cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PENERAPAN ARSITEKTUR HIJAU PADA GRAHA WERDHA DI KONAWE SELATAN Wahyuni, Wahyuni; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSifat individualis yang tinggi berkurangnya perhatian kepada orang lanjut usia. Berbeda pola kehidupan semakin mempertajam kesenjangan antara kedua generasi tersebut.hal-hal seperti ini menyebabkan perasaan yang terisolir bagi orang tua, karena merasakan perbedaan yang jauh atas perlakuan anaknya terhadapnya dibandingkan perlakuannya terhadap orang tua. Oleh karena itu dibutuhkan suatu bangunan atau kawasan yang mampu mengisolir tekanan psikologis yang biasa dihadapi manula, maka dibangunlah Graha Werdha dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Di Konawe Selatan.Metode yang digunakan dalam memecahkan masalah diatas adalah dengan menerapkan konsep arsitektur hijau kedalam bangunan maupun kawasan. Dalam bangunan adalah dengan memaksimalkan bukaan-bukaan yang ada hingga bisa digunakan sebagai pencahayaan dan penghawaan alami. Selain itu juga dengan mendesain bangunan yang lebih terbuka agar tidak terkesan tertutup. Sedangkan dalam tapak atai site adalah dengan memanfaatkan keragaman vegetasi yang sesuai dengan kriteria aman bagi manula. Karena dengan vegetasi yang ada diharapkan mampu memberikan kesehatan dan suasana nyaman yang sangat diinginkan oleh manula.Hasil yang diharapkan dari Graha Werdha dengan Pendekatan Arsitektur Hijau adalah dengan pendekatan arsitektur hijau ini maka manula bisa menikmati hari tuanya dengan lebih sehat secara fisik dan psikologis. Secara fisik karena Arsitektur Hijau dalam pengertian yang lebih luas mampu menjaga keselamatan, kesehatan, dan keamanan penghuninya dalam mengembangkan produktivitas penghuninya. Sedangkan secara psikologis Arsitektur hijau yang memaksimalkan penggunaan lahan hijau dengan tumbuhan dan desain terbuka dengan ruang-ruang komunal yang terbuka ketaman diharapkan dapat menghilangkan rasa kebosanan dan kesepian yang kerap dirasakan oleh manula. Kata Kunci : Graha werdha, arsitektur hijau ABSTRACTHigh individualistic attributes diminish attention to the elderly. Different patterns of life further sharpen the gap between the two generations. These things lead to feelings of isolation for parents, because they feel a great deal of difference in the way their children treat them compared to their treatment of parents. Therefore it takes a building or area that is able to isolate the psychological pressure that is usually faced by the elderly, then built Graha Werdha with Approach of Green Architecture in South Konawe.The method used in solving the above problem is to apply the concept of green architecture into the building and the area. In the building is to maximize the openings that existed to be used as natural lighting and weather. In addition, by designing a more open building so as not to seem closed. While in the site or site is to utilize the diversity of vegetation in accordance with safe criteria for the elderly. Because with the existing vegetation is expected to provide health and comfortable atmosphere that is desired by the elderly.The expected result from Graha Werdha with Green Architecture Approach is with this green architecture approach then the elderly can enjoy their old days with a more healthy physical and  psychological. Physically because the Green Architecture in a broader sense is able to maintain the safety, health, and security of its inhabitants in developing the productivity of its inhabitants. While psychologically Green architecture that maximizes the use of green land with plants and open design with open communal spaces to the park expected to eliminate the sense of boredom and loneliness that is often perceived by the elderly. Keywords: Graha werdha, green architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HALU OLEO Puspita, Astri; Ma'ruf, Annas; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFakultas Kedokteran Gigi Universitas Halu Oleo dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik adalah Bangunan yang memiliki tempat berkegiatan yang merupakan bagian administrasi sebuah Universitas serta wahana pembelajaran dalam penyelenggaraan pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam lingkup Universitas. Penyakit gigi dan mulut menjadi penyakit tertinggi ke-6 yang dikeluhkan masyarakat Indonesia dan penyakit dengan peringkat ke-4 penyakit termahal perawatannya. Rasio dokter gigi di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu 4,9 per 100.000 penduduk, dengan rasio tertinggi di Kota Kendari (12,1) dan terendah di Kabupaten Wakatobi (1,0).Kondisi fisik dan kenyamanan mahasiswa kedokteran gigi perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif dengan mengidentifikasi unsur-unsur seperti mengumpulkan data terkait obserfasi lapangan, wawancara dan  media informasi lainnya.Desain perancangan fisik gedung fakultas kedokteran gigi menjamin pelayanan di bidang kedokteran gigi yakni,  program ruang fakultas kedokteran dan zoning yang  menjelaskan fungsi pelayanan kesehatan dan pendidikan, bentuk dasar dan tampilan  yang  memperhatikan pencahayaan dan penghawaan, penerapan konsep ruang dalam, pengkondisian  ruang, dapat memberikan  kemudahan dan kenyamanan kepada mahasiswa, dosen, dan pengunjung. Kata kunci: Arsitektur bioklimatik, fakultas, kedokteran gigi  ABSTRACTFaculty of Dentistry Building in Halu Oleo University with Bioclimatic Architecture Approach is a Building that has a place of activity which is an administrative part of a University. Dental and oral diseases became the 6th highest disease complained by the people of Indonesia and the disease ranked 4th most expensive treatment. The ratio of dentists in Southeast Sulawesi Province is 4.9 per 100,000 population, with the highest ratio in Kendari City (12.1) and the lowest in Wakatobi District (1.0). Physical conditions and student comfort dentistry needs attention. This is done using descriptive analysis method by identifying elements such as collecting data related to field observations, interviews and other information media. The physical design design of the dentistry faculty building guarantees services in the field of dentistry namely, the space program of the faculty of medicine and zoning which explains the functions of health and education services, basic forms and appearance that pay attention to lighting and ventilation, the application of the concept of deep space, room conditioning, can provide convenience and comfort to students, lecturers and visitors. Keywords: Architecture bioclimatic, faculty, dentistry
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA PUSAT REKREASI PEMANCINGAN DI KOTA KENDARI Fitriani, Fitriani; Faslih, Arman
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu kegiatan yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia adalah Memancing. Memancing juga dapat dijadikan hobi. Banyak area yang cukup untuk melakukan aktifitas memancing yang dibuat di kota kendari,namun bila dilihat dari fasilitas dan segi kenyamanan masih sangat kurang. Perencanaan dan perancangan bangunan dengan memperhatikan kenyaman dan kebutuhan para pengunjung pemancingan memerlukan suatu pendekatan dalam arsitektural yang baik dan tepat dalam upaya mewujudkan wadah untuk orang-orang yang gemar akan memancing. Pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan perencanaan yang menggunakan faktor kenyaman dan kebutuhan para pengunjung yang hobi akan memancing dalam mengembangkan perencanaan serta perancanngan fasilitas pusat rekreasi pemancingan ini adalah pendekatan arsitektur perilaku.Dalam penyelesaian  masalah untuk mewujudkan perancangan tersebut maka metode yang dilakukan yaitu dengan cara mengumpulkan data-data literatur dari buku ,mengadakan pengamatan langsung di lapangan mengenai keadaan situasi,kondisi kawasan,aktivitas,permasalahan yang terjadi,merumuskan masalah dan menganalisa data guna memperoleh kesimpulan untuk menyusun konsep dan desain.Dengan pendekatan arsitektur perilaku ini, hasil dari desain perancangan adalah menghadirkan fasilitas pendukung yang tersedia yaitu : Gedung utama, Restoran, kolam pemancingan, Penginapan, Playground, taman,musholla. Dengan menerapkan konsep arsitektur perilaku maka pada site dibuat dengan bentuk massa sederhana dan memiliki sudut yang mampu mengalihkan view ke segala arah untuk dapat menikmati area pada tempat pemancingan dan sekitarnya,pada jalur sirkulasi dari bangunan utama ke area pemancingan diletakkan tidak terlalu jauh karena perilaku seseorang yang ingin cepat sampai ke tempat tujuan tetapi tetap bisa menikmati pemandangan dan fasilitas sekitar area pemancingan, pada area pemancingan yang menjadi fasilitas utama arah kolam dibuat memanjang ke arah timur dan barat agar tempat duduk pengunjung di tempatkan pada arah utara dan selatan guna menghindari matahari pada arah timur dan barat,serta diletakkan agak jauh ke belakang untuk menghindari kebisingan dari luar. Kata kunci : Rekreasi, pemancingan, arsitektur perilaku 
TERMINAL BANDAR UDARA DI KABUPATEN BUTON UTARA Irawan, Irawan; Halim, Halim
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu faktor untuk memperlancar proses pembangunan suatu daerah adalah baik atau buruknya sarana transportasi, termasuk transporatsi udara. Transportasi udara sebagai fasilitas pendukung dalam pembangunan di seluruh Indonesia. Buton utara dengan topografi yang didominasi oleh pegunungan serta jarak antar pulau yang berjauhan, sehingga transportasi udara adalah moda yang penting dalam menunjang mobilitas masyarakat.Upaya memaksimalkan pelayanan jasa penerbangan bagi masyarakat di Kabupaten Buton Utara ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya, maka tercipta ide serta gagasan untuk merencanakan fasilitas dalam kawasan bandar udara khususnya terminal penumpang. Perencanan bandar udara di Kabupaten Buton Utara sebagai jalan keluar pemecahan masalah dalam upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pelayanan bandar udara. Konsep Transformasi metafora Burung yang sedang terbang sebagai saluran kreatifitas, dan merupakan startegi dalam merencakan serta mendesain fasilitas terminal penumpang bandar udara di Kabupaten Buton Utara sesuai kebutuhannya. Kata kunci: Bandar udara Buton Utara, metafora burung, transformasi ABSTRACTOne of the factors to facilitate the development process of a region is good or bad means of transport, including air transportation. Air transportation as support facilities in development across Indonesia. North Buton with a topography dominated by mountains as well as the distance between the Islands are far apart, so air transport is an important mode of supporting the mobility of the community.Efforts to maximize flight services to the community in North Buton nor Indonesia community at large, then created the idea and the idea to plan facilities within the airport especially terminal passengers. Planning Buton Regency Airport North as a problem-solving way out in an effort to improve the quality and quantity of service the airport. The concept of the transformation of a flying Bird analogy as channels of creativity, and is the strategy in plotting as well as designing the airport passenger terminal facilities in North Buton fit his needs. Keywords: Airport North Buton, the metaphor of a bird, the transformation. 
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA BANGUNAN SEKOLAH SEPAK BOLA DI KOTA KENDARI Murdiawan, Murdiawan; Rianty, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSekolah sepak bola pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan pembinaan yang lebih berkesinambungan dan terpadu serta sebagai solusi atas kurang efektifnya sistem pembinaan pemain muda di kota kendari selama ini, sekolah sepak bola merupakan wadah pembinaan yang membutuhkan beragam fasilitas sebagai tempat pembelajaran dan pelatihan berupa indoor maupun outdoor yang membutuhkan kenyamanan dalam penyesuaian dengan kondisi iklim.Arsitektur Tropis merupakan pilihan tema yang berorientasi terhadap kenyamanan kondisi iklim alam serta cuaca, konsep desain tropis ini mengedepankan orientasi bangunan dan pemeliharaan bangunan sesuai dengan iklim dan cuaca tropis tersebut. Arsitektur Tropis disini adalah bagaimana untuk merancang sebuah bangunan yang memiliki sistem penghawaan alami, sistem kenyamanan di dalam ruang yang baik struktur dan utilitas yang baik dan efesien memperhatikan bahan alami, serta memberi tampilan bangunan yang sesuai dengan lingkungan yang ada di lingkungan sekitarnya dan juga menghadirkan suatu bangunan yang tanggap iklim dengan memperhatikan kenyamanan termal.Di harapkan dengan perencanaan sekolah sepak bola dengan pendekatan ini dapat di jadikan sebagai bahan rujukan bagi perancang ? perancang lainnya dalam mendesain bangunan dengan fungsi keolahragaan serta lebih memanfaatkan potensi iklim untuk mendapatkan kenyamanan di dalam bangunan. Kata Kunci: Perencanaan, sekolah sepak bola, arsitektur tropis.  ABSTRACTThe football school is basically aimed at developing a more sustainable and integrated coaching and as a solution to the ineffectiveness of young player coaching system in Kendari city during this time, the football school is a form of coaching that requires a variety of facilities as a place of learning and training in the form of indoor and outdoor require comfort in adjustment to climatic conditions.Tropical architecture is a theme choice oriented to the comfort of natural climatic conditions and weather, this tropical design concept prioritizes building orientation and maintenance of buildings in accordance with the climate and tropical weather. Tropical architecture here is how to design a building that has a natural air conditioning system, comfort system in the space of good structure and good utility and efficiently pay attention to natural materials, and give the appearance of buildings in accordance with the environment in the surrounding environment and also presents a climate-responsive buildings with respect to thermal comfort.Expected with the planning of a football school with this approach can be made as a reference material for other designers in designing buildings with sporting function and further utilize the potential of climate to get comfort in the building. Keywords : Planning, School of Football, Tropical Architecture.

Page 1 of 1 | Total Record : 5