi sosial satu sama lainnya, dan sistem nilai budaya napi dalam hal ini meliputi pemahaman agama. Untuk itu, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap warga narapidana yang sedang menjalankan hukuman di LP Wirogunan Yogyakarta pada tahun 1999.
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI DALAM DAKWAH PERSUASIF Slamet, Slamet
Jurnal Dakwah Vol. 10 No. 2 (2009)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2009.10204

Abstract

Dalam proses komunikasi, keberhasilan seorang komunikator adalah ketika dia bisa menjadi orang lain secara tepat sebagaimana yang dibutuhkan untuk dapat menyampaikan pesan-pesan tertentu. Disini seorang komunikator harus bisa bermain peran, menjadi aktor. Akan tetapi dalam kegiatan dakwah, seorang da'i bukan sekedar menjadi komunikator, melainkan juga pendorong (motivator) dan contoh (teladan) dalam praktik kehidupan sehari-hari. Sebab, pesan dalam dakwah bukan sekedar data informasi; melainkan nilai-nilai keyakinan, ibadah dan moral (akhlak) yang menuntut pengamalannya dalam sepanjang rentang kehidupan individu di tengah masyarakat.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN Zamroni, Mohammad
Jurnal Dakwah Vol. 10 No. 2 (2009)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2009.10205

Abstract

Seperti yang kita lihat dewasa ini, banyak sekali perubahan yang terjadi di bidang komunikasi. Dimulai dari bentuk komunikasi yang sederhana sampai pada komunikasi elektronik. Perubahan yang cepat terutama pada abad 20 ini oleh sejumlah ahli dikatakan sebagai revolusi komunikasi. Ilmu pengetahuan yang selama ini kita pelajari selalu mengalami perubahan dan perkembangan yang tidak mendadak. Perubahan ini ada yang terjadi secara pelan-pelan, ada pula yang terjadi secara drastis akibat pertentangan antara satu ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan yang baru, atau pertentangan antara teori yang lama yang digantikan dengan penemuan teori baru dalam pengetahuan. Paradigraa lama dari suatu teori atau ilmu pengetahuan dianggap tidak sesuai lagi bahkan dianggap salah lantas kemudian digantikan dengan paradigma yang baru yang lebih diterima.
DIALOG PEMIKIRAN TENTANG ISLAM DAN NEGARA DI INDONESIA MASA AWAL KEMERDEKAAN Widayati, Heni Wahyu
Jurnal Dakwah Vol. 10 No. 2 (2009)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2009.10206

Abstract

Perdebatan tentang dasar negara pada masa kemerdekaan Indonesia melahirkan dua aliran politik, yaitu Islam dan aliran pemisahan antara negara dan agama, yang memiliki dasar pemikiran berbeda. Kelompok Islam berdalih bahwa dari seluruh ayat al-Qur'an, hanya sekitar 600 ratus ayat yang berisi tentang kehidupan akherat. Ini membuktikan bahwa Islam memperhatikan kehidupan dunia, maka Islam mestinya menjadi dasar bagi berdirinya Indonesia. Sementara itu kaum nasionalis berpendapat bahwa Indonesia memiliki keistimewaan khas, maka gagasan negara Islam harus ditolak. Isu tentang dasar negara ini menghadapkan para pendiri republik pada masa-masa sulit. Perdebatan tentang dasar negara Pancasila ternyata berkepanjangan hingga pertengahan tahun 1959. Sepanjang masa itu berarti telah terjadi konflik ideologis diantara para tokoh nasional bangsa kita dalam majelis konstituante, khususnya tentang usaha memasukkan kata syariat Islam dalam dasar negara seperti yang pernah dirumuskan dalam Piagam Jakarta. Maka landasan pemikiran dua pihak antara kelompok nasionalis "sekuler" dan Islam menarik untuk dikaji agar diperoleh pemahaman secara obyektif serta menjadi dasar berpijak bagi langkah ke depan dalam kehidupan ber-Islam dan bernegara di Indonesia.
KEMERDEKAAN INFORMASI: Catatan atas Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Rifai, Akhmad
Jurnal Dakwah Vol. 9 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahirnya rancangan Undang-Undang Kebebasan Informasi Publik itu sendiri dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan yang mengarah pada terbentuknya masyarakat informasi. Pertama, informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengem-bangan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional. Kedua, hak dalam memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik. Ketiga, kebebasan memperoleh informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik. Keempat, pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi. Tulisan ini bukan untuk mencermati keseluruhan isi yang telah tertulis dalam UU KIP tersebut, namun sekedar ingin memberikan catatan seperlunya. Catatan pada klausul-klausul yang mungkin agak kurang bisa diterima, baik dalam kaitannya dengan realitas hak keterbukaan atau kebebasan informasi publik itu sendiri maupun dalam kerangka dasar bangsa membangun negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat Indonesia yang transparan, partisipasitif dan akuntabel.
KODE ETIK JURNALISTIK DAN KEBEBASAN PERS DALAM PERSPEKTIF ISLAM Pasrah, Heri Romli
Jurnal Dakwah Vol. 9 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak reformasi bergulir pada Mei 1998, kebebasan pers kembali menggeliat. Setiap media dengan bebasnya menyampaikan berbagai tayangan dan kritik social, termasuk kritik terhadap pemerintah, masyarakat, dan media massa sekali pun. Pers dengan leluasa mengungkapkan berbagai fakta tanpa dihantui rasa takut akan ancaman penguasa ataupun ancaman pencabutan SIUPP Para pemburu fakta (wartawan) pun dengan rasa aman mereka bebas melakukan aktifitas sebagai penyaji fakta bukan sebagai alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya.Namun belakangan ini, kebebasan pers sering disalahgunakan. Banyak kalangan media dengan berani menyajikan berita anarkis, fitnah, bohong, ataupun gambar-gambar berbau pornografi maupun pornoaksi, misalnya gambar salah satu artis yang menjadi cover bagian depan majalah yang memperlihatkan bagian-bagian vital dari kaum wanita atau laki-laki atau cerita-cerita yang mengundang gairah seksualitas.Media juga sering dijadikan sebagai alat provokasi dari satu golongan kepada golongan lain. Bahkan ada beberapa media pers yang sengaja menayangkan tayangan kriminalitas dengan lebih mengedepankan aksi kekerasannya daripada solusi yang diberikan, sehinga menambah deretan panjang dampak negatif dari kebebasan pers. Ironisnya, semua itu dilakukan hanya sekedar untuk menarik minat pembaca demi kepentingan komersial semata, tanpa dibarengi dengan nilai-nilai pendidikan, terutama pendidikan agama, di dalamnya.
GLOBALISASI KOMUNIKASI DAN TUNTUTAN DAKWAH BERMEDIA Ummatin, Khoiro
Jurnal Dakwah Vol. 9 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan dampak globalisasi informasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi, dikaitkan dengan kesiapan juru dakwah memanfaatkan teknologi komunikasi dalam penyelenggaraan kegiatan dakwah. Pembahasan kegiatan dakwah yang ada di tangan pembaca ini, akan mengeksplorasi dua variabel penting yang berkaitan dengan kegiatan dakwah bermedia.
PERENCANAAN DALAM DAKWAH ISLAM Ridla, Muhammad Rosyid
Jurnal Dakwah Vol. 9 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan dakwah akan berjalan secara efektif dan efisien apabila terlebih dahulu dapat diidentifikasikan masalah-masalah yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Kemudian, atas dasar hasil pengendalian situasi kondisi medan dakwah, disusunlah sebuah rencana yang tepat. Dinamika masyarakat dakwah dengan berbagai macam problemnya mengharuskan para penyelenggara dakwah mampu menyusun rencana yang tepat dalam mengatur dan mengorganisir subjek dakwah dalam kesatuan-kesatuan dakwah tertentu. Untuk mewujudkandan memasyarakatkan Islam, maka dakwah harus dikelola dengan baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga akan tercapai masyarakat yang rahmatan lil-'alamin.Dengan demikian penggunaan perencanaan mempunyai arti penting dalam proses penyelenggaraan dakwah. Hal ini dikarenakan perencanaan selalu mengutamakan sistematika kerja dalam menghadapi masalah serta kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Pelaksanaan dakwah yang mempunyai scope kegiatan yang kompleks hanya dapat berjalan secara efektif apabila dilakukan oleh tenaga-tenaga yang secara kualitatif dan kuantitatif mampu melaksanakan tugas dakwah Islamiyah dalam suatu organisasi khusus atau lembaga yang menanganinya.
DAKWAH KHALIFAH ALI DALAM KONTEKS POLITIK Ita, Rostiana
Jurnal Dakwah Vol. 9 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dibandingkan dengan masa khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman, masa All bin Abi Thalib adalah masa paling berat dan sulit. Pada masa Abu Bakar dan Umar para sahabat senior masih banyak, mereka mengerti dan menghayati betul ajaran dan teladan yang ditinggalkan Rasulullah. Sedangkan pada masa Usman unsur-unsur luar mulai masuk dan para sahabat yang ada adalah para sahabat yang baru masuk Islam setelah Rasulullah wafat. Sebagian besar perpecahan dalam Islam disebabkan oleh soal-soal politik dan dinasti serta perselisihan suku dan rasa cemburu kabilah Qurays yang lain terhadap keluarga Hasyim. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Islam, persatuan yang dibina oleh Rasulullah, pada masa pemerintahan Ali persatuan itu hancur berantakan. Permusuhan kabilah dengan kabilah dan peperangan saudara antara suatu kaum dengan kaum lainnya yang terjadi pada jaman jahiliyah dulu hidup kembali dengan dahsyatnya pada masa Ali.