cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2012): JP3I" : 5 Documents clear
Estimasi True Score pada Second Order Unidimensional Data: Sebuah Studi Simulasi Monte Carlo Tentang Dampak Panjang Tes, Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Item Puti Febrayosi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10726

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan atau bias pada data unidimensional second order namun sering diperlakukan sebagai unidimensional hanya pada tingkat pertama atau first order, serta mengetahui sejauh mana pengaruh panjang tes, heterogenitas tingkat kesukaran dan daya pembeda apabila terdapat perbedaan atau bias terhadap kemampuan responden. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi Monte Carlo dengan 27 model percobaan dan setiap model direplikasi sebanyak 50 kali. Model second order unidimensional yang dibangkitkan memiliki panjang tes 20, 40 dan 60 item, dengan heterogenitas tingkat kesukaran dan daya pembeda 0,025, 0,10 dan 0, 20. Software komputer yang digunakan adalah Mplus, dengan bantuan estimator Bayesian. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan atau bias antara first order dan second order maka yang dilihat nilai mean yang dihasilkan lebih besar dari nol. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) semua model unidimensional pada second order namun dianalisis sebagai unidimensional pada first order hasil yang diperoleh mengenai theta (q atau kemampuan responden) tidak memberikan gambaran yang sebenarnya, karena terdapat bias atau perbedaan dari nilai mean yang dihasilkan lebih besar dari nol; (2) bias atau perbedaan dari theta (q atau kemampuan responden) paling besar dihasilkan oleh panjang tes 20 item dengan daya pembeda 0.20 dan tingkat kesukaran 0,10 sedangkan bias atau perbedaan dari theta (q atau kemampuan responden) paling kecil dihasilkan oleh panjang tes 60 item dengan daya pembeda dan tingkat kesukaran 0,20; (3) disamping itu, berdasarkan hasil perhitungan diperoleh R square sebesar 0.130, hal ini berarti 13% bias responden dapat dijelaskan oleh bervariasinya panjang tes, heterogenitas tingkat kesukaran dan daya pembeda dengan indeks signifikansi sebesar 0.007 (p < 0.05). Dengan demikian apabila data unidimensional pada second order namun menganalisisnya hanya pada first order unidimensional menghasilkan bias serta tidak memberikan gambaran seutuhnya mengenai kemampuan responden. Kalaupun tetap memberlakukan first order pada data unidimensional second order, bias paling kecil diperoleh dengan panjang tes yang lebih besar. Dalam penelitian ini tes dengan panjang 60 item bias yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan tes dengan panjang 20 item.
Perbandingan Sosial Desirabilitas Bentuk Soal Skala Likert, Semantik Diferensial, dan Forced-Choice dalam Pengukuran Prosocial Tendencies Farah Fauzia
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10727

Abstract

Self report Prosocial Tendencies Measure (PTM) dibuat kedalam tiga format yang berbeda (Likert scale, Semantic Differential, dan Forced-Choice). Ketiga format PTM tersebut dianalisis untuk dilihat tingkat validitasnya dan kerentanannya terhadap social desirability response (SDR). Masing-masing format self-report terdiri dari 30 item pernyataan. Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (MCSDS) digunakan untuk melihat kerentanan masing-masing format PTM terhadap SDR. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengukuran terhadap 311 orang mahasiswa (219 perempuan dan 92 laki-laki). Hasil menunjukan bahwa bentuk Semantic Differential memiliki tingkat validitas yang tinggi akan tetapi sangat rentan terhadap SDR. Bentuk Likert scale juga memiliki tingkat validitas yang tinggi setelah bentuk Semantic Differential akan tetapi masih rentan terhadap SDR. Sedangkan bentuk Forced-Choice sangat kurang rentan terhadap SDR. Analisis tambahan menunjukkan bahwa bentuk Likert scale –lah yang paling baik dalam mengukur PTM. Bentuk Semantic Differential dan Likert scale dilaporkan selain mengukur PTM juga mengandung bias social desirability. Meskipun bentuk Forced-Choice juga dilaporkan mengukur PTM akan tetapi mengandung bias social undesirability.
Pengembangan Skala Kepatutan Sosial Berdasarkan Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (Mcsds) Versi 33 Item Susilo Wibisono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10728

Abstract

One way to reduction social desirability bias on quantitative research was done by using social desirability as control variable. Identification of social desirability on research’s participants was assessed by using Marlowe-Crowne Social desirability Scale (MCSDS) since decade 1960. This research aims to construct equivalent items with MCSDS and analyze to prove it. Research’s participants was 300 undergraduate students. The result of analysis shows that items constructed doesn’t fulfill yet the criterias of equivalency. Result of factor analysis on version 1 questionnaire shows some items in attribution and denial factor doesn’t have significant correlation with its loading factor, so they must be eliminated.
Uji Validitas Dan Reliabilitas Alat Ukur Indonesia Implicit Self-Esteem Test Devina Wicaksana; Christiany Suwartono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10729

Abstract

Penggunaan alat ukur yang berbentuk self-report terbentur dengan adanya kendala bahwa manusia terkadang tidak mengatakan yang sebenarnya ada dalam dirinya. Hal ini bisa terjadi karena adanya keterbatasan manusia dalam melakukan introspeksi. Kendala ini juga dapat dikarenakan adanya faktor social desirability bias.Untuk meminimalisir hal tersebut, dibutuhkan adanya suatu metode pengukuran yang tidak perlu “menanyakan secara langsung” mengenai atribut psikologis yang hendak diukur. Pengukuran implisit yang sudah mulai luas dikenal adalah prosedur Implicit Association Test. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa penelitian yang melibatkan prosedur IAT di dalamnya, namun peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh aspek psikometri dari alat ukur Indonesia Implicit Self-Esteem Test (IISeT). IISeT dikembangkan sebagai langkah baru dalam menyediakan pengukuran konstruk self-esteem secara implisit. Validiasi IISeT dilakukan dengan menggunakan metode correlation with other test, yaitu pengukuran eskplisit menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSeS).Pada penelitian ini, peneliti hendak menguji validitas IISeT dengan metode convergent-discriminant validation. Uji validitas konvergen menggunakan alat ukur Personalized Implicit Self-Esteem Test (PISeT). Uji validitas diskriminan menggunakan alat ukur Rosenberg Self-Esteem Scale.Penelitian ini dilakukan di Unika Atma Jaya Kampus Semanggi dan melibatkan sebanyak 90 orang partisipan. Penelitian ini dijalankan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pengambilan data untuk uji validitas, sedangkan tahap kedua untuk pengujian reliabilitas alat ukur IISeT.Hasil uji convergent-discriminant membuktikan bahwa alat ukur IISeT valid dalam mengukur konstruk implicit self-esteem. Hasil uji reliabilitas test-retest membuktikan bahwa alat ukur IISeT reliabel dalam mengukur implicit self-esteem. Di samping hasil utama penelitian, ditemukan juga tidak adanya efek urutan pengadministrasian alat ukur.
Pengujian Efek Moderasi Melalui Analisis Regresi Berganda Adhitya Wahyu Nugroho
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10725

Abstract

The third-variable problems dapat memicu interpretasi yang tidak tepat dalam suatu penelitian.Salah satu bentuk dari variabel ketiga ialah variabel moderator. Artikel ini memuat (1) penjelasan singkat bentuk-bentuk variabel ketiga, (2) beberapa cara untuk menguji efek moderasi, (3) pengujian efek moderasi dengan analisis regresi berganda, (4) interpretasi peran variabel moderator, dan (5) contoh empiris dari penelitian dengan pengujian efek moderasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5