cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan)
ISSN : -     EISSN : 25032941     DOI : -
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal ini sebagai wadah penyebarluasan ilmu dan teknologi terapan di bidang Teknik Elektro yang merupakan hasil dari penelitian dan kajian teknologi terapan dengan ruang lingkup teknik tenaga listrik, teknik elektronika, teknik telekomunikasi dan teknologi informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2014)" : 6 Documents clear
AVR-PSS Generator dengan Kendali Logika Fuzzy dan Konvensional pada Peredaman Osilasi Frekuensi Rendah Santoso, Ari
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa variasi kendali yang dipasangkan pada generator untuk meningkatkan efisiensi peredamannya terhadap eksistensi osilasi operasi.Peralatan kendali AVR dan PSS konvensional yang dipasangkan pada pembangkit tenaga listrik, bertujuan untuk memeperbaiki kestabilan sistem operasinya. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah aplikasi kendali berbasis logika fuzzy. Dilakukan studi kombinasi AVR dan PSS sistem konvensional dengan berbasis logika fuzzy dengan simulasi perangkat lunak, untuk mengetahui karakteristik waktu tanggapan peredaman osilasi dan perbandingan kinerja kedua kendali tersebut.Konfigurasi simulasi yang dilakukan yaitu: AVR-C dengan PSS-C, AVR-FLC dengan PSS-C, AVR-C dengan PSS-FLC dan AVR-FLC dengan PSS-FLC. Diamati pada masalah yang spesifik, yaitu variable keluaran Pe dan Vt, dengan disimulasikan waktu tanggapan sistem startup penggerak mula pada t = 1 detik, dilanjutkan startup eksitasi elektris pada t = 20 detik. Dengan referensi uji masukan V t = 1 pu pada P L = 0.2 pu, hasil konfigurasi terbaik adalah kombinasi AVR-FLC dengan PSS-C, yaitu dengan tanggapan overshoot = 1.37 %, frekuensi teredam f d = 0.3030 Hz, frekuensi osilasi teredam  d = 1.0930 Hz dengan rasio peredaman  = 0.1425 dan sistem tunak infinit. Dari simulasi dibuktikan bahwa aplikasi sistem berbasis fuzzy yang diimplementasikan pada dua peralatan stabilisasi generator, bilamana masing-masing inferensinya dirancang terpisah tidak menunjukan kinerja yang terbaik, bahkan tidak stabil.
Segmentasi Citra Batik Berdasarkan Fitur Tekstur Menggunakan Metode Filter Gabor dan Klustering Murinto, ; Aribowo, Eko
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan salah satu cara pembuatan pakaian yang menggunakan teknik pewarnaan kain. Teknik yang digunakan menggunakan ’malam’ untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Batik juga bisa dikatakan mengacu pada suatu kain yang dibuat dengan teknik pewarnaan dengan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan tertentu. Segmentasi dan klasifikasi citra merupakan langkah awal dalam proses akuisisi atau analisis suatu citra. Aplikasinya antara lain dalam bidang machine vision, pengenalan wajah, analisis citra medik, industri tekstil (batik) dan lain sebagainya Tujuan utama segmentasi citra adalah membagi citra ke dalam bagian-bagian wilayah yang mempunyai kesamaan fitur antara lain : tingkat keabuan , tekstur, warna, gerakan. Terdapat beberapa metode ekstraksi fitur tekstur untuk segmentasi citra antara lain metode Gray Level Co-Occurence Matrix (GLCM), metode filter Gabor dan metode transformasi wavelet. Dalam penelitian ini digunakan citra batik Pekalongan. Proses segmentasi citra didasarkan pada fitur tekstur dengan menggunakan metode tak terawasi dalam konsep klustering. Metode klustering yang digunakan adalah metode K-means, sedangkan metode ekstraksi fitur menggunakan filter Gabor.
Rancang Bangun Prototipe Aplikasi Pengenalan Wajah untuk Sistem Absensi Alternatif dengan Metode Haar Like Feature dan Eigenface Sulistiyo, Wahyu; Suyanto, Budi; Hestiningsih, Idhawati; Mardiyono, -; Sukamto, -
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem biometrik pengenalan wajah diperlukan sebagai salah satu alternatif identifikasi. Sistem ini melakukan pengenalan identitas seseorang dengan cara yang natural dan langsung berdasarkan wajah seseorang yang diambil dengan kamera. Pada penelitian ini dibangun prototipe sistem pengenalan wajah yang dimanfaatkan untuk sistem absensi. Metode penelitian dilaksanakan dalam empat tahap menggunakan Waterfall. Sistem melakukan dua proses utama yaitu deteksi wajah dan identifikasi wajah. Proses deteksi wajah menggunakan Haar Feature dan proses identifikasi wajah menggunakan Eigenface. Input citra menggunakan kamera yang mengambil citra wajah secara real time. Pengujian dilakukan dengan data 10 wajah. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi pendeteksi wajah sebesar 70% dan pengenalan wajah sebesar 60%.
Rancang Bangun Antena Microstrip Array 2x2 Frekuensi 2300 MHz Pramono, Subuh
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi serta berkembangnya jenis layanan telekomunikasi yang begitu cepat mendorong pengimplementasian teknologi telekomunikasi nirkabel pita lebar (broadband). Penetrasi broadband sebesar 10%, akan meningkatkan GDP 1,38% di negara berkembang.Untuk setiap 1% kenaikan penetrasi broadband, lapangan kerja bertambah 0,2%-0,3%. Penerapan telekomunikasi seluler LTE frekuensi 2300 MHz sangat mendukung komunikasi broadband, akan tetapi dengan frekuensi yang cukup tinggi menjadikan coverage area semakin kecil dan tantangan redaman propagasi semakin besar, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang lebih handal, salah satunya antena array. Dimulai dari perancangan yang disimulasi software, pabrikasi dan pengukuran. Penelitian antena lungs microstrip array 2 x 2 menghasilkan parameter yang baik : spektrum frekuensi 2350 – 2400 MHz, standing wave ratio (SWR) 1,158 , S 11 -27,71 dB, gain / penguatan sekitar 13 dBi, bandwidth (SWR < 2) sekitar ± 50 MHz.
Rancang Bangun Antena Yagi untuk Modem GSM Triyono, Eddy
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan modem untuk internet pada saat ini cukup luas namun penerimaan kuat sinyalnya masih banyak yang lemah karena terletak didaerah lembah (cekungan) atau jauh dari BTS (Base Transciever Station) untuk itu diperlukan antena luar. Pada penelitian ini dibuat rancang bangun antena untuk modem, dan dihasilkan peningkatkan sinyal penerimaan modem untuk operator A sebesar 20,2 dBm = 104,7152 mW dan untuk operator B sebesar 20,86 dBm = 121,92051 mW dengan penambahan antena luar, sehingga penggunaan internet dapat kontinyu.
Pengaruh Filter Pasif pada Jaringan Listrik Industri dan Rumah Tangga Akibat Pembebanan Air Condition (AC) Inverter Antono, Djodi
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi memudahkan orang semakin simpel dalam mengoperasikan suatu alat yang disebut ’plug and play’. Akan tetapi teknologi yang dipakai akan mempunyai efek samping dibidang lainnya. Sebagai contoh adalah penggunaan beban beban non linear, terutama peralatan peralatan listrik berbasis elektronik (penggunaan sistem inverter pada AC) yang banyak terhubung pada sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah telah menyebabkan arus jala-jala sistem menjadi terkotori atau terdistorsi oleh efek gelombang baru yang ditimbulkan yang disebut harmonisa. Tingginya tingkat kandungan arus harmonisa yang terdapat pada sistem distribusi tenaga listrik dapat menimbulkan berbagai macam persoalan pada sistem tersebut, antara lain faktor daya sistem menjadi rendah, munculnya arus pada penghantar netral. Harmonisa yang ditimbulkan oleh AC Inverter ini sangat mengganggu bahkan merugikan sistem bila melebihi batas standar yang ditetapkan IEEE 519-1992. Dengan menerapkan filter pasif single tuned sebagai upaya mengurangi distorsi arus dan tegangan (total harmonic distortion THD V dan THD I ) pada jaringan listrik akibat pengoperasian (AC Inverter) dengan daya 2HP atau 1500 watt, pemakaian filter pasif single tuned pada AC Inverter telah berhasil mengurangi harmonisa arus sebasar kurang lebih 78 %. Harmonisa arus 95 % saat AC Inverter dijalankan pada suhu 31°C tanpa filter dan 17% saat AC Inverter dijalankan pada suhu 31°C dengan filter.

Page 1 of 1 | Total Record : 6