cover
Contact Name
Herlina
Contact Email
herlina@untag-sby.ac.id
Phone
+628123598283
Journal Mail Official
heuristic@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Heuristic
ISSN : 16938232     EISSN : 27231585     DOI : https://doi.org/10.30996/heuristic.v22i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal HEURISTIC is published biannually, in April and October, by Industrial Engineering Department, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. Jurnal HEURISTIC aims to: 1. Promote a comprehensive approach to industrial engineering incorporating viewpoints of different disciplines. 2. Strengthen academic exchange with other institutions. 3. Encourage scientist, practicing engineers, and others to conduct research and other similar activities. Scope of the Journal: Optimasi; Ergonomi; Manufaktur; Ekonomi & Manajemen; Logistics and Supply Chain; Data Mining; Analisa Keputusan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
PEMBENTUKAN TIM TANGGAP DARURAT SEBAGAI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI INSTITUSI PENDIDIKAN Dhani, Mey Rohma; Rachmat, Aulia Nadia
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan sistem manajemen K3 (SMK3) di institusi pendidikan, khususnya untuk kriteria penanggulangan keadaan darurat. Materi penelitian ini terdiri dari penjabaran peraturan yang berlaku di Indonesia tentang penerapan SMK3, konsep keadaan darurat yang mungkin terjadi di institusi pendidikan, kompetensi minimal yang dibutuhkan oleh tim tanggap darurat, dan jumlah orang yang bertanggung jawab sebagai tim tanggap darurat.  Penelitian merujuk ke penerapan SMK3 sesuai dengan peraturan yang tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 yang mewajibkan setiap organisasi yang memiliki pekerja lebih dari 100 orang untuk memiliki prosedur dan tim tanggap darurat. Penelitian dilakukan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai institusi Pendidikan yang memiliki jam kerja yang panjang serta civitas akademika yang banyak. Skenario keadaan darurat yang mungkin terjadi di PPNS diklasifikasikan menjadi 2 yaitu bencana alam dan kecelakaan kerja. Tim tanggap darurat akan dibagi menjadi 2 tim yaitu tim pemadam kebakaran dan pertolongan pertama. Jumlah orang pada tim tanggap darurat adalah 80 orang yang terbagi pada 17 gedung di PPNS.
ANALISIS PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN DENGAN METODE CPM DAN PERT Lokajaya, I Nyoman
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2970

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah (1) Mendapatkan rencana waktu penyelesaian  pelaksanaan proyek, (2) Mendapatkan durasi optimal pelaksanaan proyek, (3) Mendapatkan total biaya pelakasanaan proyek. Setelah dilakukan analisis, didapatkan bahwa (1) Rencana waktu penyelesaian  pelaksanaan proyek 275 hari, (2) Waktu penyelesaian proyek sesuai rekayasa ulang Netwok Planning dengan metode CPM dan PERT, didapatkan waktu penyelesaian proyek 252 hari, dengan percepatan waktu terhadap Time Schedule original sebesar 23 hari,  (3) Hasil rekayasa ulang terhadap Network Planning dengan metode PERT  dihasilkan durasi optimal berdasarkan durasi (te) 252 hari, dengan rincian biaya upah tenaga percepatan  Rp 51.262.500,00, Penghematan gaji karyawan dan biaya operasional sebesar Rp 50.715.000,00 sehingga selisih biaya percepatan 23 hari dan penghematannya sebesar Rp 547.500. Biaya total berdasarkan waktu optimal dari 275 hari sebesar Rp 24.972.450.794,11 menjadi 252 hari sebesar Rp 24.972.450.794,11 + Rp 547.500,00 = Rp 24.972.998.294,11 
FAKTOR KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK JALAN DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Prameswari, Riyantyari Hayu
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2976

Abstract

Keterlambatan proyek peningkatan ruas jalan Pulang Pisau – Pangkoh Provinsi Kalimantan Tengah sering kali menjadi sumber perselisihan antara pemilik dan kontraktor, sehingga menjadi sangat mahal nilainya ditinjau dari sisi kontraktor maupun pemilik. Tujuan dari penelitian adalah mendapatkan (1) faktor penyebab dan (2) faktor yang paling signifikan menjadi penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek. Setelah dilakukan analisis regresi, didapatkan bahwa (1) Setelah melalui uji kualitas model regresi, faktor Perencanaan dan Penjadwalan, Lingkup dan Dokumen Pekerjaan (kontrak), Sistem Organisasi, Koordinasi dan Komunikasi, Kesiapan Sumber Daya, Sistem Inspeksi, Kontrol dan Evaluasi Pekerjaan, Lain-Lain (di luar kemampuan Pemilik dan Kontraktor) mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan proyek sebesar 72,2%, (2) Setelah dilakukan seleksi model regresi dengan metode Stepwise, didapatkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan pelaksanaan proyek peningkatan jalan adalah peringkat 1. Lain-Lain (di luar kemampuan Pemilik dan Kontraktor), dengan nilai koefisien sebesar 0,444, peringkat 2. Faktor Kesiapan Sumber Daya, dengan nilai koefisien sebesar -0,517. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan proyek sebesar 72,9%.
IDENTIFIKASI KETIDAKSESUAIAN HSE MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE MINING PADA PROYEK INFRASTRUKTUR DI MAKASSAR Febriani, Atik; Syahrullah, Yudi
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2967

Abstract

Proyek konstruksi melibatkan banyak peserta melakukan berbagai macam kegiatan yang direncanakan. Masing-masing kegiatan diatur dalam sebuah peraturan, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal. Salah satu yang menyita perhatian dalam sebuah proyek adalah sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Permasalahan utama dalam sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja adalah penerapan yang tidak konsisten sehingga sering kali ditemukan adanya ketidaksesuaian atau yang biasa disebut Non Conformity. Penelitian ini menggunakan pendekatan Association Rule Mining untuk menemukan pola ketidaksesuaian tersebut. Diperoleh empat rule pola ketidaksesuaian dengan menggunakan nilai min. Support 10% dan min  Confidence 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat menemukan pola ketidaksesuaian dalam sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dengan harapan dapat digunakan upaya mencegah kegagalan proyek.
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA DEPARTEMEN FOUNDRY PT. SICAMINDO Ponda, Henri; Fatma, Nur Fadilah
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2968

Abstract

Tingginya kasus kecelakaan kerja menunjukan bahwa kesadaran tenaga kerja maupun pihak perusahaan dalam menangani masalah kesehatan keselamatan kerja masih kurang, oleh karena itu dibutuhkan suatu pengukuran risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi bahaya di bagian Produksi khususnya Departemen Foundry PT. Sicamindo dan juga bertujuan untuk mengetahui hubungan  pengetahuan pekerja tentang potensi bahaya dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan observasional. Objek penelitian adalah mesin, sikap atau perilaku tenaga kerja, proses kerja dan lingkungan kerja. Berdasarkan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalan risiko terdapat beberapa bahaya dan risiko yang terjadi dengan kriteria tolerable risk, moderate risk dan sustainable risk. Pengendalian bahaya yang telah dilakukan di PT. Sicamindo yaitu bersifat pengendalian administrative dan penyediaan alat pelindung diri (APD). Objective, Target dan Program (OTP) yang ditetapkan sebagai sasaran yang ingin dicapai yaitu mengurangi kecelakaan kerja (non fatality dan non LTI) sebesar 1 Kasus/Bulan dan mengurangi penyakit akibat kerja (non fatality dan non LTI) sebesar 1 Kasus/Bulan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5