cover
Contact Name
Feliks Anggia Binsar Kristian Panjaitan
Contact Email
jeb17@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeb17@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 25034634     DOI : https://doi.org/10.30996/jeb17
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis is a journal for academics and practitioners, and is a double-blind, peer-reviewed academic journal that publishes conceptual articles and measures high-quality developments in the fields of economics, business and related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 01 (2016)" : 8 Documents clear
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.638

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
PENGARUH PRODUK, HARGA DAN TEMPAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI PT. FINELE (AMALA GOLD SHOP) PASAR ATOM MALL SURABAYA Anggriawan, Jerry; Sri Brahmayanti, Ida Ayu
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.634

Abstract

Amala Gold Shop adalah sebuah konsep baru jaringan retail perhiasan emas danlogam mulia modern pertama di Indonesia. Amala Gold Shop menyediakan berbagaimodel perhiasan emas untuk segala aktifitas dan Logam Mulia 24 karat berbagai motif dangramasi mulai dari 5gr sampai 100gr. Produk Amala Gold Shop adalah keluaran dariPabrikan Emas KING HALIM sebuah produsen emas terbesar di Indonesia.Amala GoldShop mempunyai lima cabang toko, tiga diantaranya berada di Jakarta, kemudian satu diBogor dan satu di Surabaya. Amala Gold Shop berdiripertamakalinyapadatahun 2011 yangterletak di Jl. Warungjatibarat 39, Pejaten Village Jakarta Selatan.Dan kemudian terusmenerus membangun hingga cabang kelimanya, yaitu di Pasar Atom Mall.Pasar AtomMall adalah pilihan yang sangat tepat bagi Amala Gold Shop, sebab Pasar Atom Mallmerupakan pusat perdagangan emas terbesar di Surabaya.Amala Gold Shop Pasar AtomMall di bangun sejak tanggal 14 desember 2013 yang terletak di Jl. Stasiunkota no 7a,Pasar Atom Mall E5-E6 Surabaya. Mengetahui tentang keputusan pembelian konsumenterhadap emas sangatlah penting guna untuk mengembangkan profit Amala Gold Shop, olehsebab itu perusahaan harus bisa melihat apa saja yang menjadi pertimbangan dalamkeputusan pembelian konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakahproduk, harga dan tempat secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusanpembelian konsumen di Amala Gold Shop.Untuk mengetahui apakah produk, harga dantempat secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen diAmala Gold Shop. Dan untuk mengetahui apakah variable produk secara dominanberpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Amala Gold Shop.Dari hasil analisis dapat diketahui ketiga variable mempunya ipengaruht erhadapkeputusan pembelian konsumen baik secara simultan maupun parsial. Hasil dari analisisjuga diketahui bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelianadalah variable produk.Kata kunci:produk, harga, tempat dan keputusan pembelian
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK WARDAH DI KOTA BANGKALAN MADURA Habibah, Ummu; miati, Su
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.635

Abstract

Beragam faktor dapat mempengaruhi konsumen dalam memutuskan dalam membelisuatu produk atau jasa, keputusan pembelian merupakn tindakan yang dilakukan konsumenuntuk membeli suatu produk atau jasa. Setiap produsen pasti menjalankan berbagai strategi agarkonsumen memutuskan untuk membeli produknya. Oleh karena itiu, pengambilan keputusanpembelian merupakan suatu proses pemilihan salah satu dari beberapa alternatif penyelesaianmasalah dengan tindak lanjut yang nyata. Setelah itu konsumen dapat melakukan evaluasipilihan dan kemudian dapat menentukan sikap yang akan diambil selanjutnya. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji, menganalisa, dan menjelaskan pengaruh kualitas produk dan hargaterhadap keputusan pembelian secara simultan dan parsial, serta mengetahui variabel independen(kualitas produk dan harga) manakah yang memiliki pengaruh yang dominan terhadap variabeldependen (keputusan pembelian). Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian yangbersifat deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian iniadalah konsumen produk kosmetik wardah di kota Bangkalan Madura. Sampel penelitian iniberjumlah 100 orang terdiri dari konsumen yang telah menggunakan produk Wardah di kotaBangkalan Madura. Yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengujian instrument menggunakan uji validitas,reliabilitas. Sedangkjan metode analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji Fdan uji t. hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel independen (kualitas produk danharga) mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen (keputusan pembelian).Seperti hasil dari perhitungan uji F bahwa nilia signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga Ho ditolakdan Ha diterima. Sedangkan koefisien determinasi (RSquare) sebesar 0,732 atau 73,2%, makapengaruh variabel X secara serentak terhadap variabel Y sebesar 73,2%. Sedangkan uji tdiketahui variabel Kualitas Produk (X1) bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan variabelHarga (X2) 0,005 < 0,05 maka dikatakan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadapvariabel Keputusan Pembelian (Y). berdasarkan analisis regresi maka model (persamaan regresi)untuk observasi ini adalah Y = 1,466 + 0,629(X1) + 0,321(X2).Kata Kunci: kualitas produk, harga, keputusan pembelian
SISTEM ANTRIAN TELLER BANK MANDIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI KECEPATAN TRANSAKSI Mayangsari, Yashinta; Prastiwi, Estik Hari
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.636

Abstract

Sistem antrian yang digunakan Bank Mandiri adalah saluran ganda (multichannel), sedangkanproses seorang nasabah yang akan melakukan transaksi pada teller menunjukkan hanya ada satutahap (single phase). Jalur antrian teller dibedakan berdasarkan jenis transaksinya yaitu jalurumum, setoran tunai dan khusus. Hal ini difungsikan untuk efisiensi kecepatan transaksi. Jadistruktur model antrian yang terjadi di Bank Mandiri adalah Multichannel Single Phase. Polatingkat kedatangannya adalah bersifat acak (random), Hasil Penelitian menunjukkkan bahwaBank mandiri KCP Kembang Jepun memiliki 5 orang teller dengan nilai rata-rata kedatangannasabah per jam 89 orang dan rata-rata tingkat pelayanan per jam 30 orang. Pengolahan datadengan POM- QM for Windows, hasilnya adalah setiap nasabah menghabiskan waktu 2,64 menitdalam setiap system yaitu waktu antri hingga selesai dilayani, hal ini dibawah SOP BankMandiri yaitu 4 menit. Effisiensi antrian pada Bank Mandiri kurang optimal karena tellermenganggur di jam sepi. Saran untuk Bank Mandiri yaitu teller bisa dialihkan untuk pekerjaanlain seperti administrasi kliring dan laporan pajak. Key Word : Sistem Antrian, MultichanelSingle Phase , Effisiensi KecepatanQueuing system used by Bank mandiri is a dual chanel (multichannel ), while the process ofcustomer who is conducting the transaction at the teller shows only one phase (single phase) .Teller queue path is distinguished by the type of transaction, they are: common pathway andspecial cash deposit . It enables to speed the efficiency of the transaction. The structure of thequeue that occures in Bank Mandiri is Multichannel Single Phase. Arrival rate pattern is random.The result showed Bank Mandiri KCP Surabaya Kembang Jepun has 5 teller with an averagevalue of customer arrivals per hour 89 people, the average level service per hour 30 people. Dataprossesing by POM-QM for Windows , the result showed for each customer spent 2.64 minutesin each system, the queuning time to finish serviced, that is under SOP Bank Mandiri 4 minutes.Quenning efficiency of Bank Mandiri less than opotimal because the amount of idle time teller inlonely hours. Suggestions for Bank Mandiri are the teller can be diverted to other work such asclearing and tax administration.Kata Kunci : Queuing Systems, Multichannel Single Phase, speed the efficiency
ANALISIS KEBANGKRUTAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN Z-SCORE PADA PERUSAHAAN ASURANSI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA ( PERIODE TAHUN 2010 – 2013 ) ., Syilviana; Rachmawati, Titiek
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.637

Abstract

The insurance company is a non-bank financial institutions which have a role thatis not much different from the bank, which is engaged in the service provided to thecommunity in addressing the risks that will occur in the future. The company wasfounded with the hope of generating profits so that they can survive in the long term forthe infinite. In order for the survival of a company is maintained, then the managementshould be able to maintain or even more spur increased performance. Various analyzeswere developed to predict the beginning of the bankruptcy of the company. One analysisis widely used today is the analysis of Altman Z-Score, which this analysis refers to thefinancial ratios of the company. The purpose of this study was to analyze the bankruptcyof the insurance companies that go public in Indonesia Stock Exchange year period 2010– 2013. This study used a sample of four companies from the insurance sector. Source ofdata is done by using secondary data. The data is processed b the method of the Z-scoreformula Z = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5. With the description of Z < 1,81the company categorized into companies that will be bankrupt, the value Z 1,81 < 2,99then the company is considered to be in the grey area of bankrupt enterprises thepossibility area and some are not, and the value of Z > 2,99 then the company is in a veryhealthy state so that the probability of bankruptcy is very little going on. In general, theresults of these studies indicate that the four insurance companies namely PT AsuransiBintang year 2010 value of Z = 0,798 year 2011 value of Z = 1,212 year 2012 value of Z= 1,732 year 2013 value of Z = 1,819, PT Asuransi Harta Aman Pratama year 2010 valueof Z = 2,221 year 2011 value of Z = 1,601 year 2012 value of Z = 1,622 year 2013 valueof Z = 1,701, PT Bina Dana Artha year 2010 value of Z = 2,015 year 2011 value of Z =1,461 year 2012 value of Z = 1,667 year 2013 value of Z = 1,840, dan PT Multhi ArthaGuna year 2010 value of Z = 2,502 year 2011 value of Z = 2,619 year 2012 value of Z =2,633 year 2013 value of Z = 2,761, showed unfavorable results are categorized intocompanies that are in the grey area and the area of bankruptcy.Keywords : Financial Ratio Analysis, Analysis of bankruptcy, Altman Z-Score Analysis,Insurance Company, Go Public
MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN Ratnawati, Tri; Salean, Dantje; Maqsudi, Achmad
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.642

Abstract

Seiring dengan perkembangan ekonomi saat ini adalah hasil dan proses pembangunan,telah membuat dunia usaha lebih hidup, kompleks, beragam dan dinamis. Masing-masingperusahaan berusaha untuk mengeksplorasi semua potensi yang ada untuk bertahan hidup danmemenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, seperti yang dialami oleh negara-negara maju dannegara berkembang, setiap kemampuan prestasi di bidang ekonomi, yang mungkin disertaidengan munculnya bentuk-bentuk baru dari kejahatan, baik di bidang ekonomi dan sosial.Dalam melakukan deteksi penipuan, tentu saja, tidak dapat dilepaskan dan pengetahuantentang hal-hal yang memicu terjadinya penipuan dan siapa atau pihak mana kemungkinanuntuk melakukan penipuan. Hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui oleh pihak yangmempunyai tugas untuk membuat deteksi penipuan, karena dengan mengetahui faktor pemicupenipuan dan siapa atau pihak mana yang dilakukan akan lebih terfokus. Rumusan Masalahini Bagaimana mendeteksi laporan keuangan penipuan dari perusahaan untuk menghindariasimetri informasi?. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisiscara mendeteksi penipuan dengan teknik analisis laporan keuangan perusahaan atau metodeyang digunakan. Setiap perusahaan harus memiliki titik kritis yang sering digunakan sebagaipenipuan. Jika penipuan terjadi pada saat itu, akan mudah diketahui. Namun, dalam banyakkasus keberhasilan pelaku penipuan menyebabkan lebih keterampilan dalammenyembunyikan kegiatan mereka antara transaksi yang ada. BPA adalah teknik di manamelalui pemeriksaan catatan akuntansi, gejala manipulasi dapat diidentifikasi. Hasilnyaadalah gejala atau kemungkinan penipuan, yang pada gilirannya menyebabkan penyelidikanlebih rinci. Metode ini dapat digunakan pada setiap perusahaan. Lebih akurat dankomprehensif catatan, semakin efektif teknik ini dalam mengetahui gejala penipuan.Kata Kunci : Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan
AUDIT INTERNAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) UNTUK MENILAI AKUNTABILITAS KINERJA DESA (Di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro) Tahun 2015 Purnama, Davis Budi; Widiastoeti, Hendy
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.1012

Abstract

Internal audit of accounting information system in the village of Batokan, did in the subdistrict Kasiman, Bojonegoro Regency aims to acknowledge and identify the problems related to the management of the allocation of the funds of the village mainly on planning, implementation, and accountability. As well as providing accounting information system management of the allocation of the village Fund, so that the performance of the village of Batokan in the management of the village fund allocation can achieve performance accountability of Government Agencies, has the Government agency performance accountability system, as well as generate accountability refers to the report of the performance accountability of agencies of Government.The methods used in this research is qualitative method. Data obtained by means of field studies through the interview process, documentation and observation. The process of data analysis used is making the accounting information system of managing the allocation of funds the village using data flow diagram (flowchart) and classify the conditions, criteria, cause and effect.Based on the results of the research that has been analyzed as a whole then it can be inferred that the performance of the village Batokan in the management of the allocation of the village Fund insufficient. As for some of the weakness in the village of Batokan, among others, the village government apparatus limited ability in managing the allocation of funds, the submission and reporting accountability that is insufficient and has yet to effectively report on accountability for the realization of the village Fund allocations to the community.Based on the results of the findings about the problems on the face, then given some suggestions and recommendations to enhance accountability of the performance of the village Batokan in terms of the management of the allocation of the funds of the village in the future.Keywords: Internal Audit, Accounting Information Systems, The Management of the Village Fund Allocation, Performance Accountability Village.
KAJIAN GINI RATIO KOTA KUPANG ., Suparno; Salean, Dantje
JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jeb17.v1i01.1013

Abstract

Maksud dari kajian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat Kota Kupan tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat Kota Kupang, menyusun Kebijakan Pembangunan Ekonomi yang diperlukan dalam rangka menekan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat Kota Kupang, menyusun rencana aksi (action plan) Pembangunan Ekonomi dalam rangka menekan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat Kota Kupang. Distribusi pendapatan adalah tingkat penyebaran dari tingkat penghasilan. Distribusi ini ditinjau dari perspektif distribusi ukuran yang menyangkut segi manusia sebagai perorangan yang mempunyai total pendapatan. Ukuran yang digunakan adalah dengan menggunakan tiga metode yaitu Kurva Lorenz merupakan metode yang penjabaran dengan meggunakan metode grafik, koefisien Gini merupakan metode yang penjabarannya dengan menggunakan perhitungan angka dengan cara menghitung nisbah bidang yang terletak di antara garis diagonal dengan kurva Lorenz dibagi dengan luas separuh bidang di mana ia terletak, Kriteria Relativ Inequality merupakan kriteria yang digunakan sebagai ukuran ketimpangan dalam distribusi pendapatan yang diterima oleh berbagai kelompok masyarakat. Adapun teknik pengambilan sampel yang dipergunakan dalam kajian ini adalah stratified random sampling. Stratified random sampling merupakan salah satu teknik pengambilan sampel yang pengambilan sampelnya dilakukan atau diambil dari suatu populasi di mana populasi tersebut dibagi–bagi dalam lapisan–lapisan atau strata dan dari setiap strata tersebut diambil sampel secara acak. Pelaksanaan pengambilan sampelnya adalah dengan menentukan populasi berupa masyarakat Kota Kupang yang terbagi di 6 kecamatan, di mana masing-masing kecamatan diambil sampel 10 orang di tiap desa. Kemudian dari polulasi masyarakat  tersebut diambil sampel secara acak berdasarkan stratanya. Gini ratio merupakan suatu ukuran kemerataan yang dihitung dengan membandingkan luas antara diagonal dan kurva lorenz dibagi dengan luas segitiga di bawah diagonal. Berdasarkan besaran Gini Ratio tersebut dapat dikatakan bahwa Kecamatan Kota Raja memiliki besaran Gini Ratio yang lebih kecil dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kota Kupang, sebaliknya Kecamatan Alak merupakan kecamatan yang memiliki besaran Gini Ratio terbesar dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Kecamatan Kelapa Lima dan Kecamatan Alak merupakan kecamatan yang memiliki besaran Gini Ratio diatas besaran Gini Ratio Kota Kupang. Sebaliknya Kecamatan Oebobo, Kecamatan Kota Lama, Kecamatan Maulafa dan Kecamatan Kota Raja merupakan kecamatan yang memiliki besaran Gini Ratio dibawah besaran Gini Ratio Kota Kupang. Berdasarkan besaran Gini Ratio tersebut, bila nilainya antara kisaran 0,3–0,5 maka disimpulkan bahwa di kecamatan maupun di Kota Kupang terjadi ketimpangan pendapatan sedang.Kata Kunci:  Besaran Gini Ratio

Page 1 of 1 | Total Record : 8