cover
Contact Name
Ni Putu Diantariani
Contact Email
jurnalkimia@unud.ac.id
Phone
+628123640424
Journal Mail Official
jurnalkimia@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Jimbaran, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 19079850     EISSN : 25992740     DOI : 10.24843/JCHEM
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) publishes papers on all aspects of fundamental and applied chemistry. The journal is naturally broad in scope, welcomes submissions from across a range of disciplines, and reports both theoretical and experimental studies.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 10, No. 2 Juli 2016" : 15 Documents clear
PENURUNAN KADAR COD, SURFAKTAN, DAN FOSFAT LIMBAH LAUNDRY DENGAN BIOSISTEM TANAMAN I Wayan Budiarsa Suyasa; A A Gede Bawa Putra; I Kadek Sutomo Putra
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 10, No. 2 Juli 2016
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.442 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2016.v10.i02.p11

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengolahan air limbah laundry dengan biosistem tanaman yang divariasikan dengan dan tanpa penambahan suspensi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan suspensi aktif dan pengaruh waktu perlakuan terhadap perubahan kadar COD, Surfaktan, dan Fosfat pada biosistem tanaman serta menentukan kapasitas pengolahan biosistem tanaman terhadap perubahan nilai ketiga parameter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan suspensi aktif dan waktu perlakuan dapat berpengaruh terhadap perubahan nilai COD, Surfaktan, dan Fosfat. Pengaruh suspensi aktif terlihat dari waktu minimal perlakuan untuk memenuhi baku mutu, dimana untuk parameter Surfaktan dan Fosfat pada sistem penambahan suspensi aktif memiliki waktu minimal perlakuan yang lebih cepat daripada sistem tanpa penambahan suspensi aktif. Sedangkan pengaruh waktu perlakuan terlihat dari nilai ketiga parameter tersebut, dimana semakin lama waktu perlakuan maka semakin kecil nilai dari ketiga parameter tersebut. Dari hasil uji anova (analisys of variance) menunjukkan bahwa penambahan suspensi aktif dan waktu perlakuan berpengaruh signifikan terhadap nilai COD, surfaktan dan fosfat. Kapasitas pengolahan pada sistem tanpa penambahan suspensi aktif adalah 8,7259 ppm/m3jam untuk COD, 0,7715 ppm/m3jam untuk Surfaktan dan 0,2178 ppm/m3jam. Kapasitas pengolahan sistem dengan penambahan suspensi aktif adalah  8,4500 ppm/m3jam untuk COD, 0,7821 ppm/m3jam untuk Surfaktan dan 0,2399 ppm/m3jam untuk Fosfat.  
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU MERBAU (Instia spp.) SEBAGAI PEWARNA KAIN KATUN DENGAN PENAMBAHAN KAPUR SIRIH I Wayan Suirta; Ida Ayu Gede Widihati; I Putu Eka Suwita Hegara
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 10, No. 2 Juli 2016
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.143 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2016.v10.i02.p02

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan limbah serbuk kayu merbau (Instia spp.)sebagai pewarna kain katun dengan penambahan mordan kapur sirih. Ekstraksi zat warna limbah serbuk kayu merbau dengan pelarut air perbandingan 1:20 (b/v) (10 gram sampel : 200 mL pelarut) menghasilkan ekstrak berwarna coklat kemerahan yang selanjutnya digunakan untuk mewarnai kain katun dengan variasi penambahan mordan kapur sirih sebanyak 2, 3, 5, 8, dan 12 gram. Ekstrak dapat mewarnai kain katun dengan warna yang bervariasi yakni coklat muda, coklat kemerahan, dan coklat tua. Penambahan mordan kapur sirih mampu membentuk ikatan yang kuat antara zat warna dengan serat pada kain katun serta dapat mempertajam warna pada kain yang dihasilkan. Uji ketahanan warna kain katun dilakukan dengan perendaman menggunakan air deterjen 1% yang dalam waktu 10 menit menunjukkan kain katun yang diwarnai tanpa penambahan mordan mudah luntur, sedangkan pewarnaan dengan penambahan kapur sirih tidak mudah luntur.
KARAKTERISTIK MUTU GELATIN DARI KULIT AYAM BROILER MELALUI PROSES PERENDAMAN KOMBINASI ASAM-BASA I Nengah Simpen; Ni Made Puspawati; A A I Rahma Prabawanti
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 10, No. 2 Juli 2016
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.217 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2016.v10.i02.p06

Abstract

Kandungan kolagen yang cukup tinggi pada kulit ayam berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku alternatif gelatin halal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi pelarut asam, yaitu asam asetat, asam laktat dan asam sitrat dengan konsentrasi masing-masing 1% setelah perendaman basa NaOH 0,15% terhadap rendemen, pH, viskositas, dan kekuatan gel produk gelatin yang diekstrak dari kulit ayam broiler. Proses perendaman yang menghasilkan gelatin terbaik dipilih berdasarkan acuan standar mutu, kemudian gelatin tersebut dikarakterisasi sifat fisikokimianya dan dibandingkan dengan gelatin komersial. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) enam perlakuan dengan tiga kali ulangan dan dianalisis dengan metode one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan perlakuan pada proses perendaman tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap hasil rendemen, sedangkan terhadap pH, viskositas, dan kekuatan gel berpengaruh nyata (P<0,05). Gelatin terbaik dihasilkan dari proses perendaman dengan NaOH 0,15% dilanjutkan dengan asam asetat 1%. Analisis sifat fisikokimia gelatin terpilih menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan gelatin komersial, serta memenuhi standar mutu SNI dan British Standard dengan karakteristik pH 5,20; viskositas 4,20 cP; kekuatan gel 239,92 g bloom;  kadar air 11%; kadar abu 1,08%; kadar protein 91,82%; dan kadar lemak 0,99%. Hasil analisis spektra FTIR menunjukkan gugus fungsi khas gelatin pada sampel, yaitu gugus O-H, N-H, C-O, C=O, C-N dan NCO.  
PENGARUH WAKTU INKUBASI TERHADAP AKTIVITAS LIPASE YANG DIINDUKSI DENGAN MINYAK JELANTAH PADA TANAH DARI HUTAN MANGROVE PANTAI SUWUNG KAUH BALI A A I A Mayun Laksmiwati; I Nengah Wirajana; Diah Suci
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 10, No. 2 Juli 2016
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.068 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2016.v10.i02.p12

Abstract

Tanah hutan mangrove Pantai Suwung Kauh Bali dimanfaatkan sebagai sumber penghasil enzim, salah satunya adalah lipase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya aktivitas lipase dengan dan tanpa penambahan minyak jelantah dan pengaruh waktu inkubasi terhadap aktivitas lipase tanah hutan mangrove. Metode titrasi asam-basa digunakan dalam pengukuran aktivitas lipase dengan waktu inkubasi selama 0,1,2,3,4,5,6 dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa penambahan minyak jelantah dapat meningkatkan aktivitas lipase. Peningkatan aktivitas lipase diduga disebabkan oleh lipida yang terkandung dalam minyak jelantah dapat menginduksi lipase dari mikroorganisme lipolitik yang ada dalam tanah. Aktivitas lipase tertinggi diperoleh sebesar 0,0996 U/mL dengan penambahan minyak jelantah pada inkubasi hari ke-6. Aktivitas lipase dengan penambahan minyak jelantah dan dengan aerasi dihasilkan aktivitas lipase yang lebih tinggi sebesar 0,1250 U/mL dengan waktu inkubasi 5 hari. Waktu inkubasi berpengaruh nyata terhadap aktivitas lipase pada tanah hutan mangrove dengan dan tanpa penambahan minyak jelantah.
TOKSISITAS SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora Linn.) SEBAGAI SKRINING AWAL ANTIKANKER I Made Dira Swantara; Wiwik Susanah Rita; I Made Adi Suardhyana
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 10, No. 2 Juli 2016
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.819 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2016.v10.i02.p03

Abstract

Flavonoid merupakan senyawa yang dipercaya berpotensi sebagai antikanker. Salah satu tanaman yang mengandung flavonoid adalah tanaman Dewandaru (Eugenia uniflora Linn.). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan uji toksisitas senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Dewandaru (Eugenia uniflora Linn.) yang berpotensi sebagai antikanker. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan partisi menggunakan n-heksana, kloroform, dan etil asetat. Pemisahan fraksi kloroform dilakukan dengan kromatografi kolom silika gel menggunakan campuran pelarut kloroform : etil asetat (5:1) sebagai fase gerak. Uji toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), dan identifikasi dilakukan dengan spektrofotometer IR serta UV-Vis. Ekstraksi 1000 g serbuk daun Dewandaru dengan 10 L etanol 70% menghasilkan 273 g ekstrak pekat etanol dan proses partisi berturut – turut menghasilkan 30,14 g ekstrak pekat air, 5,58 g ekstrak pekat n-heksana, 20,57 g ekstrak pekat kloroform, dan 22,45 g ekstrak pekat etil asetat. Uji fitokimia menunjukkan bahwa keempat ekstrak positif mengandung flavonoid, namun ekstrak kloroform memiliki efek toksik yang paling tinggi. Pemisahan dengan kromatografi kolom menghasilkan 3 kelompok fraksi (Fa, Fb, dan Fc). Fraksi Fc positif flavonoid dan relatif murni serta paling toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan LC50 sebesar 63,10 ppm, isolat selanjutnya diidentifikasi dengan spektrofotometer IR serta UV-Vis. Hasil identifikasi menunjukkan isolat (Fc) merupakan senyawa golongan flavonoid jenis dihidroflavonol yang mempunyai gugus fungsi OH terikat, CH alifatik, C = O, C = C aromatik, C – O dan CH aromatik, serta terdapat gugus hidroksi pada atom C-3, C-5, dan C-7, serta mempunyai gugus orto dihidroksi pada cincin B dan memberikan serapan pada panjang gelombang (?max) 281,0 dan 315,0 nm.

Page 2 of 2 | Total Record : 15