cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2: September 2015" : 14 Documents clear
Uji Performansi Kontrol Suhu dan Kelembaban Menggunakan Variasi Kontrol Digital dan Kontrol Scheduling untuk Pengawetan Buah dan Sayuran Rofan Aziz; Karsid .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4 No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.408 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.166.2015

Abstract

Currently the preservation of fruit and vegetables in Indonesia is still done with traditional. Most post-harvest handling of fruits and vegetables in Indonesia directly sold into the market. So at harvest, the quantity of the commodity is abundant and when the time of harvest finished exhausted and rare commodity. In the fruit and vegetable preservation, temperature and relative humidity are two control variables that influence each other. Where the increase and decrease in temperature will result in changes in relative humidity. In this research carried out two variations control the digital control and control scheduling to determine the characteristics of the relationship of temperature and relative humidity . Results from both trials showed that the variation of the control of digital control has a good quick peak time to reach the set point temperature and humidity. While scheduling control humidity rise with the increase in temperature.      Keywords : Temperature, Relative Humidity, Fruits, Vegetables, preservation. Abstrak—Saat ini proses pengawetan buah dan sayuran di Indonesia masih dilakukan dengan cara tradisional. Banyak buah dan sayuran pasca panen langsung dijual ke pasar. Sehingga pada saat panen, kuantitas komoditi tersebut melimpah dan disaat waktu panen selesai komoditi tersebut habis dan langka. Pada pengawetan buah dan sayuran, suhu dan kelembaban relatif merupakan dua variabel kontrol yang saling mempengaruhi. Dimana kenaikan dan penurunan suhu akan berakibat pada perubahan kelembaban relatif. Pada penelitian kali ini dilakukan dua variasi kontrol yaitu kontrol digital dan kontrol scheduling untuk mengetahui karakteristik hubungan suhu dan kelembaban relatif. Hasil dari uji kedua variasi kontrol tersebut didapatkan bahwa kontrol digital memiliki waktu puncak yang cepat baik untuk mencapai set point suhu dan kelembaban. Sedangkan kontrol scheduling kenaikan kelembaban mengikuti kenaikan suhu.    Kata Kunci : Suhu, Kelembaban Relatif, Buah, Sayuran, Pengawetan
Perancangan Modifikasi Antena Kupu – Kupu Panjang Dual Frekuensi untuk Aplikasi Hypherthermia Kiki Kananda; Hanalde Andre; Agus Rahmad Timor; Khairullah .; Erliwati .; Zulka Hendri
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4 No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.508 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.168.2015

Abstract

Therapy device of Electromagnetic Wave radiation  hypherthermia used clinically to heat tissue in the human body. Increased temperatures are not followed by tissue outside the body. The use of electromagnetic waves at frequencies 915 and 2450 MHz has been proven and widely used in hypherthermia. The design modifications butterfly antenna done by simulation using finite element method. The simulation results show the modification of antenna can work in both frequency hypherthermia. Optimal shape of the antenna produce 'return loss' (RL) -16.6295 dB at a frequency of 915 MHz and -18.2697 dB at frequency 2450 MHz.        Keywords : Hyperthermia, Dual Frequency, Antenna Application Abstrak—Radiasi gelombang elektromagnetik pada alat terapi hypherthermia digunakan secara klinis untuk memanaskan jaringan dalam tubuh manusia. Peningkatan temperatur tidak diikuti oleh jaringan luar tubuh. Penggunaan gelombang elektromagnetik pada frekuensi 915 dan 2450 MHz telah terbukti dan banyak digunakan dalam hypherthermia. Perancangan modifikasi antenna kupu – kupu panjang dilakukan dengan simulasi menggunakan metoda elemen hingga. Hasil simulasi menunjukan modifikasi antenna dapat bekerja pada kedua frekuensi hypherthermia. Bentuk optimal antena menghasilkan nilai return loss (RL) -16.6295dB pada frekuensi 915 MHz dan -18.2697dB pada frekuensi 2450 MHzKata Kunci : Hyperthermia, frekuensi ganda, Aplikasi Antena,
Analisa Kekokohan Tanggapan Tegangan Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah Dengan Berbagai Pengendali Heru Dibyo Laksono; Doohan Haliman; Aidil Danas; Wayu Diafridho A
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4 No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.65 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.169.2015

Abstract

The voltage response robustness of generator excitation system is the ability of generator excitation system to muffle noise at high frequency, has rapid response to specific input and is able to eliminate disturbance during operation. In this journal is conducted a discussion about the voltage response robustness analysis of generator excitation system with various controllers. By using the criteria of the maximum peak value, phase margin and gain margin are analyzed the voltage response robustness of generator excitation. The criteria of maximum peak value is divided into two specifically the criteria of the sensitivity maximum peak value and the criteria of the complementary sensitivity maximum peak value. The type of controllers are designed include Proportional controller (P), Proportional Integral controller (PI), Proportional Differential controller (PD), Proportional Integral Differential controller (PID), Proportional Differential controller with First Order Filter In Part Differential (PDF) and Proportional Integral Differential controller with First Order Filter in Part Differential (PIDF). The results showed that the voltage response of generator excitation system with Proportional controller (P), Proportional Integral controller (PI), Proportional Differential controller (PD), Proportional Integral Differential controller (PID) Proportional Differential controller with First Order Filter In Part Differential (PDF) and Proportional Integral Differential controller with First Order Filter in Part Differential (PIDF) is robust to disturbance, able to reduce noise at high frequencies and having rapid response to specific input. This is evidenced by sensitivity peak value smaller than 2.0000 and complementary sensitivity peak value smaller than 1.2500, the minimum limit of gain margin greater than 6.0000 dB and the minimum limit of phase margin between 30.0000 degrees to 60.0000 degrees for each controller.Keyword: robustness, excitation system, sensitivity maximum peak, complementary sensitivity maximum peak, gain margin, phase margin Abstrak— Kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator merupakan kemampuan dari sistem eksitasi generator untuk meredam derau pada frekuensi tinggi, mempuyai tanggapan yang cepat terhadap masukan tertentu dan mampu menghilangkan gangguan pada saat beroperasi.  Pada jurnal ini dilakukan pembahasan tentang analisa kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dengan berbagai pengendali. Dengan menggunakan nilai kriteria puncak maksimum dan kriteria margin penguatan dan margin fasa dilakukan analisa kekokohan pada tanggapan tegangan sistem eksitasi generator. Kriteria nilai puncak maksimum ini terbagi atas 2 bahagian yaitu nilai kriteria puncak maksimum sensitivitas dan nilai kriteria puncak maksimum sensitivitas komplementer. Untuk jenis – jenis pengendali yang digunakan terdiri dari pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PIDF). Hasil yang diperoleh bahwa tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dengan pengendali Proporsional (P),  pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali  Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial Dengan Filter Orde Pertama (PIDF) bersifat kokoh terhadap gangguan, mampu meredam derau pada frekuensi tinggi dan mempuyai tanggapan yang cepat terhadap masukan tertentu.  Hal ini dibuktikan dengan nilai puncak sensitivitas yang kecil dari 2.0000 dan nilai puncak sensitivitas komplementer yang kecil dari 1.2500, batasan minimum dari margin penguatan besar dari 6.0000 dB dan batasan minimum dari margin fasa antara 30.0000 derjat s/d 60.0000 derjat untuk setiap pengendali.Kata kunci :  kekokohan, sistem eksitasi, puncak maksimum sensitivitas, puncak maksimum sentivitas komplementer, margin penguatan, margin fasa.  
Kontrol Kecepatan Robot Hexapod Pemadam Api menggunakan Metoda Logika Fuzzy Darwison .; Rian Wahyudi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4 No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.328 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.170.2015

Abstract

This study aims to create a hexapod robot speed control fire extinguisher using fuzzy logic method . By applying the method of fuzzy logic will make the robot move smoother and comparable to the distance . The input of the fuzzy logic method is obtained from three ultrasonic sensors as detection distance to the wall / barrier . Hexapod robot using a servomotor with torgue large enough to perform the movement . Robot speed will be faster if the purpose of the movement of the robot is still far from the wall / barrier and vice versa . Microcontroller with fuzzy logic -based program of its use as a controller movement . The results showed that more refined movement based on the distance read by the sensor , where the sensor is experiencing an error distance measurement is influenced by the material wall / barrier . For the wall material / to obstacle of the board experienced a reading error of 0.18 % , amounting to 0.5 % of books and dolls of 1.58 %.Keywords: hexapod robot, fuzzy logic, and speed controlABSTRAK—Penelitian ini bertujuan membuat kontrol kecepatan robot hexapod  pemadam api menggunakan metoda logika fuzzy. Dengan menerapkan metoda logika fuzzy akan membuat pergerakan robot lebih halus dan sebanding dengan jaraknya. Input dari metoda Logika fuzzy didapatkan dari tiga sensor ultrasonik sebagai pendeteksi jarak terhadap dinding/penghalang. Robot hexapod menggunakan servomotor dengan torgue yang cukup besar untuk melakukan pergerakan. Kecepatan robot akan lebih cepat jika tujuan pergerakan robot masih jauh dari dinding/penghalang dan sebaliknya. Mikrokontroler dengan program berbasis fuzzy logic-nya digunakan sebagai pengontrol pergerakan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pergerakan lebih halus berdasarkan jarak yang terbaca oleh sensor, dimana sensor mengalami kesalahan pengukuran jarak yang dipengaruhi oleh bahan dinding/penghalang. Untuk bahan dinding/pengahalang dari papan mengalami kesalahan pembacaan sebesar 0,18%, buku sebesar 0,5% dan boneka sebesar 1,58%.Kata Kunci : robot hexapod, logika fuzzy, dan kontrol kecepatan

Page 2 of 2 | Total Record : 14