cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2015): JP3I" : 5 Documents clear
Kesalahan Pengukuran Dalam Koefisien Regresi Linear: Perbandingan Antara Penggunaan Raw Score, Factor Score, Dan Structural Equation Modeling Hasniar A. Radde
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9306

Abstract

AbstractThis research's objective is to determine effect of measurement error to linear regression coefficient value by comparing use of raw score, factor score, and Structural Equation Modeling. Measurement error can be determined by reliability coefficient value. This research simulates Monte Carlo study which varies reliability values. Data is generated using parallel measurement with variations of reliability value, consisting 40 items and 500 respondents, replication was conducted 50 times, and regression coefficient value's set in 0.8. this study used Mplus to generate the data in desired characteristic. This study used Confirmatory Factor Analysis and SEM analysis method. Regression coefficients resulted on the scores then was compared, which value is the closest to 0.8. The result indicates that attenuation occurs on all the model of raw score. Whereas on factor score, attenuation only occurs on model with IV's reliability 0.5 to DV's reliability 0.5 ; 0.7 ; 0.9. On SEM analysis, attenuation doesn't occur on all model. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kesalahan pengukuran terhadap nilai koefesien regresi linear dengan membandingkan penggunaan raw score, factor score, dan Structural Equation Modeling. Kesalahan pengukuran dilihat dari nilai koefesien reliabilitas. Penelitian ini merupakan studi simulasi Monte Carlo dengan memvariasikan nilai reliabilitas. Data yang dibangkitkan mengikuti pengukuran paralel dengan variasi nilai reliabilitas, terdiri atas 40 item dan 500 responden, replikasi sebanyak 50 kali, dan nilai koefesien regresi ditetapkan sebesar 0,8. Penelitian ini menggunakan software MPlus untuk membangkitkan data sesuai karakteristik yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor konfirmatorik dan SEM. Koefesien regresi yang dihasilkan pada ketigas jenis skor kemudian dibandingkan, nilai mana yang paling mendekati 0,8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atenuasi terjadi pada seluruh model untuk raw score. Sedangkan pada skor faktor, atenuasi hanya terjadi pada model dengan reliabilitas independent variable 0,5 terhadap dependent variable reliabilitas 0,5 ; 0,7 ; 0,9. Sedangkan pada analisis SEM, tidak terjadi atenuasi untuk keseluruhan model.
Adaptasi dan Validasi Skala Iklim Organisasi Kreatif Indah Nur Syarifah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9297

Abstract

AbstractCreative organizational climate is one element that has an important role in the learning organization. The purpose of this study was to examine the construct validity creative organizational climate that is modified from a scale Situational Outlook Questionnaire (SOQ) developed by Isaksen (2007).  SOQ measure nine dimensions, namely the challenge / involvement, freedom, trust / openness, the idea of time, playfulness / humor, conflict, supported ideas, debate, and risk taking. This study used a total of 240 respondents.. The method of analysis used is confirmatory factor analysis (CFA) by using LISREL 8.70 software. The results of calculation can be concluded that all dimensions require modifications to obtain a fit model.AbstrakIklim organisasi kreatif adalah satu elemen yang memiliki peran penting dalam organisasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk iklim kreatif yang dimodifikasi dari skala Situational Outlook Questionnaire (SOQ) yang dikembangkan oleh  Isaksen (2007). SOQ mengukur sembilan dimensi, yaitu tantangan, kebebasan, kepercayaan/keterbukaan, gagasan tentang waktu, humor, konflik, gagasan yang didukung, debat, dan pengambilan resiko. Penelitian ini menggunakan 240 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Konfirmatori dengan menggunakan perangkat lunak LISREL 8.70. hasil yang telah diukur dari penelitian ini LISREL 8.70. hasil dari penghitungan dapat disimpulkan bahwa semua dimensi membutuhkan modifikasi untuk mendapatkan model yang fit.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Student-Life Stress Inventory Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis Sukma Dwi Putra
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9298

Abstract

AbstractAcademic stress is negative emotional experience along with biochemical, physiological, cognitive, and behavior changes felt as burden or exceed the source available in individuals. Student-Life Stress Inventory is a standard measurement inventory used to measure stress source (frustration, conflict, pressure, changes, and self-force) and reaction to stress (physiological, emotion, behavior, and cognitive) which was developed by Bernadette M. Gadzella (1991). Objective of this study is to examine aforementioned instrument construct validity. Data of this study was obtained from 152 undergraduate students of Syarif Hidayatullah Islamic State University, Jakarta. Method used to test validity is confirmatory factor analysis. The result of this study showed that 44 of 51 items unidimensional, meaning 44 items only measure one factor, thus one model factor theorized by Student-Life Stress Inventory can be accepted. AbstrakStres akademik adalah pengalaman emosional yang negatif disertai oleh perubahan biokimia, fisiologis, kognitif, dan perilaku yang dirasakan sebagai sesuatu yang membebani atau melampaui sumber daya yang tersedia pada diri setiap individu. Student-Life Stress Inventory merupakan instrumen pengukuran baku yang digunakan untuk mengukur sumber stres (frustasi, konflik, tekanan, perubahan, dan pemaksaan diri) dan reaksi terhadap stres (fisiologis, emosi, tingkah laku, dan kognitif) yang dikembangkan oleh Bernadette M. Gadzella (1991). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari mahasiswa yang menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang berjumlah 152 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 44 item dari 51 item yang dianalisis bersifat unidimensional, artinya 44 item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh  Student-Life Stress Inventory dapat diterima.
Uji Validitas Konstruk Organizational Climate Measure Versi Indonesia Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nia Tresniasari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9299

Abstract

AbstractIn the development of Industrial and Organizational psychology organizational climate variable is often used as predictor, thus valid measurement tools is really needed. Many organizational climate scales have been developed. Organizational climate measurement measures 17 aspects which are categorized into 4 quadrant. Previously, Malcolm G. Patterson, et. al. (2005) has tested this instrument validity with worker based in England as participants. This study tested validity of this instrument with 176 respondent. To test the construct, confirmatory factor analysis (CFA) method  is used, using MPLUS 7.1. The result of this study showed that items is multidimensional and some of them measure each scales significantly. AbstrakPada perkembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, variabel iklim organisasi seringkali dijadikan sebagai prediktor, sehingga alat ukur yang valid sangat diperlukan. Skala iklim organisasi sudah banyak dikembangkan. Organizatinal climate measure mengukur 17 aspek yang dikelompokan menjadi 4 kuadran. Sebelumnya, Malcolm G. Patterson, dkk (2005) telah menguji validitas alat ini dengan partisipan pegawai yang berada di Inggris.  Pada penelitian ini, peneliti menguji validitas alat ini dengan partisipan sebanyak 176 orang. Untuk menguji konstruk ini digunakan metode analisis confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan program perangkat lunak MPLUS 7.1. Hasil penelitian ini menunjukkan item bersifat multidimensional dan beberapa mengukur masing-masing skala dengan signifikan.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Big Five Inventory (BFI) Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Tuti Alawiyah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9296

Abstract

AbstractBig five personality is an approach that is used in psychology to see human personality through trait that consist five personality domain shaped by factor analysis. This five domain of personality is, extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, and openness to experience. This five domains of personality are the standard measurement that is used to measure five dimension of big five personality that was developed by Pervin and John (1991). The objective of this research is to test validity of the intrument construct . Data of this reasearch collected from 250 woman entrepreneur in Pulomerak-Banten subdistrict. Confirmatory factor analysis using was used. The result showed that all items that consist 44 unidimensional items. That means, the item just measure one factor so that one of the factors in big five inventory can be accepted.AbstrakBig five personality adalah pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk melihat kepribadian manusia melalui trait yang tersusun dalam lima buah doamain kepribadian yang dibentuk dengan menggunakan analisis faktor. Lima buah domain kepribadian tersebut adalah, extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness to experience merupakan instrumen pengukuran baku yang digunakan untuk mengukur lima dimensi big five personality yang dikembangkan oleh Pervin dan John (1991). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen tersebut. Data diperoleh dari wanita wirausaha kecamatan Pulomerak-Banten berjumlah 250 orang. Metode yang digunakan adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 44 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh big five inventory dapat diterima.

Page 1 of 1 | Total Record : 5