Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Studi Eksperimental Batang Tekan Baja Canai Dingin Diperkaku Sebagian Sandjaya, Arif; Suryoatmono, Bambang
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1808.453 KB) | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.3

Abstract

Abstrak Struktur baja canai dingin saat ini populer digunakan karena ringan, mudah digunakan, dan cepat dalam konstruksi. Kelemahan struktur baja canai dingin adalah tekuk lokal yang disebabkan tipisnya elemen penampang. Hal tersebut menyebabkan kegagalan struktur terjadi sebelum mencapai kapasitas beban tertinggi. Dalam penelitian ini, dua buah profil baja canai dingin yang disusun bersama pada bagian punggung dengan punggung sebagai batang tekan akan ditambahkan pengaku dengan tiga pola penempatan berbeda untuk meningkatkan ketahanan terhadap tekuk lokal. Hasil pengujian menunjukkan ketahanan terhadap tekuk lokal meningkat akibat berkurangnya panjang tekuk kritis sedangkan cara menempatkan pengaku tidak memberikan berpengaruh. Korelasi hasil kekuatan tekan antara perbedaan penempatan pengaku secara eksperimental diverifikasi menggunakan SNI 7971:2013 dan analisis elemen hingga.AbstractThe cold formed steel structure is currently popularly used because it is lightweight, easy to use, and fast in construction. The weakness of cold formed steel structures is the local buckling caused by the thinness of the cross-sectional elements. This causes structural failure occurs before it reaches the highest load capacity. In this study, two cold formed steel profiles arranged together on back to back as compression member will be added stiffeners with three different placement patterns to improve local buckling resistance. The test results showed increased resistance to local buckling due to the reduced length of the critical buckling while the way of placing stiffeners not give effect. The correlation of compressive strengths between experimental confinement placement differences was verified using SNI 7971: 2013 and finite element analysis. 
Studi Numerik Geser Blok Susunan Baut Berliku-liku pada Batang Tarik Profil T Sandjaya, Arif; Wijaya, Hendy
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2053.388 KB)

Abstract

Kekuatan tegangan tarik desain harus merupakan nilai terendah yang diperoleh sesuai dengan keadaan batas dari hasil tegangan tarik leleh pada penampang utuh, tegangan tarik putus pada penampang efektif, dan keadaan batas geser blok sepanjang jalur kegagalan geser dan jalur kegagalan tegak lurus tegangan tarik. Dari hasil eksperimen pada profil T yang disambung dengan baut di bagian sayapnya, dapat terjadi pola kegagalan geser blok yang diistilahkan dengan alternate path block shear failure (ABS). Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan efisiensi pola sambungan baut terhadap kekuatan tarik profil T yang disambung di bagian sayap. Penelitian ini akan dilakukan dengan salah satu analisis numerik yaitu finite element method (FEM) yang telah dibuktikan baik untuk menyelidiki fenomena kegagalan tarik. Kekuatan tarik hasil FEM juga dibandingkan dengan prediksi kekuatan berdasarkan SNI 1729:2015 dan prediksi kekuatan ABS menurut rumus Epstein.
PENGUKURAN REDAMAN MATERIAL ASPAL CAIR BERDASARKAN PENGUJIAN VISKOSITAS Sandjaya, Arif; Christianto, Daniel; Lase, Yuskar
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.1453

Abstract

Bangunan tinggi yang tahan terhadap gempa merupakan kebutuhan struktur masa kini. Oleh karena itu dibutuhkan teknik untuk mengontrol respon dinamik struktur akibat pengaruh gaya lateral, termasuk gaya gempa. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah sistem kontrol struktur pasif dengan memodifikasi massa dan kekakuan maupun dengan menambahkan material peredam. Pada skripsi ini fokus pembahasan adalah mengenai material peredam yang dapat ditambahkan pada struktur dengan menggunakan material aspal Pertamina pen 60/70. Material aspal dipilih sebagai material peredam sehubungan dengan viskositasnya yang tinggi. Viskositas aspal yang tinggi akan memberikan nilai redaman yang besar. Korelasi di antara keduanya menjadi hal yang dianalisis dalam penelitian ini dengan menggunakan model penelitian yang cukup representatif untuk meniru sistem redaman aspal dengan fokusnya pada perilaku aspal terhadap pengujian geser. Penelitian dilakukan terhadap variasi geser pada temperatur ruang. Persamaan yang digunakan dalam memodelkan sistem redaman aspal ini mencakup persamaan Hukum Newton dan persamaan fluida untuk koefisien viskositas yang dihubungkan dengan persamaan dinamik untuk memperoleh batasan nilai redaman aspal. 
CITARUM HARUM – INVESTIGASI LAPANGAN UNTUK MENGUKUR TINGKAT SEDIMENTASI PADA SUNGAI CITARUM Kurniawan, Vittorio; Setyarini, Ni Luh Shinta Eka; Kushartomo, Widodo; Tajudin, Anissa Noor; Sandjaya, Arif
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.469 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2895

Abstract

Sungai Citarum adalah sungai yang sangat strategis bagi masyarakat mengingat Sungai Citarum merupakan sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi 35 juta jiwa masyarakat yaitu sumber air baku bagi penduduk DKI Jakarta, sumber air irigasi seluas 420.000 hektar di Jawa Barat, sumber listrik sebesar 1.900 MW bagi kawasan Jawa-Bali, dan rumah bagi 3 bendungan besar. Namun, Sungai Citarum tengah berada dalam masalah sedimentasi yang akan memperparah efek banjir dan memperpendek umur bendungan-bendungan yang ada.Kegiatan investigasi lapangan di Sungai Citarum dilaksanakan pada Mei 2018. Kegiatan ini dilakukan di beberapa lokasi di sepanjang Sungai Citarum dari hulu sampai hilir pada sebanyak 5 titik. Pada lokasi-lokasi ini, survey hidrometri yang dilakukan adalah pengukuran kecepatan arus sungai dengan currentmeter dan pengukuran kadar sedimen layang dengan US DH-48. Kedua pengukuran tersebut dilakukan pada beberapa titik di satu penampang untuk mendapatkan rata-rata dari kecepatan aliran dan kadar sedimen layang.Dengan menganalisis hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa bahwa kadar sedimen layang cenderung lebih besar di daerah hilir daripada di daerah hulu. Hasil ini menyiratkan bahwa semakin banyak sedimen yang terdapat pada sungai di bagian hilir dibandingkan dengan di bagian hulu. Hal ini disebabkan oleh banyaknya sedimen yang berasal dari longsoran DAS Citarum. Semakin ke hilir, semakin banyak sedimen yang masuk ke dalam sistem Sungai Citarum. Fenomena ini konsisten dengan maraknya perubahan tata guna lahan dari hutan ke daerah industri atau permukiman yang memudahkan terjadinya longsoran sedimen dari DAS ke dalam tubuh sungai.  
Studi Eksperimental Batang Tekan Baja Canai Dingin Diperkaku Sebagian Arif Sandjaya; Bambang Suryoatmono
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.1.3

Abstract

Abstrak Struktur baja canai dingin saat ini populer digunakan karena ringan, mudah digunakan, dan cepat dalam konstruksi. Kelemahan struktur baja canai dingin adalah tekuk lokal yang disebabkan tipisnya elemen penampang. Hal tersebut menyebabkan kegagalan struktur terjadi sebelum mencapai kapasitas beban tertinggi. Dalam penelitian ini, dua buah profil baja canai dingin yang disusun bersama pada bagian punggung dengan punggung sebagai batang tekan akan ditambahkan pengaku dengan tiga pola penempatan berbeda untuk meningkatkan ketahanan terhadap tekuk lokal. Hasil pengujian menunjukkan ketahanan terhadap tekuk lokal meningkat akibat berkurangnya panjang tekuk kritis sedangkan cara menempatkan pengaku tidak memberikan berpengaruh. Korelasi hasil kekuatan tekan antara perbedaan penempatan pengaku secara eksperimental diverifikasi menggunakan SNI 7971:2013 dan analisis elemen hingga.AbstractThe cold formed steel structure is currently popularly used because it is lightweight, easy to use, and fast in construction. The weakness of cold formed steel structures is the local buckling caused by the thinness of the cross-sectional elements. This causes structural failure occurs before it reaches the highest load capacity. In this study, two cold formed steel profiles arranged together on back to back as compression member will be added stiffeners with three different placement patterns to improve local buckling resistance. The test results showed increased resistance to local buckling due to the reduced length of the critical buckling while the way of placing stiffeners not give effect. The correlation of compressive strengths between experimental confinement placement differences was verified using SNI 7971: 2013 and finite element analysis. 
Studi Numerik Geser Blok Susunan Baut Berliku-liku pada Batang Tarik Profil T Arif Sandjaya; Hendy Wijaya
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.3.2

Abstract

AbstrakKekuatan tegangan tarik desain harus merupakan nilai terendah yang diperoleh sesuai dengan keadaan batas dari hasil tegangan tarik leleh pada penampang utuh, tegangan tarik putus pada penampang efektif, dan keadaan batas geser blok sepanjang jalur kegagalan geser dan jalur kegagalan tegak lurus tegangan tarik. Dari hasil eksperimen pada profil T yang disambung dengan baut di bagian sayapnya, dapat terjadi pola kegagalan geser blok yang diistilahkan dengan alternate path block shear failure (ABS). Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan efisiensi pola sambungan baut terhadap kekuatan tarik profil T yang disambung di bagian sayap. Penelitian ini akan dilakukan dengan salah satu analisis numerik yaitu finite element method (FEM) yang telah dibuktikan baik untuk menyelidiki fenomena kegagalan tarik. Kekuatan tarik hasil FEM juga dibandingkan dengan prediksi kekuatan berdasarkan SNI 1729:2015 dan prediksi kekuatan ABS menurut rumus Epstein.AbstractThe design tensile strength of tension members shall be the lower value obtained according to the limit states of tensile yielding in gross section, tensile rupture in the net section, and the limit state of block shear rupture along shear failure path or paths and a perpendicular tension failure path. From the experimental results on the T profile attached to the bolts on the flanges, a block shear failure pattern can be termed with alternate path block shear failure (ABS). This study aims to estimate the efficiency of the bolt connection pattern to the tensile strength of the T profile attached on the flanges. This research will be conducted with one of the numerical analysis of finite element method (FEM) which has been proven to investigate the phenomenon of tensile failure. The tensile strength of the FEM results is also compared with the strength prediction based on SNI 1729: 2015 and the prediction of ABS power according to the Epstein formula.
ANALISIS PERUBAHAN LEBAR EMBOSS TERHADAP KEKUATAN GESER DI BADAN LIGHT LIP CHANNEL MENGGUNAKAN MIDAS FEA Davin Siva; Sunarjo Leman; Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i1.21747

Abstract

Cold Formed Steel (CFS) is often found in the world of construction. Because it uses a thin body, the construction weight is lighter, easy to form, and so on. However, the thin thickness of mild steel makes it susceptible to buckling on the walls. Therefore, many companies want to increase their strength by innovating the shape and model of CFS. Thus, embossing is made which can increase the strength of CFS in holding loads. This research discusses the effect of embossing width on the shear strength in the CFS body using finite element method with the help of MIDAS FEA application. The profile used in this research is a canal profile with a size 75 mm x 35 mm x 5 mm x 0,95 mm with a length of 500 mm. The models that used are plain model, model with stiffener, and models with embossing width variation of 2 mm to 10 mm with a spacing of 25 mm between embosses. The placement used is joints with a concentrated load that is given perpendicularly. The results of the analysis are the greater the width of the emboss, the smaller the shear strength obtained. Abstrak Cold Formed Steel (CFS) sering kali ditemukan dalam dunia pembangunan konstruksi. Dikarenakan menggunakan badan tipis maka berat konstruksi lebih ringan, mudah dibentuk, dan lain-lain. Namun, ketebalan baja ringan yang tipis mengakibatkan rentan terhadap tekuk pada bagian dindingnya. Maka dari itu, banyak perusahaan yang ingin menambahkan kekuatannya dengan menginovasi bentuk dan model dari CFS. Sehingga, dibuatnya emboss yang dapat meningkatkan kekuatan baja ringan dalam menahan beban. Penelitian ini membahas tentang pengaruh lebar emboss terhadap kuat geser di badan baja ringan dengan menggunakan metode elemen hingga melalui bantuan aplikasi MIDAS FEA. Profil yang digunakan pada penilitian ini yaitu profil kanal dengan ukuran 75 mm x 35 mm x 5 mm x 0,95 mm dengan panjang 500 mm. Model yang digunakan yaitu model polos, model dengan stiffener, dan model dengan variasi lebar emboss sebesar 2 mm hingga 10 mm dengan jarak antar emboss sebesar 25 mm. Perletakan yang digunakan yaitu sendi-sendi dengan beban terpusat yang diberikan secara tegak lurus. Hasil analisis yang didapatkan yaitu semakin besar lebar emboss maka kekuatan geser yang didapatkan akan semakin kecil.
ANALISIS PANJANG CFRP KOLOM PADA PERKUATAN EXTERIOR BEAM-COLUMN JOINT BETON BERTULANG MENGGUNAKAN MIDAS FEA Sandjaya, Arif; Fathurrahman, Muhammad Rafi; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.24948

Abstract

With increasing knowledge and technological advances, earthquake resistance regulations are undergoing updates. Buildings that existed before the new regulations will need to be reviewed. If it turns out that the results of the review do not meet the requirements of the new regulations, then one solution is retrofitting. Fiber reinforced polymer (FRP) has emerged as a viable alternative for reinforcing reinforced concrete components. The advantages of FRP are that it is corrosion resistant, lighter than steel reinforcement, high tensile strength, and easy application. FRP can be in the form of rods, grids, or sheets. There are generally 5 types of FRP, namely glass fiber reinforced polymer (GFRP), aramid fiber reinforced polymer (AFRP), carbon fiber reinforced polymer (CFRP), basalt fiber reinforced polymer (BFRP), and natural fiber reinforced polymer (NFRP). This research will present CFRP as reinforcement for reinforced concrete beam and column connections. Variations in CFRP length in the column were analyzed using MIDAS FEA. 1 models of reinforced concrete beam and column connections were made without CFRP and 7 models with CFRP. The analysis results show that CFRP can increase the load capacity carried by the connection by up to 25% and there is a limit to the length of CFRP use due to the limited capacity of concrete. Abstrak Dengan bertambahnya pengetahuan dan kemajuan teknologi, peraturan tahan gempa mengalami pembaruan. Bangunan yang sudah ada sebelum peraturan baru perlu ditinjau kembali. Jika ternyata hasil peninjauan tidak memenuhi persyaratan dari peraturan baru, maka salah satu solusinya adalah perkuatan. Fiber reinforced polymer (FRP) telah muncul sebagai alternatif yang layak untuk perkuatan komponen beton bertulang. Kelebihan FRP adalah tahan korosi, lebih ringan dibandingkan perkuatan baja, kuat tarik yang tinggi, dan aplikasi yang mudah. FRP dapat berbentuk rod, grid, ataupun lembaran. FRP secara umum ada 5 jenis, yaitu glass fiber reinforced polymer (GFRP), aramid fiber reinforced polymer (AFRP), carbon fiber reinforced polymer (CFRP), basalt fiber reinforced polymer (BFRP), dan natural fiber reinforced polymer (NFRP). Penelitian ini akan menampilkan CFRP sebagai perkuatan pada hubungan balok dan kolom beton bertulang. Variasi panjang CFRP pada kolom dianalisis menggunakan MIDAS FEA. Dibuat 1 model sambungan balok dan kolom beton bertulang tanpa CFRP dan 7 model dengan CFRP. Hasil analisis menunjukkan CFRP dapat meningkatkan kapasitas beban yang dipikul sambungan hingga 25% dan ada batas panjang penggunaan CFRP karena terbatasnya kemampuan beton.
ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR JALAN PADA RUAS JALAN GERBANG SEBENAQ – SIMPANG TBA MENGGUNAKAN METODE PCI Long, Flora Emiliana; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33073

Abstract

The pavement condition assessment of Gerbang Sebenaq – Simpang TBA Road was conducted using the pavement condition index (PCI) method to evaluate the extent of road damage. The analysis revealed that the road condition is predominantly in the excellent category (69%), followed by very good (8%), good (4%), fair (8%), and poor (11%). Most of the road segments are in optimal condition, but the segments categorized as poor require special attention. Recommendations include routine maintenance for segments in excellent to good condition, minor rehabilitation for fair segments, and comprehensive repairs for segments classified as poor. This approach aims to preserve road quality and optimize pavement service life. Abstrak Penilaian kondisi perkerasan pada Ruas Jalan Gerbang Sebenaq – Simpang TBA dilakukan menggunakan metode pavement condition index (PCI) untuk mengevaluasi tingkat kerusakan jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi jalan didominasi oleh kategori sempurna (69%), diikuti oleh sangat baik (8%), baik (4%), sedang (8%), dan buruk (11%). Mayoritas jalan berada dalam kondisi optimal, namun segmen dengan kategori buruk memerlukan perhatian khusus. Rekomendasi yang diberikan meliputi pemeliharaan rutin pada segmen yang masih dalam kondisi baik hingga sempurna, rehabilitasi ringan untuk kategori sedang, serta perbaikan menyeluruh pada segmen yang masuk kategori buruk. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas jalan dan mengoptimalkan umur layan perkerasan.
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS METODE PEKERJAAN GALIAN BATU MENGGUNAKAN ROCK DRILL BREAKER DAN BLASTING Pratama, Muhammad Davva; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33089

Abstract

The advancement of technology in construction work has introduced various more efficient methods, including in rock excavation activities. This study aims to compare the productivity of two rock excavation methods: rock drill breaker and blasting. A descriptive quantitative approach was applied by collecting primary data from projects using the rock drill breaker method and data on the blasting method obtained from other relevant reference locations. The analysis focused on four key aspects, efficiency, time, operational costs, and productivity. The results revealed significant differences between the two methods. The blasting method produces a higher excavation volume per day but requires higher operational costs compared to the rock drill breaker. In terms of time, the blasting method demonstrates superior speed in task completion. These findings provide valuable guidance for practitioners and decision-makers in selecting the most appropriate work method for rock excavation projects. Furthermore, the study's results are expected to serve as a reference for developing more efficient and cost-effective work methods in the future. Abstrak Perkembangan teknologi dalam pekerjaan konstruksi telah memunculkan berbagai metode yang lebih efisien, termasuk dalam kegiatan galian batu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas dua metode galian batu, yaitu rock drill breaker dan blasting. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data primer dari proyek yang menggunakan metode rock drill breaker, serta data metode blasting yang diperoleh dari referensi lokasi relevan lainnya. Analisis dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yaitu efisiensi, waktu, biaya operasional, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode. Metode blasting mampu menghasilkan volume galian lebih besar per hari, namun memerlukan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan rock drill breaker. Dari segi waktu, metode blasting menunjukkan kecepatan pengerjaan yang lebih unggul. Temuan ini memberikan panduan penting bagi praktisi dan pengambil keputusan dalam memilih metode kerja yang sesuai untuk proyek galian batu. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode kerja yang lebih efisien dan ekonomis di masa depan.