cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Riau Biologia
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
Laju Produksi Serasah Pada Dua Vegetasi Dominan Hutan Mangrove Di Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau EFENDI, RANNY ARIESTA; KHAIRIJON, KHAIRIJON; ISDA, MAYTA NOVALIZA
Jurnal Riau Biologia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau merupakan salah satu desa yang terletak di kawasanekosistem mangrove, beberapa jenis mangrove, termasuk Sonneratia sp dan Rhizophora sp ditemukan padaekosistem ini. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan perbedaan laju produksi serasah pada dua jenisvegetasi dominan di ekosistem mangrove.Daerah penelitian dibagi menjadi tiga zona yaitu Zona I, Zona II,dan Zona III.10 littertrap berukuran 50 cm x 50 cm dipasang disetiap zona menggunakan metode purposivesampling.Serasah yang tertampung diambil 1 (satu) minggu sekali selama 6 (enam) minggu, serasahdianalisis dengan menimbang berat kering.Parameter lingkungan yang diamati adalah suhu udara, salinitas,kelembaban, curah hujan, suhu tanah, pH tanah dan kerapatan vegetasi. Total produksi serasah tertinggididapatkan pada zona III yaitu 376,09 g/m2/minggu. Persentase produksi serasah paling tinggi pada ke tigazona adalah organ daun sebesar 75%.
Skrining Fitokimia Ramuan Obat Pahit Suku Melayu Lingga Kepulauan Riau HAZIMI, HIDAYATUL; HAZIMI, HAZIMI; EMRIZAL, EMRIZAL
Jurnal Riau Biologia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhanyang digunakan dalam Ramuan Obat Pahit Suku Melayu Lingga. Penelitian ini dilakukan pada bulanOktober 2016 sampai Februari 2017 di Kabupaten Lingga, yaitu Desa Musai, Desa Linau, Desa SP. 4, DesaKalan dan Desa Resun Kab. Lingga Provinsi Kepulauan Riau dan skrining fitokimia di LaboratoriumBotani Jurusan Biologi FMIPA UR. Metode pengujian skrining fitokimia menentukan senyawa metabolitgolongan alkaloid, flavonoid, steroid dan terpenoid, saponin dan tannin. Hasil uji fitokimia yang diperolehdari 60 jenis tumbuhan obat adalah: 28 jenis mengandung alkaloid, 48 jenis mengandung flavonoid, 5 jenismengandung steroid, 39 jenis mengandung terpenoid, 49 jenis mengandung saponin dan 54 jenismengandung tannin. Hasil tertinggi kandungan senyawa metabolit dari tiap uji pada Ramuan Obat PahitSuku Melayu Lingga yaitu dari dari senyawa tannin, dengan famili terbanyak yang mengandung taninadalah famili .....
Keanekaragaman Burung di Lanskap Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Sungai Sagu Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau KURNIAWAN, DEBBY; YULMINARTI, YULMINARTI; SAHARI, BANDUNG
Jurnal Riau Biologia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Sagu Kabupaten Indragiri Hulu, ProvinsiRiau, diduga dapat mempengaruhi keberadaan dan kehadiran burung di area tersebut. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui keanekaragaman burung di tiap habitat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulanJanuari sampai Februari 2016. Burung diamati menggunakan metode IPA (Index Point of Abundance),dengan mengoleksi data pada transek sepanjang satu km pada tiap habitat. Analisis keanekaragaman burungpada pada penelitian ini menggunakan Indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian pada ketiga tipe habitatdijumpai 35 spesies yang termasuk kealam 22 famili burung dengan jumlah total 823 individu. Habitatsempadan sungai memiliki nilai keanekaragaman jenis burung tertinggi, selanjutnya arboretum danperkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang lebih rendah, dengan indeks Shannon-Wiener secara berturutturutadalah 3,023, 2,911 dan 2,500.
Komposisi dan kelimpahan capung (Ordo: Odonata) pada tiga tipe habibat di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau PURBA, WILLYAM COWPER; YULMINARTI, YULMINARTI
Jurnal Riau Biologia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capung memiliki peranan penting dalam suatu ekosistem. Secara ekologis capung merupakan seranggapredator dan keberadaannya dapat menjadi indikator pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui komposisi spesies capung (Subordo: Odonata) di Desa Buluh Cina Kab. Kampar, Riau.Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2017 pada tiga tipe habitat yang berbeda yaitupemukiman, hutan dan tepi sungai. Koleksi sampel menggunakan sweep net disepanjang jalur transek yangditentukan dengan metode Linear Transect Count (LTC). Hasil yang didapatkan sebanyak 671 individucapung yang tergolong kedalam dua Subordo, enam famili dan 16 spesies capung. Enam famili yangditemukan diantaranya, Libellulidae (8 spesies), Gomphidae (1 spesies), Aeshnidae (1 spesies),Coenagrionidae (4 spesies), Chlorocyphidae (1 spesies), dan Platycnemididae (1 spesies). Jumlah individuterbanyak dari famili Libellulidae yaitu 340 individu.
Morfometrik Ikan Selais Bungkuk (Hemisilurus heterorynchus, Bleeker 1854) Di Desa Langgam Dan Mentulik Sungai Kampar Provinsi Riau SARI, DELA MAYA; ELVYRA, ROZA
Jurnal Riau Biologia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kampar merupakan ekosistem sungai paparan banjir yang berada di Provinsi Riau.Penelitianini merupakan studi morfometrik ikan selais bungkuk (Hemisilurus heterorynchus) yang bertujuan untukmengetahui perbedaan karakter morfometrik ikan jantan dan betina di Desa Langgam dan Desa MentulikSungai Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Sampel yang digunakanberjumlah 120 ekor yang terdiri dari 60 ekor yaitu 30 ekor jantan dan 30 ekor betina pada setiap lokasipenelitian. Kisaran panjang total H. heterorynchusbetina 200-440 mm dan jantan 83-407 mm pada DesaLanggam sedangkan betina 83-520 mm dan jantan 101-309 mm pada Desa Mentulik. Uji t menunjukkan tidakterdapat perbedaan antar karakter H. heterorynchus betina pada Desa Langgam Desa Mentulik Sungai Kamparsedangkan jantan terdapat perbedaan beberapa karakter yaitu Panjang Standar, Panjang Kepala, Jarak Mata keTutup Insang, Panjang Kepala, Lebar Kepala, Lebar Badan, Jarak Sirip Dada ke Pangkal Sirip Ekor, Jarak SiripPerut ke Pangkal Sirip Ekor, Jarak Sirip Anus ke Pangkal Sirip Ekor, Tinggi Sirip Perut, Tinggi Sirip Anus,Panjang Dasar Sirip Dada, Tinggi Sirip Dada, Panjang Dasar Sirip Ekor dan Berat Badan.
Karakter Agronomi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Galur 3 dan 6 asal Kampar pada Generasi Kelima PATMASARI, MUDRIKA; HERMAN, HERMAN; ROSLIM, DEWI INDRIYANI
Jurnal Riau Biologia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kacang hijau asal Kampar galur G3 dan G6 pada generasi keempat merupakan tanamanyang berpotensi untuk dikembangkan. Galur G3 menghasilkan jumlah polong terbanyak dan jumlah bijiper polong terbanyak. Sementara galur G6 menghasilkan bobot polong terberat. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan karakteristik agronomi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) asal Kampardari galur 3 dan 6 pada generasi kelima. Penelitian ini dilaksanakan dari mulai bulan Februari hingga Juli2017 di kebun biologi dan Laboratiorium Genetika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan 3 galur kacang hijau, yaitu Galur 0 (tetua) dengan jumlah100 tanaman, Galur 3 dan Galur 6 masing-masing 250 tanaman. Karakter yang diamati meliputi tinggitanaman, jumlah cabang produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, panjang polong, jumlahbiji, bobot biji, bobot 100 biji, warna polong, dan kilau biji. Data yang diperoleh dianalisis (ANOVA) dandiuji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan beda nyatapada karakter jumlah biji, waktu panen, dan bobot 100 biji. Nilai heritabilitas cenderung sedang yaituberisar antara 0,460-0,917.Galur G3 merupakan tanaman dengan jumlah polong dan jumlah biji per polongterbanyak. Galur G6 memiliki warna polong yang sudah relatif stabil dibandigkan dengan G0 dan G3. GalurG3 dapat dijadikan tetua dalam program pemuliaan kacang hijau.

Page 1 of 1 | Total Record : 6