cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC
Published by Universitas Bakrie
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Komunikasi, Budaya dan Media" : 12 Documents clear
PERAN RADIO REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI PENYAMBUNG ASPIRASI MASYARAKAT DI DAERAH PERBATASAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU Nur A. Dwi Putri, Nur A. Dwi
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.308 KB)

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia adalah merupakan salah satu media yang sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi,penyambung aspirasi masyarakat, serta sebagai sabuk pengaman informasi terutama di daerah perbatasan seperti provinsi kepulauan riau di bandingkan media lainnya. Hal ini disebabkan karena masih minimnya infrastruktur di daerah perbatasan dan masih belum berdaulatnya wilayah udara republik Indonesia khusunya untuk wilayah sekitar provinsi kepulauan riau. Oleh karena itu diharapkan pemerintah lebih memperhatikan RRI di wilayah perbatasan Karena mengingat yang dihadapi RRI di daerah perbatasn bukanlah radio biasa namun Radio-radio asing yang memiliki teknologi yang canggih dan memiliki daya pancar yang luas dan tentunya pemerintah pusat harus terus berusaha untuk mengambil alih wilayah kedaulatan udara republik Indonesia agar RRI dapat leluasa untuk menjalankan perannya sebagai sabuk pengaman informasi. Kata Kunci : Peran RRI, Perbatasan Kepulauan Riau
IMPLEMENTASI INTEGRATED CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY COMMUNICATIONS DI KEBUN RAYA BALI Studi Kasus Program Pendidikan Lingkungan Hidup di Kebun Raya Bali MUNTADLIROH, MUNTADLIROH
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.567 KB)

Abstract

Inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama baik perusahaan swasta, BUMN, maupun instansi pemerintah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah penting yang menentukan keberhasilan program CSR adalah ketepatan pemilihan strategi komunikasi. Kebun Raya “Eka Karya” Bali sebagai instansi pemerintah yang menjalankan inisiatif CSR program pendidikan lingkungan hidup bagi sekolah-sekolah di Provinsi Bali menggunakan strategi Integrated Corporate Social Responsibility Communications dengan mengintegrasikan tujuan Corporate Public Relations (CPR) dan Marketing Public Relations (MPR). CSR program pendidikan lingkungan hidup Kebun Raya “Eka Karya” Bali ini dikomunikasikan sesuai konsep bauran komunikasi pemasaran Philip Kotler yang terdiri dari: iklan, promosi penjualan, penjualan pribadi, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung. Fenomena ini diteliti menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang menekankan pada keunikan kasus, mengingat di Indonesia masih sedikit instansi pemerintah yang merintis inisiatif CSR menggunakan strategi Integrated CSR Communications. Efektifitas strategi Integrated CSR Communications di Kebun Raya “Eka Karya” Bali dapat dilihat dari opini stakeholder yang terbangun untuk menjadikan Kebun Raya “Eka Karya” Bali sebagai poros pendidikan lingkungan hidup di wilayah Bali, dan terbentuknya komitmen publik untuk melakukan kunjungan berkelanjutan ke Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Kata kunci: Integrated Corporate Social Responsibility Communications, Program Pendidikan Lingkungan, Kebun Raya “Eka Karya” Bali. The Corporate Sosial Responsibility should be the responsibility of governments, companies, and state enterprises. Communication strategy determines the success of CSR program. Bali Botanical Garden as a government agency runs the CSR in the form of an environmental education program for students in Bali. CSR at Bali Botanical Garden is run using an Integrated CSR Communications strategy which integrates the objectives of Corporate Public Relations (CPR) and Marketing Public Relations (MPR). Environmental education programs at Bali Botanical Gardens are communicated using the marketing communications mix concept created by Philip Kotler. The concept consists of a five way communication that is advertising, sales promotion, public relations, personal selling, and direct marketing. This phenomenon is studied using a qualitative case study method, which focuses on the uniqueness of the case because the government agencies in Indonesia which implements an Integrated CSR Communications strategy is still limited. The effectiveness of this strategy can be seen from the opinion of stakeholders who awoke to make the Bali Botanical Gardens as a center of environmental education programs in Bali, and the public commitment to visit the gardens continuously. Key words: Integrated Corporate Social Responsibility Communications, Environmental education programs, Bali Botanical Garden.
HAK BURUH DALAM LINGKARAN KOMUNIKASI DAN KONSUMSI KONTEMPORER Djanarko, Indri
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.368 KB)

Abstract

Buruh adalah faktor penting dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang bertujuan untuk kesejahteraan konsumsi buruh. Buruh bukanlah kelompok nomor dua karena mereka adalah produsen dan konsumen sekaligus. Pada masa Orde Baru, Hubungan Industrial Pancasila (HIP) muncul untuk menjembatani komunikasi buruh, namun masih belum sesuai hingga saat ini. Serikat buruh pun dinyatakan sebagai simbol perwakilan buruh untuk memperjuangkan hak mereka dalam dialog. Kedua hal tersebut diakomodasi supaya terjadi keterbukaan dalam komunikasi hak buruh. Pada sisi lain, komunikasi antara buruh, negara, dan pasar, juga termediasi oleh opini publik yang sayangnya seringkali mencibir efek samping dari protes buruh daripada fokus pada isu perjuangannya. Mulai dari sampah seusai demonstrasi, konsumsi buruh yang berlebihan, hingga kecemburuan kelas menengah, adalah sisi lain hak buruh. Media massa pun seringkali sangat netral terhadap perjuangan buruh namun menjadi sangat negatif mengenai dampak samping hal tersebut. Maka, hak buruh menunjukkan kompleksitas dialog antara komunikasi pemahaman dan konsumsi buruh. Dengan metode penelitian kualitatif, komunikasi, konsumsi, dan opini publik dianalisis dalam kompleksitas hak buruh terkait persoalan keberagaman perspektif. Kesimpulannya, pemahaman tentang hak buruh adalah terbuka karena kompleksitas komunikasi yang selalu dimaknai dan diinterpretasi dalam lingkaran konsumsi. Kata Kunci hak buruh, komunikasi, konsumsi, opini publik, serikat buruh   Labor is such important factor in growing and making prosper and  equal economic consumption. Labor is not just second kind of people because they are both producers and consumers. In Orde Baru, Hubungan Industrial Pancasila (HIP) was meant to bridge labor communication, but it still not effective until today. Labor union also is stated as delegation to struggle for the rights. Both things were accomodated to open labor communication. Besides, communications among labor, state, and labor are mediated through public opinion which says bad things on side effects of labor protests. Trash after protests, excessive labor consumption, until middle-class jealousy are other sides of labor rights. Mass media could be so neutral in labor protests but be so negative on the side effects. Therefore, labor rights shows complex dialogues between communication and consumption. This article uses qualitative method to analyze spectrum of labor right perspectives. In conclusion, hospitality is shown in labor right interpretation because it is how meanings come through circle of consumprtions. Keywords communication, consumption, labor rights, labor union, public opinion
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA ANTARA PEDAGANG LOKAL DENGAN WISATAWAN ASING DI PANTAI SANUR Astina, Made Arya; Ketut, Ketut
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.72 KB)

Abstract

Interaksi antara pedagang dengan para wisatawan asing menarik untuk diteliti. Para pedagang yang umumnya berlatar belakang budaya Bali dan sebagian besar berlatar belakang pendidikan dasar ini setiap harinya melakukan komunikasi dengan para wisatawan yang memiliki bahasa dan budaya yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana pola komunikasi lintas budaya pedagang lokal dengan wisatawan asing dalam berkomunikasi di pantai Sanur? (2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pedagang lokal dengan wisatawan asing dalam berkomunikasi di pantai Sanur? Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Pantai Sanur, yang meliputi daerah Semawang, Sindu, dan Padang Galak. Adapun informan penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Tipe penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini dipaparkan konsep pola Komunikasi, proses adaptasi lintas budaya, komunikasi interpersonal, perilaku dalam komunikasi, konsep komunikasi lintas budaya Model komunikasi lintas budaya dari para pedagang lokal dengan para wisatawan asing bahwa para pedagang menggunakan komunikasi dengan bahasa non-verbal seperti misalnya lambaian tangan, jabatan tangan, senyuman dan tatapan mata. Pedagang lokal juga menggunakan bahasa verbal yaitu dengan menggunakan kalimat bahasa Inggris yang pendek dan tanpa memperhatikan pola bahasa Inggris yang benar. Beberapa hal yang menjadi pendukung komunikasi lintas budaya antara pedagang dengan wisatawan asing adalah faktor budaya pedagang di pantai Sanur yang memiliki karakter terbuka dan ramah terhadap orang asing. Faktor lainnya adalah faktor kebutuhan ekonomi yang mengharuskan para pedagang berusaha berkomunikasi dengan para pendatang. Sedangkan yang dianggap sebagai faktor penghambat adalah minimnya penguasaaan bahasa Inggris yang baik dan benar. Serta kurangnya pemahaman akan perlunya pelayanan prima terhadap para wisatawan. Kata Kunci: Budaya, Komunikasi
ANALISIS PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI TEPAT GUNA PADA BISNIS TRANSPORTASI OJEK ONLINE (Studi pada Bisnis Gojek dan Grab Bike dalam Penggunaan Teknologi Komuniasi Tepat Guna untuk Mengembangkan Bisnis Transportasi) Anindhita, Wiratri; Arisanty, Melisa; Rahmawati, Devie
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.954 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang cukup pesat memberikan perubahan sosial masyarakat. Banyak bisnis mulai bermunculan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi tersebut, salah satunya adalah kemunculan bisnis penyedia layanan jasa transportasi Ojek Online. Adanya Ojek Online ternyata memberikan solusi dan menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat akan layanan transportasi umum. Kemacetan ibukota dan ketakutan masyarakat dengan keamanan transportasi umum sudah dijawab dengan kehadiran Ojek Online yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya.   Kehadiran Ojek Online yang menerapkan teknologi komunikasi tepat guna di saat masyarakat membutuhkan sarana transportasi aman dan bisa menjadi solusi saat macet merupakan fokus penelitian yang dianggap perlu dikonstruksikan dalam penelitian ini. Terlebih lagi, dengan penggabungan layanan transportasi dengan kecanggihan teknologi Internet sehingga masyarakat lebih mudah melakukan pemesanan, mengetahui rate biaya transportasi, lokasi tujuan dan identifikasi driver yang merupakan suatu bentuk inovasi baru dalam dunia bisnis transportasi. Dengan menggunakan teori Difusi Inovasi dan pendekatan penelitian kualitatif yang heuristik terhadap 2 (dua) penyedia layanan transportasi Ojek Online terbesar di Indonesia yaitu Grab Bike dan PT Gojek Indonesia, maka didapatkan hasil penelitian secara mendalam, menyeluruh dan komprehensif tentang perkembangan teknologi komunikasi tepat guna. Hasil penelitian ini nantinya akan memberikan kontribusi dan sumbangan konsep terutama dalam penerapan inovasi berupa teknologi komunikasi tepat guna yang dapat memberikan perubahan pada sistem sosial masyarakat. Keyword : Ojek Online, Teknologi Komunikasi Tepat Guna, Difusi Inovasi, Perubahan Sistem Sosial
POTENSI MEDIA DARING MENCIPTAKAN KOMUNITAS INFORMASI TRANSNASIONAL ASEAN Rahmawati, Devie; Anindhita, Wiratri
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.686 KB)

Abstract

Keberadaan media online telah memungkinkan keterbatasan-keterbatasan media konvensional diatasi. Jangkauan distribusi yang tak terbatas tiras dan ruang merupakan bentuk keunggulan tersebut. Dari keunggulan ini, komunitas informasi yang lebih meluas dan melampaui batas-batas nasional sebenarnya dimungkinkan. Paper ini adalah upaya untuk mengkaji kemungkinan dan peluang dari dinamika media online yang sudah ada sejauh ini serta strategi apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkannya merealisasikan apa yang menjadi tujuan menciptakan persekutuan strategis transnasional yang lebih global. Kata kunci: media online, strategi transnasional, komunitas informasi
PEMANFAATAN TIK BERBASIS INTERNET & MEDIA INTERAKTIF DI INDONESIA DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI Kresna N., Mochammad
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.138 KB)

Abstract

Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi yang sudah merambah ke seluruh lapisan masyarakat belum diimbangi dengan edukasi pemanfaatannya. Menurut hasil penelitian Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia berkolaborasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pemanfaatan jaringan internet terbesar belum ada pergeseran pada survey yang dilakukan pada tahun 2012 yaitu mayoritas penggunaan Internet untuk mengobrol dan mengakses media sosial, selain itu dalam menjalankan salah satu tugas atau fungsi media dalam masyarakat (Mc Quail, 2010: 99) yang juga salah satu dari empat fungsi utama dari komunikasi adalah hiburan/ entertainment, internet juga memiliki andil yang penggunaannya masih dalam 5 besar yaitu untuk video streaming (termasuk upload & download). Hal yang menjadi permasalahan adalah Indonesia mengorbankan sumber daya yang tidak sedikit agar Teknologi Komunikasi dan Informasi bisa berkembang pesat dan bermanfaat bagi rakyatnya, diantaranya adalah saham perusahaan Telekomunikasi yang sebagian besar dijual ke pihak asing dan pemanfaatan sumber daya alam berupa spektrum yang terbatas. Pengorbanan yang besar tadi belum dimanfaatkan secara optimal oleh sebagian rakyat Indonesia untuk kegiatan yang lebih bermanfaat sehingga menghadirkan economic advantages dan peningkatan kompetensi SDM. Dalam pembahasan ini dipaparkan tidak hanya potensi kerugian namun kesempatan Bangsa Indonesia untuk memiliki peran dalam globalisasi dengan teknologi berbasis internet. Kata Kunci: pemanfaatan internet, teknologi komunikasi, entertainment
PENGARUH ENJOYMENT EXPERIENCES PASCA MENGKONSUMSI MEDIA HIBURAN INTERAKTIF Kresna N., Mochammad
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.275 KB)

Abstract

Permainan video games dalam platform apapun merupakan salah satu jenis media interaktif yang mempunyai fungsi entertainment. Apabila berbicara mengenai entertainment atau hiburan dalam konteks ilmu komunikasi khususnya studi tentang teori media dan masyarakat maka entertainment merupakan salah satu tugas atau fungsi media dalam masyarakat (Mc Quail, 2010: 99), selain itu juga perlu diingat kembali sejarahnya bahwa salah satu dari empat fungsi utama dari komunikasi yang disempurnakan oleh Wright (1960) adalah hiburan/ entertainment. Menurut teori media entertainment oleh Peter Vorderer dengan mengkonsumsi materi hiburan maka akan tercipta relaksasi, kebahagiaan, ketenangan dan hal lain yang mengarah kepada afek positif. Namun, terdapat asumsi yang dikemukakan oleh Poels, K., de Kort, Y.A.W., dan IJsselsteijn, W.A. bahwa terdapat kemungkinan, pengalaman kenikmatan yang terjadi ketika bermain video games berbanding terbalik setelah selesai memainkan video games. Asumsi tersebut didasarkan pada rasa penyesalan yang muncul karena telah membuang waktu dengan bermain video games, bukan melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti bekerja atau belajar. Poels, Kort & Ijsselsteijn hanya menyedikan asumsi dan indikatornya saja. Penelitian ini akan menjawab asumsi Post Game Experiences atau pengalaman sesaat setelah selesai bermain sebuah Video Games dalam konteks remaja di Jakarta. Kata Kunci: interactive media, media entertainment, post game experiences
KEPEMILIKAN MEDIA DAN DEMOKRASI DI ERA DIGITAL INFORMATION AGE Widiastuti, Tuti
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.155 KB)

Abstract

Media dikatakan gagal melaksanakan tanggung jawab sosial apabila mereka lebih memperhatikan suara-suara publik tertentu atau guardian/penjaga kepentingan publik lainnya termasuk kepentingan pemilik media. Mekanisme dan prosedur pendekatan ini termasuk aktivitas grup penekan meliputi organisasi media konsumen dan di mana opini publik umum diekspresikan. Beberapa media diorganisr sebagai kepercayaan publik pada basis nir-laba untuk melayani beberapa informasional publik atau tujuan sosial. Secara luas melaksanakan debat publik, mengulas dan mengkritisi, dan beberapa lainnya melakukan pengawasan informal yang penting. Kelebihan pendekatan ini ialah bahwa kepentingan publik dapat diekspresikan secara langsung dengan klaim dibuat di media untuk menyediakan ruang bagi kebutuhan publik. Selain itu juga memungkinkan adanya interaksi antara media dan masyarakat sehingga dapat menciptakan keterbukaan dan demokrasi melalui voluntary dan proteksi kebebasan. Kata Kunci:  kepemilikan media, demokrasi, akuntabilitas media, dan digital information age.
VISI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA PERUSAHAAN DI CIREBON Ri’aeni, Ida
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Komunikasi, Budaya dan Media
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.399 KB)

Abstract

Pelaksanaan CSR (Corporate Social Responsibilty) menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan operasional perusahaan. Karenanya, perlu dilakukan penilaian bagaimana efektivitas pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan tersebut. Aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan akan memiliki berbagai dampak terhadap lingkungan internal maupun lingkungan eksternal perusahaan. Saat ini perusahaan dituntut untuk mengelola program CSR yang memiliki dampak kegiatan dalam memungkinkan terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainability development). Pembangunan berkelanjutan tersebut tentunya hanya akan dapat diraih apabila perusahaan–perusahaan melakukan pengelolaan dampak operasi pada tiga tataran dampak: ekonomi, sosial dan lingkungan. Kegiatan CSR juga umumnya tak lepas dari peran divisi hubungan masyarakat atau Public Relations (PR) untuk melibatkan diri mengatasi    persoalan-persoalan sosial di lingkungan perusahaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penggalian data melalui kajian pustaka dan wawancara. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui dan melakukan perbandingan program-program CSR (Corporate Social Responsibilty) yang memiliki visi pembangunan berkelanjutan (sustainability development) yang dilaksanakan oleh beberapa perusahaan di Cirebon. (2) mengetahui peran divisi hubungan masyarakat atau Public Relations (PR) dalam melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibilty) yang memiliki visi pembangunan berkelanjutan (sustainability development). Objek penelitian ini adalah Bank Indonesia Cirebon dan PT Indocement Tunggal Perkasa, Palimanan Cirebon. Kata kunci: pembangunan berkelanjutan (sustainability development), CSR (Corporate Social Responsibilty, Hubungan Masyarakat (public relation)  

Page 1 of 2 | Total Record : 12