cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Medicina
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013" : 13 Documents clear
Perbedaan Ekspresi P16INK4a dan HPVL1 pada Cervical Intraepithelial Neoplasia 1, Cervical Intraepithelial Neoplasia 2, Cervical Intraepithelial Neoplasia 3 dan Squamous Cell Carcinoma Serviks Uteri Elizabeth Padang, Arlene; Laksmi, Luh Yeni; **, Moestikaningsih; Widiana, Gede Raka
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.693 KB)

Abstract

Human papillomavirus (HPV) memegang peranan penting dalam proses karsinogenesis kanker serviksuteri; namun hanya sebagian kecil wanita yang terinfeksi tersebut akan berkembang menjadi kankerserviks yang invasif. Cervical intraepithelial neoplasia (CIN) merupakan spektrum dari lesi servikalyang mewakili lesi prekursor dari squamous cell carcinoma (SCC) serviks uteri yang dikategorikanmenjadi CIN1, CIN2, CIN3. Interaksi protein HPV (E6 dan E7) dengan protein pengatur selular (pRbdan p53) akan menyebabkan up regulation protein P16INK4a. P16INK4a merupakan tumor supresorprotein cyclin dependen kinase inhibitor yang menghambat cyclin dependent kinase 4 dan 6 yangmerupakan produk dari gen INK4a yang terlibat dalam fosforilasi protein retinoblastoma (pRb).Human papillomavirus-late 1 (HPVL1) merupakan protein kapsid yang terekspresi pada saat awalfase produktif karsinogenesis serviks uteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiperbedaan ekspresi protein P16INK4a dan HPVL1 pada CIN1, CIN2, CIN3, dan SCC serviks uteri,dimana ekspresi P16INK4a dapat membantu untuk membedakan berbagai derajat displasia serviksuteri dan ekspresi HPVL1 dapat membantu untuk memprediksi progresivitas dari berbagai derajatdisplasia serviks uteri, sehingga penanganan pasien menjadi lebih tepat. [MEDICINA 2013;44:77-81].
NYERI KEPALA DAN GANGGUAN TIDUR Kamelia, Lina; Oka Adnyana, I Made; Budiarsa, IGN
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.145 KB)

Abstract

Nyeri kepala dan tidur merupakan dua fenomena yang saling mempengaruhi dengan patomekanisme yang kompleks. Nyeri kepala primer, terutama migren, nyeri kepala klaster dan hypnic headache dapat timbul karena pengurangan waktu tidur, parasomnia, maupun gangguan pada regulasi arsitektur tidur terutama fase rapid eye movement. Sebaliknya, adanya nyeri kepala memicu timbulnya berbagai macam gangguan tidur. Studi pencitraan otak dan biokimia menunjukkan peranan penting melatonin dan nukleus suprachiasmatik   yang mengalami disfungsi pada penderita nyeri kepala yang berhubungan dengan gangguan tidur. [MEDICINA 2013;44:101-104].
TERATOMA IMATUR PADA PROSTAT Elizabeth Padang, Arlene; Winarti, Ni Wayan
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.914 KB)

Abstract

Germ cell tumor sakrokoksigeal sangat jarang terjadi dan dapat mengenai berbagai area termasuk prostat. Umumnya tumor ini terjadi pada usia dua dekade pertama. Kami melaporkan sebuah kasus teratoma imatur prostat pada seorang remaja usia 16 tahun dengan data klinis preoperatif dan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis secara histopatologi di RSUP Sanglah, Denpasar, bagian Patologi Anatomi, yang kami simpulkan sebagai teratoma imatur grade 1 / low grade. Pasien dirujuk ke bagian interna untuk mendapat kemoterapi kombinasi, namun pasien meninggal sebelum dilakukan kemoterapi kombinasi. [MEDICINA 2013;44:124-127]
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PENGHENTIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6 BULAN PERTAMA Maharani, Ni Luh Putu; Lanang Sidiartha, I Gusti
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.954 KB)

Abstract

Manfaat air susu ibu (ASI) sudah diketahui masyarakat luas namun menurut survei demografi dankesehatan Indonesia tahun 2003 hanya 14% bayi usia 4-5 bulan yang diberi ASI secara eksklusif.Alasan ibu menghentikan pemberian ASI anak sebelum usia 6 bulan sangat berbeda-beda tergantungkarakteristik ibu. Belum ada data terbaru tentang alasan penghentian ASI eksklusif. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik penghentian ASI eksklusif. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif potong lintang dengan subyek bayi dan anak usia 6 bulan-24 bulanyang berkunjung ke Poliklinik RS Sanglah Denpasar pada periode September 2011-Desember 2011.Selama periode penelitian terdapat 108 bayi dan anak yang berkunjung ke Poliklinik RS Sanglah.Prevalensi penghentian ASI eksklusif pada penelitian ini 63 (58%). Alasan penghentian ASI eksklusifadalah bayi tidak puas dengan pemberian ASI saja 21 (33,3%), produksi ASI tidak cukup 17 (27,0%),ASI tidak keluar 11 (17,5%), kesulitan bayi dalam menyusu 8 (12,7%), ibu sakit dan harus meminumobat 4 (6,3%), dan luka atau lecet pada payudara 2 (3,2%). Penghentian ASI terbanyak didapatkanpada usia 0 bulan. Alasan menghentikan ASI eksklusif terbanyak adalah bayi tidak puas denganpemberian ASI saja. [MEDICINA 2013;44:82-86].
ANGIOFIBROMA NASOFARING PADA PASIEN USIA LANJUT Yudianto A, Sony; Tjekeg, M; Ardika Nuaba, G
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.314 KB)

Abstract

Angiofibroma nasofaring adalah tumor jinak nasofaring yang secara histopatologis merupakan tumor jinak, tetapi secara klinis bersifat destruktif. Tumor ini sering terjadi pada laki-laki prepubertas dan remaja, jarang ditemukan pada pasien usia di atas 25 tahun. Pada kasus ini dilaporkan angiofibroma nasofaring pada laki-laki usia lanjut dengan keluhan hidung tersumbat dan epistaksis berulang, dilakukan operasi ekstirpasi tumor dengan pendekatan transpalatal. Prognosis pasien ini baik, karena pada evaluasi 3 bulan setelah operasi tidak tampak pertumbuhan tumor baru.[MEDICINA 2013;44:105-108].
RETINOBLASTOMA FAMILIAL IN A 3-YEAR-OLD GIRL Wini Mardewi, Kadek; Ariawati, Ketut
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.201 KB)

Abstract

Retinoblastoma is the commonest intraocular tumor in childhood. About one thirds  of all cases are bilateral. It is recognized that bilateral and familial retinoblastoma are cause by germline mutation and are thus a heritable tumor. We reported a case, 3-year-old girl showing proptosis of the right eye since six months before admission. She had family history (his father) of retinoblastoma. Physical examination showed mass of the righ eye and leucorea of the left eye. Computed tomography scan showed  retinoblastoma extraoccular of the right eye and retinoblastoma intraoccular of the left eye without spread to the pinealis gland or Parsellar. Bone marrow aspration showed non hemopoitic cell (metastatic tumor). Patient was diagnosed with bilateral retinoblastoma familial grade V. Despite the management of this patient is chemotherapy and still on treatment chemotherapy continuous phase, the prognosis still worse. [MEDICINA 2013;44:128-134]
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RINITIS AKIBAT KERJA PADA PEKERJA PABRIK ROTI Setiawathi, NP; Sudipta, M; Sagung Puteri, AA; Sari Wulan, DS
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.231 KB)

Abstract

Debu tepung gandum yang masuk ke saluran nafas pekerja pabrik roti dapat menyebabkan penyakitpada saluran napas yaitu rinitis akibat kerja (RAK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiprevalensi dan faktor-faktor risiko yang terkait dengan RAK pada pekerja pabrik roti di PT R. Penelitiandeskriptif analitik dengan desain potong lintang dilakukan di perusahaan roti PT R, bulan Januari2013. Sampel diambil secara consecutive sampling, dilakukan analisis bivariat dan multivariat dengantingkat kemaknaan (P) < 0,05. Dari 82 orang, RAK didapat pada 23 orang (28%). Rinitis akibat kerjapada kelompok terpapar debu gandum sebesar 59% sedangkan kelompok tidak terpapar 8%. Dari 6faktor yang diteliti seperti usia, masa kerja, riwayat atopi, merokok, paparan debu gandum, danpemakaian APD, setelah dilakukan analisis regresi logistik hanya paparan debu gandum yang terbuktisecara bermakna meningkatkan risiko kejadian RAK pada pekerja pabrik roti sedangkan yang lainnyatidak terbukti (IK95% 3,3 sampai 52,8 OR=13,2 P<0,05). Prevalensi RAK pada pekerja pabrik rotiadalah 28%. Paparan debu gandum terbukti secara bermakna meningkatkan risiko RAK pada pekerjapabrik roti. [MEDICINA 2013;44:87-92].
GUSHER PERILIMFE PADA OPERASI IMPLAN KOKLEA PENDERITA DISPLASIA MONDINI Suryana, W; Andi, DS; Sudana, W
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.575 KB)

Abstract

Displasia Mondini merupakan salah satu kelainan koklea yang sering kali dijumpai. Evaluasi dan penanganan gangguan pendengaran penderita malformasi telinga dalam ini memberi tantangan yang besar bahkan bagi dokter yang telah berpengalaman sekalipun. Salah satu risiko yang paling sering dilaporkan selama operasi implan koklea penderita displasia Mondini adalah terjadinya kebocoran perilimfe saat kokleostomi atau disebut dengan gusher perilimfe. Kami tertarik melaporkan satu kasus gusher perilimfe pada operasi implan koklea anak penderita displasia Mondini di RSUP Sanglah Denpasar. Kebocoran cairan perilimfe tersebut ditangani dengan menyumbat lubang kokleostomi dan obliterasi kavum timpani menggunakan fasia dan otot.[MEDICINA 2013;44:109-112].
MALIGNANT TRITON TUMOR NERVUS SURALIS YANG BERASAL DARI PLEXYFORM NEUROFIBROMA Maharini Rahayu, Ni Made; Juli Sumadi, I Wyn; Ekawati, Ni Putu; Saputra, Herman
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.056 KB)

Abstract

Tumor ganas yang berasal dari saraf tepi atau tumor dengan diferensiasi elemen-elemen selubung saraf disebut sebagai malignant peripheral nerve sheath tumors (MPNST). Sebuah varian dari MPNST yang memperlihatkan pembentukan otot lurik disebut sebagai malignant Triton tumor. Diagnosis malignant Triton tumor harus memenuhi kriteria diagnosis MPNST dan dibuktikan adanya diferensiasi rhabdomyoblas. Kasus ini dibahas oleh karena insidennya jarang, yaitu kurang dari 5% dari keseluruhan tumor ganas jaringan lunak. Pasien adalah seorang wanita, 40 tahun, dengan nodul pada cruris dan siku kanan. Pemeriksaan mikroskopis dengan pulasan  hematoxylin eosin  pada cruris menunjukkan gambaran yang khas untuk MPNST, serta terlihat sebaran sel-sel rhabdomyoblas yang positif terhadap pengecatan Desmin dan S-100. Tumor pada siku dan nervus suralis menunjukkan gambaran plexyform neurofibroma. Berdasarkan histopatologi konvensional dan imunohistokimia, kasus disimpulkan sebagai malignant Triton tumor nervus suralis yang berasal dari plexyform neurofibroma.[MEDICINA 2013;44:135-140]
BALLOON CATHETER DILATION PADA RINOSINUSITIS KRONIS Tantana, Olivia; Ratnawati, Luh Made
Medicina Vol 44 No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.47 KB)

Abstract

Prevalensi rinosinusitis kronis cukup tinggi dan pengobatannya memerlukan biaya besar. Bilapengobatan tidak memuaskan maka tindakan pembedahan merupakan pilihan terbaik. Ballooncatheter dilation merupakan teknik baru untuk penanganan sinusitis. Alat ini dirancang untukmenghasilkan mikrofraktur dan membentuk ulang tulang di sekitar ostium sinus. Teknik ini dapatmengurangi risiko perdarahan dan telah diakui oleh The United Stated Food and Drugs Association.[MEDICINA 2013;44:93-96].

Page 1 of 2 | Total Record : 13