cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4: November 2022" : 10 Documents clear
KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT SEDIMEN PADA KAWASAN PADANG LAMUN DI PERAIRAN KOLESE KOTA BAUBAU Indriyani, Rinda; Nurgayah, Wa; Ira, Ira
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29561

Abstract

Nutrien seperti nitrat dan fosfat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sumber daya hayati laut. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Perairan Kelurahan Kolese, Kota Baubau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase tutupan lamun,  kandungan nitrat dan fosfat dalam sedimem, serta hubungan kandungan nitrat dan fosfat dalam sedimen terhadap tutupan lamun. Tutupan lamun pada tiga stasiun pengamatan diambil menggunakan transek kuadrat.  Pengambilan data lamun sebanyak 3 kali ulangan pada setiap stasiun pengamatan. Sampel sedimen untuk mengukur nitrat dan fosfat sedimen diambil disemua  stasiun pengamatan. Hubungan kandungan nitrat dan fosfat pada sedimen terhadap persentase tutupan lamun diuji menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan kandungan nitrat dalam sedimen pada stasiun pengamatan berkisar 1,22-1,41 mg/L, sedangkan kandungan fosfat disedimen berkisar  0,052-0,067 mg/L. Tutupan lamun tertinggi ditemukan pada Stasiun I yaitu 64,1%, sedangkan tutupan lamun terendah pada stasiun II yaitu 22,8%. Terdapat hubungan yang kuat antara  kandungan nitrat dan fosfat terhadap persentase tutupan lamun, dengan nilai korelasi 0,800. Nilai determinasi regresi (R) sebesar 0,639 menunjukkan  kandungan nitrat dan fosfat memberikan pengaruh sebesar 63,9% terhadap persentase tutupan lamun dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan perairan lainnya.Kata kunci: Padang lamun,Fosfat, Nitrat, Sedimen, Kelurahan Kolese.
IDENTIFIKASI POTENSI SUMBER DAYA EKOSISTEM MANGGROVE DI PESISIR TANJUNG PINANG KABUPATEN MUNA BARAT Nur Amelia, Riska; Ramli, Muhammad; Subhan, Subhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29539

Abstract

Mangrove biasanya di jadikan sebagai salah satu sumber penghasil ekonomi bagi masyarakat di Desa Tanjung Pinang untuk mencari kepiting, udang dan hewan laut lainnya, dan juga kayu dari bakaunya di jadikan sebagai bahan untuk mendirikan rumah- rumah warga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Indeks Nilai Penting dan potensi sumberdaya ekosistem mangrove di pesisir Tanjung Pinang Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Metode dalam penelitian ini adalah metode jalur (Line Transek) dan kuadrat contoh yaitu dengan cara menarik tegak lurus garis pantai sepanjang 100 meter di setiap stasiun, kemudian di atas garis tersebut ditempatkan plot berukuran 10 m x 10 m sebagai penghitungan jumlah pohon atau tegakan. Berdasarkan hasil pengamatan Mangrove yang telah dilakukan di Pesisir Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat ditemukan 3 jenis Mangrove yang memiliki nilai kerapatan jenis 800–2600 ind/ha dan keberadaan ketiga jenis ini hampir dapat ditemukan di setiap petak/plot pengamatan pada setiap stasiun dengan persentase tumbuhan mangrove yang tergolong tinggi sehingga temasuk dalam kategori baik. Hasil analisis Indeks Nilai Penting (INP) mangrove berkisar antara 115,56-130,70 yang mengindikasikan peran penting mangrove dalam menjaga lingkungan pesisirter golong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa potensi sumberdaya ekosistem mangrove di Pesisir Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat berada dalam kondisi stabil.Kata kunci : Komposisi, Indeks Nilai Penting, Mangrove, Tanjung Pinang
TINGKAT KESTABILAN PANTAI BERDASARKAN KONDISI HIDRO OSEANOGRAFI PERAIRAN KECAMATAN SAWA, KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA Yusriandi, Andi; Asmadin, Asmadin; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29558

Abstract

Salah satu contoh adanya pengikisan terhadap kawasan pantai adalah terjadinya perubahan garis pantai yang ditandai oleh proses abrasi maupun akresi, Perubahan garis pantai merupakan hal yang alami terjadi pada setiap pantai. Penelitian ini bertujuan untuk  menentukan tingkat kestabilan pantai berdasarkan faktor  parameter hidro-oseanografi periode 2016-2020 di Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe  Utara. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data dari hasil pengukuran di lapangan, observasi, dan dokumentasi, penelitian. Pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive. Metode penentuan kestabilan pantai menggunakan metode Sunamura dan Horikawa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi abrasi, akresi, dan pantai seimbang pada tahun 2016-2020 dengan kisaran penentu tingkat kestabilan pantai 1,89-11,14. Kondisi hidro-oseanografi gelombang, arus, mempegaruhi kestabilan pantai, dan tingkat kelandaian pantai.Kata kunci: Pantai seimbang, Abrasi, Akresi
PENGUKURAN BATIMETRI MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DAN AQUAMAP 80XS Harjianto Putra, Forda; Fachruddin Syah, Achmad
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29619

Abstract

Salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam pemanfaatan sumberdaya kelautan dan pesisir adalah pemetaan bawah laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kedalaman Perairan Sembilangan, Bangkalan. Alat yang digunakan untuk mengukur kedalaman yaitu single beam echosounder dan aquamap 80xs. Data kedalaman menggunakan barcheck dijadikan sebagai data validasi. Untuk menguji tingkat keakuratan data yang diperoleh dari kedua alat tersebut, maka digunakan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua alat tersebut mempunyai kemampuan yang hampir sama dalam melakukan pengukuran kedalaman. Namun demikian, pengukuran menggunakan single beam echosounder mempunyai keakuratan yang lebih baik dibandingkan menggunakan Aquamap 80x. Hal ini terlihat dari nilai RMSE single beam echosounder yang lebih kecil (0,02) dibandingkan RMSE Aquamap 80x (0,06).Kata Kunci : single beam echosounder, aquamap 80XS, batimeteri. 
KONSERVASI DAN PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI TEMPAT EKOWISATA DI PESISIR DESA TANJUNG PINANG, KABUPATEN MUNA BARAT Iskandar, Muhammad; Ramli, Muhammad; Sadarun, Baru
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29579

Abstract

Hutan mangrove didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kondisi hutan mangrove di pesisir Desa Tanjung Pinang, Kabupaten Muna Barat, Untuk mengetahui Konservasi Hutan Mangrove di pesisir Desa Tanjung Pinang, Kabupaten Muna Barat, dan Untuk mengetahui Pengembagan ekowisata hutan mangrove di pesisir Desa Tanjung Pinang, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan September  2022 di Desa Tanjung Pinang , Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan untuk menentukan stasiun dalam penelitian ini adalah metode purposife sampling setiap stasiun ditentukan transek tegak lurus dari Laut ke darat hingga terdapat 3 sub stasiun. Masing-masing sub stasiun dibagi menjadi 5 plot. Menggunakan tali rafia yang telah ditentukan ukurannya (10m x 10m), tali rafia ukuran ini digunakan untuk menentukan luas area pengamatan. Dalam plot 10x10m2, diamati dan diidentifikasi jenis serta ukuran diameter batang kategori pohon, dimana ukuran vegetasi mangrove tersebut adalah tinggi >1,5m, diameter >10cm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kondisi hutan mangrove di Desa Tanjung Pinang dalam kriteria baku kerapatan mangrove dalam kategori padat. Indeks kesesuaian Wisata (IKW) pada kawasan konservasi mangrove di Desa Tanjung Pinang “ cukup sesuai” untuk kegiatan ekowisata. pengembangan kawasan ekowisata hutan mangrove di Desa Tanjung Pinang, sudah sesuai dengan presepsi masyarakat untuk memanfaatkan hutan mangrove sebagai kawasan wisata dan sebagai fungsi penyangga kestabilan hutan mangrove.Kata kunci : Kerapatan Mangrove, Konservasi dan indeks kesesuaian wisata.
DISTRIBUSI SPASIAL DAN PREFERENSI HABITAT GASTROPODA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE SEGARA ANAKAN, CILACAP Dewi Kresnasari; Arbi Mei Gitarama; Subhan Subhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29582

Abstract

Ekosistem mangrove secara ekologis berperan sebagai spawning ground, nursery ground dan feeding ground berbagai macam organisme. Salah satu biota yang terletak pada ekosistem mangrove Segara Anakan adalah Gastropoda. Fauna ini memegang peranan penting dalam jaring-jaring makanan dan proses dekomposisi. Hutan mangrove Segara Anakan mengalami perubahan akibat faktor alami (sedimentasi) dan faktor antropogenik. Jika hal ini diabaikan tentu saja akan mempengaruhi pola distribusi dan preferensi habitat Gastropoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, kelimpahan, distribusi dan preferensi habitat Gastropoda pada hutan mangrove Segara Anakan, Cilacap. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2022 dengan periode pengambilan dua minggu sekali. Metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Dua pemilihan lokasi berdasarkan perbedaan karakteristik yaitu : St A (bagian timur Segara Anakan, salinitas 10-20 ‰, kerapatan mangrove Rhizophora sp. rapat, dekat dengan pelabuhan) dan St B (bagian barat Segara Anakan, salinitas 5-10‰, kerapatan mangrove Rhizophora sp. jarang, dekat dengan pemukiman penduduk). Pada setiap stasiun penelitian ditentukan lima titik pengambilan sampel, setiap titik terdapat tiga plot pengambilan sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan PCA (Principal Component Analysis). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh komunitas gastropoda pada St A sebanyak 8 famili dan St B 6 famili. Famili yang paling mendominasi pada kedua stasiun pengamatan yaitu Potamididae dan Neritidae. Kelimpahan tertinggi terdapat pada St B sebesar 290 ind/m2, sedangkan St A berjumlah 180 ind/m2. Pola distribusi gastropoda termasuk dalam kriteria mengelompok dan merata. Dari hasil analisis PCA kelimpahan Gastropoda berhubungan erat dengan kandungan oksigen terlarut. Hal ini terkait peran oksigen dalam pemenuhan respirasi dan dekomposisi bahan organik. Kata kunci : Gastropoda, Mangrove, Pola distribusi, Preferensi habitat, Segara Anakan
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KEPADATAN MEGABENTOS DI KAWASAN TERUMBU KARANG DESA PADAI LAUT KECAMATAN MENUI KEPULAUAN KABUPATEN MOROWALI SULAWESI TENGAH Syahrul, Syahrul; Emiyarti, Emiyarti; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan kepadatan megabentos di Kawasan Terumbu Karang Desa Padei Laut. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Desember 2020 bertempat di Kawasan Terumbu Karang Desa Padei Laut, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali. Analisis sampel substrat dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. Pengambilan data megabentos dilakukan dengan menggunakan metode belt transect dengan panjang teransek 70 m dengan lebar observasi 1 m ke kiri dan kanan garis transek, sehingga luas pemantauan menjadi 140 m2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kawasan Terumbu Karang Padei Laut, keanekaragaman jenis megabentos yang tertinggi berada pada stasiun II dengan jumlah 6 jenis spesies dengan total keseluruhan 62 organisme. Sedangkan yang terendah berada pada stasiun III dengan jumlah 6 jenis spesies dengan total keseluruhan 46 organisme.Hasil penelitian rata-rata kepadatan megabentos yang didapatkan pada Kawasan Terumbu Karang Padei Laut sebesar 0,187 ind/m² dengan kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun II (0,221 ind/m²), dan kepadatan megabentos terendah terdapat pada stasiun III (0,164 ind/m²). Kondisi tutupan terumbu karang tertinggi terdapat pada stasiun II dengan nilai persentase 74,38 % sedangkan yang terendah pada stasiun III dengan nilai persentase 22,03 %. Hasil analisis regresi kelimpahan relatif karang hidup dengan kepadatan megabentos menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9349 yang berarti hubungannya keduanya sangat kuat.Kata kunci : Megabentos, Keanekaragam, Kepadatan, Karang, Desa Padei Laut
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHA PENANGKAPAN BUBU LIPAT RAJUNGAN DAN JARING RAJUNGAN DI KABUPATEN TUBAN Zainuddin, Muhammad; Suprapti, Yuyun
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.35547

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan nelayan rajungan (Portunus pelagicus) dengan  menggunakan alat tangkap bubu dan jaring insang, serta menganalisis kelayakan ekonomi penangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di Kabupaten Tuban. Penelitian dilakukan pada Juli 2021 di Kabupaten Tuban. Penelitian menggunakan metode deskriptif, pengambilan sampel responden nelayan bubu sebanyak 30 orang dan nelayan gill net sebanyak 30 orang. Data yang dikumpulkan adalah jumlah input, output, biaya, pendapatan, dan pendapatan. Analisis ekonomi digunakan untuk mengetahui investasi, biaya, pendapatan, keuntungan serta kelayakan penangkapan ikan rajungan (Portunus pelagicus). Hasil dari analisis kelayakan usaha penelitian ini, diperoleh R-C rasio usaha penangkapan rajungan sebesar 4,32, dan nilai R-C rasio usaha penangkapan jaring insang rajungan sebesar 7,31. artinya setiap 1 (satu) rupiah pengeluaran untuk penangkapan rajungan usaha dengan bubu dan jaring insang akan menghasilkan pendapatan sebesar 4,32 dan 7,31 rupiah. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi usaha rajungan (Portunus pelagicus) di Kabupaten Tuban layak untuk diteruskan.Kata Kunci: Kelayakan ekonomi Usaha, Rajungan, (Portunuspelagicus), Bubu lipat, jaring insang
DISTRIBUSI SPASIAL DAN PREFERENSI HABITAT GASTROPODA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE SEGARA ANAKAN, CILACAP Kresnasari, Dewi; Gitarama, Arbi Mei; Subhan, Subhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.40426

Abstract

Ecologically, the mangrove ecosystem acts as a spawning ground, nursery ground and feeding ground for various organisms. One of the biota located in the Segara Anakan mangrove ecosystem is Gastropods. This fauna plays an important role in food webs and decomposition processes. The Segara Anakan mangrove forest has undergone changes due to natural factors (sedimentation) and anthropogenic factors. If this is ignored, of course, it will affect the distribution pattern and habitat preferences. The purpose of this study was to determine the composition, abundance, distribution and habitat preferences of gastropods in the mangrove forest of Segara Anakan, Cilacap. The study was conducted in AugustOctober 2022 with a sampling period of once every two weeks. The sampling method used is purposive sampling. Two locations were selected based on different characteristics, namely: St A (eastern part of Segara Anakan, salinity 10-20 , density of mangrove Rhizophora sp. dense, close to the port) and St B (western part of Segara Anakan, salinity 5-10‰, mangrove density Rhizophora sp. is rare, close to residential areas). At each research station, five sampling points were determined, each point contained three sampling plots. The data obtained were analyzed by PCA (Principal Component Analysis). Based on the results of the research, there were 8 families of gastropod communities in St A and 6 families in St B. The most dominating families at the two observation stations were Potamididae and Neritidae. The highest abundance was found in St B at 290 ind/m2, while St A reached 180 ind/m2. The distribution pattern of gastropods is included in the grouping and even distribution criteria. From the results of PCA Gastropod analysis, it is closely related to dissolved oxygen content. This is related to the role of oxygen in the fulfillment of respiration and decomposition of organic matter.Keywords: Gastropods, Mangroves, Distribution patterns, Habitat preferences, Segara Anakan
ESTIMASI KANDUNGAN KARBON SEDIMEN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI Ramma, Omiana; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.49103

Abstract

Pemanasan global merupakan salah satu isu dunia saat ini, ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi terkait dengan gas rumah kaca. Hutan mangrove memiliki peran besar sebagai penyerapan dan penyimpanan karbon yakni sekitar lebih dari 4 gigaton C/tahun sampai 112 gigaton C/tahun. Potensi penyimpanan karbon pada substrat lumpur mangrove sangatlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbon pada sedimen permukaan di ekositem mangrove (kedalaman 0-20 cm dan kedalaman 20-40 cm) di Ekosistem Mangrove Teluk Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis Bulk Density dalam sedimen dan pengaruh tekstur sedimen dengan kandungan karbon di ekosistem mangrove. Analisi menggunakan metode loss on ignation (LOI). Data yang dihitung adalah bulk density, persentase karbon organik dan kandungan karbon organik pada sedimen. Parameter lingkungan yang diamati meliputi tekstur sedimen, suhu, pH, dan salinitas. Bulk density terbesar ditemukan pada stasiun 1 yaitu sebesar 1,07 g/cm3 dan bulk density paling terendah pada stasiun 2 yaitu sebesar 0,92 g/cm3. Kandungan karbon terbesar ditemukan pada stasiun 2 kedalam 20- 40 cm yaitu sebesar 12,83 %, dan kandungan karbon terendah ditemukan pada stasiun 3 kedalaman 0-20 cm yaitu sebesar 8,34 %. Kandungan karbon terendah ditemukan pada stasiun 3 kedalaman 0-20 cm yaitu sebesar 7,94 %. Estimasi simpanan karbon organik nilai rata-rata kandungan karbon terbesar ditemukan pada stasiun 2 kedalaman 20-40 cm yaitu sebesar 271,12 Mg/ha dan nilai rata-rata kandungan karbon terendah terdapat pada stasiun 3 kedalaman 0-20 cm yaitu sebesar 153,48 Mg/ha. Nilai tekstur sedimen dengan menggunakan metode pemipetan, hasil jenis tekstur sedimen yang ditemukan yaitu lempung liat berdebu, lempung dan lempung berdebu. Kata kunci: Karbon sedimen, ekosistem mangrove, Teluk Kendari, metode pengabuan

Page 1 of 1 | Total Record : 10