cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020" : 5 Documents clear
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MELALUI SULASTRI DI SMPN 15 BANJARMASIN Arbainah Arbainah
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.784 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.6901

Abstract

The 2013 Curriculum Implementation assistance activity is an essential first step to accelerate understanding and skills in implementing the curriculum. To maintain and improve the continuity, performance, and implementation of the 2013 curriculum in each education unit, a study was carried out to implement the 2013 curriculum through "Sulastri" at SMPN 15 Banjarmasin. This mentoring program was carried out as a strengthening in understanding the concept of the 2013 curriculum.Cycle I Planning consists of a) determining teacher data to be given Sulatri, b) preparing observation sheets in the form of Sulastri instruments, namely teaching and learning administrative supervision instruments and classroom supervision instruments, c) holding initial meetings with teachers who would be given Sulastri for information and scheduling for each teacher, d) delivering the supervision instrument to each teacher who would be supervised, e) explaining the assessment that the teacher needs to know contained in the supervision instrument, f) explaining the main components of learning administration tools collected before the implementation of classroom supervision. In cycle II, it was carried out if the results of cycle I were considered unsuccessful or the indicators of research success had not reached the predetermined target.From the implementation of the first cycle, which was applied where Sulastri was carried out on 14 teachers, there had been an increase in the quality of performance even though it was still in the early stages, and the results were as follows: 1) The results of the supervision of learning administration (teaching and learning administration), the achievement of good and very good performance quality were 41.67%, 2) The results of classroom supervision, the achievement of good and excellent performance quality were 58.33%. Implementation of cycle II, which was re-implemented, was carried out by Sulastri activities. Against 14 teachers as research subjects, there has been a very significant increase in the quality of performance, namely: 1) The results of the supervision of the learning administration (lesson planning) have achieved a good and very good quality of performance by 100%. 2) The results of classroom supervision (implementation of learning), the achievement of good and excellent quality performance was 92.85%.With continuous supervision that is applied to all teachers at least once a year, teachers in carrying out their duties properly because they feel that there is supervision/control as well as coaching, so that it can be used to measure the quality of teacher performance on professional competencies both in the aspects of learning planning and implementation of learning. Implementing an integrated classroom supervision strategy abbreviated as Sulastri, and through Sulastri, it turns out to motivate the growth of willingness and ability to change, which leads to changes in improving the quality of teacher performance in learning. ABSTRAKKegiatan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mempercepat pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Untuk memelihara dan meningkatkan kesinambungan, pemahaman dan implementasi kurikulum 2013 pada di masing-masing satuan pendidikan, dilaksanakan penelitian tentang pendampingan implementasi kurikulum 2013 melalui “Sulastri” pada SMPN 15 Banjarmasin. Program pendampingan ini dilakukan sebagai penguatan dalam memahami konsep kurikulum 2013.                Siklus I Perencanaan terdiri dari: a) Menetapkkan data guru yang akan diSulastri, b) Menyiapkan lembar observasi dalam bentuk instrumen Sulastri, yaitu instrumen supervisi administrasi KBM dan instrumen supervisi kelas, c) Mengadakan temu awal dengan para guru yang akan di Sulastri dalam rangka informasi dan penyusunan jadwal pada masing-masing Guru, d). Menyampaikan instrumen supervisi kepada masing-masing guru yang akan disupervisi, e) Menjelaskan penilaian yang perlu diketahui oleh guru yang terdapat dalam instrumen supervisi, f) Menjelaskan komponen perangkat utama administrasi pembelajaran yang dikumpulkan pada saat sebelum pelaksanaan supervisi kelas. Pada siklus II dilakukan apabila hasil siklus I dianggap belum berhasil atau indikator keberhasilan penelitian belum mencapai target yang telah ditetapkan.                 Dari pelaksanaan siklus I yang diterapkan dimana dilakukan Sulastri terhadap 14 orang guru telah terdapat peningkatan kualitas kinerja walaupun masih dalam tahaf awal, yang hasilnya adalah sebagai berikut:Hasil supervisi administrasi pembelajaran (administrasi KBM) pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 41,67%.Hasil supervisi kelas, pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 58,33%. Pelaksanaan siklus II yang diterapkan kembali dilakukan kegiatan Sulastri terhadap 14 orang guru sebagai subyek penelitian telah terdapat peningkatan kualitas kinerja yang sangat berarti, yaitu: 1) Hasil supervisi administrasi pembelajaran (perencanaan pembelajaran) pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 100%. 2) Hasil supervisi kelas (pelaksanaan pembelajaran), pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 92,85%.                Dengan supervisi berkesinambungan yang diterapkan pada semua guru minimal setahun sekali, maka guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, karena mereka merasa adanya pengawasan/kontrol sekaligus pembinaan, sehingga dapat digunakan untuk mengukur kualitas kinerja guru pada kompetensi profesional baik aspek perencanaan pembelajaran maupun pelaksanaan pembelajarannya adalah dengan menerapkan strategi supervisi kelas terintegrasi disingkat Sulastri, dan dengan Melalui Sulastri ternyata dapat memotivasi tumbuhnya kemauan dan kemampuan untuk berubah yang berujung pada perubahan peningkatan kualitas kinerja guru dalam pembelajaran. Kata Kunci: Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013, Melalui Sulastri.
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 Idaham Idaham
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.893 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.10283

Abstract

This study aims to improve teachers' ability to compile the lesson plan based on the 2013 curriculum through academic supervision at SDN Kepayang Tapin Regency. This research is a school action research conducted in two cycles. The subjects of this study were the three teachers (teachers grade 1, 2, and 3 at SDN Kepayang. The instrument used was the planning of the lesson plan observation sheet and the implementation of the lesson plan observation sheet. Quantitative descriptive techniques analyzed data. The results showed the ability of classroom teachers in developing lesson plans based on the curriculum in 2013 of five indicators are considered: (1) the percentage of individual completeness of 63.4 and classical completeness of 33.33 in cycle 1; (2) the percentage of individual completeness 76 and classical completeness of 100 in cycle 2. Based on the research results, it can be concluded that academic supervision can improve classroom teachers' ability to prepare lesson plans based on the 2013 curriculum.Keywords: Academic Supervision; 2013 Curriculum; Lesson plan; Teacher AbilityAbstrak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2013 melalui supervisi akademik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepayang Kabupaten Tapin. Penelitian adalah penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah tiga orang guru (guru kelas 1, 2, dan 3) di SDN Kepayang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi perencanaan RPP dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru kelas dalam menyusun RPP berdasarkan kurikulum 2013 dari lima indikator yang dinilai yaitu (1) persentase ketuntasan individual 63,4 dan ketuntasan klasikal 33,33 pada siklus 1; (2) persentase ketuntasan individual 76 dan tuntas secara klasikal 100 pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru kelas dalam menyusun RPP berdasarkan kurikulum 2013. Kata Kunci:  Supervisi Akademik; Kurikulum 2013; Rencana Pelaksanaan Pembelajaran;Kemampuan Guru 
KAJIAN LITERATUR INOVASI PEMBELAJARAN SAINS DI MASA PANDEMI COVID Muhdi Harto; Misbah Misbah
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.801 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.10591

Abstract

The world of education is again disturbed by the massive spread of the COVID-19 virus or coronavirus disease. The use of technology is considered to facilitate and be a solution and innovation in the learning process that can be a way out so that the teaching and learning process during the COVID-19 period becomes more effective. One of the innovations that teachers can do as educators in delivering learning materials is using models in collaboration with technological advances in the learning process, especially in science learning. This research is descriptive in the form of a literature study. Data sources come from 15 scientific articles from national journals and accredited national journals. Based on the literature review that has been carried out, it can be concluded that the use of online learning models in collaboration with technology such as the Zoom platform, google classroom, WhatsApp, and others can be used in the science learning process at all levels of education during the COVID-19 pandemic. This is because this learning model is centred on students so that they are not dependent on the teacher, which is in line with the basis of online learning, which requires students to think critically, be active in exploring or understanding the subject matter presented. Students are required to establish communication between fellow students and the teacher who acts as a moderator.Keywords: Covid-19; Inovations; Online Learning; Science Dunia pendidikan kembali terusik dengan adanya penyebaran virus COVID-19 atau coronavirus disease secara masif. Penggunaan teknologi dianggap bisa mempermudah dan menjadi solusi serta inovasi dalam proses pembelajaran yang bisa menjadi jalan keluar sehingga proses belajar mengajar di masa COVID-19 menjadi lebih efektif. Salah satu inovasi yang bisa dilakukan guru sebagai tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran yaitu penggunaan model yang dikolaborasikan dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran khususnya pada pembelajaran sains. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berupa studi kepustakaan. Sumber data berasal dari 15 artikel ilmiah dari jurnal nasional maupun jurnal nasional terakreditasi. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran online leaning yang dikolaborasikan dengan teknologi seperti platform Zoom, google classroom, whatsapp, dan lainnya dapat digunakan dalam proses pembelajaran sains pada semua jenjang pendidikan di masa pandemi COVID-19. Hal ini karena model pembelajaran ini berpusat kepada peserta didik sehingga mereka tidak ketergatungan kepada guru, yang sejalan dengan dasar dari pembelajaran secara daring yaitu menuntut peserta didik untuk berpikir kritis, aktif dalam menjelajahi atau memahami materi pelajaran yang disampaikan serta peserta didik dituntut agar dapat menjalin komunikasi yang baik antara sesama peserta didik dan juga guru yang berperan sebagai moderator.Kata kunci: Covid-19; Inovasi; Online Learning; Sains
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA DALAM MENGKONSTRUKSI REPRESENTASI BINER BILANGAN REAL Yuni Suryaningsih; Noor Fajriah
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.576 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.10539

Abstract

Higher-order thinking skills (HOTS) are needed to determine the student's ability to construct an answer. In this study, researchers analyzed the higher-order thinking skills of students of the Mathematics Education Study Program in constructing one of the test answers, namely constructing a binary representation of real numbers in the Introduction to Real Analysis course. Fifty-two students taking the Introduction to Real Analysis course in the odd semester 2020/2021 are the subjects of this research. Data was collected using a test that was analyzed based on the indicator of higher-order thinking ability created (C6). It was revealed that the students' higher-order thinking skills were in the sufficient category. This means that most students have not been able to construct and analyze information into the right strategy. The results of this study are expected to be a reference for the lecture process where students are familiarized with giving HOTS-oriented questions during exams and practice questions for lectures to help develop higher-order thinking skills.Keywords: Bloom's taxonomy-C6; higher order thinking skill; binary representation Kemampuan berpikir tingkat tinggi diperlukan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa mengkonstruksi suatu jawaban. Pada studi ini, peneliti menganalisis kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dalam mengkonstruksi salah satu jawaban tes yaitu mengkonstruksi representasi biner bilangan real pada mata kuliah Pengantar Analisis Real. Lima puluh dua mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Pengantar Analisis Real pada semester ganjil 2020/2021 sebagai subjek penelitian ini. Data dikumpulkan dengan tes yang dianalisis berdasarkan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi create (C6). Terungkap bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa berada pada kategori cukup. Ini berarti sebagian besar mahasiswa belum mampu mengkonstruksi dan menganalisis informasi menjadi strategi yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan untuk proses perkuliahan dimana mahasiswa dibiasakan dengan pemberian soal yang berorientasi HOTS baik itu pada saat ujian maupun latihan-latihan soal perkuliahan untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.Kata Kunci:  taksonomi Bloom-C6; kemampuan berpikir tingkat tinggi; representasi biner
PROBLEMATIK PEMBELAJARAN MAHASISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA PERGURUAN TINGGI INKLUSIF Muhammad Azimi; Ali Rachman; Mirnawati Mirnawati
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.676 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.10321

Abstract

One form of handling needed by children with special needs is educational services. Inclusive education is a system that complements the previous ABK education system. However, the implementation of inclusive education in higher education has just taken place, namely in 2017. Since that year, Lambung Mangkurat University has also organized inclusive education. Several previous studies have shown that learning in inclusive education in Indonesia still has problems. This study intends to reveal the problems with the learning of students with special needs in the Special Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University. This study uses a qualitative research approach. The data sources in this study amounted to 23 people, which were divided into five students with special needs in the Special Education Study Program, ten volunteers accompanying MBK from the Disability Service Unit, and eight lecturers from the Special Education Study Program. Data collection techniques in this study were used to interview and documentation techniques. Analysis of the data used in this study is the analysis model of Miles and Huberman. This study describes that there are still various problems in the learning of students with special needs. The problem with planning is that the MBK assessment carried out so far is not comprehensive, and the RPS for students with special needs is not modified. At the implementation stage, problems that arise, namely the implementation of MBK learning is not following the prepared RPS, MBK is learning that is not modified, another problem is the ability of the MBK companion volunteer that is not optimal, MBK is learning that does not apply inclusive settings, and learning media are still not fully available. At the evaluation stage, there are problems, including the evaluation of MBK learning that is not modified and the evaluation of MBK learning that is still not running.Keywords: Higher education; MBK learning; Problematic  Salah satu bentuk penangan yang dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus adalah layanan pendidikan. Pendidikan inklusif merupakan suatu sistem penyempurna dari sistem pendidikan ABK sebelumnya. Namun, penyelenggaraan pendidikan inklusif di perguruan tinggi baru-baru saja berlangsung, yaitu tahun 2017. Sejak tahun itu pula, Universitas Lambung Mangkurat turut menyelenggarakan pendidikan inklusif. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pembelajaran dalam pendidikan inklusif di Indonesia masih memiliki permasalahan. Penelitian ini bermaksud mengungkap apa saja problematik pada pembelajaran mahasiswa berkebutuhan khusus di Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian1kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 23 orang yang terbagi menjadi 5 orang mahasiswa berkebutuhan1khusus Prodi Pendidikan Khusus, 10 orang volunter pendamping MBK dari Unit Layanan Disabilitas, dan 8 orang dosen Prodi Pendidikan Khusus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa masih terdapat berbagai problematik dalam pembelajaran mahasiswa berkebutuhan khusus. Problematik pada perencanaan, yaitu asesmen MBK yang dilaksanakan selama ini tidak komprehensif dan RPS mahasiswa berkebutuhan khusus yang tidak dimodifikasi. Pada tahap pelaksanaan, problematik yang muncul, yaitu pelaksanaan pembelajaran MBK tidak sesuai dengan RPS yang disusun, ada pembelajaran MBK yang tidak dimodifikasi, problematik lainnya adalah kemampuan volunter pendamping MBK yang belum optimal, ada pembelajaran MBK yang tidak menerapkan setting inklusif, serta media pembelajaran masih belum tersedia secara lengkap. Pada tahap evaluasi, terdapat problematik, di antaranya evaluasi pembelajaran MBK yang tidak dimodifikasi dan evaluasi pembelajaran MBK masih belum berjalan dengan semestinya.Kata Kunci: Problematik; Pembelajaran MBK; Perguruan tinggi

Page 1 of 1 | Total Record : 5