cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2007)" : 5 Documents clear
Pengaruh Strength Reduction Tanah Clay-Shale Akibat Pelaksanaan Pemboran Terhadap Nilai Daya Dukung Pondasi Tiang di Jembatan Suramadu Berdasarkan Analisis Hasil Tes OC Masyhur Irsyam; Andhika Sahadewa; Atyanto Boesono; Soebagyo Soebagyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.1

Abstract

Abstrak. Jembatan Suramadu yang akan menghubungkan kota Surabaya dengan Madura memiliki bentang total sepanjang 5.438 m. Mengingat lokasi pembangunan yang berada di laut dan beban rencana yang besar pada tiang pondasi, maka uji pembebanan statik konvensional tidak mungkin untuk dilakukan di jembatan utama. Alternatif tes pembebanan tiang yang dapat dilakukan adalah Tes OC yang mengikuti  prosedur Osterberg Cell Test. Tes ini dilengkapi dengan load cell, telltale, dan strain gauge sehingga dapat diperoleh kurva load-displacement untuk tahanan ujung dan tahanan selimut pada berbagai kedalaman. Hasil penyelidikan tanah menunjukkan keberadaan lapisan tanah clay-shale yang mengandung montmorillonite pada lokasi tiang bor. Jenis tanah ini sensitif terhadap berkurangnya tegangan lateral akibat pemboran dan terhadap weathering process sehingga dapat terjadi strength reduction. Strength reduction tanah menyulitkan predikasi tahanan ujung dan tahanan selimut pondasi tiang bor. Hasil Tes OC digunakan sebagai acuan dalam menentukan pengaruh strength reduction terhadap tahanan ujung dan tahanan selimut dengan cara membandingkan hasil pengukuran dengan hasil prediksi berdasarkan korelasi empiris yang umum dipakai. Untuk tahanan ujung, hasil Tes OC menunjukkan harga yang relatif dekat dengan hasil prediksi sehingga strength reduction untuk tahanan ujung akibat pemboran relatif kecil selama kondisi dasar pondasi bersih. Sedangkan untuk tahanan selimut, hasil pengukuran nilainya jauh lebih kecil dibanding hasil prediksi. Untuk meningkatkan daya dukung, maka dilakukan grouting melalui ujung tiang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah dilakukan grouting pada pondasi terjadi kenaikan nilai tahanan ujung dan tahanan selimut. Dibandingkan dengan tahanan ujung, tahanan selimut memiliki peningkatan kekuatan yang lebih besar dan setelah dilakukan grouting nilainya mendekati nilai prediksi. Abstract. Suramadu Bridge, which will connect Surabaya and Madura, is designed to have 5,438 m total span. Considering bridge construction that is above sea and huge design load on its pile foundations, conventional static loading test can not be performed at the main bridge. Alternative pile load test that can be performed is OC Test, which followed Osterberg Cell Test procedure. Equipped with load cell, telltale, and strain gauge, this test can provide load-displacement curve of end bearing and skin friction at any depth. Soil investigation result shows existence of clay-shale layer, which contains montmorillonite, at bore pile's location. This soil is sensitive to lateral pressure reduction caused by boring and weathering process so that strength reduction can occur. Strength reduction of soil makes end bearing and skin friction difficult to be predicted. Strength reduction effect toward end bearing and skin friction are determined by means of comparing OC Test result to prediction result based on common empirical correlation. For end bearing, OC Test result shows value that close to prediction result's. Therefore, strength reduction of end bearing caused by boring is relative small. On the other hand, skin friction measurement result shows that its value is much smaller than prediction result's. For increasing bearing capacity, grouting through the pile base was conducted. Test result shows increasing of value either end bearing and skin friction after grouting through the pile base. Compared to end bearing's value, skin friction's value rise more and close to prediction value.
Perbandingan Kinerja Pendekatan Simulasi dan Analitis pada Kasus Perhitungan Dampak Konsumsi Float Aktivitas Nonkritis dalam Penjadwalan Proyek Andreas Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.2

Abstract

Abstrak. Tulisan ini membandingkan hasil perhitungan menggunakan pendekatan simulasi dan analitik dampak konsumsi waktu ambang aktivitas nonkritis terhadap skedul dan biaya proyek. Dasar teori yang digunakan untuk analisis adalah teori reliabilitas yang populer dikombinasikan dengan beberapa pendekatan seperti probabilistic network evaluation technique (PNET) dan transformasi Rosenblatt. Kedua pendekatan menghasilkan kesimpulan bahwa pengunduran aktivitas nonkritis meski belum melebihi waktu ambang total yang dimiliki tetap berpengaruh negatif terhadap jadwal dan biaya proyek. Secara probalistik konsumsi waktu ambang yang bertambah mengakibatkan waktu penyelesaian proyek bertambah yang pada gilirannya meningkatkan biaya total proyek. Hasil perbandingan menunjukkan meski tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya, dalam beberapa hal pendekatan analitik berkinerja lebih baik daripada pendekatan simulasi dalam kekonsistenan menjelaskan hubungan yang terjadi antara jadwal, biaya, dan konsumsi waktu ambang.Abstract. This paper compares the computational results of using simulation and analytical approaches on the impact of float consumption on the total project cost and schedule. The base theories employed for analysis are wellknown reliability theories combined with approximation methods such as probabilistic network evaluation technique (PERT) and Rosenblatt transformation. The two approaches arrive at a conclusion that delay in an noncritical activity despite not exceeding total float remains to severely affect the project schedule and cost. Probabilistically, an increase in float consumption escalates the time completion of project which in turn increases the total project cost. The comparison results exhibit that although substantial difference is not observable, insome respects the analytical approach outperforms the simulation one in terms of consistency of explaining the relationship among schedule, cost, and float consumption.
Analisis Kehandalan Anjungan Lepas Pantai Tipe Jacket Berdasarkan Kapasitas Fatigue pada Sambungan Ricky Lukman Tawekal; Rony Heriana
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.3

Abstract

Abstrak. Konsep dasar dari analisis kehandalan menyatakan bahwa kapasitas dan faktor beban adalah suatu besaran statistik dengan nilai rata-rata, standar deviasi, dan memiliki bentuk probabilitas tertentu (misalnya bentuk probabilitas normal, log normal, dan lain-lain). Ketika kapasitas dan beban tersebut diekspresikan dalam bentuk fungsi performansi, maka terdapat suatu probabilitas dimana beban melebihi kapasitas struktur; probabilitas ini adalah probabilitas kegagalan (Pf) dan kehandalan dinyatakan dengan (1- Pf). Dalam makalah ini diuraikan konsep dasar dan aplikasi analisis kehandalan berdasarkan kapasitas fatigue (kelelahan) pada sambungan, dengan mengambil studi kasus anjungan lepas pantai tipe jacket. Pembahasan difokuskan pada evaluasi persamaan fungsi performansi akhir dengan pendekatan semi probabilitas.Abstract. The fundamental concept for reliability analysis is that resistance and load factors are statistical quantities with mean value, variance and some form of distribution (probability density function, e.g. Normal, Log Normal, etc). When combined together via an expression to describe the limit state, there will be a finite probability that the load will exceed the resistance; this defines the probability of failure (Pf) and since reliability is equal to (1- Pf). This paper will discuss the basic consideration involved in a reliability based on joint's fatigue capacity approach for the design and analysis of jacket offshore structure. Emphasis will be placed on a systematic semiprobabilistic approach in evaluation of fatigue limit state function.
Model Pemilihan Moda Angkutan Penumpang Pesawat Terbang dan Kapal Cepat dengan Data SP (Stated Preference) (Studi Kasus: Rute Palembang - Batam) Ade Sjafruddin; Harun Al Rasyid Sorah Lubis; Bambang Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.4

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk membangun model pemilihan moda angkutan penumpang antara pesawat terbang dan kapal cepat rute Palembang "“ Batam melalui pengetahuan atas preferensi pengguna jasa terhadap atribut perjalanan moda yang kemudian dimodelkan untuk memperoleh nilai utilitas dan probabilitas pemilihan masing-masing moda. Perumusan perilaku individu dalam memilih moda angkutan ke dalam model pemilihan moda dilakukan dengan memanfaatkan data SP (Stated Preference). Penelitian ini menggunakan 5 (lima) atribut perjalanan yang dianggap berpengaruh besar dalam perilaku pemilihan moda, yaitu biaya perjalanan, total waktu perjalanan, aksesibilitas menuju Bandara/Pelabuhan, frekuensi keberangkatan, dan tingkat pelayanan/fasilitas di dalam moda. Dari hasil analisis diperoleh persamaan selisih utilitas pesawat terbang dan kapal cepat sebagai berikut:UPT "“ UKC = -6,727088 "“ 0,000010 X1 "“ 1,502469 X2 + 2,363855 X5yang mana :UPT = utilitas pesawat terbangUKC = utilitas kapal cepatX1 = Selisih biaya perjalanan pesawat terbang dan kapal cepatX2 = Selisih total waktu perjalanan pesawat terbang dan kapal cepatX5 = Selisih tingkat pelayanan pesawat terbang dan kapal cepatDan, probabilitas memilih masing-masing moda adalah :     PKC = 1 / 1+exp (UPT "“U KC  )PPT = 1 - PKCyang mana :        PPT      = Probabilitas pemilihan pesawat terbangPKC      = Probabilitas pemilihan kapal cepatBerdasarkan analisis sensitivitas, waktu perjalanan merupakan atribut yang paling sensitif mempengaruhi probabilitas pemilihan pesawat terbang dan kapal cepat.Abstract. The objective of the research is to develop mode choice models of passenger transportation between aeroplane and high speed ferry on the Palembang "“ Batam route by means of travellers' preference of mode attributes to obtain the utility and choice probability of each mode. The mode choice model was developed based on individual mode choice behaviour which was estimated by applying SP (Stated Preference) data. This research considered five travel service attributes assumed to influence mode choice significantly, namely cost, journey time, accessibility, service frequency, and quality of services.  The resulting difference of utilities between aeroplane and high speed ferry is:UPT "“ UKC = -6,727088 "“ 0,000010 X1 "“ 1,502469 X2 + 2,363855 X5whereUPT = utility of aeroplaneUKC = utilitas of high speed ferryX1 = Cost difference of aeroplane and high speed ferryX2 = Journey time difference of aeroplane and high speed ferryX5 = Service quality difference of aeroplane and high speed ferryAnd, the probability of mode choices are :PKC = 1 / 1+exp (UPT "“U KC  )PPT = 1 - PKCwhere:    PPT        = Probability of choosing aeroplanePKC        = Probabilitas of choosing high speed ferryAccording to the sensitivity analysis, journey time is the most sensitive attribute which influences the probability of mode choice. 
Kinerja Campuran Beton Aspal Lapis Aus dengan Menggunakan Bahan Pengikat Aspal Supracoat Bambang Sugeng Subagio; Bambang Ismanto Siswosoebrotho; Mukhlis Mukhlis
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.5

Abstract

Abstrak. Penelitian laboratorium dilakukan untuk menguji sifat-sifat aspal Supracoat dan dibandingkan dengan sifatsifat aspal Pen 60/70. Juga dilakukan pengujian sifat-sifat dari campuran beton aspal (AC-WC) menggunakan kedua type aspal tersebut. Pengujian pendukung lain yaitu pengujian kelelahan lentur dan pengujian UMATTA, dilakukan untuk menyelidiki karakteristik kelelahan dan besaran modulus resilien dari campuran. Hasil uji karakteristik aspal menunjukkan bahwa aspal Supracoat mempunyai penetrasi yang lebih rendah (56,2 mm) dari pada aspal Pen 60/70 (65,8 mm), viskositas yang lebih tinggi (1550C) dari pada aspal Pen 60/70 (1520C) dan titik lembek yang lebih tinggi (51,50C) dari pada Pen 60/70 (48,5oC). Perubahan kenaikan nilai titik lembek setelah RTFOT menunjukkan aspal Supracoat memiliki ketahanan terhadap penuaan aspal yang lebih baik dari pada aspal Pen 60/70. Karakteristik Marshall dari campuran beton aspal (AC-WC) menggunakan aspal Supracoat memberikan hasil yang paling baik dari pada campuran menggunakan aspal Pen 60/70. Ditunjukkan oleh beberapa nilai yaitu Stabilitas pada kondisi KAO (1431,12 Kg terhadap 1413,89 Kg) dan IKS (93,3% terhadap90,16%). Hasil pengujian yang lain diperjelas dengan karakteristik modulus resilien yang lebih besar (2996 MPa terhadap 2417 Mpa) dan umur kelelahan yang lebih panjang (6331 siklus terhadap 4450 siklus).Abstract. The Laboratory work was conducted to examine the properties of Supracoat asphalt and compare it with the properties of Asphalt Pen 60/70. The properties of Asphaltic Concrete mix (AC- WC) was examined also, using those two types of asphalt. Another complimentary test, i.e. Flexure Fatigue test and UMATTA test were conducted to investigate the fatigue characteristic and to measure Resilient Modulus of mix, respectively. The result of test on asphalt characteristics showed that Supracoat has a lower penetration (56,2 mm) than Pen 60/70 (65,8 mm), has higher Viscosity (1550C) than the Pen 60/70 (1520C) and has higher softening point (51,50C) than the Pen 60/70 (48,5oC). The change of Softening Point value after RTFOT showed that the Supracoat has a resistance of ageing better that the Pen 60/70. The marshall characteristic test of Asphalt Concrete mix (AC-WC) using Supracoat gave better result than the mix using asphalt Pen 60/70, shown by these values i.e.stability of OBC (1431,12 kg to 1413,89 kg) and IKS (93,3% to 90,16%). Another test result confirmed those characteristic i.e. Higher Resilient Modulus (2996 MPa to 2417 MPa) and higher fatigue life (6331 cycles to 4450 cycles).

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 1 (2003) Vol 10 No 1 (2003) More Issue