cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC
Published by Universitas Bakrie
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "UKM dan Etika Bisnis" : 6 Documents clear
PRINSIP‐PRINSIP ETIKA BISNIS DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS Surajiyo, Surajiyo
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC UKM dan Etika Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.224 KB)

Abstract

Etika profesi adalah sebagai  cabang dari etika yang secara kritis dan sistematis merefleksikan permasalahan moral yang melekat pada suatu profesi. Etika Bisnis kadangkala disebut juga etika manajemen ialah penerapan standar moral ke dalam kegiatan bisnis. Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis berarti juga sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, konstruksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa dan pemerintah yang bergerak dalam bidang membuat dan mengusahakan barang dan jasa ke konsumen. Etika bisnis harus dipandang sebagai  unsur dalam usaha bisnis itu sendiri. Bisnis tanpa etika dalam jangka panjang justru tidak akan berhasil.  Tulisan ini akan membahas prinsip-prinsip etis apakah  yang harus dilakukan oleh pebisnis  sehingga bisnis itu bisa berhasil.Kata Kunci : Etika, Moral, Profesi, Pebisnis. 
MODEL MANAJEMEN LABA STUBBEN, TATA KELOLA DAN NILAI PERUSAHAAN INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DI INDONESIA Gultom, Riris Rollyna; Ahmar, Nurmala
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC UKM dan Etika Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.187 KB)

Abstract

Implementasi IFRS secarra mandatory berdampak pada semakin bergesernya manajemen laba secara akrual.  Model Manajemen Laba Stubben merupakan solusi untuk mengukur manajemen laba. Tata kelola yang baik akan meningkatkan nilai perusahaan.  Riset ini menguji 43 data tahun perusahaan inndustri dasar dan kimia.  Pengujian dilakukan dengan uji analisis regresi berganda.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengukuran tata kelola dengan pendekatan kepemilikan manajerial (KM), komite audit (KA), dewan komisaris (DK), dewan komisaris independen (DKI), berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Model manajemen laba diuji dengan dua pendekatan revenue model dan discretionary model. Hasil riset menemukan bahwa keduanya berpengaruh terhadap nilai perusahaan.  Riset mendatang dapat melakukan pengujian lebih luas pada sektor industri yang lainnya agar diketahui konsistensi hasil, terutama terkait model pengukuran manajemen laba dengan model Stubben. Kata Kunci: Nilai perusahaan, Tata kelola, kepemilikan manajerial, komite audit, dewan komisaris, dewan komisaris independen, manajemen laba. The adoption of IFRS impact on the changing patterns of accrual earnings management. Stubben earnings Management Model is a solution to measure, earnings management.  Good Governance will increase firm value. This study testing 43 data firm-years based on chemical industry. Testing is done by testing multiple regression analysis. The test results showed that the measurement of governance with managerial ownership approach, audit committee, board of commissioner and the independence board, affect the firm value.  Earnings management model was tested with two approaches discretionary revenue models and revenue models.  Research results found that both affect the value of firm.  Future research can do more extensive testing for other industry that is known consistency of the results, especially related to earnings management measurement model with Stubben Model.. Keywords: enterprise value, corporate governance, institutional ownership, managerial ownership, the audit committee, board of directors, independent board, earnings management
ANALISIS ASSOCIATION RULES ALGORITMA APRIORI PENJUALAN KAOS TRAVELLING Wulandari, Kanth; Ali, Asriyanti; Muhajir, Muhammad
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC UKM dan Etika Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.466 KB)

Abstract

Perusahaan atau usaha industri adalah unit usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut. Salah satu golongan industri yang mempunyai peran penting dalam perekonomian Provinsi DIY adalah industri tekstil dan pakaian jadi. Pasang surut industri ini di tingkat nasional juga berdampak di tingkat daerah. Selain itu, industri ini juga menghadapi persaingan yang ketat mengingat sudah banyak yang menjalankan bisnis seperti ini dimasyarakat ditambah dengan banyaknya produk tekstil dan pakaian jadi impor yang masuk di pasaran Indonesia. Keadaan ini juga di alami oleh salah satu perusahaan konveksi yang ada di DI. Yogyakarta yakni adalah Distro Indonesia. Untuk membantu meningkatkan penjualan di Distro Indonesia tersebut,  diperlukan solusi untuk mendapatkan gambaran mengenai hubungan antar produk yang sering dibeli oleh customer. Metode analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui pola hubungan suatu produk salah satunya adalah Association Rules Algoritma Apriori. Hasil yang diperoleh terdapat sebelas aturan asosiasi yang terbentuk, dengan batasan nilai minimum support  yaitu sebesar 0,01 dan batasan nilai minimum confidence yaitu sebesar 0,4. Sedangkan dengan batasan nilai minimum confidence 0,4 serta minimum support 0.02, diperoleh aturan asosiasi yang terkuat yakni jika seorang pembeli membeli barang dengan kode Hiking Rules maka pembeli tersebut juga membeli barang dengan kode My Trip My Adventure. Kata kunci : Usaha Industri, Distro Indonesia, Association Rules Algoritma Apriori
STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA KECIL (UK) MENUJU KEMANDIRIAN USAHA DENGAN MENERAPKAN MANAJEMEN PROFESIONAL Chalimah, Chalimah; Sakhowi, Akhmad
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC UKM dan Etika Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.126 KB)

Abstract

Usaha kecil (UK) sebagai sektor yang banyak  menyerap tenaga kerja, namun sering mengalami beberapa masalah. Kondisi ini memunculkan tantangan pelaku UK untuk dapat menciptakan organisasi dengan daya saing tinggi serta kinerja yang memadai. Tujuan penelitian mengkaji fenomena yang mempengaruhi kesulitan UK sehingga perlu ditindaklanjuti dengan kajian organisasi, pemasaran, strategi UK yang dapat mempengaruhi proses pengembangan UK yang tangguh, mandiri dan sehat. Kajian  dilakukan dengan menggunakan metode casestudy dengan sampel 105 UK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (a) Tingkat keberdayaan UK masih di bawah standar (kurang dari 50%). Indikator keberdayaan tersebut meliputi akses usaha, pasar, dan teknologi, (b) Prioritas pengembangan usaha kecil dilakukan dengan membuka peluang pasar, melakukan pelatihan dalam upaya membudayakan kewirausahaan serta menyediakan rumah dagang dan pemasaran usaha kecil (workshop). Pengembangan usaha kecil dapat dilakukan melalui Strategi pemberdayaan yang melibatkan secara aktif pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), akademisi, swasta, dan pelaku usaha kecil, dan (c) Strategi pemberdayaan UK  dengan melakukan tindakan Nyata yang didasarkan pada prioritas/kritikal jangka pendek dan jangka panjang. (d) Prioritas yang perlu dilaksanakan adalah memberikan pelatihan manajemen dan kreativitas berproduksi, merintis rumah dagang, memetakan peluang Corporate Social Responsibilty (CSR), pelatihan penerapan teknologi tepatguna. Kata kunci : strategi pemberdayaan, aspek usaha, aspek pasar, dan aspek tekonologi. Small businesses(SB) has twodimensionscontradictory, as asectorthat absorbslabor, onthe other handthe SB oftenencountered some problems; such aspoor management, marketing difficulties, inadequatefacilities, capital, and entrepreneurial spiritlow. Thisconditionraiseschallenges for SB actorstobe able tocreatean organizationthat has thecapabilityand high competitivenessandadequate performance. The purpose ofthis paper was: examines the phenomenonthat affectsSBdifficulties: business ,market, and technology access  whichcanaffect theprocesstowardsthe development ofSBstrong, independentand healthy. These results indicatethat (a) SBempowermentlevelsin the study areais still low. This is evidenced byindicators ofempowermentthat isstillbelow the standard(less than50%). Theempowermentindicatorsincludeaccess tothe business, market, andtechnology, (b) Priority ofSB developmentis doneby opening upmarket opportunities, trainingas an effort tocultivateentrepreneurship, and providingtradehomeand SB marketing (workshop). SB developmentcanbe donethrough empowerment strategy actively involving government, NGOs, academia, private sectorss, and SB actors,  (c)SB empowermentstrategyinPekalongan city withrealactionwhich is based onthe priority /critical in short -termandlong-term. Forpriorityto be implementedis to providetraining in management andproductioncreativity, pioneeringtrading house, chartedCSRopportunities, applicationof appropriatetechnology training. Keywords : Empowerment strategy, business access, market access, and technology  access.
BERWIRAUSAHA DAN MENGATUR KEUANGAN SEJAK DINI Putri, Aning Kesuma
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC UKM dan Etika Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.913 KB)

Abstract

Merubah pola pikir untuk berwirausaha sangat susah tapi tidak mungkin tidak bisa dibenahi mulai dari sekarang. Berwirausaha merupakan salah satu profesi yang menjanjikan, yang bisa membuat sesorang menjadi lebih mandiri. Banyak yang menganggap jika berwirausaha harus memiliki modal yang besar, faktor keberuntungan dan faktor keturunan. Kenyataannya kunci untuk menjadi wirausaha adalah tekad dan motivasi tinggi serta sistem pengaturan keuangan dan manajemen yang baik. Lebih baik lagi jika, sejak dini, anak-anak sudah diberikan kemandirian dengan menjadi seorang wirausaha, melalui pengaturan keuangan yang disiplin dan cermat, yang secara tidak langsung akan membuat manajemen keuangan terasah, serta menumbuhkan tekad dan motivasi dalam memulai wirausaha sejak dini. Kata Kunci : Berwirausaha, Mengatur Keuangan  Changing the mindset of entrepreneurship is very difficult but there may not be addressed from now on. Entrepreneurship is one of the promising profession , which can make someone become more independent . Many consider if self-employed should have a large capital , the luck factor and heredity . In fact the key to being an entrepreneur is determination and motivation as well as the financial regulatory system and good management . Better yet, if , early on, children have been given independence to become an entrepreneur , through financial arrangements and careful discipline , which indirectly will make the financial management honed , and fostering determination and motivation in an entrepreneurial start early.Key Word: Enterpreneur, Manage Finances
E-KLASTER : STRATEGI OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN UMKM DI D.I YOGYAKARTA MENGHADAPI MEA 2015 Aini, Qurratul; Ni’mah, Rahmatika Ulin; Khotijah, Siti Afidatul
Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC UKM dan Etika Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.473 KB)

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berlaku efektif per tanggal 31 Desember 2015 lalu. Dengan diberlakukannya MEA, ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas. Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota budaya memiliki berbagai potensi industri, seperti pertanian, wisata, dan industri kreatif dan memiliki lebih dari seratus ribu UMKM yang bergerak dalam industri-industri tersebut. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui apa saja program-program pemerintah dalam optimalisasi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta serta untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem e-klaster dan manfaatnya dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penelitian ini akan dilakukan dengan telaah literatur yang terkait dengan masalah-masalah penelitian dan akan dilanjutkan dengan perancangan jejaring yang nantinya digunakan oleh UMKM untuk kegiatan e-klaster. E-Klaster adalah sistem  informasi berbasis web yang diperuntukkan kepada anggota klaster yang mempunyai fungsi antara lain sebagai media promosi produk anggota klaster (promotion media), jejaring usaha (business networking), jejaring sosial (Social networking) dan media komunikasi bisnis (business communication).Dengan adanya sistem klaster, para pelaku unit usaha dalam satu industri dapat berbagi informasi dan berbagi pengalaman sehingga memunculkan keinginan untuk terus berinovasi terhadap produk. Pengelompokan usaha ke dalam klaster dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan melalui jejaring sosial. E-klaster merupakan sistem jejaring sosial sebagai salah satu sub-program implementasi sistem klaster yang memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha untuk dapat berkomunikasi dan bertukar informasi secara cepat, mudah, dan efisien. Informasi yang didiskusikan secara langsung akan memudahkan sosialisasi program-program strategis pemerintah. Dengan demikian, pemerintah sedikit terbantu dengan adanya sistem ini. Selain itu, semua pelaku usaha dapat melakukan promosi secara global sehingga pemasaran produk menjadi lebih luas, dan interaksi terhadap pelanggan di dalam dan luar negeri sangatlah mungkin untuk dilakukan. Kata kunci : Masyarakat Akonomi ASEAN (MEA);Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM); Klaster Industri; E-Klaster

Page 1 of 1 | Total Record : 6