cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 43, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
Eksplorasi Gaya Respons Ekstrem dalam Mengisi Kuesioner Widhiarso, Wahyu
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.644 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.8703

Abstract

This study aimed to apply the mixture Rasch Model Analysis techniques to identify the proportion of students who possess extreme response styles when completing the questionnaire. Total 2.981 high school students from 30 cities in 15 provinces were instructed to complete questionnaires measuring self-esteem. Self-Self-Esteem Scale consists of four self-reported sub-scales using Likert's model. Analysis suggest that based on how to respond to the scale, student in this study was grouped into three classes: extreme response style class, normal class, and mixture class. These numbers of class were consistent on all four sub-scales. The proportion of students who consistently gave an extreme response on four sub-scales was 4 percent; 6 percent was on three sub-scale, 13 percent on two sub-scales and 53 percent on one sub-scale. The small percentage of students who responded consistently gave an extreme responses suggest that high-school students appropriately choose an option response that represent their trait.
StopAbleism: Reduksi stigma kepada penyandang disabilitas melalui intervensi bias implisit Yusainy, Cleoputri Al; Thohari, Slamet; Gustomy, Rachmad
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.922 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.9168

Abstract

Diskriminasi kepada penyandang disabilitas dipengaruhi oleh dinamika antara stigma eksplisit dan stigma implisit. Eksperimen ini bertujuan untuk menguji apakah dalam konteks disabilitas fisik (1) stigma eksplisit memiliki asosiasi dengan stigma implisit, dan (2) paradigma bias implisit dapat mereduksi stigma eksplisit. Partisipan (N = 98 mahasiswa) dibagi ke dalam tiga kondisi eksperimen, yaitu kelompok yang terlebih dahulu mengerjakan (1) kuesioner stigma eksplisit (kelompok kontrol), (2) instrumen stigma implisit, diikuti feedback atas bias implisit (feedback segera), dan (3) instrumen stigma implisit, diikuti kuesioner stigma eksplisit dan feedback atas bias implisit (feedback tertunda). Stigma implisit diukur melalui adopsi computer-based response-latency task berupa Single-Category Implicit Association Test (SC-IAT), stigma eksplisit diukur melalui kuesioner self-reported. Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak adanya korelasi antara stigma implisit dan stigma eksplisit, dan (2) pengerjaan instrumen stigma implisit dengan feedback tertunda dapat mereduksi sebagian stigma eksplisit. Paradigma bias implisit berpotensi meningkatkan efektivitas intervensi terhadap ableism, setidaknya dalam jangka pendek
Terapi Senam Otak untuk Menstimulasi Kemampuan Memori Jangka Pendek pada Anak Autis Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.896 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.10643

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk menstimulasi kemampuan ingatan jangka pendek anak autis melalui terapi senam otak, dilakukan dengan menggunakan metode Case Quasi Experimental Study, terhadap 10 anak autis di SLB Negeri Semarang. Penelitian menggunakan modul lengkap senam otak secara audio-visual, dengan lembar evaluasi yaitu Digit Span Form dari Weschler (1997). Penelitian terdiri dari pre-test, program treatment senam otak sebanyak 10 kali dalam waktu 5 minggu, yang diberikan dengan metode IEP (Individualized Education Programme), dan terakhir adalah post-test. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test untuk uji beda pre-test dan post-test dua sampel dependen. Hasilnya adalah meningkat secara signifikan, dengan skor Z = -2,023 dan taraf signifikansi 0,043 < 0,05. Hal ini berarti, senam otak yang dilakukan secara rutin oleh anak-anak autis memiliki pengaruh dalam meningkatkan kemampuan memori jangka pendek.
Penerapan Manajemen Stres Berkelompok dalam Menurunkan Stres pada Lanjut Usia Berpenyakit Kronis Hanum, Lathifah; Daengsari, Dini P.; Kemala, Cut Nurul
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.004 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efekt dari penerapan manajemen stres secara berkelompok dalam menurunkan stres pada lansia penderita penyakit kronis. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian in menggunakan desain quasi-experimental one-group pre-test post-test dengan within-group analysis. Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah lansia berpenyakit kronis. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 64 orang yang dibagi ke dalam lima kelompok berdasarkan lokasi tempat tinggal mereka. Pre-test dan post-test pada seluruh kelompok dilakukan dengan menggunakan alat ukur Perceived Stress Questionnaire (PSQ) dan hasilnya dianalisis dengan metode Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program manajemen stres berkelompok dapat menurunkan stres yang dialami oleh partisipan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program intervensi ini dapat menurunkan tingkat stres yang dimiliki oleh lansia berpenyakit kronis.
Harga Diri Seksual, Kompulsivitas Seksual, dan Perilaku Seks Berisiko pada Orang dengan HIV/AIDS Rahardjo, Wahyu; Hutagalung, Irfan Irwansyah
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.198 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11981

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh harga diri seksual, baik yang sifatnya umum maupun yang spesifik mengenai kompetensi seksual, dan juga kompulsivitas seksual terhadap perilaku seks berisiko seperti hubungan seks usia dini, jumlah pasangan seks, dan seks dengan orang asing yang dilakukan oleh orang dengan HIV/AIDS. Partisipan penelitian ini berjumlah 84 orang pria dan wanita dengan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan riset kuantitaif dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa model empiris yang didapatkan memiliki goodness of fit atau cocok dengan data. Artinya, harga diri seksual dan kompulsivitas seksual memiliki peran terhadap dilakukannya perilaku seks berisiko pada orang dengan HIV/AIDS. Temuan lainnya adalah bahwa harga diri seksual dalam hal kompetensi seksual memiliki peran lebih banyak dalam memengaruhi individu melakukan perilaku seks berisiko.
Emosi Moral dan Empati pada Pelaku Perundungan-siber Ramdhani, Neila
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.392 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12955

Abstract

Ragam dan frekuensi tindakan yang masuk dalam kategori perundungan-siber semakin meningkat akhir-akhir ini. Setiap pengguna Internet dapat dengan mudah mempublikasikan emosi dan pikirannya di Internet, termasuk di dalamnya emosi negatif yang ditujukan untuk menyakiti orang lain. Penelitian ini menguji pengaruh emosi moral di dalam hubungan empati dengan perilaku perundung-siber. Emosi moral yang diuji adalah malu, bersalah, bangga, dan besar-hati sedangkan empati meliputi kognitif dan afektif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari 382 orang, 174 siswa SLTA dan 208 mahasiswa, 103 perempuan sedangkan sisanya laki-laki. Semua responsden menjawab pertanyaan Skala Emosi Moral, Skala Empati, dan Skala Perundungan-siber. Setelah dilakukan analisis regresi diperoleh hasil bahwa semua dimensi empati dan emosi moral berkorelasi dengan perundungan-siber. Uji mediasi membuktikan bahwa malu, rasa berdosa, dan bangga hubristic merupakan pemediasi hubungan empati, baik kognitif maupun afektif, dengan perundungan-siber. Rasa bangga autentik hanya memediasi antara empati kognitif dengan perundungan-siber. Artikel ini juga membahas lebih lanjut peran keempat dimensi emosi moral dalam membedakan hubungan kecenderungan perundungan-siber.

Page 1 of 1 | Total Record : 6