cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 25 No 1 (2018)" : 10 Documents clear
Studi Kehandalan Metode Analisis Likuifaksi Menggunakan SPT Akibat Gempa 8,6 Mw, 12 September 2007 di Area Pesisir Kota Bengkulu Lindung Zalbuin Mase
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.7

Abstract

AbstrakNaskah ini menyajikan hasil studi potensi likuifaksi di kawasan pesisir Kota Bengkulu, berdasarkan gempa berkekuatan 8,4 Mw, yang terjadi pada 12 September 2007 silam. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis potensi likuifaksi berdasarkan data SPT menggunakan metode empiris yang paling sesuai dari beberapa metode empiris yang lazim digunakan. Untuk memperoleh metode analisis yang paling sesuai, dilakukanlah perbandingan hasil analisis dengan data kejadian likuifaksi di lapangan. Metode yang paling sesuai adalah metode yang memiliki nilai faktor bobot kesalahan terendah. Metode tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan faktor keamanan likuifaksi nilai probabilitas likuifaksi (PL). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Metode Idriss-Boulanger merupakan metode yang paling mendekati dalam mengestimasi kesesuaian prediksi dan kejadian di lapangan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode tersebut, likufaksi sangat berpotensi terjadi pada area yang diteliti. Kondisi kritis likuifaksi (faktor aman sama dengan 1) dapat terjadi dengan nilai probabilitas sebesar 0,495 khususnya pada tanah pasir sedang sampai dengan padat.AbstractThis paper presents a study of liquefaction potential in coastal area of Bengkulu City caused during the 8.4 Mw earthquake event on 12 September 2007. To determine the most suitable method, all methods are compared with the liquefaction event data, by fitting concept. The most suitable method was selected as the smallest error weighted factor. The suitable method is then used to determine factor of safety (FS) against liquefaction and probability of liquefaction (PL). The result shows that the suitable method in estimating the suitability of prediction and field data is Idriss-Boulanger method. In general, Liquefaction could occur at the investigated area. The critical condition of liquefaction could happen with PL of 0.495, especially medium-dense sands. 
Evaluasi Sisa Kekuatan Korosi Pelat Baja yang Mengalami Beban Tekuk Lusman Sulaiman; Tatsuya Yokogawa; Seiji Furukawa; Mitao Ohga; Pang-jo Chun
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.2

Abstract

AbstrakKorosi elemen-elemen strukuktur jembatan baja karena terekspose ke lingkungan menjadi salah satu masalah serius di seluruh dunia hari ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sisa kapasitas kekuatan korosi pelat baja yang terlihat pada bagian struktur jembatan baja yang mengalami beban tekuk dengan analisis eksperimen laboratorium dan komputasi. Spesimen uji diperoleh dari potongan gelagar jembatan yang telah mengalami korosi karena adanya reaksi kimia dengan lingkungan sekitarnya selama bertahun-tahun dan mereduksi ketebalannya serta membentuk permukaannya menjadi ireguler. Kemudian dibentuk sesuai standar spesimen pengujian Japanese Industrial Standard (JIS No.5, 1995). Sistem scanning 2D juga telah dilakukan pada spesimen uji dengan tujuan memperoleh data grid sumbu x dan y dalam membentuk Finite Elemen Models (FEM). Hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan  bahwa korosi yang terjadi pada pelat baja dapat menurunkan kemampuannya dalam memikul beban tekuk. Juga dipelajari efek dari beberapa parameter yaitu tebal minimum pelat (tmin), permukaan ireguler pelat dan eksentrisitasnya terhadap perilaku tekuk korosi pelat baja. Kemudian, suatu rumusan baru dibuat yang dapat dipergunakan dalam menentukan dan mengevaluasi sisa kekuatan tekuk korosi pelat baja baik tanpa maupun dengan adanya pengaruh eksentrisitasnya. AbstractCorrosion of structural steel bridge elements due to eksposed to the environment becomes a serious problem in the world today. Therefore, the aim of this research is to evaluate the residual strength of corroded steel plates which are seen in the steel bridge structure elements under buckling load by experimental laboratory and computational analyses. Specimen tests are obtained from a part of the girder bridge that has been corroded due to chemical reactions with it's around environment for years and reduced its thickness through become the irregular surfaces. They were then fabricated based on standard of test specimen of Japanese Industrial Standard (JIS No.5, 1995). 2D scanning system was condacted to specimen test in order to obtain the grid data x and y coordinates to form Finite Element Model (FEM). The test results reveal that corrosion on steel plates is able to reduce the bearing capacity under buckling load. Also effect of some parameter studies such as minimum thickness (tmin), irregular surfaces and the amount of eccentricity to buckling behavior of corroded steel plates was studied here. Then, a new proposal formula is developed that able to be used for deciding and evaluating the residual buckling load of corroded steel plates with or without the effect of an amount of eccentricity. 
Studi Eksperimental Batang Tekan Baja Canai Dingin Diperkaku Sebagian Arif Sandjaya; Bambang Suryoatmono
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.3

Abstract

Abstrak Struktur baja canai dingin saat ini populer digunakan karena ringan, mudah digunakan, dan cepat dalam konstruksi. Kelemahan struktur baja canai dingin adalah tekuk lokal yang disebabkan tipisnya elemen penampang. Hal tersebut menyebabkan kegagalan struktur terjadi sebelum mencapai kapasitas beban tertinggi. Dalam penelitian ini, dua buah profil baja canai dingin yang disusun bersama pada bagian punggung dengan punggung sebagai batang tekan akan ditambahkan pengaku dengan tiga pola penempatan berbeda untuk meningkatkan ketahanan terhadap tekuk lokal. Hasil pengujian menunjukkan ketahanan terhadap tekuk lokal meningkat akibat berkurangnya panjang tekuk kritis sedangkan cara menempatkan pengaku tidak memberikan berpengaruh. Korelasi hasil kekuatan tekan antara perbedaan penempatan pengaku secara eksperimental diverifikasi menggunakan SNI 7971:2013 dan analisis elemen hingga.AbstractThe cold formed steel structure is currently popularly used because it is lightweight, easy to use, and fast in construction. The weakness of cold formed steel structures is the local buckling caused by the thinness of the cross-sectional elements. This causes structural failure occurs before it reaches the highest load capacity. In this study, two cold formed steel profiles arranged together on back to back as compression member will be added stiffeners with three different placement patterns to improve local buckling resistance. The test results showed increased resistance to local buckling due to the reduced length of the critical buckling while the way of placing stiffeners not give effect. The correlation of compressive strengths between experimental confinement placement differences was verified using SNI 7971: 2013 and finite element analysis. 
Model Asesmen Rating Jembatan Berbasis Analytic Network Process Paksi Aan Syuryadi; Andreas Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.8

Abstract

AbstrakDi Indonesia, Panduan Pemeriksaan Jembatan Direktorat Jenderal Bina  Marga 1993 sampai dengan saat ini masih digunakan sebagai panduan dalam melakukan pemeriksaan jembatan. Namun, panduan tersebut tidak menyediakan pendekatan sistematis mengintegrasikan hasil penilaian dari hierarki terendah ke hierarki yang lebih tinggi sehingga mengakibatkan penilaian akhir rentan terhadap isu inkonsistensi dan sangat tergantung pada penilaian subjektif pemeriksa. Oleh karena itu, untuk mengatasi kelemahan tersebut, penelitian ini mengusulkan model asesmen baru untuk menilai dan menentukan nilai kondisi setiap level kondisi jembatan. Model ini menggunakan Analytic Network Process untuk menentukan bobot elemen dan kerusakan elemen dan metode Delphi untuk mendapatkan konsensus dari pemeriksa jembatan untuk ketergantungan antar-kerusakan elemen. Nilai kondisi jembatan ditentukan dari skor rata-rata tertimbang akhir yang dinyatakan dari 0 sampai dengan 100 dengan nilai 0 berarti tidak terjadi kerusakan dan 100 terjadi kerusakan secara menyeluruh.Uji cobatelah dilakukan untuk menunjukkan aplikabilitasnya dengan hasil yang memuaskan.AbstractIn Indonesia, the 1993 Inspection Guideline of Directorate General of Highway has traditionally been being used for years. However, the main drawback of this guideline is that it does not provide a systematic approach to translate damages at the lowest level into the higher ones, making the resulting ratings prone to inconsistency issues and heavily dependent upon subjective assessments of bridge raters. To address this problem, this research proposes a new model for assessing and determining bridge condition states at different levels of assessment. The developed model employed the Analytical Network Process to assign weights for elements and elemental damages and Delphi method to build consensus among bridge raters for bridge damage interdepencies. The bridge condition state is expressed on the weighted average score that runs from 0 to 100 with 0 denoting "no damage" and 100 "completely damaged." Apilot test has been conducted to demonstrate its applicability with satisfactory result.  
Desain Kekuatan Sambungan Geser Tunggal Menggunakan Paku pada Lima Jenis Kayu Indonesia Riezky Rakamuliawan Sutanto; Sucahyo Sadiyo; Naresworo Nugroho
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.4

Abstract

AbstrakStandar Nasional Indonesia (SNI) 7973 (2013) adalah standar yang umum digunakan dalam penentuan konstruksi kayu di Indonesia. Dalam SNI-7973 terdapat cara penentuan nilai desain sambungan kayu secara teoritis yang saat ini masih mengadopsi nilai-nilai yang diperoleh dari National Desain Specification (NDS) (2012). NDS sendiri disusun berdasarkan sifat-sifat kayu berdaun jarum yang umum digunakan di Amerika. Nilai-nilai yang diadopsi tersebut tentunya meningkatkan resiko ketidaksesuaian jika digunakan langsung di Indonesia, hal ini karena Indonesia sebagai negara tropis memilki kayu dengan rentang berat jenis yang lebih besar dan didominasi oleh kayu berdaun lebar dengan struktur anatomi yang berbeda. Penelitian ini membandingkan nilai desain sambungan kayu yang diperoleh dari pengujian secara empiris dengan nilai desain sambungan yang dihasilkan secara teoritis berdasarkan SNI-7973 dan Eurocode 5 (EC-5) (2004). Hasil penelitian menunjukan nilai desain sambungan kayu terendah diperoleh pada sambungan kayu Paraserienthes falcataria menggunakan paku 10 cm sebesar 53.66 kgf dan nilai tertinggi diperoleh pada sambungan kayu Shorea laevifolia menggunakan paku 15 cm sebesar 149.89 kgf. Penentuan nilai desain teoritis SNI-7973 menghasilkan nilai lebih rendah sebesar 13.65% sedangkan EC-5 menghasilkan nilai lebih tinggi 8.87% dibandingkan nilai yang diperoleh pada pengujian empiris.AbstractStandar Nasional Indonesia (SNI) 7973 (2013) is a standard that commonly used in the determination of wood construction in Indonesia. In SNI-7973 there is a theoretical method to determining the design value of wood connection that currently still adopt the values derived from National Design Specification (NDS) (2012). NDS itself is structured based on the properties of softwood that commonly used in America. The values adopted are certainly increase the risk of incompatibility if used directly in Indonesia, this is because Indonesia as a tropical country has wood with wider range of specific gravity and dominated by hardwood with different anatomical structures. This study compares the value of single shear wooden connection design obtained from empirical testing with theoretically generated connection values based on SNI-7973 and Eurocode 5 (EC-5) (2004). The results showed the lowest design value of wood connections obtained on Paraserienthes falcataria wood connection using 10 cm nail by53.66 kgf and the highest value obtained on Shorea laevifolia wood connection using 15 cm nail by 149.89 kgf. The determination of the theoretical design value based on SNI-7973 yielded a lower value of 13.65% while EC-5 yielded a higher value of 8.87% than the value obtained from empirical testing. 
Studi Kasus Waste Material Proses Fabrikasi Struktur Baja di Perusahaan EPC (Engineering, Procurement, Construction) Kelvin Rudy Sutanto; Paulus Nugraha; Andi Andi
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.5

Abstract

AbstrakSisa material atau waste merupakan sisa dari material yang tidak dapat dipergunakan kembali. Sering tidak sesuainya perencanaan estimasi waste dengan kenyataan waste di lapangan, menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitan ini terfokus pada empat jenis bangunan baja antara lain gudang, bandara, tower, jembatan dengan masing-masing menggambarkan jenis profil wf, pipa, siku, plat. Metode penelitian yaitu dengan menghitung persentase waste dengan cara menghitung selisih berat bruto dikurangi berat netto yang kemudian dibagi berat bruto. Berat bruto diperoleh dari perhitungan kebutuhan material berdasarkan gambar struktur, sedangkan berat netto diperoleh dari hasil permodelan 3D. Pengujian korelasi untuk mengetahui faktor penyebab waste. Hasil pengolahan data adalah waste tower dengan profil siku sebesar 5.71 %, gudang dengan profil wf sebesar 9.36 %, bandara dengan profil pipa sebesar 13.85 %, dan jembatan dengan profil plat sebesar 19.08%. Faktor penyebab waste adalah jenis profil dan dimensi bangunan yang meliputi tinggi bangunan, panjang bangunan, bentang bangunan.AbstractWaste material is residual of the material that can't be used anymore. Often planning estimates of waste is not same with the actual waste on site become the creation of ideas in this study regarding waste steel profile. In previous studies have focused on natural materials making can be done in the field or cast in situ. This research focused on four types of steel buildings include warehouses, airports, towers, bridges with each describing the type of profile wf, pipe, angle bar, plate. The research method is to calculate the percentage of waste by calculating the difference between the gross weight minus the net weight is then divided by gross weight. The gross weight is obtained from the calculation of material needs by drawing the structure, while the net weight obtained from the 3D modeling. The percentage of waste is then analyzed regression to obtain the factors causing waste. The result of data processing shows that the smallest percentage of waste is a type of tower building with angled profile by 5.71%, warehouse with wf profile for 9,36%, the airport building with pipe profile of 13.85%, building bridges with the profile plate by 19,08%. Causing factor of waste is type of profile and building dimension consists of height, wide, and length of building. 
Modelling the Impact of Travel Time Uncertainty to the Cocoa Supply Chain Network Febri Zukhruf; Russ Bona Frazila
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.1

Abstract

AbstractThe uncertainty issue becoming more and more important in term of freight transport, which essentially affect the transport cost. As an essential parameter to construct the product price, the transport cost variations sequentially impact the supply chain network structures. This paper then presents the multi-channelled supply chain network equilibrium (SCNE) model with the behaviour of freight carriers by considering variation of travel time. The cocoa SCNE model is then invoked to represent the trading chain of cocoa. As different with the previous researches, the model takes into account the variation of traffic flow and the road capacity to the freight cycle time, which is practically used for estimating the transport cost. The variation is propagated based on the Monte Carlo simulation approach. Finally, the model is applied to an actual cocoa SCN in Sulawesi for investigating the impact of travel time variation to the price of cocoa.AbstrakKetidakpastian di dalam jaringan transportasi menjadi isu yang semakin penting di dalam dunia angkutan barang, yang secara subtantif dapat mempengaruhi komponen biaya transportasi. Sebagai parameter penting untuk membangun harga produk, variasi biaya transportasi berperan dalam mempengaruhi struktur jaringan rantai pasokan. Makalah ini kemudian mendiskusikan model supply chain network equilibrium (SCNE) dengan perilaku angkutan barang dengan mempertimbangkan variasi waktu tempuh. Cocoa SCNE model kemudian digunakan untuk mewakili rantai pasok komoditas kakao. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, makalah ini memperhitungkan variasi arus lalu lintas dan kapasitas jalan terhadap waktu siklus pengiriman, yang secara praktis digunakan untuk memperkirakan biaya transportasi. Variasi tersebut dibangun dengan mendasarkan kepada pendekatan simulasi Monte Carlo. Akhirnya, model ini diterapkan pada jaringan rantai pasok kakao di Sulawesi untuk menyelidiki dampak variasi waktu tempuh terhadap harga kakao.  
Optimasi Ukuran Penampang Rangka Batang Baja berdasarkan SNI 1729:2015 dengan Metode Metaheuristik Symbiotic Organisms Search Doddy Prayogo; Wong Foek Tjong; Ricky Gunawan; Stefano Kusuma Ali; Steven Sugianto
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.6

Abstract

AbstrakPenelitian ini menyelidiki metode metaheuristik baru bernama symbiotic organisms search (SOS) dalam mengoptimasi ukuran penampang rangka batang baja. Syarat batasan desain diadopsi dari spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural, SNI 1729:2015, yaitu rasio gaya terhadap kapasitas dan rasio kelangsingan batang. Lima studi kasus optimasi struktur rangka batang digunakan untuk menguji performa dari SOS. Hasil simulasi dengan metode SOS ini kemudian akan dibandingkan terhadap tiga metode metaheuristik lainnya, yaitu particle swarm optimization, differential evolution, dan teaching"“learning-based optimization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma SOS lebih superior dan mempunyai kemampuan konvergensi yang lebih baik dibandingkan dengan metode metaheuristik lainnya dalam menyelesaikan problem optimasi struktur rangka batang.AbstractThis study investigates a new metaheuristic method called symbiotic organisms search (SOS) for sizing optimization of steel truss structures. The design constraints are adopted from SNI 1729:2015 Indonesian code specification for structural steel buildings that includes the constraints on slenderness ratio and force capacity. Five practical case studies of truss design are employed to test the performance of the SOS algorithm. The simulation results of the SOS are compared to other metaheuristic methods, namely, the particle swarm optimization, differential evolution, and teaching learning-based optimization, in terms of accuracy and consistency. The results show the superiority of the SOS as well as excellent convergence behavior over the other metaheuristic algorithms in solving the truss structure optimization problems. 
Identifikasi Tinggi dan Jarak Genangan Daerah Rawan Bencana Rob di Wilayah Pantai Utara Jawa yang Disebabkan Gelombang Badai Pasang dan Variasi Antar Tahunan Farrah Hanifah; Nining Sari Ningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.10

Abstract

AbstrakTinggi dan jarak genangan rob yang disebabkan oleh gelombang badaipasang (storm tide) dan variasi antar tahunan di sepanjang pantai utara Jawa disimulasikan dengan menggunakan model hidrodinamika 2D dengan fasilitas Flooding and Drying (FAD). Dalam simulasi tersebut, digunakan batimetri dari General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO), peta DISHIDROS TNI-AL, dan topografi daerah utara Pulau Jawa berdasarkan data Digital Elevation Model (DEM) dari The NASA Shuttle Radar Topographic Mission (SRTM). Gaya penggerak gelombang badai pasang yang digunakan adalah data elevasi pasang surut yang diperoleh dari hasil prediksi Global Tidal Model ORI.96 dan data angin serta tekanan udara yang diperoleh dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP). Naiknya elevasi yang disebabkan badai (surge) tertinggi di kawasan pesisir utara Jawa dan Madura terjadi di Tanjung Pangkah (Jawa: 18,6 cm) pada Januari 2008. Jarak genangan maksimum (Smax) gelombang badai pasang serta run-up yang menyertainya (H) terjadi di Sampang (Madura; Smax = 6552,3 m, H = 1,559 m) pada November 2007. Tinggi genangan tertinggi terjadi pada Januari 2008 yaitu pada saat La-Niña kuat. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan muka laut akibat La-Niña cukup berperan menambah kenaikan muka laut yang diakibatkan gelombang badai pasang.AbstractHeight and distance inundation caused by storm tide and interannual variations along the northern coast of Java have been simulated by using a 2D hydrodynamic model with Flooding and Drying facilities (FAD). In the simulation model, bathymetry data was derived from General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO) and DISHIDROS Indonesian Navy maps, whereas topography of the northern area of Java was derived from Digital Elevation Model (DEM) of The NASA Shuttle Radar Topographic Mission (SRTM). Tidal elevation obtained from Global Tidal Model prediction ORI.96 and wind and air pressure data of National Centers for Environmental Prediction (NCEP) were used as generating force of storm tide. The highest surge in the northern coast of Java and Madura occurred in Pangkah Cape (Java; 18.6 cm) in January 2008. Maximum inundation distance (Smax) and run-up (H) existed in Sampang (Madura; Smax = 6552.3 m, H = 1,559 m) in November 2007. The highest inundation occurred in January 2008 during strong La-Niña period, this suggests that La-Niña have significant contribution to increase sea level rise caused by storm tide. 
Analisis Kesesuaian Model Modulus Aspal dan Campuran Laston Lapis Aus untuk Aspal Modifikasi Asbuton Murni Harmein Rahman; Rizak Taruna Zega
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.9

Abstract

AbstrakPendekatan desain struktur perkerasan lentur secara mekanistik telah sangat berkembang dalam tiga dekade terakhir. Sejak 1970-an, karakteristik campuran beraspal sudah lebih dipahami dengan adanya alat-alat pengujian yang langsung menguji nilai modulus dari suatu bahan seperti alat uji Direct Shear Rheometer (DSR) dan alat uji Universal Material Testing Apparatus (UMATTA). Dari sisi yang lain, model-model telah diturunkan untuk menghitung modulus kekakuan aspal (Sbit), seperti: Nomogram Van der Poel maupun rumus Ullidtz dengan batasan-batasan tertentu. Disamping itu model matematis juga diturunkan untuk perhitungan modulus campuran beraspal (Smix) seperti: Metode Bonnaure et.al (1977), Asphalt Institute (1982) dan Nottingham (Brown, et. al. 1984). Dalam kerangka pikir kebutuhan atas peningkatan kinerja bahan aspal yang menggunakan modifikasi bahan lokal, penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap kesesuaian hasil pengujian dan model untuk objek bahan aspal yang dimodifikasi aditif berupa asbuton murni. Modifikasi yang diharapkan dapat memperbaiki nilai Sbit dan Smix ini dilakukan dengan menambahkan asbuton murni 8% dari berat aspal, dalam campuran laston lapis aus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada rangkaian penelitian asbuton berupa indikasi kesesuaian model yang sejatinya menggunakan aspal minyak standar, untuk mempredikasi nilai Sbit dan Smix dalam campuran laston lapis aus yang menggunakan aspal minyak modifikasi asbuton murni.AbstractPavement design with mechanistic approach has been rapidly developed since the last three decades. Since 1970's bituminous mixes characteristics has been understood better with the discovery of testing equipment(s), such as Direct Shear Rheometer (DSR) and Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) that can directly determined the modulus of asphalt and mixes. Some models also parallelly developed for the same purposes which are determining asphalt stiffness modulus (Sbit), such as: Van der Poel Nomogran, and Ullidtz, formula and mix stiffness modulus (Smix), such as: Bonnaure et.al (1977), Asphalt Institute (1982) and Nottingham (Brown, et. al. 1984). Within the frame of thinking of improving asphalt material performance with local modifier, the research aims to evaluate the suitability of the model to examine the result for mixes with pure (fully extracted) asbuton of asphalt binder. The modification that expectly could improve Sbit and Smix was done with adding 8% by weight of pure asbuton to the Pen grade asphalt in wearing course mix. The research result is hopefully could give significant contribution to the asbuton research in term of model suitability indication, that originally used pen grade, to predict the value of Sbit and Smix within the mix of wearing course that used the pure asbuton modified asphalt. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue