cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Cancer
ISSN : 19783744     EISSN : 23556811     DOI : -
Core Subject : Health,
The Indonesian Journal of Cancer (official journal of the Dharmais Cancer Center Hospital) is a peer-reviewed, quarterly, open access journal. Submissions are reviewed under a broad scope of topics relevant to experimental and clinical cancer research. The journal publishes original research articles, case reports, systematic literature reviews, and letters to the editor under the following categories: Cancer prevention, diagnosis, surgery, systemic therapy, radiotherapy, paliative therapy, and molecular biology.
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
Effect of Herbal Therapy on Intracellular Cytokine Expression of CD8 Cell in Nasopharingeal Cancer Patients Reksodiputro, Haryanto; Harsal, Asrul; Komari, Budianto
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 2 (2011): Apr - Jun 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.709 KB)

Abstract

Tujuan: untuk mengetahui efek obat herbal terhadap respons imun pasien kanker nasofaring (KNF) dengan cara mengukur persentase sitokin intraselular (IFN-? dan TNF-?) sebelum dan sesudah pemberian THL. Juga untuk memperkenalkan metode pemeriksan sitokin intra sel sebagai alternatif lain dalam penilaian respons imun pasien.Metode: sebanyak 15 pasien KNF diikutsertakan secara konsekutif dalam penelitian ini dan menerima obat Tien Hsien Liquid (THL) sebanyak empat kali sehari selama empat minggu. Sebelum dan sesudah pemberian THL, dilakukan pengambilan darah sebanyak 10 mL untuk pengukuran kadar sitokin intraselular TNF-? dan IFN-?, baik secara spontan maupun setelah perangsangan phytohemagglutinin (PHA) dengan menggunakan flowcytometric assay.Hasil: kedua jenis sitokin (TNF-? dan IFN-?) baik sebelum maupun setelah perangsangan PHA mengalami kenaikan setelah pemberian THL. Persentase kenaikan IFN-? dan TNF-? sebelum perangsangan PHA adalah 4.62+1.39 dan 4.89+1.39; sedangkan persentase kenaikan setelah perangsangan PHA adalah 3.98+1.29 and 1.65+3.82.Pada laporan ini juga diperlihatkan bahwa pemeriksaan sitokin intra sel dapat dilakukan di laboratorium kami sebagai alternatif lain penilaian respons imun pasien. Pada pemeriksaan TNF-? and IFN dalam serum, kadar TNF-? and IFN yang diukur diproduksi oleh berbagai sel lain seperti makrofag, sel endotel, dan lain-lain, sedangkan dengan metode pemeriksaan sitokin intraseluler yang dikerjakan dalam laporan ini yang diukur adalah kadar protein yang diproduksi sel CD8.Kesimpulan:THL dapat memodulasi respons imun selular dengan meningkatkan sitokin intraselular (IFN-? dan TNF-?) dalam CD8+. Oleh karena itu, obat herbal ini dapat menjadi agen immunoceutical yang dapat digunakan sebagai terapi suportif pada pasien kanker, terutama pasien kanker nasofaring (KNF).Kata kunci: sitokin intraselular, kanker nasofaring, Tien Hsien Liquid (THL)
Neurologi Paliatif ISTIAWATI, SRI ERNI
Indonesian Journal of Cancer Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.115 KB)

Abstract

Istilah perawatan paliatif diperkenalkan pada 1974. Pada 1990, WHO mendefinisikan perawatan paliatif sebagai perawatan menyeluruh pada pasien dengan penyakit lanjut dan dalam fase terminal beserta keluarganya. Aktivitasnya terus berkembang dan dengan definisi WHO 2007, cakupan menjadi lebih luas, yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien, juga keluarganya, dengan mencegah dan mengurangi penderitaan dengan cara identifikasi dini serta penatalaksanaan nyeri maupun masalah-masalah lainnya yang diterapkan sejak awal. Dalam perkembangannya, perawatan paliatif tidak hanya ditujukan untuk kasus kanker, tetapi juga untuk kasus bukan kanker. Sekitar tahun 2001, muncul kesadaran baru tentang neurologi paliatif. Pada kenyataannya, sejak diagnosis ditegakkan, beberapa penyakit neurologi sudah tidak mungkin dapat disembuhkan dan memerlukan intervensi paliatif. Dari hasil proses pendidikannya, spesialis saraf memungkinkan untuk memahami fenomena klinis pada kasus kanker dan bukan kanker serta kaitannya dengan neurosains.Dalam artikel ini akan dibahas latar belakang perawatan paliatif, neurosains, dan neurologi paliatif yang dipresentasikan dalam ilustrasi kasus.Kata kunci: paliatif, neurologi, kanker-bukan kanker
Patogenesis, Diagnosis, dan Penatalaksanaan Tromboemboli Vena pada kanker Kurniawan, Andree
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 3 (2013): Jul - Sep 2013
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.642 KB)

Abstract

Tromboemboli vena sering terjadi pada pasien kanker. Kejadian tromboemboli vena memiliki morbiditas dan mortalitas yang bermakna pada pasien kanker. Studi terbaru menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait faktor risiko klinis dan biomarker biologis yang dapat menjelaskan patogenesisnya menjadi lebih mudah dimengerti. Model prediksi risiko telah dihasilkan untuk menstratifikasi faktor risiko tromboemboli vena multipel pada pasien kanker. Profilaksis terjadinya trombosis dengan unfractioned heparin atau low-molecular-weight heparin (LMWHs) telah diperlihatkan aman dan efektif pada pasien risiko tinggi. Tata laksana tromboemboli vena pada kanker memerlukan antikoagulan jangka panjang dengan LMWH atau antikoagulan oral.Kata kunci: kanker, tromboemboli vena 
Multiple Myeloma a New Treatment Approach PRAYOGO, NUGROHO
Indonesian Journal of Cancer Vol 4, No 5 (2010): Workshops 2010
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

https://www.scribd.com/doc/43613020/Multiple-Myeloma-a-New-Treatment-Approach
Brakhiterapi Pada Kanker Lidah di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” – Jakarta -, Defrizal
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.097 KB)

Abstract

Dilakukan interstitial brakhiterapi pada 19 pasien kanker lidah di departemen radioterapi RS.Kanker Dharmais. Pasien terdiri dari 14 orang laki-laki, 5 orang perempuan dengan rentang usia 20 hingga 75 tahun dan hasil histopatologik pasien tersebut adalah karsinoma sel skuamosa. Pasien terdiri dari 9 orang stadium II sebanyak, 7 orang stadium III, 1 orang stadium IV dan 2 orang dengan residif lokal. Seluruh pasien mendapat radiasi ekstema dengan dosis 46 - 60 Gy dan dilanjutkan dengan interstitial brakhiterapi dengan menggunakan iridium 192. Hasil yang didapatkan adalah 17 pasien dengan respon komplit, 2 pasien dengan respon parsial dan tidak didapatkan adanya komplikasi. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan terapi radiasi saja (kombinasi antara radiasi eksternal dan interstitial brakhiterapi) memberikan respon terapi yang baik.Kata kunci: Kanker lidah, Brakhiterapi.
Hubungan Faktor Usia dengan Grading Histopatologi, Status Reseptor Hormonal, dan Ekspresi HER-2/neu pada Penderita Karsinoma Payudara di Rumah Sakit Onkologi Surabaya OCTOVIANUS, JACOBUS; -, SINDRAWATI; DJATMIKO, ARIO
Indonesian Journal of Cancer Vol 6, No 1 (2012): Jan - Mar 2012
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.115 KB)

Abstract

Usia merupakan salah satu faktor prognostik yang penting pada karsinoma payudara. Tujuan: menilai hubungan antara faktor usia dengan faktor yang berkaitan dengan prognosis dan faktor prediksi, yaitu status reseptor hormonal, ekspresi HER-2/neu, dan grading histopatologi pada pasien yang datang ke Rumah Sakit Onkologi Surabaya (RSOS). Metode: penelitian retrospektif dengan mencatat data rekam medis penderita karsinoma payudara baru di RS Onkologi Surabaya, sejak Januari 2007 sampai Desember 2010. Data yang dicatat adalah usia, grading histopatologi, status reseptor hormonal, dan ekspresi HER-2/neu.Hasil: di antara 1.426 penderita baru yang datang di RSOS sejak Januari 2007 sampai Desember 2010, terdapat 844 kasus yang dilakukan pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia untuk status reseptor hormonal ER/PR dan ekspresi HER-2/neu. Didapatkan angka kejadian terbanyak pada rentang usia 45-49 tahun yaitu 160 penderita (19%). Prosentase tertinggi dari status ER + pada rentang usia 40-44 tahun (73,8%); ER- pada usia <35 tahun (45,5%); PR + pada usia 40-44 tahun (65,9%); PR – pada usia 60-64 tahun (54,1%); overekspresi HER-2/neu pada usia 55-59 tahun (36,4%); dan grading histopatologi tinggi pada usia <35 tahun (77,3%). ER+/PR+ pada usia 45-49 (19,6%) dan ER-/PR+ pada usia 35-39 tahun (42,8%). Dari hasil analisis statistik tidak didapat hubungan yang signifikan antara usia dengan faktor biologi tumor, yaitu status ER/PR, HER-2/neu, dan grading histopatologi (p>0,01). Kesimpulan: tidak didapat hubungan yang signifikan antara usia dengan faktor biologi tumor, yaitu status ER/PR, HER-2/neu, dan grading histopatologi.Kata kunci: karsinoma payudara, usia, reseptor hormonal, grading histopathologi, HER-2/neu
Positive Pressure Isolation Room Prayogo, Nugroho; Setiawati, Retno
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

https://www.scribd.com/doc/45501296/Positive-Pressure-Isolation-Room
Gambaran Status Metilasi Gen Promoter Methylguanine-deoksiribonucleic Acid Methyltransferase pada Astrositoma dan Faktor yang Memengaruhinya KHAZATSIN, HADIO ALI
Indonesian Journal of Cancer Vol 8, No 3 (2014): Jul - Sep 2014
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.257 KB)

Abstract

Astrocytoma is the most common primary central nervous system tumor with difficult management as it requires acombination of surgery, chemotherapy and radiotherapy. This multimodalities approach increases patients survivalrate significantly, however chemotherapy resistance is now commonly seen. One of the potential causes of chemotherapyresistance is the epigenetic factors from O6 methylguanine-DNA-methyltransferase (MGMT) gene. MGMT gene has arole in DNA repair and also have a protective effect against exogenous and endogenous alkylation agents. The methylationof MGMT gene promoter leads to the decrease of MGMT protein, attenuating its function. Therefore, the methylationstatus of MGMT gene promoter can act as an indicator for astrocytomas progressivity and treatment progressivity.The aim of this study to determine the frequency of MGMT gene promoter methylation among patients withastrocytomas using methylation specific polymerase chain reaction (MS-PCR) and methylation sensitive highresolution melting (MS-HRM).Clinical data, imaging and parafin blocks from astrocytoma patients were collected in RSCM from 2008-2012. Themethylation status of MGMT gene promoter was confirmed using MS-PCR and MS-HRM. This is cross-sectional study.The total of 13 samples collected including 7 low-grade and 6 high-grade astrocytomas. The MGMT gene promoter wasmethylated in 1/13 cases using MS-PCR and 4/13 cases using MS-HRM. All methylated cases were low-gradeastrocytoma. There was significant association between the methylation status of MGMT gene promoter with thedegree of malignancy which is 4/7 samples hypermethylated in low-grade with no hypermethylation in high-gradeastrocytomas (p=0.049). While other factors like age, sex, karnofsky performance scale (KPS) and astrocytomas locationhave no significant association (p= 1,000; p= 0,657; p= 0,354; p= 0,538).The present study showed difference of methylation of MGMT gene promoter in astrocytomas with others studies whichis hypermethylated MGMT only found in low grade astrocytomas. Our study was the first to report the frequency ofMGMT promoter methylation among Indonesian astrocytoma patients.
Optimasi dan Validasi KIT Immunoradiometric Assay Carbohydrate Antigen -125 untuk Pemantauan Kanker Ovarium Widayati, Puji; Darwati, Siti; Ariyanto, Agus
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.097 KB)

Abstract

Carbohydrate Antigen-125 (CA-125) adalah glikoprotein antigenik yang dilepaskan ke darah penderita kanker ovarium, dengan kadar yang sangat rendah pada awalnya dan meningkat sesuai dengan keganasan kanker. Dengan demikian, pemantauan kanker ovarium dapat dilakukan dengan mengukur kadar rendahnya senyawa CA-125 di dalam darah. Metode yang sesuai adalah immunoradiometricassay (IRMA). PRR telah mengembangkan metode ini sejak beberapa tahun lalu, diawali dengan tahap pembuatan komponen kit IRMA CA-125, meliputi perunut CA-125 bertanda 125I dengan rendemen penandaan sebesar 96,5%. Hasil uji imunologi menunjukkan aktivitas imunologi sebesar 21,39% (%B/T) untuk standar 500 mIU/mL dan ikatan tidak spesifiknya 0,21 (%NSB) untuk standar 0 mIU/mL. Hasil uji kemurnian radiokimia 94,2%. Larutan standar CA-125 menunjukkan bahwa sensitivitas larutan standar yang digunakan adalah baik dengan daerah kerja assay yang luas, yaitu dari 0 mIU/mL sampai 200 mIU/mL. Persamaan garis regresi Y = 0,0705X + 0,7103 dan koefisien korelasi R = 0,9930. Tabung bersalut antibodi monoklonal (coated tube) dengan monoklonal jenis M86924M sebagai penyalut menunjukkan aktivitas imunologi untuk standar 0 mIU/mL sebesar 0,1% dan untuk larutan standar 500 mIU/mL sebesar 21,39%. Optimasi assay kit IRMA CA-125 meliputi radioaktivitas optimum perunut 100000 cpm, volume perunut optimum 50 ?L, volume standar optimum 50 ?L, waktu inkubasi optimum 16 jam, dan suhu inkubasi optimum sebesar 25oC sehingga menghasilkan nilai B/T = 19,05% dan NSB = 0,53%, dengan daerah kerja 0-200 mIU/mL. Validasi metode menggunakan sampel kadar tinggi (QCH) dan kadar rendah (QCL) menunjukkan nilai %CV intra assay (n=15) sebesar 9,9% (QCL) dan 2,97% (QCH) serta %CV inter assay (n=7) berturut-turut 13,1% (QCL) dan 4,9% (QCH) memenuhi syarat Protocol IAEA. Kit IRMA CA-125 ini juga menunjukkan karakter yang baik, yaitu dengan nilai %NSB dan nilai %B/T sebesar 0,1% dan 12,6%; daerah kerja kit yang luas, yaitu 0 mIU/mL sampai 200 mIU/mL); serta kestabilan kit selama 8 (delapan) minggu.Kata kunci: kanker ovarium, immunoradiometricassay(IRMA), CA-125, optimasi, validasi
Research Report Writing Sastroasmoro, Sudigdo
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

https://www.scribd.com/doc/45478236/Research-Report-Writing

Page 5 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2007 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2018): October-December Vol 12, No 3 (2018): July-September Vol 12, No 2 (2018): April-June Vol 12, No 1 (2018): Jan - Mar Vol 11, No 4 (2017): October- December 2017 Vol 11, No 3 (2017): July - September 2017 Vol 11, No 2 (2017): April - June Vol 11, No 1 (2017): Jan-Mar Vol 10, No 4 (2016): October - December 2016 Vol 10, No 3 (2016): July - September 2016 Vol 10, No 2 (2016): April - June 2016 Vol 10, No 1 (2016): Jan - Mar 2016 Vol 9, No 4 (2015): Okt - Des 2015 Vol 9, No 3 (2015): Jul - Sept 2015 Vol 9, No 2 (2015): April-Juni 2015 Vol 9, No 1 (2015): Jan - Mar 2015 Vol 8, No 4 (2014): Oct - Dec 2014 Vol 8, No 3 (2014): Jul - Sep 2014 Vol 8, No 2 (2014): April-Juni 2014 Vol 8, No 1 (2014): Jan - Mar 2014 Vol 7, No 4 (2013): Oct - Dec 2013 Vol 7, No 3 (2013): Jul - Sep 2013 Vol 7, No 2 (2013): Apr - Jun 2013 Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013 Vol 6, No 4 (2012): Oct - Dec 2012 Vol 6, No 3 (2012): Jul - Sep 2012 Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012 Vol 6, No 1 (2012): Jan - Mar 2012 Vol 5, No 4 (2011): Oct - Dec 2011 Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011 Vol 5, No 2 (2011): Apr - Jun 2011 Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011 Vol 4, No 5 (2010): Workshops 2010 Vol 4, No 4 (2010): Oct - Dec 2010 Vol 4, No 3 (2010): Jul - Sep 2010 Vol 4, No 2 (2010): Apr - Jun 2010 Vol 4, No 1 (2010): Jan - Mar 2010 Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009 Vol 3, No 4 (2009): Oct - Dec 2009 Vol 3, No 3 (2009): Jul - Sep 2009 Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009 Vol 3, No 1 (2009): Jan - Mar 2009 Vol 2, No 5 (2008): Workshop 2008 Vol 2, No 4 (2008): Oct - Dec 2008 Vol 2, No 3 (2008): Jul - Sep 2008 Vol 2, No 2 (2008): Apr - Jun 2008 Vol 2, No 1 (2008): Jan - Mar 2008 Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007 Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007 Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007 Vol 1, No 1 (2007): Jan - Mar 2007 More Issue