cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4: November 2020" : 11 Documents clear
STUDI KELIMPAHAN BENIH LOBSTER (PANULIRUS SPP.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK OSEANOGRAFI DI PERAIRAN DESA RANOOHA RAYA KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN Fitriansyah, Idul; Ramli, Muhammad; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15492

Abstract

Siklus hidup lobster terdiri dari beberapa stadia dan setiap stadia dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Lobster berukuran benih menyerupai lobster dewasa namun belum memiliki kulit luar keras dan belum mengandung zat kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan benih lobster (Panulirus spp.) berdasarkan karakteristik oseanografi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2019 di Perairan Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data karakteristik oseanografi dilakukan secara in situ sedangkan pengumpulan data kelimpahan benih lobster menggunakan alat kolektor benih lobster yang dikenal dengan nama “pocong” pada tiga stasiun pengamatan dengan tiga kali ulangan. Suhu perairan berkisar 29-30 ̊C, salinitas 29-34 ppt, kecerahan 58-93%, kecepatan arus 0.08-0.09 m/det, pH 7-8 dan DO 5.3-5.73 mg/L. Karakteristik osenografi tersebut masih sesuai untuk kehidupan benih lobster. Jenis lobster yang tertangkap di lokasi penelitian adalah benih lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan benih lobster pasir  (Panulirus homarus). Kelimpahan benih lobster yang tertinggi pada lokasi penelitian untuk jenis lobster  mutiara  (Panulirus ornatus) mencapai 69.85% dan benih lobster pasir (Panulirus homarus) mencapai 44.58%. Karakteristik oseanografi yang mempengaruhi kelimpahan benih lobster adalah suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, pH dan DO.Kata Kunci: Benih lobster, kelimpahan, karakteristik oseanografi, Desa Ranooha Raya.    
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON BERDASARKAN SEBARAN TEMPORAL DI PERAIRAN DESA LALANU KABUPATEN KONAWE Mirwana, Linda; Nurgayah, Wa; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15497

Abstract

Struktur komunitas fitoplankton dipengaruhi oleh ketersediaan cahaya, semakin dalam suatu perairan maka intensitas cahaya yang ada dalam perairan tersebut akan semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas fitoplankton berdasarkan sebaran temporal di Perairan Desa Lalanu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari - Februari 2019 di tiga stasiun penelitian. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan selama 13 jam yaitu pagi - sore hari yang dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan interval waktu pengambilan sampel pagi, siang dan sore hari. Berdasarkan hasil penelitian, fitoplankton yang didapatkan pada Perairan Desa Lalanu terdiri dari 4 kelas yaitu Bacillariophyceae, Dinophyceae, Coscinodiscophyceaea, dan Cryptophyceaea yang ditemukan menyebar pada setiap stasiun pengamatan. Kelimpahan tertinggi berada pada stasiun I pada pengambilan sampel pagi hari dengan nilai 1022 sel/L, terendah berada pada stasiun I pagi hari dengan nilai 79 sel/L. Keanekaragaman tertinggi berada pada stasiun 1 siang hari dengan nilai 1.52. Keseragaman tertinggi berada pada stasiun III sore hari dengan nilai 0.65. Sedangkan dominansi tertinggi pada sore hari dengan nilai 0.97 dan terendah pada stasiun 1 dengan nilai 0.24.Kata kunci: Kelimpahan Jenis, Fitoplankton, Keanekaragaman, Perairan Lalanu
VARIASI SPASIAL DAN TEMPORAL TERHADAP KOMPOSISI JENIS IKAN YANG BERASOSIASI PADA EKOSISTEM MANGROVE DESA LAMONTOLI KECAMATAN BUNGKU SELATAN Muhu, Rusham; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15493

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan daerah spawning, nursery ground dan tempat berlindung bagi berbagai jenis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan pada ekosistem mangrove berdasarkan fase bulan gelap, ¼ bulan terang, bulan terang, ¼ bulan gelap dan untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap komposisi jenis ikan. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Desa Lamontoli selama satu bulan dengan 4 kali pengambilan sampel. Ikan yang ditangkap menggunakan jaring insang dengan mata jaring 1,5 inci. Data dianalisis dengan melihat indeks keanekaragaman, dominansi dan keseragaman. Selama penelitian ditemukan 1.086 ekor ikan yang terdiri dari 15 spesies dan 10 famili. Secara berturut-turut, ditemukan 142 ekor, 152 ekor, 355 ekor dan 86 ekor pada fase bulan gelap, ¼ bulan terang, bulan terang, dan ¼ bulan gelap. Pada ekosistem mangrove dengan kerapatan tinggi, nilai keanekaragaman ikan berada pada kategori sedang pada fase bulan gelap dengan nilai (H'=2,512), keseragaman tinggi pada fase ¼ bulan gelap (E=1,148) dan dominansi tertinggi pada fase 1/4 bulan terang (C=0,176) dan keanekaragaman terendah pada fase ¼ bulan gelap dengan nilai (H'=1,919), keseragaman terendah pada fase ¼ bulan terang (E=0,873) dan dominansi terendah pada fase bulan gelap (C=0,090). Pada ekosistem mangrove dengan tingkat kerapatan sedang, keanekaragaman tertinggi pada fase bulan gelap dengan nilai (H'=2,217), keseragaman tertinggi pada fase ¼ bulan gelap (E=1,103) dan dominansi tertinggi pada fase 1/4 bulan gelap (C=0,222) dan keanekaragaman terendah pada fase ¼ bulan gelap dengan nilai (H'=1,755), keseragaman terendah pada fase ¼ bulan terang (E=0,941) dan dominansi terendah pada fase bulan gelap (C=0,137). Secara umum keseragaman jenis cukup tinggi dan menunjukan bahwa tidak ada jenis ikan yang mendominasi serta penyebarannya merata. Tingginya kelimpahan ikan sangat dipengaruhi oleh kerapatan mangrove dan perbedaan fase bulan.Kata Kunci : Komposisi Jenis Ikan, Mangrove, Fase Bulan, Perairan Desa Lamontoli.
KARAKTERISTIK HABITAT, KEPADATAN DAN KOMPOSISI JENIS BIVALVIA DI ZONA INTERTIDAL PERAIRAN DESA WAWATU KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN Desmari, Tti; Ramli, Muhammad; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15498

Abstract

Zona Intertidal merupakan wilayah peralihan antara ekosistem laut dan ekosistem daratan (terestrial). Bivalvia merupakan salah satu kelompok organisme invertebrata yang banyak ditemukan dan  hidup di daerah intertidal. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui karakteristik habitat bivalvia, kepadatan dan komposisi jenis Bivalvia serta hubungan kepadatan dan komposisi jenis Bivalvia terhadap parameter perairan di Perairan Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan.  Pengambilan data dilakukan pada Bulan Juni - Desember 2019 di Perairan Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara.  Metode pengambilan data bivalvi menggunakan metode Transek Kuadrat. Karakteristik substrat pasir dan lempung berpasir.  Kepadatan bivalvia berkisar 2,8-4,3 ind/m2.  Kepadatan tertinggi bivalvi ditemukan  daerah substrat lempung berpasir yang berasosiasi dengan padang lamun.  Terdapat 7 jenis bivalvia yang ditemukan  pada lokasi pengamatan.  Komposisi jenis tertinggi bivalvia pada Tachycardium subrugosum dan Anadara granosa, sedangkan komposisi jenis terendah  Pinna Muricata.  Kepadatan jenis bivalvia memiliki hubungan korelasi positif yang sangat kuat dengan pH, BO dan  kedalaman. Kata kunci:  Bivalvia,  Kepadatan, Komposisi Jenis, Intertidal, Wawatu
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN KOEONO, KECAMATAN PALANGGA SELATAN, KABUPATEN KONAWE Anita, .; Nurgayah, Wa; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15494

Abstract

Zooplankton berperan sebagai konsumen tingkat satu yang menghubungkan fitoplankton dengan organisme tingkat tinggi. Zooplankton dapat menggambarkan keadaan suatu perairan maupun ketersediaan makanan untuk menunjang kehidupan biota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui struktur komunitas dan kelimpahan zooplankton di Perairan Koeono. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Desember 2019. Penelitian ini terbagi atas 3 stasiun dengan 3 kedalaman yang berbeda yaitu 0,5 m, 5 m dan 10 m. Pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan zooplankton yang ditemukan sebanyak 16 genera dari 5 kelas kelompok zooplankton adalah dari kelas  crustacea (5 genera), kelas Maxillopoda (3 genera), kelas hexanauplia terdiri dari (4 genera), kelas cilliatea (2 genera) dan kelas olighotrichea (2 genera). Nilai indeks keanekaragaman (H’) tergolong  sedang, sedangkan nilai indeks keseragaman (E’) tergolong seimbang. Nilai indeks dominansi (D) tergolong sedang, dimana tidak ada spesies yang mendominasi. Kelimpahan  zooplankton tertinggi terdapat pada pengambilan sore hari yaitu 176 ind./L dan terendah pada pengambilan pagi hari yaitu  52 ind./L.Kata Kunci:  Koeono, Perairan,  Strukrur Komunitas, Zooplankton.
KEPADATAN SPONS PADA EKOSISTEM LAMUN KAITANNYA DENGAN PARAMETER OSEANOGRAFI DI PERAIRAN DESA KASWARI KABUPATEN WAKATOBI Nasrawati, .; Ira, .; Asmadin, .
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15499

Abstract

Padang Lamun merupakan tempat hidup bagi beragam organisme, salah satunya adalah spons.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman jenis spons dan lamun di perairan Desa Kaswari Kabupaten Wakatobi serta hubungan kepadatan spons dan persentase tutupan lamun kaitannya dengan parameter  oseanografi.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-November 2020 dengan lokasi di perairan Desa Kaswari Kabupaten Wakatobi. Metode Penelitian ini menggunakan metode transek kuadran dengan ukuran 1x1 m.  Pengamatan dilakukan di tiga stasiun penelitian yang diambil berdasarkan tipe substrat dasar perairan yang berbeda.  Analisis keterkaitan antara kondisi spons dan lamun terhadap beberapa parameter oseanografi dianalisis menggunakan Analisis Komponen Utama (AKU).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis spons yang ditemukan yaitu Agelas citrina, Agelas conifera, Amphimedon viridis, Clathria reinwardti, Chondrilla caribensis, Haliclona oculata dan Tectitethya crypta. Jenis lamun yang ditemukan yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides dan Cymodocea rotundata.   Hasil studi menunjukkan bahwa persentase tutupan lamun sebesar 76.50, 51.83 dan 41.00% memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap kepadatan spons sebesar 7.47, 6.17 dan 4.60 ind/m². Semakin tinggi persentase tutupan lamun menunjukkan semakin tinggi kepadatan spons. Parameter oseanografi seperti kecepatan arus memiliki hubungan berbanding terbalik (berpengaruh) terhadap kepadatan spons dan persentase tutupan lamun.Kata Kunci : Spons, lamun, parameter oseanografi, perairan Kaswari, Wakatobi.
KANDUNGAN LOGAM BERAT PB PADA SEDIMEN DAN KERANG (POLYMESODA EROSA) DI PERAIRAN KOEONO, KECAMATAN PALANGGA SELATAN, KABUPATEN KONAWE SELATAN Mariani, Reni Ulfa; Emiyarti, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15495

Abstract

Perairan Koeono merupakan pusat aktifitas pertambangan jenis ore nickel. Kondisi perairan tersebut diduga telah tercemar logam berat diantaranya jenis logam berat Timbal (Pb), namun informasi tentang konsentrasi bahan pencemar berbahaya (logam berat Pb) di lokasi penelitian belum tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen dan Bivalvia jenis kerang (Polymesoda erosa) di Perairan Koeono. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan dua kali pengulangan. Analisa logam berat Pb menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi logam berat Timbal (Pb) pada sedimen berada pada kisaran 0.145-0.345 mg/l dan kerang jenis polymesoda erosa pada kisaran 1.14-2.65 mg/l. Berdasarkan standar baku mutu oleh Kepmen LH No 51 Tahun 2004 dan BPOM dinyatakan kandungan timbal pada sedimen dan kerang (Polymesoda erosa) sudah melewati ambang batas baku mutu dan kerang tidak layak dikonsumsi.Kata kunci: Kerang; Sedimen; logam berat Pb; Perairan Koeono
STRATEGI KELEMBAGAAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI WakatobiAIS DI KEPULAUAN WAKATOBI Amir, Andi Besse; Asuhadi, Sunarwan; Hidayanti, Nelly; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15500

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan strategi kelembagaan untuk implementasi WakatobiAIS di perairan Kepulauan Wakatobi. Pengumpulan data meliputi angket, studi pustaka, dan wawancara. Pengolahan data menggunakan Stakeholders Mapping, dan Analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan WakatobiAIS di Kabupaten Wakatobi sangat memungkinkan, dibutuhkan kemitraan teknis untuk mewujudkannya, khususnya Syahbandar, LPTK BRSDM KP, Pemerintah Daerah, PSDKP, dan Taman Nasional. Untuk kemitraan tersebut, dibutuhkan inisiatif Pemda Wakatobi untuk mensinergikan kelembagaan yang ada di Wakatobi.Kata kunci : Strategi kelembagaan, Implementasi, WakatobiAIS, Wakatobi
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN FAMILI FUNGIDAE DI PERAIRAN DESA BUTON, KABUPATEN MOROWALI Mira, Tenri; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15491

Abstract

Famili fungidae merupakan salah satu jenis karang yang hidup soliter atau membentuk koloni dan mampu hidup di berbagai macam substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menghitung kepadatan dan keanekaragaman famili fungidae di Perairan Desa Buton, Kabupaten Morowali. Pengambilan data penelitian  dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Stasiun pengambilan data terdiri dari 3 stasiun penelitian. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan memilih stasiun berdasarkan keberadaan famili fungidae di daerah reef flat dan reef slope. Pengambilan data kepadatan famili fungidae menggunakan metode transek sabuk dengan panjang transek 30 x 2 m. Kepadatan famili fungidae setiap stasiun berkisar antara 0,442-2,183 individu/m2 dengan rata-rata kepadatan yaitu pada daerah reef flat sebesar 1,719 individu/m2 dan pada daerah reef slope sebesar 0,997 individu/m2. Keanekaragaman famili fungidae yang ditemukan adalah 9 spesies dari 5 genera. Spesies dari famili fungudae yang ditemukan diantaranya Ctenactis echinata, Fungia concinna, Fungia fungites, Fungia horrida, Fungia paumotensis, Herpolitha limax, Herpolitha weberi, Podabacia crustacea dan Polyphyllia talpina. Kepadatan famili Fungidae lebih tinggi  di zona reef flat dibandingkan reef slope.Kata kunci: Famili Fungidae, Kepadatan, Keanekaragaman, Zona Terumbu Karang
PEMETAAN SEBARAN DAN TUTUPAN LAMUN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 DAN SENTINEL 2A DI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM KABUPATEN KONAWE SELATAN Indriana, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15496

Abstract

Studi tentang lamun telah dilakukan di perairan Desa Tanjung Tiram. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sebaran, tutupan, dan habitat lamun menggunakan citra LANDSAT 8 OLI dan Sentinel 2A. Metode penelitian yang digunakan adalah perbandingan klasifikasi dua citra yang dikombinasikan dengan data lapangan. Citra yang digunakan telah dikoreksi menggunakan algoritma Depth Invariant Index (DII) untuk menghilangkan efek kedalaman. Sedangkan data lapangan diperoleh melalui metode transek kuadrat ukuran 1x1 meter persegi. Setiap transek diambil titik koordinatnya dan diamati jenis lamun serta persen tutupan lamun. Hasil analisis data lapangan menunjukkan bahwa Enhalus acoroides hanya ditemukan di Stasiun I. Sedangkan di Stasiun II dan Stasiun III ditemukan tiga jenis lamun dengan jumlah yang berbeda, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Halophila minor. Terdapat tiga kategori kepadatan lamun dari hasil klasifikasi citra, yaitu; lamun jarang, lamun sedang, dan lamun padat. Analisis Citra Landsat 8 OLI menunjukkan bahwa area kepadatan lamun di Perairan Desa Tanjung Tiram terdiri kategori lamun jarang seluas 8.58 Ha (13%), lamun sedang seluas 34.21 Ha  (17%), dan lamun padat seluas 6.48 Ha (69%) dengan total area sebesar 49.28 Ha. Sedangkan citra satelit Sentinel 2A sedikit berbeda dengan Landsat 8 OLI, Area tutupan lamun dengan kategori lamun jarang seluas 9.59 Ha (18%), selanjutnya lamun sedang sebesar 33.40 Ha (64%), dan lamun padat sebesar 9.54 Ha (18%) dengan total area 52.53 Ha. Tingkat akurasi klasifikasi pada citra satelit yang digunakan masing-masing sebesar 60.28% (Landsat 8 OLI) dan 73.04% (Sentinel 2A). Secara umum, tutupan lamun di lokasi penelitian dapat dinyatakan baik dan perlu dijaga kelestariannya.Kata kunci: Lamun, Citra LANDSAT 8 OLI, Sentinel 2A, Desa Tanjung Tiram.

Page 1 of 2 | Total Record : 11