cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Cancer
ISSN : 19783744     EISSN : 23556811     DOI : -
Core Subject : Health,
The Indonesian Journal of Cancer (official journal of the Dharmais Cancer Center Hospital) is a peer-reviewed, quarterly, open access journal. Submissions are reviewed under a broad scope of topics relevant to experimental and clinical cancer research. The journal publishes original research articles, case reports, systematic literature reviews, and letters to the editor under the following categories: Cancer prevention, diagnosis, surgery, systemic therapy, radiotherapy, paliative therapy, and molecular biology.
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
Profil Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Onkologi Surabaya, 2014 LUMINTANG, LOELITA MARCELIA; SUSANTO, ADI; GADRI, RAISSA; DJATMIKO, ARIO
Indonesian Journal of Cancer Vol 9, No 3 (2015): Jul - Sept 2015
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.409 KB)

Abstract

The prevalence of breast cancer in developing countries as well as developed countries still occupies in high level. The awareness of breast cancer risk factors can enhance the early detection program. The objective of this research is to achieve a complete description concerning risk factors: social, economy and demography statuses that will be advantageous for integrated prevention program of  breast cancer. This descriptive research used 485 datas out of 560 medical records that belonged to Rumah Sakit Onkologi Surabaya’s new breast cancer patients in 2014. The results of this research showed that 31.34% of breast cancer patients attained in the age of 41-50 years old and 51-60 years old; 41.65% acquired university education, 53.61% lived in Java; 69.69% did not have any history of cancer in their family; 85.36% did not have any history of breast cancer in their family; 57.31% were housewives; 42.27% obesity; 46.19% had been pregnant more than twice; 38.56% gave birth more than twice; 82.06% never used any contraception; 8.66% usedcontraception for 1-5 years; 63.71% breast-feeding; 27.84% breast-feeding to 3 or more children; and 21.03% breastfeeding for 0 to 6 months. There were some risk factors that are detectable and preventable. Prevalensi kanker payudara di negara berkembang dan negara maju masih sangat tinggi. Kesadaran akan faktor risiko kanker payudara dapat meningkatkan peluang untuk melakukan program deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap perihal faktor risiko: status sosial, ekonomi, dan demografi yang akan bermanfaat untuk perencanaan program penanggulangan kanker terpadu. Penelitian deskriptif ini menggunakan 485 data dari 560 data rekam medis pasien kanker payudara baru 2014 di Rumah Sakit Onkologi, Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan 31,34% pasien berusia 41−50 tahun dan 51−60 tahun; 41,65% berpendidikan universitas; 53,61% bertempat tinggal di Pulau Jawa; 69,69% tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker; 85,36% tidak memiliki riwayat keluarga dengankanker payudara; 57,31% ibu rumah tangga; 42,27% obesitas; 46,19% hamil lebih dari 2 kali; 38,56% melahirkan lebih dari 2 kali; 82,06% tidak pernah menggunakan kontrasepsi; 8,66% menggunakan kontrasepsi selama 1-5 tahun; 63,71% memiliki riwayat menyusui; 27,84% menyusui 3 anak atau lebih; dan 21,03% menyusui selama 0−6 bulan. Didapatkan sejumlah faktor risiko yang dapat diwaspadai serta dicegah.
Tinjauan kasus: Penanganan Limfedema di Rumah Sakit Kanker Dharmais -, Indriani; Saud, Irnawati; Nuhonni, Siti Anisa
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 1 (2007): Jan - Mar 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian limfedema meningkat sejalan dengan progresivitas penyakit kanker dan ekstensivitas penanganan pada saluran limfatik: 25,5% pada pasca-diseksi kelenjar aksi-Ia/inguinal, 2,3%-27% pada operasi dengan tehnik konservasi, dan 38,3% bila disertai tindakan radiasi. Umumnya penderita akan mengalami gangguan fungsi pada ekstremitas yang terkena dan aktivitas/kualitas hidup.Berbagai strategi penanganan rehabilitasi medik diberikan untuk preservasi dan restorasi fungsi ekstremitas serta paliasi gejala akibat edem (: nyeri, tegang, kaku). 50% penderita yang datang ke IRM RSKD (studi retrospeksi 1999 -2001) mengalami reduksi edem >50% dalam 1-2 minggu pasca-terapi. Kepedulian dan kerjasama yang baik antar disiplin ilmu terkait akan meminimalkan kejadian limfedema.Kata kunci : limfedema, kanker, saluran limfe, kualitas hidup, penanganan rehabilitasi medik
Cancer Registration and Its Role in Cancer Epidemiology and Cancer Control BRAY, FREDDIE
Indonesian Journal of Cancer Vol 4, No 5 (2010): Workshops 2010
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UICC World Cancer Declaration-secondtarget for 2020•The measurement of the global cancer burden and the impact of cancer control interventions will have improved significantly•WHO 2008-2013 Action PlanGlobal Strategy for the Prevention and Control of Non-communicable Diseases•Objective 6: To monitor non-communicable diseases and theirdeterminants and evaluate progress at the national, regional andglobal levelhttp://indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/131
Bone Marrow Tranplantation Sacharina, Nanis
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

https://www.scribd.com/doc/45485924/Bone-Marrow-Tranplantation
Profil Penderita Karsinoma Tiroid di RSUP dr. Kariadi, Semarang (Januari 2006 – Juni 2010) PRAJOKO, YAN WISNU
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 4 (2013): Oct - Dec 2013
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.115 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi insiden dan pola kejadian kanker tiroid di RS Dr. Kariadi periode Januari 2006 – Juni 2010. Penelitian deskriptif ini dilakukan terhadap 318 pasien yang dirawat dengan diagnosis Malignant Neoplasma of Thyroid (ICD-10 C73). Pengamatan dilakukan terhadap usia, jenis kelamin, histopatologi, ukuran tumor (T), metastasis KGB (N), metastasis jauh (M), tempat tinggal, dan komorbid. Sebanyak 29 pasien dieksklusi karena data tidak lengkap. Didapatkan 221 pasien perempuan (76,5%); usia tersering 20-50 tahun (56,1%); T3 sebanyak 31,8%; tidak terdapat metastasis KGB dan metastasis jauh 54,7% dan 86,5%; adenokarsinoma papiler 61,2%. Sebanyak 86,9% tinggal di ketinggian <50 m di atas permukaan laut. Hanya 39 penderita yang mengalami gangguan sesak napas. Kesimpulan, kanker tiroid masih menjadi masalah dalam penanganan kasus keganasan, karena jumlah kasus yang relatif masih tinggi dan pada umumnya penderita datang dalam kondisi penyakit yang lebih lanjut. Penanganan yang cepat dan tepat sejak diagnosis, baik klinis maupun patologis, hingga tahap terapi harus dapat dilakukan oleh ahli bedah dengan baik, sehingga dapat diperoleh hasil yang memuaskan.Kata Kunci: karsinoma tiroid, insidensi, faktor risiko
The Accuracy of Plasma EBV-DNA Quantification Using LMP2 as Primer to Detect Distance Metastasis After Radiation of Nasopharyngeal Cancer in “Dharmais” National Cancer Center Marzaini, Dewi Soeis; Tobing, Demak L.; Kresno, Siti Boedina
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.081 KB)

Abstract

Kanker nasofaring (NPC) biasa ditemukan di Indonesia dan berkaitan dengan penyakit tingkat lanjut (advanced disease). Keberadaan virus Epstein-Bar deoxyribonucleic acid (EBV-DNA) sudah lama ditawarkan untuk deteksi awal terhadap kegagalan jarak (distant failure) setelah pemberian radiasi (radiation theraphy). Selaput laten protein-2 (LMP-2) sangat potensial untuk diterapkan di Indonesia, karena efektif dalam menekan biaya. Namun, hal ini belum pernah di pelajari sebelumnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetes penghitungan akurasi plasma EBV-DNA menggunakan LMP2 sebagai cara awal untuk mendeteksi metastasis setelah pemberian radiasi pada pasien NPC.Contoh plasma diambil dari pasien penderita kanker nasofaring paling tidak enam bulan setelah pemberian radiasi. DNA diekstrak dan dianalisis dari reaksi rantai polymerase berdasarkan hitungan waktu (real-time polymerase chain reaction –RT-PCR) (Light Cycler, Roche Diagnostics) menggunakan spesifikasi dasar LMP-2. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan standar kuantitatif RT-PCR antara EBNA-1 dan segmen DNA dalam area BamHi-W dari genome EBV.Perbedaan rata-rata (mean) dari level EBV-DNA kemudian dibandingkan menggunakan tes analisis varian (ANOVA). Perhitungan sensitivitas dan spesifikasi dihitung berdasarkan kurva ROC (receiver-operating characteristics).Kajian ini menggunakan dua puluh tiga kasus NPC yang non-metastatik, di mana jumlah pasien laki-laki 17 orang (73,9%) dan wanita 6 orang (26,1%). Median dari umur pasien adalah 48 tahun (21-67 tahun). Kebanyakan kasus sudah mencapai stadium III (56,5%), diikuti stadium IVA-B (26,1%). Semua pasien menerima radiasi sebanyak 6000-7000 cGy. Sepuluh pasien (43,5%) telah mendapatkan metastasis (distant metastasis) paling tidak enam bulan setelah terapi radiasi. Tidak ada tanda-tanda kambuh pada lokasi awal (primary site). Tidak ada perbedaan mean pada tingkat EBV-DNA, yaitu antara penggunaan EBNA-1 secara dasar antara pasien dengan metastasis dan pasien tanpa metastasis (5135 copies/mL vs. 7827 copies/mL; p=0,245). Ada perbedaan mencolok pada mean EBV-DNA antara pasien dengan metastasis dan pasien tanpa metastasis saat menggunakan LMP2 sebagai dasar dan menggunakan BamHI-W sebagai dasar. BamHI-W primer memberikan tingkat sensitivitas 100% dan spesifisitas 100% pada tingkat EBV-DNA 1080 copies/mL dengan AUC 1,0. Perhitungan dengan LMP2 primer memberikan tingkat sensitivitas 89% dan spesifisitas 100% pada pemberian 17 copies/mL dengan AUC 0,944.Kesimpulannya, deteksi EBV-DNA menggunakan LMP2 primer berguna bagi deteksi awal metastatik setelah pemberian radiasi bagi pasien NPC yang tidak memiliki metastasis pada saat proses diagnosis. Primer ini memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas hampir seakurat BamHi-W primer.Kata kunci: Metastasis, Radiasi, Nosofaring.
Indonesian Journal Accreditation Sadikin, Ferry I
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

https://www.scribd.com/doc/45478098/Indonesian-Journal-Accreditation
Prostatektomi Radikal: Morbiditas dan Mortalitas di RSUP dr. Hasan Sadikin, Bandung Safriadi, Ferry
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.169 KB)

Abstract

Kanker prostat merupakan salah satu jenis keganasan tersering pada pria. Prostatektomi radikal merupakan terapi pilihan pada kanker prostat yang masih organ confined. Tindakan ini merupakan tindakan operatif dengan derajat kesulitan tinggi, sehingga risiko morbiditas atau mortalitas harus menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi morbiditas, mortalitas pasien, dan faktor yang berperan.Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data dari rekam medis dan status khusus pasien kanker prostat yang telah menjalani operasi prostatektomi radikal dari 2005 sampai 2011 di RS Hasan Sadikin. Analisis univariat dilakukan dengan Chi-square untuk menilai faktor yang berperan terhadap morbiditas dan mortalitas.Sebanyak 90 pasien sebagai subjek penelitian. Usia rerata subjek 62,99 + 5,32 tahun, nilai PSA 31,89 + 29,13 ng/ml, volume prostat 53,24 + 29,13 ml, skor Gleason paling banyak ditemukan pada rentang 2-6 sebesar 58,9%. Rerata lama operasi 236,74 + 89,78 menit dengan jumlah perdarahan sebanyak 874,22 + 573,46 ml dan transfusi 318,11 ml.Morbiditas mayor ditemukan pada 8 kasus (0,08%); 6 kasus termasuk klasifikasi modikasi Clavien derajat 3 dan 2 kasus derajat 5. Analisis statistik tidak menunjukkan adanya kaitan antara usia, PSA, volume prostat, skor Gleason, dan stadium T terhadap terjadinya morbiditas dan mortalitas.Kesimpulannya, morbiditas pada penelitian ini sebesar 0,06% dan mortalitas 0,02%. Faktor usia, PSA, volume prostat, skor Gleason, dan stadium T tidak bermakna secara statistik. Penapisan pra-operasi yang baik akan mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas, selain faktor pengalaman operator.Kata kunci: kanker prostat, prostatektomi radikal, morbiditas, mortalitas.
Gambaran Epidemiologi Kasus Leukemia Anak di Rumah Sakit Kanker “Dharmais”, 2004-2008 SIMANJORANG, CHANDRAYANI; ADISASMITA, ASRI; TEHUTERU, EDI
Indonesian Journal of Cancer Vol 4, No 1 (2010): Jan - Mar 2010
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This current study describes epidemiology of leukemia among children seeking care to Dharmais cancer hospital in the year 2004-2008. This is a case series study using primary and secondary data. Result showed the highest proportion of death was found among cases with AML leukemia, followed by patients with high risk ALL cases, and those who were refered. The older the age at first diagnosis, the smaller the probability to survive among children with leukemia, in general.
Hubungan Ekspresi Protein Bcl-2 Jaringan dengan Disease Free Survival 2 Tahun Pasien Kanker Epitel Ovarium di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya K, ARDHANU
Indonesian Journal of Cancer Vol 9, No 1 (2015): Jan - Mar 2015
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.123 KB)

Abstract

ABSTRACTOvarian cancer is one of the most common causes of death among gynecological malignancies. Previous reports have shown that the anti-apoptotic protein Bcl-2 is over expressed in many solid neoplasms, including ovarian cancers, and contributes to neoplastic transformation and drug-resistant disease, resulting in poor clinical outcome. This study is an observational descriptive cross-cut design to determine the role of Bcl-2 protein expression as a two year disease free survival prognostic factor in patients with epithelial ovarian cancer. Data were extracted from 37 patients treated with primary surgery with or with out secondary surgery followed by adjuvant therapy, from January 1st2010 to December 31st2011, at the Division of Gynecologic Oncology, Department of Obstetric and Gynecology, Medical Faculty of Airlangga University, Surabaya, Indonesia, were retrospectively analyzed. Bcl-2 expression were analized by immunohistochemistry study. The reccurency evaluation was done by CT-scan. The time to follow-up was 24 months since patients diagnosis. Spearman and Phi correlation test were used for analysis. In this study, two year disease free survival rate of patients was found 78.4% (29 of 37), respectively, and Spearman and Phi correlation test showed that there were no significant relation between Bcl-2 expression and ovarian cancer recurrence (p=0.084). Expression of Bcl-2 as an anti-apoptotic protein in ovarian cancer was not significantly related with the tumor reccurency as a marker of the two year disease free survival.Keyword: ovarian cancer, Bcl-2 protein expression, two year disease free survival ABSTRAKKanker ovarium merupakan salah satu penyebab terbanyak kematian karena kanker ginekologi. Penelitan sebelumnya menunjukkan bahwa protein anti-apoptosis Bcl-2 ter-over-expressed pada banyak neoplasma solid, termasuk kanker ovarium; juga berkontribusi pada transformasi neoplasma dan resistansi terhadap kemoterapi yang menyebabkan luaran klinis kurang baik. Ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan potong silang untuk melihat peran ekspresi protein Bcl-2 sebagai faktor prognostik disease free survival 2 tahun pada pasien kanker epitel ovarium. Data diambil dari 37 pasien yang menjalani operasi primer dengan/tanpa operasi sekunder yang diikuti dengan kemoterapi ajuvan, dari 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2011, di Divisi Onkologi Ginekologi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, dianalisis secara retrospektif. Ekspresi Bcl-2 diperiksa dengan teknik histokimia. Evaluasi rekurensi dilakukan dengan pemeriksaan CT-scan. Pemeriksaan dilakukan pada pasien yang sudah 2 tahun terdiagnosis kanker ovarium. Uji korelasi Spearman dan Phi dipergunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan angka bebas tumor 2 tahun sebesar 78,4% (29 dari 37), dan uji korelasi Spearman serta Phi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara Bcl-2 dengan angka bebas tumor yang ditunjukkan dengan rekurensi tumor (p=0,084). Kesimpulannya, ekspresi protein sebagai protein anti-apoptosis pada kanker ovarium tidak berhubungan secara bermakna dengan rekurensi tumor sebagai petanda angka bebas tumor 2 tahun.Kata Kunci: kanker ovarium, ekspresi protein Bcl-2, angka bebas tumor 2 tahun.

Page 2 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2007 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2018): October-December Vol 12, No 3 (2018): July-September Vol 12, No 2 (2018): April-June Vol 12, No 1 (2018): Jan - Mar Vol 11, No 4 (2017): October- December 2017 Vol 11, No 3 (2017): July - September 2017 Vol 11, No 2 (2017): April - June Vol 11, No 1 (2017): Jan-Mar Vol 10, No 4 (2016): October - December 2016 Vol 10, No 3 (2016): July - September 2016 Vol 10, No 2 (2016): April - June 2016 Vol 10, No 1 (2016): Jan - Mar 2016 Vol 9, No 4 (2015): Okt - Des 2015 Vol 9, No 3 (2015): Jul - Sept 2015 Vol 9, No 2 (2015): April-Juni 2015 Vol 9, No 1 (2015): Jan - Mar 2015 Vol 8, No 4 (2014): Oct - Dec 2014 Vol 8, No 3 (2014): Jul - Sep 2014 Vol 8, No 2 (2014): April-Juni 2014 Vol 8, No 1 (2014): Jan - Mar 2014 Vol 7, No 4 (2013): Oct - Dec 2013 Vol 7, No 3 (2013): Jul - Sep 2013 Vol 7, No 2 (2013): Apr - Jun 2013 Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013 Vol 6, No 4 (2012): Oct - Dec 2012 Vol 6, No 3 (2012): Jul - Sep 2012 Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012 Vol 6, No 1 (2012): Jan - Mar 2012 Vol 5, No 4 (2011): Oct - Dec 2011 Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011 Vol 5, No 2 (2011): Apr - Jun 2011 Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011 Vol 4, No 5 (2010): Workshops 2010 Vol 4, No 4 (2010): Oct - Dec 2010 Vol 4, No 3 (2010): Jul - Sep 2010 Vol 4, No 2 (2010): Apr - Jun 2010 Vol 4, No 1 (2010): Jan - Mar 2010 Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009 Vol 3, No 4 (2009): Oct - Dec 2009 Vol 3, No 3 (2009): Jul - Sep 2009 Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009 Vol 3, No 1 (2009): Jan - Mar 2009 Vol 2, No 5 (2008): Workshop 2008 Vol 2, No 4 (2008): Oct - Dec 2008 Vol 2, No 3 (2008): Jul - Sep 2008 Vol 2, No 2 (2008): Apr - Jun 2008 Vol 2, No 1 (2008): Jan - Mar 2008 Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007 Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007 Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007 Vol 1, No 1 (2007): Jan - Mar 2007 More Issue