cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3: November 2016" : 16 Documents clear
Simulasi Robot Manipulator 4 DOF Sebagai Media Pembelajaran dalam Kasus Robot Menulis Huruf Rendyansyah .; Aditya P. P. Prasetyo
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.86 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.321.2016

Abstract

Industrial area has been widely used robotics technology to perform various work. Robotic technology is used because it allows the activity of human work. One of robotics technology in the industry namely robot manipulator. An operator needs to learn about operations and process of robotic manipulator system to use the robot. This research results a simulated robot manipulator with four degrees of freedom, for example a robot write letters using methods “cubic trajectory”. The motivation of this research is based on the use of robot manipulators in the Robotics Laboratory of the Faculty of Computer Science UNSRI as a teaching materials of robotics introduction course. This robot simulation can provide knowledge for learners to understand the robot manipulator path planning. The result of robot simulation runs well and the robots can write capital vowel patterns which are given.                                                          Keywords : Cubic trajectory, Robot manipulator, Simulation.Abstrak— Dalam area industri telah banyak digunakan teknologi robotika untuk melakukan berbagai pekerjaan. Teknologi robotik dimanfaatkan karena memudahkan aktivitas pekerjaan manusia. Salah satu teknologi robotika dalam industri yaitu robot manipulator. Seorang operator perlu mempelajari tentang operasi dan proses dari sistem robot manipulator supaya dapat menggunakan robot tersebut. Penelitian ini menghasilkan simulasi robot manipulator dengan empat derajat kebebasan, contoh kasusnya robot menulis huruf menggunakan metode cubic trajectory. Adapun motivasi dari penelitian ini pada dasarnya untuk menggunakan robot manipulator yang ada di Laboratorium Robotika Fakultas Ilmu Komputer UNSRI sebagai bahan ajar matakuliah robotika. Simulasi robot ini dapat memberikan pengetahuan kepada peserta didik untuk memahami perencanaan jalur pada robot manipulator. Hasil simulasi robot berjalan dengan baik dan robot dapat menuliskan pola huruf vokal kapital yang diberikan. Kata Kunci : Cubic trajectory, Robot manipulator, Simulasi.
Perbandingan Bit Error Rate Kode Reed-Solomon dengan Kode Bose-Chaudhuri-Hocquenghem Menggunakan Modulasi 32-FSK Eva Yovita Dwi Utami; Liang Arta Saelau; Andreas A. Febrianto
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.632 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.322.2016

Abstract

Reed-Solomon (RS) Code and Bose-Chaudhuri-Hocquenghem (BCH) code are cyclic block codes class of error-correting code.Error correcting code is required in communicaton system to reduce error of transmitted information from transmitter to receiver. In this paper, we present the investigation result of BER performance of communication system using RS code, BCH code and the system without error-correcting code. The simulation of the system is built using Matlab. The simulated communication system also use 32-Frequency Shift Keying modulation, and the encoded information which are investigated will propagate through AWGN, Rician and Rayleigh channel. Code performances is measured using bit error rate (BER) values. The results show that RS code performance in higher SNR, decrease BER values sharper than BCH code. But BCH code gives superior performance in lower SNR values.Keywords : BCH, Reed Solomon, BERAbstrak— Kode Reed-Solomon (RS) dan kode Bose-Chaudhuri-Hocquenghem (BCH) merupakan kode pengoreksi error yang termasuk dalam jenis kode blok siklis. Kode pengoreksi error diperlukan pada sistem komunikasi untuk memperkecil error pada informasi yang dikirimkan. Dalam makalah ini, disajikan hasil penelitian kinerja BER sistem komunikasi yang menggunakan kode RS, kode BCH, dan sistem yang tidak menggunakan kode RS dan kode BCH, menggunakan modulasi 32-FSK pada kanal Additive White Gaussian Noise (AWGN), Rayleigh dan Rician. Kemampuan memperkecil error diukur menggunakan nilai Bit Error Rate (BER) yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode RS seiring dengan penambahan nilai SNR,  menurunkan nilai BER yang lebih curam bila dibandingkan sistem dengan kode BCH. Sedangkan kode BCH memberikan keunggulan saat SNR bernilai kecil, memiliki BER lebih baik daripada sistem dengan kode RS.Kata Kunci : BCH, Reed Solomon, BER
Perancangan Sistem Transfer Daya Nirkabel untuk Unmanned Aerial vehicle (UAV) Micro Jenis Quadcopter Setyawan Wahyu Pratomo
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.545 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.323.2016

Abstract

In the Unmanned Aerial Vehicle ( UAV ) type of Quadcopter,  the source of  power supply in form of a battery that is only able to work 10-15 minutes in the air is a own  issue for the performance of Quadcopter. While the performance of quadcopter  at a high that are difficult to reach, it is expected over the role an  operator must manually connect the charging cable  to battery can be replaced by the system automatically when battery runs out. For that, in this paper discusses design of wireless power transfer system for  Quadcopter  to charge battery without the help of  an  operator and not to be done  landfalls  on the ground. The  recharging process of  battery can be done at the top of the building or in the common  ground  that  has  been installed wireless power transfer. The aim is to improve the performance of  quadcopter`s work  in the air in accordance with the usefullness. From the design of wireless power transfer system for quadcopter`s charging the battery obtained the results the best efficiency power transfer is 62.24 % with effective distance 10cm.  The frequency`s system obtained from an Oscillator Colpitss 333,1KHz by implementing the principles of electromagnetic induction.Keywords : Quadcopter, charging battery,electromagnetic inductionAbstrak— Dalam Unmanned Aerial Vehicle ( UAV ) jenis Quadcopter, sumber catu daya berupa baterai yang hanya mampu bekerja 10-15 menit di udara merupakan permasalahan tersendiri bagi performa Quadcopter. Sedangkan perfomansi dari Quadcopter pada ketinggian yang susah dijangkau, diharapkan peran operator  yang  selama ini harus mengkoneksikan secara manual kabel charging ke baterai bisa digantikan oleh sistem secara otomatis ketika baterai akan habis. Untuk itu dalam  paper ini membahas  suatu perancangan sistem transfer daya nirkabel untuk  Quadcopter  mengisi ulang  baterai  tanpa bantuan operator  dan tidak harus dilakukan pendaratan di  atas tanah.  Proses isi ulang ( charging ) baterai  bisa dilakukan di atas gedung maupun  di landasan yang telah terpasang transfer daya nirkabel. Tujuannya adalah meningkatkan performansi kerja Quadcopter di udara sesuai dengan kegunaanya.  Dari perancangan sistem transfer daya nirkabel untuk  Unmanned Aerial Vehicle ( UAV ) jenis Quadcopter  mengisi ulang ( charging ) baterai, diperoleh hasil efisiensi transfer daya terbaik sebesar  62,24% dengan jarak efektif 10 cm.  Frekuensi sistem transfer daya nirkabel  diperoleh dari rangkaian Colpitss Oscillator sebesar 333,1 KHz dengan menerapkan prinsip induksi elektromagnetik.Kata Kunci : Quadcopter, charging baterai, induksi elektromagnetik 
Rancang Bangun Alat Monitoring Ketidakseimbangan Beban Pada Jaringan Tegangan Menengah Osea Zebua; Angga Hidson Setiawan; Noer Soedjarwanto; Jemi Anggara; Abdul Haris
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.998 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.325.2016

Abstract

Load unbalance is a fault that can damage power transformers in medium voltage networks. The larger load or current unbalance cause heating at the transformer winding and can cause fatal damage if it occurs in a long time. One way to prevent this damage is by monitoring the percentage of load unbalance or current unbalance in medium voltage network. This paper presents the design of load unbalance monitoring equipment on medium voltage networks. Arduino microcontroller is used as the main controller. Current sensors and voltage sensors are used to obtain the data of current and voltage at any time. The load unbalance monitoring result that exceeds the setting value is sent to a warning systems and mobile phones. The test results on the secondary side of the power transformer showed that the equipment can monitor load (current) unbalance with a maximum difference of 0.17%, voltage unbalance with maximum difference of 0.033% and neutral current with maximum difference of 3.29A compared to the actual values. The monitoring equipment is also capable of sending data to sound warning system and to the mobile phone when the percentage of load (current) unbalance exceeds the setting value, i.e. 30%.Keywords : load unbalance,monitoring, medium voltage network, power transformerAbstrak— Ketidakseimbangan beban merupakan gangguan yang dapat merusak transformator daya di jaringan tegangan menengah. Ketidakseimbangan beban atau ketidakseimbangan arus yang besar menyebabkan pemanasan pada belitan transformator dan menyebabkan kerusakan fatal bila berlangsung pada waktu yang lama. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan ini adalah dengan memonitoring persentase ketidakseimbangan beban atau ketidakseimbangan arus di jaringan tegangan menengah. Makalah ini menyajikan perancangan dan pembuatan alat monitoring ketidakseimbangan beban pada jaringan tegangan menengah. Mikrokontroler Arduino digunakan sebagai pengendali utama. Sensor arus dan sensor tegangan digunakan untuk memperoleh data arus dan tegangan setiap saat. Hasil monitoring ketidakseimbangan beban yang melebihi nilai yang sudah ditentukan dikirim ke sistem peringatan dan handphone. Hasil pengujian pada sisi sekunder transformator daya menunjukkan bahwa peralatan dapat memonitoring ketidakseimbangan beban (arus) dengan perbedaan maksimum 0,17%, ketidakseimbangan tegangan dengan perbedaan maksimum 0,033% dan arus netral dengan perbedaan maksimum 3,29A dibandingkan dengan nilai-nilai sebenarnya. Alat monitoring juga mampu mengirimkan data arus ke sistem peringatan bunyi dan ke handphone bila persentase ketidakseimbangan beban (arus) melebihi nilai yang sudah ditentukan, yakni 30%.                                                                Kata Kunci : ketidakseimbangan beban, monitoring, jaringan tegangan menengah, transformator daya
Pemodelan Sistem Ketenagalistrikan Skala Kecil Terisolasi menggunakan Jaring Petri Kontinu Berwaktu Abdul Halim
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.627 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.326.2016

Abstract

Utilization of isolated small-scale electricity system for supporting power supplies will continue to rise. This system is used for various purposes, particularly to supply the electricity needs of remote areas. To obtain a good performance of the system, the system requires regulatory mechanisms that coordinate system components. This mechanism is often called as energy management system. To develop an energy management system, generally the researchers used a mathematical model of the electricity system. The complexity and performance of the energy management system is very dependent on the mathematical model. In this study, a mathematical model of the electricity system will be deployed using Petri Net Model as a kind of discrete-event model. Some types of Petri nets have been used in designing an energy management system, however the implementation of Timed Continuous Petri Net (TCPN) developed by J.Julvez et al. not yet published. In this study, TCPN model for isolated small-scale electricity system developed is simulated using software called SimHPN. Our simulation results show that the developed model is valid. Although the new model is applied to a simple system, this model can be developed for more complex systemsKeywords : Isolated Small-Scale Electricity System, Timed Continuous Petri Net, Energy Management SystemAbstrak— Pemanfaatan sistem ketenagalistrikan skala kecil terisolasi untuk mendukung pasokan listrik akan terus meningkat. Sistem ini digunakan dengan berbagai tujuan khususnya untuk memasok kebutuhan listrik daerah terpencil. Untuk mendapatkan kinerja sistem yang bagus, sistem ini membutuhkan mekanisme pengaturan yang mengkoordinasikan komponen-komponen sistem. Mekanisme ini sering diistilahkan dengan sistem manajemen energi. Untuk mengembangkan sistem manajemen energi, umumnya  para peneliti menggunakan model matematik sistem ketenagalistrikan. Kompleksitas dan kinerja sistem manajemen energi sangat bergantung pada model matematika tersebut. Dalam penelitian ini, model matematik sistem ketenagalistrikan akan diturunkan dengan menggunakan model jaring petri sebagai salah satu jenis model kejadian diskrit. Beberapa jenis jaring petri sudah digunakan dalam merancang sistem manajemen energi, tetapi penerapan jaring petri jenis kontinu berwaktu (Timed Continuous Petri Net/TCPN) yang dikembangkan oleh J.Julvez dkk. belum dipublikasikan. Dalam penelitian ini, model TCPN sistem ketenagalistrikan terisolasi yang dikembangkan disimulasikan dengan menggunakan perangkat lunak SimHPN.  Hasil simulasi memperlihatkan bahwa model yang dikembangkan valid. Meskipun model baru diterapkan pada sistem yang sederhana, model ini dapat dikembangkan untuk sistem yang lebih kompleks.Kata Kunci : Sistem Ketenagalistrikan Kecil Terisolasi,  Model Jaring Petri Kontinu Berwaktu, Sistem Majemen Energi
Maximum Capacities of Distributed Generation in order to Avoid Failures of the Overcurrent Relay Coordination on a Distribution Networks Adrianti Adrianti; Rudy Prasetya
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.45 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.331.2016

Abstract

Penempatan pembangkit tersebar (DG) di jaringan distribusi sering kali mengubah arah dan besar arus baik saat kondisi normal maupun kondisi gangguan. Perubahan tersebut bisa mempengaruhi sistem proteksi yang sudah terpasang, sehingga sistem proteksi tersebut mungkin tidak bekerja seperti yang diharapkan setelah pemasangan DG. Karena kapasitas DG umumnya kecil maka penggantian sistem proteksi untuk mengatasi masalah proteksi tersebut akan menjadi tidak ekonomis. Denga alasan tersebut, tulisan ini mengusulkan sebuah metode untuk mencari maksimum kapasitas DG yang dapat dipasang tanpa menyebabkan kegagalan operasi dan koordinasi sistem proteksi yang sudah ada. Studi kasus di jaringan distribusi Sumatera Barat digunakan untuk mengilustrasikan metodologi yang diusulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin ke hilir suatu bus dari grid maka semakin kecil kapasitas DG yang dapat dipasang.Keywords : Pembangkit tersebar, kapasitas maksimum DG, relai arus lebih, koordinasi relaiAbstract— The installation of a Distributed Generation (DG) in a distribution system often changes the direction and magnitude of current for normal and faulted conditions. The changes may affect the existing protection system hence it may not work as intended to after the installation. Since DG capacity is often small, it will not be economical to invest in the changing/replacement of the protection system. For that reason, this paper proposes a methodology to find maximum capacities of DGs that can be installed without cause failures to the existing protection operation and its coordination. A case study of a distribution network in West Sumatera is present to illustrate the methodology. The results show that the more downstream of buses from the grid, the less DG capacity that can be installed.Keywords : Distributed generation, maximum capacity of DG, overcurrent relay, relay coordination

Page 2 of 2 | Total Record : 16