Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMBENTUKAN TIM TANGGAP DARURAT SEBAGAI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI INSTITUSI PENDIDIKAN Dhani, Mey Rohma; Rachmat, Aulia Nadia
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan sistem manajemen K3 (SMK3) di institusi pendidikan, khususnya untuk kriteria penanggulangan keadaan darurat. Materi penelitian ini terdiri dari penjabaran peraturan yang berlaku di Indonesia tentang penerapan SMK3, konsep keadaan darurat yang mungkin terjadi di institusi pendidikan, kompetensi minimal yang dibutuhkan oleh tim tanggap darurat, dan jumlah orang yang bertanggung jawab sebagai tim tanggap darurat.  Penelitian merujuk ke penerapan SMK3 sesuai dengan peraturan yang tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 yang mewajibkan setiap organisasi yang memiliki pekerja lebih dari 100 orang untuk memiliki prosedur dan tim tanggap darurat. Penelitian dilakukan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai institusi Pendidikan yang memiliki jam kerja yang panjang serta civitas akademika yang banyak. Skenario keadaan darurat yang mungkin terjadi di PPNS diklasifikasikan menjadi 2 yaitu bencana alam dan kecelakaan kerja. Tim tanggap darurat akan dibagi menjadi 2 tim yaitu tim pemadam kebakaran dan pertolongan pertama. Jumlah orang pada tim tanggap darurat adalah 80 orang yang terbagi pada 17 gedung di PPNS.
Analisis Proximate Briket Tempurung Kelapa dan Ampas Tebu Setiani, Vivin; Setiawan, Adhi; Dhani, Mey Rohma; Maulidya, Risya Dwi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 16, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.318 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v16i2.91-96

Abstract

Fossil fuels are a non-renewable energy source and their existence will be depleted. An alternative is needed that can reduce fossil fuels by using biomass. Biomass waste in the form of bagasse and coconut shell can be used as an alternative fuel in the form of biobriquette. This study aims to analyze the quality value of briquettes from the proximate test of the composition of bagasse and coconut shell produced with briquette quality standards that refer to SNI 01-6235-2000 about wood charcoal briquettes. The variables in this study consisted of five variables. The variables in this study were mass ratio coconut shells to bagasse were 90%: 10%, 80%: 20%, 70%; 30%, 60%: 40% and 50%: 50% respectively. The results of the test of water content, ash content, and volatile matter of the best quality briquettes of five variables were 90% coconut shell and 10% bagasse.
SOSIALISASI PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN MITIGASI BENCANA DI DESA PULOREJO, MOJOKERTO Kusminah, Imah Luluk; Khairansyah, Mades Darul; Subekti, Arief; Dhani, Mey Rohma; Handoko, Lukman; Putranto, Wibowo Arnin; Nugroho, Agung; Hidayat, Egyt Yusuf; Maimunah, Dewi Rizqi; Hakim, Alma Lia; Rabani, Mochammad Syamzidan
Tepak Sirih : Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 2 No. 02 (2023): Tepak Sirih : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madani
Publisher : LPPM Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jpmm.v2i02.2487

Abstract

Kondisi geografis, demografis, sosiologis, dan klimatologis membuat negara Indonesia rawan terhadap berbagai tipe bencana (alam, non alam, dan sosial). Terdapat sekitar 961 bencana alam terjadi di Indonesia hingga bulan Juli 2023, Salah satu bencana alam yang sering terjadi pada penduduk Indonesia yaitu banjir dan kebakaran. Desa Pulorejo, Kabupaten Mojokerto termasuk salah satu kawasan rawan bencana banjir yang disebabkan oleh meluap nya sungai dan kurangnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan. Selain itu, beberapa tahun silam pernah terjadi kebakaran lahan maupun kebakaran rumah salah satu rumah warga.Hal ini menjadi polemik untuk memberikan solusi terhadap warga demi meminimalisir kerugian besar dari bencana yang sering terjadi. Untuk itu, diadakan pelatihan pemadaman kebakaran serta sosialisasi penanggulangan kebakaran, mitigasi bencana, serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) kepada warga Desa Pulorejo. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga dalam menghadapi maupun mengurangi risiko atau dampak yang ditimbulkan oleh bencana khususnya banjir dan kebakaran. Program pelatihan dan sosialisasi telah dilakukan oleh tim dan beberapa mahasiswa yang mendampingi secara langsung. Luaran yang telah dihasilkan ialah publikasi di media massa elektronik, keterlibatan mahasiswa saat acara berlangsung, dan serah terima alat dengan mitra.
Implementasi Metode HAZOPS Pada Digestion Unit Di Perusahaan Kimia Adityatama, Rizky; Dhani, Mey Rohma; Nugroho, Agung
Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jshee.v1i1.17

Abstract

Industri kimia merupakan salah satu industri yang memiliki risiko tinggi pada proses produksi maupun bahan baku yang digunakan. Digestion Unit merupakan salah satu unit yang menjadi jantung di industri kimia, dikarenakan Digestion Unit merupakan unit tunggal yang terintegrasi dengan unit lain. Proses yang terjadi pada Digestion Unit dalam industri kimia terdapat sejumlah potensi bahaya, dimana beberapa bahaya diakibatkan dari toksisitas bahan baku, pelepasan energi dari reaksi kimia, suhu tinggi, tekanan tinggi, dan lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan pada suatu industri kimia. Oleh sebab itu, diperlukan identifikasi dan pengendalian yang sesuai agar dapat mencegah dan mengurangi potensi bahaya yang ada pada Digestion Unit. Metode HAZOPS dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang terjadi akibat penyimpangan proses pada Digestion Unit dan akan dilakukan risk rangking agar dapat menentukan skala prioritas pengendalian, tiap penyimpangan berdasarkan kategorinya. Berdasarkan hasil identifikasi bahaya menggunakan metode HAZOPS yang telah dilakukan didapatkan total 20 penyimpangan dengan uraian, pada node 1 memiliki 7 risiko dengan kategori medium risk, 2 risiko dengan kategori high risk, node 2 memiliki 4 risiko dengan kategori medium risk, node 3 memiliki 5 risiko dengan kategori medium risk, 2 risiko dengan kategori low risk.
Analisis Kecelakaan Pekerjaan Lifting dengan Overhead Crane Menggunakan Metode ECFA, Fishbone, dan Pareto Analysis Kurniawan, Wildan Rifqi; Anindita, Galih; Dhani, Mey Rohma
Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jshee.v1i1.22

Abstract

Sektor fabrikasi baja merupakan perusahaan yang memiliki tingkat risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Berdasarkan data kecelakaan perusahaan diketahui terdapat kecelakaan lifting dengan overheadcrane memiliki angka kecelakaan tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis kecelakaan pada pekerjaan lifting guna meminimalisir terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode Event and Causal Factor Analysis untuk menentukan faktor-faktor dengan mengidentifikasi peristiwa terjadinya suatu kecelakaan. Setelah dilakukan analisis dengan metode ECFA selanjutnya menggunakan metode fishbone guna mendapatkan hasil ketegori penyebab terjadinya kecelakaan. Setelah mendapatkan hasil dari kategori yang terdapat pada diagram fishbone selanjutnya memberikan rekomendasi perbaikan yang sesuai berdasarkan metode pareto analysis. Hasil analisis menggunakan metode ECFA yang telah dilakukan, didapatkan ECFA chart beserta kronologi terjadinya kecelakaan. Selanjutnya didapatkan kategori penyebab terjadinya kecelakaan berdasarkan metode Fishbone yaitu kategori manusia, manajemen dan metode. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode Pareto Analysis didapatkan hasil bahwa penyebab kecelakaan sebagian besar disebabkan oleh kategori manusia, sehingga harus diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan. Rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah memberikan pelatihan operator overhead crane terhadap pekerja yang mengoperasikan overhead crane, melakukan tools box meeting sebelum melakukan pekerjaan lifting dengan overhead crane, serta pengelasan dilakukan oleh pekerja yang bersertifikat.
Integrated Energy Audit for Workshop and Learning Systems Sa’diyah, Aminatus; Hakam, Mohamad; Nafiatus , Evi; Dhani, Mey Rohma; Mustaghfirin, Muhammad Anis; Kusuma, George Endri; Fairuza, Muchammad Nidhor
Journal La Multiapp Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v6i6.2790

Abstract

The south workshop building is utilized for practical activities involving high machine loads, while the learning building is designated for theoretical activities. In order to optimize energy efficiency, a comprehensive audit of the lighting and electrical systems. A comparative case study approach was utilized for the analysis. A comprehensive audit of the lighting and electrical systems in both environments was conducted. An Internet of Things (IoT) monitoring system was utilized to track power consumption in both buildings. Illumination measurements were obtained using a lux meter and were subsequently compared with the Standard of Lighting (SNI) and the Permenaker standards. The average level of illumination was measured at 128.4 lux in the southern workshop and below 150 lux in some classrooms of the learning building. An electrical analysis revealed that the dominant load in the south workshop was from welding machines (10.9 kVA), whereas in the learning building, it was from the cooling system and electronic equipment. A comparative analysis of the south workshop building and the learning building reveals that both structures possess considerable potential for energy conservation. Recommendations for improvement include upgrading the lighting system and implementing an IoT system to support specific electrical load management for each building.
Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Edukasi P3K di Desa Mojorejo Mojokerto Dhani, Mey Rohma; Santoso, Mochamad Yusuf; Kurniasih, Dewi; Santiasih, Indri; Handoko, Lukman; Puspandari, Lusia Eni; Sulistiya, Yossa Mahendra; Putri, Nila Rizqiyah Hanik Maha
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v9i1.78

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Desa Mojorejo, Mojokerto, yang menghadapi tantangan pengetahuan terbatas terhadap kesiapsiagaan keadaan darurat. Rendahnya pemahaman warga dalam penanganan kondisi darurat secara cepat dan tepat menjadi permasalahan utama yang mendasari program ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan warga dengan keterampilan dasar P3K agar mampu memberikan respons awal yang efektif sebelum bantuan medis profesional tiba. Pendekatan partisipatif digunakan pada kegiatan pengabdian ini, dimulai dengan survei kondisi masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan P3K dan potensi lokal. Setelah itu, disusun rencana program yang berfokus pada edukasi dan simulasi P3K, mencakup pengenalan prinsip dasar, teknik penanganan cedera ringan (luka terbuka, pingsan, keseleo, perdarahan), serta praktik langsung. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Balai RW dengan melibatkan aktif 29 warga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, terbukti dari rata-rata nilai pre-test 82,86 menjadi 90,75 pada post-test. Sebanyak 76% peserta berhasil memenuhi nilai minimal, menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini juga meliputi pendemonstrasian penggunaan perlengkapan P3K dan penyerahan tas P3K pribadi serta kotak P3K. Implikasi dari kegiatan ini adalah penguatan ketahanan kesehatan masyarakat, pembentukan fondasi jaringan pertolongan pertama berbasis komunitas, serta peningkatan literasi bencana di tingkat desa. Keberlanjutan pelatihan secara berkala dan replikasi model ini di desa-desa sekitar disarankan untuk memperluas dampaknya.