cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 23020172     DOI : -
Core Subject : Economy,
Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (PPs-Unsyiah) menyediakan wadah publikasi segala bentuk hasil penelitian di bidang Ilmu Ekonomi melalui Jurnal Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unsyiah. Jurnal ini dilahirkan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku pendidikan. Untuk menambah meningkatkan mutu dan kwantitas informasi yang hendak disampaikan, jurnal ini terbuka untuk seluruh pelaku pendidikan. Jurnal ini diharapkan akan menyajikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari ilmu Ekonomi yang up to date. Jurnal ini dikelola oleh Program Pascasarjana Unsyiah bagian (SJM) dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus 2014" : 10 Documents clear
KONSUMSI DI PROVINSI ACEH Muhammad Afdhal, Sofyan Syahnur, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.305 KB)

Abstract

for food, clothing, entertainment, or for other needs. Public expenditures for food, clothing, and other necessities is called the expenditure or consumption. Public consumption is influenced by many factors, including the factors of income, wealth, interest rates and inflation. This is supported by theories that have been developed by economists. The data used are secondary data by type of annual time series data from 1990 to 2012 were sourced from the Regional Development Planning Agency (BAPPEDA) Aceh Province, the Central Statistics Agency (BPS), Bank Indonesia (BI) and other supporting data obtained of journals, books and research beforehand. The variable in this study is income, wealth, interest rates and inflation and its relation to household consumption. any increase in regional per capita income of Rp 1 million Y_t it will lower household consumption C_t Rp 694.4862 billion. any increase in quasi money W_t Rp 1 billion, it will increase the consumption of Rp C_t 0.5242 billion. any increase in deposit rates r_t Rp 1% it will reduce the consumption of Rp C_t 363.7505 billion. any increase in inflation i_t Rp 1% it will increase consumption C_t Rp 40.3652 billion. Keywords: the consumption, Public, income, wealth, interest rates, inflation. Abstrak: Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang selalu berhubungan dengan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakaian, hiburan atau untuk kebutuhan yang lain. Pengeluaran masyarakat untuk makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya tersebut dinamakan dengan pembelanjaan atau konsumsi. Konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor pendapatan, kekayaan, tingkat suku bunga dan inflasi. Hal ini didukung oleh teori yang telah dikembangkan oleh para ahli ekonomi. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan jenis data runtun waktu tahunan dari tahun 1990 sampai tahun 2012 yang bersumber dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) dan data pendukung lainnya yang diperoleh dari jurnal, buku dan penelitian sebelumnya. Variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan, kekayaan, suku bunga dan inflasi serta kaitannya dengan konsumsi rumah tangga. setiap kenaikan pendapatan regional per kapita Y_t sebesar Rp 1 juta maka akan menurunkan konsumsi rumah tangga C_t sebesar Rp 694.4862 miliar. setiap kenaikan uang kuasi W_t sebesar Rp 1 miliar maka akan meningkatkan konsumsi C_t sebesar Rp 0.5242 miliar. setiap kenaikan suku bunga deposito r_t sebesar Rp 1% maka akan menurunkan konsumsi C_t sebesar Rp 363.7505 miliar. setiap kenaikan inflasi i_t sebesar Rp 1% maka akan meningkatkan konsumsi C_t sebesar Rp 40.3652 miliar. Kata kunci : Konsumsi, Masyarakat, Pendapatan. Kekayaan, Suku Bunga, Inflasi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDA ACEH Aslim, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.991 KB)

Abstract

Abstract: Revenue is the most important barometer in terms of the ability to determine the level of a region in implementing regional autonomy. This study aims to determine how much influence the Gross Domestic Product (GDP), Population of the Local Revenue in Banda Aceh. The independent variables GDP and Population, while the dependent variable, namely: Regional Revenue.. This hypothesis testing used multiple linear regression of t test, F test and test the coefficient of determination. The results of the study converted the F count > F table and the value of the independent variable t ( GDP ) is greater when compared with the t table , it can be concluded , the two independent variables simultaneously the positive effect on the original income of the Municipality. Hopefully that Banda Aceh city government will improve the three dominant sector in the GDP is contributed to the agricultural sector , the trade, hotel and restaurant sector and industry Keywords : Onw source Revenue (PAD), Gross Domestic Product (GDP), Population. Abstrak: Pendapatan Asli Daerah adalah barometer yang paling penting dalam hal untuk menentukan tingkat kemampuan suatu daerah dalam melaksanakan otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Produk Domestik Regional Bruto(PDRB), Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Banda Aceh. Variabel bebas PDRB dan Jumlah Penduduk, sedangkan variabel terikatnya yaitu: Pendapatan Asli Daerah. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan uji t, uji F dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkkan nilai F hitung > F tabel dan nilai t hitung variabel independen (PDRB) lebih besar bila di bandingkan dengan t tabel, dapat disimpulkan, secara simultan kedua variabel independen tersebut berpengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah kota Banda Aceh. Diharapkan kepada pemerintah kota Banda Aceh untuk meningkatkan tiga sektor yang dominan dalam memberikan sumbangan terhadap PDRB yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor industri Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk.
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH Anita, Said Muhammad, Abubakar Hamzah.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.391 KB)

Abstract

Abstract: The fiscal decentralization aims to increase economic growth in the region faster, because the area is set up and manage its own finances in the implementing of development activities. So the area is expected to be a driving force in economic growth, to the issues raised in this study is how big the influences of the fiscal decentralization on economic growth in the Aceh Province and whether there are differences in economic growth before and after the fiscal decentralization in the Aceh Province. This study goals is to aim determining differences in economic growth before and after the fiscal decentralization in the Aceh Province and to determine the influences of the fiscal decentralization on economic growth in the Province. This research method using time series data analysis. The data obtained in this study is a secondary data at the macro level of the relevant institutions such as Bappeda Aceh, Central Bureau of Statistics (BPS) and then analyzed using multiple linear regression model. The results of this study indicate that there is the effect of economic growth in Aceh before and after the fiscal decentralization is 0.129 % (percent) thus it is recommended that the policy of the fiscal decentralization considered important in promoting economic growth. Keywords: Economic growth (GDP), DBH (DBH), the General Allocation Fund (DAU) and Special Allocation Fund (DAK). Abstract: Pelaksanaan desentralisasi fiskal bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah yang lebih cepat, karena daerah sedirilah yang mengatur dan mengelola keuangannya sendiri dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Sehingga daerah diharapkan menjadi motor penggerak dalam pertumbuhan ekonomi untuk itu permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah berapa besar pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh dan apakah terdapat perbedaan pertumbuhan ekonomi sebelum dan setelah desentralisasi fiskal di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan ekonomi sebelum dan setelah desentralisasi fiskal di Provinsi Aceh dan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Metode penelitian ini menggunakan analisis data time series. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat makro dari lembaga terkait seperti Bappeda Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS), lalu dianalisis menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh sebelum dan sesudah desentralisasi fiskal yaitu 0.129 % (persen), dengan demikian maka disarankan bahwa kebijakan desentralisasi fiskal dianggap penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
PENGARUH PEMBENTUKAN MODAL KOTOR (GROSS CAPITAL FORMATION), KEBEBASAN EKONOMI DAN KEBEBASAN POLITIK TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO : ANALISIS ANTAR NEGARA Danny Pratomo, Said Muhammad, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.889 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of Gross Capital Formation (Gross Capital Formation), Economic Freedom and Political Freedom on Gross Domestic Product in the countries, and per capita income groups based on World Bank per capita income classification. The data used in this study is a secondary data sourced from World Development Indicators, World Bank, The Heritage Foundation, and The Freedom House in 2012. This study uses Ordinary Least Square method with cross section data. The results of the study used three independent variables showed mixed results at the level of α = 5%. For the Gross Domestic Product, Gross Capital Formation variable has a positive effect, negative effect on Economic Freedom variable and negative effect on Political Freedom variable. For low-income countries, Gross Capital Formation variable has a positive effect, positive influence on variables Economic Freedom and Political Freedom variable has a positive effect. And for high-income countries, Gross Capital Formation variable has a positive effect, negative effect on Economic Freedom variable and Political Freedom variable has a negative effect. Based on the analysis results, we can conclude that the diversity of the results obtained from the analysis conducted shows Gross Capital Formation, Economic Freedom and Political Freedom nature varies in each state and the state's per capita income brackets. This study is expected to be a reference material consideration in the planning and improvement of the Gross Domestic Product number of countries of the world. Keywords : Gross Domestic Product, Gross Capital Formation, Economic Freedom, Political Freedom. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pembentukan Modal Kotor (Gross Capital Formation), Kebebasan Ekonomi dan Kebebasan Politik terhadap Produk Domestik Bruto pada negara-negara, dan golongan pendapatan per kapita. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari World Development Indicator, World Bank, The Heritage Foundation, dan The Freedom House tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode Ordinary Least Square dengan data cross section. Hasil penelitian pada ketiga variabel independen yang digunakan menunjukkan hasil yang beragam pada taraf α = 5%. Untuk Produk Domestik Bruto, variabel Gross Capital Formation berpengaruh positif, variabel Kebebasan Ekonomi berpengaruh negatif, dan Kebebasan Politik berpengaruh negatif. Untuk low income countries, variabel Gross Capital Formation berpengaruh positif, variabel Kebebasan Ekonomi berpengaruh positif, dan Kebebasan Politik berpengaruh positif. Dan untuk high income countries, variabel Gross Capital Formation berpengaruh positif, variabel Kebebasan Ekonomi berpengaruh negatif, dan Kebebasan Politik berpengaruh negatif. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa keberagaman hasil yang diperoleh dari analisis yang dilakukan memperlihatkan Pembentukan Modal Kotor, Kebebasan Ekonomi dan Kebebasan Politik sifatnya sangat bervariasi pada tiap negara dan golongan pendapatan per kapita negara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dan pertimbangan dalam perencanaan peningkatan Produk Domestik Bruto sejumlah negara dunia. Kata Kunci : Produk Domestik Bruto, Pembentukan Modal Kotor (Gross Capital Formation), Kebebasan Ekonomi dan Kebebasan Politik.
KONTRIBUSI PAJAK DAN RETRIBUSI KEDAI KOPI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDA ACEH Yulia Zahara, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.252 KB)

Abstract

Abstract: As an effort to fulfill and increase local own source revenue, Banda Aceh government through the Department of Finance and Asset Management area also perform cleaning levy tax on businesses and coffee shops in the city of Banda Aceh.Penelitian aims to determine the contribution of tax and service fees waste / cleanliness of the coffee shop to the receipt of revenue (PAD) of Banda Aceh. The data used in this study is a time series data (time series) during the year 2008 to the year 2012 from January to December and for 2013 data used is the data from January to June of data include: taxes and levies waste services / cleanliness of the coffee shop in the city of Banda Aceh and Banda Aceh PAD subsequently analyzed using the method of contribution analysis. The survey results revealed that the taxes and charges hygiene coffee per year, on average, contribute to PAD Banda Aceh respectively by 1.701% and 0.071%. Taxation levied on enterprises of coffee shops in the city of Banda Aceh still refers to the old regulation, ie Regulation No. 5 of 1998 on the Hotel and Restaurant Tax. Levy charges on waste services / cleanliness of the coffee shop has been set up in the Qanun No. 13 of 2007 and still need to apply more restrictive sanctions to address the payment of levy arrears waste services / cleanliness. Keywords: coffee shop tax, retribution of waste services / cleanliness, Own Source Revenue (PAD) in Banda Aceh. Abstrak: Sebagai upaya dalam memenuhi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah juga melakukan pemungutan pajak dan retribusi kebersihan terhadap usaha kedai kopi yang ada di Kota Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi pajak dan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan dari kedai kopi terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series (runtut waktu) selama tahun 2008 sampai dengan tahun tahun 2013 meliputi data: pajak dan retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan dari kedai kopi di kota Banda Aceh dan PAD kota Banda Aceh yang selanjutnya di analisis dengan menggunakan metode analisa kontribusi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pajak dan retribusi kebersihan kedai kopi per tahun secara rata-rata memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Banda Aceh masing-masing sebesar 1.701% dan 0.071%. Pemungutan pajak terhadap usaha kedai kopi di Kota Banda Aceh masih mengacu pada Perda lama, yaitu Perda nomor 5 tahun 1998 tentang Pajak Hotel dan Restoran. Pungutan terhadap retribusi pelayanan persampahan/kebersihan kedai kopi telah diatur dalam qanun Nomor 13 Tahun 2007 dan masih perlu diterapkan sanksi yang lebih mengikat untuk mengatasi berbagai penunggakan pembayaran retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. Kata kunci : pajak kedai kopi, retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh.
SEKTOR PEMBENTUK PDRB Faisal, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.816 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the dominant sector of economic in Aceh Besar District as a material consideration in the planning of information and economic development. By using the secondary data in the form of the Gross Regional Domestic Product (GRDP) time series of Aceh Besar and Aceh Province during sepecially 2008-2010 and 2010-2012. To reach the purpose this study, it used some methods such as Tipology Klassen, Location Quotient (LQ) and the shift share analysis fastilated by Esteban Merquillas. The results of this study indicate that the building and construction sector as well as trade, the hotel and restaurant sector are dominant sectors because of growing exponentially a sector basis as well as competitive and specialized with a substantial contribution. The local government of Aceh Besar district in an effort to boost the economy with developing dominant sectors that provide high impact for increasing income and employment opportunities in Aceh Besar District. Keywords : dominant sector, klassen typology, location quotient and shift share dynamic esteban-merquillas. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor unggulan perekonomian wilayah Kabupaten Aceh Besar sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan ekonomi Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Aceh Besar dan Provinsi Aceh tahun 2008-2012. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis Klassen Tipology, analisis Location Quotient (LQ) dan analisis Shift Share dinamik Esteban Merquillas. Hasil penelitian dengan ketiga metode analisis baik location Quetion, Klassen Typology, maupun shift share dinamik Esteban-Merquillas menunjukkan bahwa sektor bangunan dan konstruksi serta sektor perdagangan, hotel dan restoran adalah merupakan sektor unggulan dengan kriteria tergolong ke dalam sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat, merupakan sektor basis serta kompetitif dan terspesialisasi dengan kontribusi yang cukup besar. Pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah agar lebih mengutamakan pengembangan sektor unggulan sehingga memberikan dampak yang tinggi bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan lapangan pekerjaan.. Kata kunci : Sektor unggulan, Klassen Typology, Location Quotient dan Shift Share dinamik Esteban-Merquillas.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAERAH SEKTOR PARIWISATA KOTA BANDA ACEH Zelvian Shella, Said Muhammad, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.014 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the influence of the variable number of tourist arrivals, tourist attraction, hotels, and length of stay against local revenue of tourism sector in Banda Aceh. The data of this study is secondary data in the from of chronological order in 1997-2012. Analysis method that used in this study is multiple linear regression with local revenue of tourism sector as dependent variable and four independent variables are the number of tourists, the number of attractions, the number of hotels, and length of stay.The result suggest that simultaneously the number of tourist, number of attraction, number of hotels, and length of stay has a significant affect on local revenue of tourism sector at Banda Aceh with a value of R2 and R respectively 0,984 and 0,992. Partially, the number of tourist, number of hotels, and length of stay has a significant affect on local revenue of tourism sector at Banda Aceh, while the number of attraction did not affect against local revenue of tourism sector at Banda Aceh. And from the fourth variable is the most dominant influence on local revenue of tourism sector in Banda Aceh is the number of tourist arrivals with probability of significance of 0,000. Keywords: Local revenue of tourism sector, the number of tourists, the number of attractions, the number of hotels, length of stay Abstrak: Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel jumlah wisatawan, jumlah objek wisata, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata di Kota Banda Aceh. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dalam bentuk data berkala tahun 1997-2012. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan penerimaan daerah sektor pariwisata sebagai variabel dependen dan empat variabel independen yaitu jumlah wisatawan, jumlah objek wisata, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan. Hasil penelitian mengungkapkan secara simultan variabel jumlah wisatawan, objek wisata, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata Kota Banda Aceh dengan nilai R2 dan R masing-masing sebesar 0,984 dan 0,992. Secara parsial jumlah wisatawan, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata Kota Banda Aceh, sedangkan variabel objek wisata berpengaruh tidak signifikan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata Kota Banda Aceh. dan dari keempat variabel tersebut yang paling dominan pengaruhnya terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata di Kota Banda Aceh adalah variabel jumlah wisatawan dengan nilai signifikasi sebesar 0,000. Kata kunci: PAD Sektor Pariwisata, Jumlah Wisatawan, Objek Wisata, Jumlah Hotel, Lama Tinggal Wisatawan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN ACEH BESAR Sulastri, Abubakar Hamzah, Samsul Rizal.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.16 KB)

Abstract

Abstract: The main objective of this study was to determine the factors that affect the income of fishermen in Great Aceh. This study uses primary data is data that is obtained from the distribution of questionnaires to 95 respondents. Data were tested and analyzed using Multiple Linear Regression Model (Model Regresi linier Berganda) technique with Ordinary Least Square (OLS). The results of the analysis indicate that the traditional fishermen Capital (M), The amount of labor (L) significantly affects the income of fishermen in Great Aceh, the results of the analysis showed the modern fisherman working capital (M) and the number of days at sea (J) a significant effect on the income of fishermen. From the analysis that has been carried out on several criteria that capital should be used with an increase in working capital, of course the results obtained should be greater using of working capital efficiency improvements can be done by calculating the operational cost needs better. Limitations of venture capital or investment can also complicate fisheries fishermen increase economic activity. Because the government can help the fishermen by enhancing the functions of microfinance institutions and cooperatives pro fisherman and build Business Group (KUB) for fishermen, such as through ownership of the means of collective arrests. Keywords : Income Fishermen, working capital, the amount of labor, number of days at sea, Technology. Abstrak : Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data primer berupa data yang diperoleh dari pembagian kuisioner kepada 95 responden. Data diuji dan dianalisis dengan menggunakan Model Regresi linier Berganda (Multiple Linear Regressian Model) dengan teknik regresi kuadrat terkecil (Ordinary Least Square/OLS). Hasil analisis pada nelayan tradisional menunjukkan bahwa Modal (M), Jumlah Tenaga Kerja (L) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar, hasil analisis pada nelayan modern menunjukkan Modal kerja (M) dan Jumlah hari melaut (J) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap beberapa kriteria modal yang digunakan seharusnya dengan adanya peningkatan modal kerja, sudah tentu hasil yang diperoleh harus lebih besar, Peningkatan efisiensi penggunaan modal kerja dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan kebutuhan biaya operasional secara lebih baik. Keterbatasan modal usaha atau investasi juga dapat menyulitkan nelayan meningkatkan kegiatan ekonomi perikanannya. Karena itu pemerintah dapat membantu para nelayan dengan cara mengembangkan fungsi lembaga keuangan mikro dan koperasi yang memihak nelayan dan membangun Kelompok Usaha Bersama (KUB) bagi nelayan, seperti melalui pemilikan sarana-sarana penangkapan secara kolektif. Kata kunci : Pendapatan Nelayan, Modal kerja, Jumlah Tenaga kerja, Jumlah hari melaut, Teknologi.
EFISIENSI ANALISIS DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DI KABUPATEN BARAT ACEH PADA MASA OTONOMI Alisman, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.954 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the efficiency and effectiveness of Financial Management in West Aceh district autonomy, since the enactment of Law No. 22 of 1999 on District Government, the authority that has been delegated still centralized or decentralized to district or duties except task still central authority such as religion, defense, monetary and other, so that the area formerly had a budget that is a little with decentralization can manage a relatively large budgets, so that the trend of using uncontrolled budget, this causes an increase in some areas her big budgets but not in line with the increase in the welfare of its inhabitants. Therefore this research wants to know whether the West Aceh district budget has been managed efficiently and effectively. This study analyzes the structure of Government Financial relationships and West Aceh regency administration of the revenue expenditure of funds, besides that analyze growth revenue (PAD) and the relationship with public investment sector, PDRB and the cost of tax collection area. The data used are secondary data with time series (time series) in the period Fiscal Year 2003 through 2012 These results indicate that PAD West Aceh district is heavily influenced by public investment sector, PDRB and the cost of tax collection area amounted to 89,7 per cent, this means the ability to multiply the sources of revenue are still up, the future is expected to be held intensification and extension of PAD. The growth of the budget of 2003 was very high from Rp.160.188.855.484,00 in 2012 to Rp 591,654,620,478.09. Budget management efficiency levels ranging from 24.76 percent the lowest and highest at 85.53 local fiscal management means efficiency in the West Aceh district is quite efficient and very efficient, while the level of effectiveness ranged between 96.32 per cent of the lowest up to 117, 78 percent is the highest, the value effectiveness is quite effective and very effective. Keywords: Analysis, Efficiency, Effectiveness, Finance and District Autonomy. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi dan efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Aceh Barat Pada Era Otonomi Daerah, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah maka kewenangan yang selama ini masih terpusat atau dekonstrasi dilimpahkan ke daerah atau desentralisasi kecuali tugas-tugas yang masih kewenangan pusat seperti agama, pertahanan, moneter dan lainnya, sehingga daerah yang dahulunya memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja yang sedikit dengan berlakunya otonomi daerah dapat mengelola APBD yang relatif lebih besar, sehingga kecenderungan penggunaan anggaran tidak terkontrol, ini menyebabkan di beberapa daerah peningkatan APBD nya besar tetapi tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan penduduknya. Untuk itu penelitian ini ingin mengetahui apakah APBD Kabupaten Aceh Barat telah dikelola secara efesien dan efektif. Penelitian ini menganalisis struktur hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat dari sisi penerimaan dana pengeluaran, disamping itu menganalisis pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keeratan hubungan dengan investasi sector public, upah pungut pajak daerah dan PDRB. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan runtut waktu (time series) dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2003 sampai dengan 2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PAD Kabupaten Aceh Barat sangat dipengaruhi oleh invesatsi sector publik, PDRB dan upah pungut pajak sebesar 89,7 persen, ini berarti kemampuan daerah untuk mengali sumber-sumber pendapatan asli daerah sudah agak baik, ke depan diharapkan dapat lebih mengadakan intensifikasi dan ekstensifikasi PAD. Pertumbuhan APBD dari tahun 2003 meningkat sangat tinggi dari Rp.160.188.855.484,00 pada tahun 2012 menjadi Rp 591.654.620.478,09. Untuk tingkat efisiensi pengelolaan APBD berkisar antara 24,76 persen terendah dan yang tertinggi sebesar 85,53 ini berarti efisiensi pengelolaan APBD di Kabupaten Aceh Barat tergolong cukup efisien dan sangat efisien, sedangkan tingkat efektivitas berkisar antara 96,32 persen yang terendah sampai dengan 117,78 persen yang tertinggi, nilai efektifitas ini tergolong pada efektif dan sangat efektif. Kata Kunci : Analisis, Efisiensi, Efektivitas, Keuangan Daerah dan Otonomi Daerah.
ANALISIS BELANJA PEMERINTAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI ACEH Rudi Wahyudi, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.454 KB)

Abstract

Abstract : This study aims to empirically analyze the influence of local government spending wellknowed as direct and indirect government expenditure and economic growth against poverty rate in Aceh as well to estimate the level of poverty if the allocation of government expenditure and economic growth have increased . This study uses secondary data in the form of time series data in 2007-2012 with quantitative research approach is based on panel data regression, ie direct and indirect expenditure data, economic growth, and the level of poverty in 23 districts / cities in Aceh. The results showed that direct expenditure significantly positive effect on the level of poverty, and indirect expenditure significant negative effect on the level of poverty, while economic growth does not significantly affect the level of poverty. based on the results of this study, locals governments are required to manage finances with greater responsibility through synergies between policy priorities and development programs/activities undertaken by evaluated of the activities that have been implemented, revising development activities based on the results of the evaluation, also conducted preliminary studies before running up the development programs/activities which include the collection and analysis of data. And the development program wouldn’t seem made as situated and temporally decision. Keywords: direct government expenditure, indirect government expenditure, economic growth, poverty rate, panel data regression. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh faktor belanja pemerintah daerah baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung dan juga pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Aceh serta untuk mengestimasi tingkat kemiskinan jika alokasi belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan. Penelitian ini mengunakan data sekunder berupa data runtun waktu tahun 2007-2012 dengan pendekatan penelitian kuantitatif berdasarkan regresi data panel, yaitu data belanja langsung, belanja tidak langsung, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat kemiskinan di 23 kabupaten/kota di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja langsung secara signifikan berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan, dan belanja tidak langsung signifikan berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan, sementara pertumbuhan ekonomi tidak signifikan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Atas hasil penelitian ini pemerintah daerah dituntut untuk mengelola keuangan dengan tanggung jawab yang lebih besar melalui pensinergian antara prioritas maupun kebijakan pembangunan dengan program/kegiatan yang dilaksanakan melalui evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, merevisi kembali kegiatan pembangunan berdasarkan hasil evaluasi, juga melakukan studi awal yang meliputi pengumpulan dan analisis data sebelum menjalankan kegiatan pembangunan sehingga program/kegiatan lebih terencana, matang dan bukan sebuah keputusan situasional dan temporal. Kata kunci : belanja langsung, belanja tidak langsung, pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, regresi data panel.

Page 1 of 1 | Total Record : 10