cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) SEBAGAI ADSORBAN LOGAM Cu FIRYANTO, RUDI
SARGA Vol 23, No 1 (2016): PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) SEBAGAI
Publisher : SARGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.951 KB)

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer alam yang terkandung dalam cangkang kerang hijau maupun crustaceae jenis lainnya yang diperoleh dari hasil proses deasetilasi kitin. Kitosan memiliki banyak manfaat diantaranya pada bidang industri, pangan, agrikultur, medis hingga bioteknologi. Proses isolasi kitin dilakukan melalui dua proses yaitu proses deproteinasi dan proses demineralisasi, sedangkan proses isolasi kitosan dilakukan dengan cara proses deasetilasi dari kitin. Proses deproteinasi adalah proses yang bertujuan untuk menghilangkan protein yang terkandung dalam cangkang kerang hijau dengan cara limbah cangkang kerang hijau dipanaskan pada suhu 80oC selama 60 menit dengan menggunakan pelarut NaOH. Proses demineralisasi adalah proses yang bertujuan untuk menghilangkan mineral yang terdapat dalam kitin, dimana dalam proses demineralisasi kitin direaksikan dengan larutan HCl encer. Sedangkan proses deasetilasi adalah proses yang bertujuan untuk menghilangkan gugus asetil yang terdapat pada kitin dan digantikan dengan gugus amina dengan menggunakan pelarut NaOH pekat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental design dua level. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa variable yang paling berpengaruh pada proses adsorbsi logam Cu oleh kitosan yaitu waktu adsorbsi. Hasil yang paling optimum dicapai pada waktu adsorbsi (t) 55 menit dan daya adsorbsi sebesar 47,09 %, dengan ketentuan menggunakan kitosan sebanyak 5 gram, suhu adsorbsi 70-80o C serta kecepatan pengadukan 350 rpm. Dari hasil penelitian ini diperoleh persamaan : y = -0,007x2 + 1,004 x + 11,64.
Holistic pedagogy for nurturing faithful, resilient and empathetic students - in UNTAG Semarang architectural education Eko Nursanty; Loekman Muhamadi; Anwar Anwar
SARGA Jurnal Arsitektur UNTAG Semarang Vol 1, No 1 (2019): Edisi Genap 2018/2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.32 KB)

Abstract

Nowadays education is often seen as a way to improve the "quality" of human life. Education is often considered as a benchmark for future material success and strength. Some study programs are perceived as the enabler of that hopes and become the dreams of many people. On the other hand, some study programs are considered "boring" and less desirable. This study aims to provide a different perspective that the educational process is fundamentally a continuous process and not a linear progression towards a utopian goal that many people expect. Human being possesses various physical, mental and intellectual potentials that can be nurtured through various innovative pedagogical methods. The research was conducted on some architecture students of UNTAG Semarang using qualitative methods of deductive case studies with comprehensive interview techniques. The analysis was carried out using the "Butterfly" method that scrutinized two seemingly opposing sides and found a balance between the opposites. The study results are the identification and formulations of several dominant elements that equally playing important roles in the architectural educational process, specifically focusing on the human’s spiritual, intellectual, and physical sides.  Those elements, supported by the environmental context, can produce various combinations of new values, knowledge, and skills, that are deeply rooted in the field of knowledge and in their daily lives.
Conserving Industrial Architecture in Asia: Problems and Prospects Johannes Widodo
SARGA Jurnal Arsitektur UNTAG Semarang Vol 1, No 1 (2019): Edisi Genap 2018/2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.837 KB)

Abstract

The debate on industrial heritage in Asia is directly related to the history ofindustrialization and modernization process that happened during the colonial period in many Asian countries. Rapid economic and urban development in Asian countries have put a lot of pressure to the efforts to conserve, even the significant industrial heritage, due to ignorance, economic greed, speculative development, etc. The article is attempted to look into the issues related to the reasons for conservation and the problems for the conservation efforts using some cases in Singapore and Indonesia to pin‐point the direction for the theoretical and practical discourse in the conservation of modern industrial Architecture in Asia.
Jejak Bangunan Oei Tiong Ham di Kota Lama Semarang Choirul Amin
SARGA Jurnal Arsitektur UNTAG Semarang Vol 1, No 1 (2020): Jejak Bangunan Kuno di Kota Lama Semarang
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kita semua tahu bersama bahwasanya kota lama Semarang merupakan suatu area peninggalan kolonialisme Belanda yang berada di kota Semarang. Kota lama (Belanda) yang ada di kota Semarang merupakan suatu kawasan yang dipenuhi bangunan milik Belanda dan disekeliling kawasan tersebut dulunya didirikan benteng sebagai pemisah kota Belanda dengan kawasan lainnya (Pecinan, Melayu, Kauman), serta untuk kepentingan keamanan. Kota lama Semarang sebagai area peninggalan Belanda identik dengan karakter kawasan yang mempunyai ciri khusus yakni bangunan bangunannya bergaya arsitektur Belanda, dengan mengadopsi beberapa bagian langgam tropis sebagai bagian dari upaya menyelesaian masalah iklim tropis. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menelaah apakah benar semua bangunan di area kota lama Semarang tersebut merupakan bangunan Belanda? ataukah ada bangunan milik non Belanda di kawasan tersebut. Oei Tiong Ham (bersama Tasripin) merupakan konglomerat, pengusaha sukses yang namanya sering disebutkan dalam berbagai literatur kota Semarang. Apakah pengusaha sekelas Oei Tiong Ham mempunyai bangunan dalam kawasan kota lama Semarang, mengingat fungsi awal dari area tersebut merupakan kamar dagang terbesar di Asia Tenggara pada masanya yang didirikan oleh kerajaan Belanda. Pada penelitian ini penulis mencoba meneliti jejak bangunan Oei Tiong Ham di Kota Lama Semarang dengan menggunakan metode sejarah. Metode sejarah dimulai dengan pengumpulan data yang disebut heuristic, melalui berbagai sumber pustaka yang ada kaitannya dengan Oei Tiong Ham, maupun dengan Kota Lama Semarang itu sendiri.Dari hasil analisa yang telah dilakukan peneliti, didapatkan minimal ada lima buah bangunan yang pernah dipakai atau dipergunakan oleh Oei Tiong Ham sebagai kantor dagang berbagai aktifitas bisnisnya, yang berada di kawasan kota lama Semarang. Kantor atau bangunan milik Oei Tiong Ham kesemuanya ada di jalan Kepodang. Bangunan yang pertama adalah restoran Pring Sewu diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie dari Tiongkok yang saat itu dipergunakan sebagai kantor baru pengganti kantor Kian Gwan Concern yang lama dengan gaya bangunan percampuran colonial dan China di perempatan jalan Kepodang, Bangunan ke 2 adalah Hero Coffe, bangunan ke 3 adalah kantor RNI divisi farmasi yang masih diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie dipergunakan sebagai kantor bisnis gula dengan nama Kian Gwan Concern lama dengan gaya bangunan Art Deco, bangunan ke 4 adalah Gedung kosong (Soesmans Kantoor) dan bangunan terakhir atau ke 5 adalah Gedung Monod Diephuis di ujung jalan Kepodang.

Page 1 of 1 | Total Record : 4