cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 24 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Berhitung pada Anak Tunagrahita Ringan Melalui Media Permainan Kartu Suparman, Suparman
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran, guru hendaknya menggunakan alat peraga untuk memperjelas pelajaran yang disampaikan. Pemilihan alat peraga hendaknya disesuaikan dengan kondisi anak dan keadaan sekolah yang ada. Kenyataan yang terjadi pada pembelajaran di sekolah, guru dalam menyampaikan pelajaran berhitung kepada anak tunagraahita ringan menggunakan alat peraga hitung jari. Padahal alat peraga hitung jari mempunyai keterbatasan. Permainan merupakan suatu selingan pemberian media atau alat peraga yang bisa digunakan di kelas sehingga membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, bahagia, santai, namun tetap memiliki suasana yang kondusif, sehingga dengan menggunakan media permainan kartu diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar berhitung pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita ringan. Penelitian ini bertujuan  untuk meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014. Untuk itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif komperatif, yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SLB Negeri Marabahan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengambilan data berupa tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif komparatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan. Nilai rata-rata awal siswa tunagrahita Kelas IV SLBN Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala pada mata pelajaran berhitung/ matematika adalah sebesar 42,50. Setelah dilakukan tindakan kelas pertama siklus I nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran berhitung menjadi 65,83. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata sebesar 55,09%. Setelah dilakukan tindakan kelas kedua (siklus II) nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran ini meningkat menjadi 72,50. Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata siswa sebesar 68,52% atau berada pada kategori baik (berhasil). Dengan demikian, penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014 Kata kunci: Anak tunagrahita ringan, berhitung, dan permainan kartu.
Studi Penyebaran dan Upaya Guru Matematika dalam Merancang dan Menggunakan Media Pembelajaran di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan Faif Pasani, Chairil; Ad Dien, Cendekia
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memegang peran yang penting agar terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Peran dan tugas sebagai seorang guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi dan profesionalisme seorang guru. Keprofesionalannya dapat dilihat dari penyebaran guru yang harus merata, sedangkan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah merancang dan menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penyebaran guru Matematika pada SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan, (2) upaya guru Matematika dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran pada SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan (3) hubungan antara kelompok SMP (kelebihan guru, kecukupan guru, dan kekurangan guru) dengan upaya guru dalam merancang dan  menggunakan media pembelajaran. Populasi pada penelitian ini adalah 25 SMPN yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Adapun sampel yang diambil secara cluster sampling ada tiga sekolah berdasarkan tiga kelompok, yaitu di SMPN 2 Kandangan (kelompok kelebihan guru), SMPN 1 Kandangan (kelompok kecukupan guru),  dan SMPN 1 Daha Utara (kelompok kekurangan guru). Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode penelitian kombinasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pembuatan Crosstab dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyebaran guru Matematika di 25 SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan menghasilkan penyebaran yang tidak merata, (2) upaya guru Matematika dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran di ketiga sekolah yaitu SMPN 1 Kandangan dan SMPN 2 Kandangan termasuk dalam kualifikasi “sangat sesuai” dan “sesuai” dengan prinsip dan prosedur dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran oleh guru Matematika di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sedangkan SMPN 1 Daha Utara termasuk dalam kualifikasi “sangat sesuai” dengan prinsip dan prosedur dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran oleh guru Matematika di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan (3) tidak ada hubungan antara kelompok SMP (kelebihan guru, kecukupan guru, dan kekurangan guru) dengan tingkat kesesuaian prinsip dan prosedur dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran oleh guru Matematika di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kata kunci: penyebaran, merancang, menggunakan, media pembelajaran
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning) di SMP Siti Mawaddah; Hana Anisah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.644

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran matematika untuk Sekolah Menengah Pertama menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) ialah siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 13 Banjarmasin tahun pelajaran 2014-2015 dan objek penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rata-rata, persentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa untuk aspek memahami masalah berada pada kualifikasi sangat baik, aspek membuat rencana pemecahan masalah berada pada kualifikasi baik, aspek melaksanakan rencana pemecahan masalah dan menafsirkan hasil yang diperoleh berada pada kualifikasi cukup. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif secara keseluruhan berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan analisis menggunakan skala Likert, respon siswa secara keseluruhan menunjukkan kualifikasi setuju terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif karena model pembelajaran generatif membuat siswa lebih aktif dalam belajar dan mudah mengingat materi pelajaran. Kata kunci : pemecahan masalah, model pembelajaran generatif.
Penerapan Strategi Relating Experiencing Applying Cooperating Transffering (REACT) dalam Pembelajaran Geometri di Kelas X SMA Aisjah Juliani Noor; Raisah Raisah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.647

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting di sekolah, di setiap jenjang pendidikan. Penekanan pembelajaran matematika ini pada proses dengan tidak melupakan hasil. Dalam pelaksanaan pembelajaran matematika sering berpusat pada guru, sehingga siswa merasa pembelajaran matematika terasa membosankan, waktu berjalan lambat dan kurang bersemangat. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diterapkan strategi pembelajaran yang sesuai, salah satunya strategi REACT. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pada materi geometri di kelas X SMA Negeri 1 Jorong yang bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa dengan strategi REACT dan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa menggunakan strategi REACT dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh kelas X SMA Negeri 1 Jorong. Pengambilan sampel mengunakan teknik purposive random sampling, yaitu bertujuan mengambil 2 kelas secara acak yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan, yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, persentase, uji pendahuluan dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan strategi REACT berada pada kualifikasi baik dan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional juga berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan strategi REACT dengan siswa menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata kunci : strategi REACT, model pembelajaran konvensional, hasil belajar. 
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik di SMP Noor Fajriah; Eef Asiskawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.643

Abstract

Pada era globalisasi manusia dituntut memiliki kemampuan dalam memperoleh, memilih, mengelola, informasi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan yang menuntut kita memiliki kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan pengamatan, proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 1 Banjarmasinpada umumnya hanya berpusat pada hasil, soal yang disajikan terutama mengenai ingatan dengan hanya menyajikan satu jawaban atau cara benar. Kondisi ini sulit memunculkan kemampuan berpikir kreatif. Pembelajaran yang terpusat pada guru mengakibatkan siswa memberikan respon kurang baik saat menerima pelajaran.Salah satu upaya untuk mengatasi masalahadalah melalui penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR). Hal ini karenaadanya karakteristik PMR yang diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan respon siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMR. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX H yang berjumlah 25 siswa dan objeknya adalah kemampuan berpikir kreatif dan respon siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, dan angket. Tes kemampuan berpikir kreatif dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu rata-rata dan persentase, respon siswa dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan pendekatan PMR berada pada kategori tinggi dengan rincian tiap indikator yaitu, indikator kelancaran berada pada kategori tinggi, keluwesan berada pada kategori sedang, dan orisinalitas berada pada kategori rendah. Sementara itu siswa menunjukkan respon setuju terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan PMR. Kata kunci:  kemampuan berpikir kreatif, pendekatan PMR, respon siswa.
Implementasi Model Pembelajaran Problem based Instruction Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Elli Kusumawati; Muhammad Sa'duddien Khair
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.387

Abstract

Penerapan kurikulum 2013 mengharuskan guru menggunakan pendekatan saintifik sebagai pendekatan pembelajaran. Salah satu bentuk kreativitas guru adalah memilih model pembelajaran yang cocok dengan pendekatan saintifik. Kurikulum 2013 juga menginginkan agar siswa kelas X SMA memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis. Salah satu upaya untuk memenuhi kedua hal tersebut adalah melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI). Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan (1) untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran PBI dan siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik, dan (2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran PBI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Banjarmasin yang terdiri dari 10 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik multi stage sampling, sehingga diperoleh kelas X MIA 5 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas X MIA 4 sebagai kelas eksperimen 2. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua kelas eksperimen, terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis, dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kedua kelas eksperimen. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran PBI memiliki pengaruh dan memiliki perbedaan yang signifikan dengan pendekatan saintifik dalam hal meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah menengah atas. Kata kunci:              pendekatan saintifik,  problem based instruction, kemampuan pemecahan masalah matematis
Pengaruh Gaya Belajar Matematika Siswa Kelas VII terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis di SMP Agni Danaryanti; Herlina Noviani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.648

Abstract

Pada dasarnya kemampuan komunikasi matematis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran matematika. Dalam kenyataannya, untuk mencapai suatu keberhasilan proses pembelajaran, seorang siswa memiliki karakteristik atau gaya belajar sendiri-sendiri dalam menerima suatu informasi. Sehingga perbedaan ini juga yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa dalam keberhasilan suatu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan gaya belajarnya dan mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan soal matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banjarmasin. Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu memilih kelas VII A, VII D dan VII G sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan  tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII bergaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan siswa bergaya belajar auditorial maupun kinestetik, ini terlihat dari rata-rata skor kemampuan komunikasi matematisnya dan nilai akhir siswa dalam menyelesaikan soal uraian matematika, (2) gaya belajar siswa kelas VII berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan soal uraian matematika. Kata kunci: pengaruh, gaya belajar, kemampuan komunikasi matematis
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Peer Lesson terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Iskandar Zulkarnain; Rospala Hanisah Yukti Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.642

Abstract

Salah satu tujuan matematika pada pendidikan menengah adalah agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah. Untuk membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat digunakan model pembelajaran. Model pembelajaran kooperatiftipe peer lesson (tutor sebaya) merupakan salah satu teknik instruksional dari belajar kooperatif yang menempatkan seluruh tanggung jawab pengajaran kepada siswa, karena siswa berperan sebagai guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe peer lesson di SMK Negeri Banjarmasin. (2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe peer lesson di SMK Negeri Banjarmasin. (3) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif di SMK Negeri Banjarmasin. (4) pengaruh model cooperative learning tipe peer lesson terhadap kemampuan pemecahan matematis siswa di SMK Negeri Banjarmasin.  Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas X RPL SMK Negeri 4 Banjarmasin. Sampel diambil secara acak, yaitu mengambil dua kelas secara acak yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe peer lesson cenderung kurang baik, hasil pencapaian dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas eksperimen baik, hasil pencapaian dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas kontrol kurang baik, terdapat pengaruh penerapan model cooperative learning tipe peer lesson terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa..Kata kunci: cooperative learning tipe peer lesson, kemampuan pemecahan masalah matematis 
Penggunaan Media Bermain "Bingo Pecahan" untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Kesamaan Nilai Pecahan Pada Siswa Tunarungu Budi Sanyoto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.372

Abstract

Pecahan merupakan bagian dari konsep operasi hitung pembagian. Pada konsep pembagian, bilangan yang dibagi lebih besar dari pembaginya dan hasilnya menunjukkan bilangan yang utuh, hal ini anak bisa belajar dari kebalikan konsep berhitung perkalian. Sedangkan pada pecahan bilangan yang dibagi cenderung lebih kecil dari bilangan pembaginya dan hasilnya tidak bisa menunjukkan hasil yang utuh. Disinilah permasalahan yang sering terjadi pada siswa ketika mempelajari pecahan yang mana bilangan yang dilambangkan bersifat abstrak, apalagi bagi siswa tunarungu, maka guru perlu berimprovisasi dalam mengajarkan pecahan ini dengan menggunakan peraga-peraga dalam rangka meminimalkan verbalisme dan menghilangkan kesan abstrak tersebut. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan pemahaman tentang kesamaan nilai pecahan siswa kelas D3-B SLB-C Negeri Pembina Banjarbaru, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran tentang kesamaan nilai pecahan dengan menggunakan media bermain ”Bingo Pecahan”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada siswa kelas D3-B SLB-C Negeri Pembina Banjarbaru yang berjumlah 5 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam pemahaman kesamaan nilai pecahan dan respon siswa dalam pembelajaran tentang kesamaan nilai pecahan dengan menggunakan media bermain ”Bingo Pecahan”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket, dan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif (interpretasi) dan kuantitatif (persentase).  Berdasarkan atas penelitian tindakan  kelas D3-B SLB-C Negeri Pembina ini, didapatkan adanya perubahan hasil belajar dari siklus I ke siklus II  yaitu dari 40% pada akhir siklus I menjadi 80 % pada akhir siklus II. Maka media bermain “bingo pecahan” ini dapat meningkatkan kemampuan pemahaman kesamaan nilai pecahan.. Adapun respon siswa berkenaan pembelajaran menggunakan media bermain “bingo pecahan” menunjukkan respon positif.
Peningkatan Kemampuan Berhitung pada Anak Tunagrahita Ringan Melalui Media Permainan Kartu Suparman Suparman
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.641

Abstract

Dalam pembelajaran, guru hendaknya menggunakan alat peraga untuk memperjelas pelajaran yang disampaikan. Pemilihan alat peraga hendaknya disesuaikan dengan kondisi anak dan keadaan sekolah yang ada. Kenyataan yang terjadi pada pembelajaran di sekolah, guru dalam menyampaikan pelajaran berhitung kepada anak tunagraahita ringan menggunakan alat peraga hitung jari. Padahal alat peraga hitung jari mempunyai keterbatasan. Permainan merupakan suatu selingan pemberian media atau alat peraga yang bisa digunakan di kelas sehingga membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, bahagia, santai, namun tetap memiliki suasana yang kondusif, sehingga dengan menggunakan media permainan kartu diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar berhitung pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita ringan. Penelitian ini bertujuan  untuk meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014. Untuk itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif komperatif, yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SLB Negeri Marabahan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengambilan data berupa tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif komparatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan. Nilai rata-rata awal siswa tunagrahita Kelas IV SLBN Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala pada mata pelajaran berhitung/ matematika adalah sebesar 42,50. Setelah dilakukan tindakan kelas pertama siklus I nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran berhitung menjadi 65,83. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata sebesar 55,09%. Setelah dilakukan tindakan kelas kedua (siklus II) nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran ini meningkat menjadi 72,50. Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata siswa sebesar 68,52% atau berada pada kategori baik (berhasil). Dengan demikian, penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014 Kata kunci: Anak tunagrahita ringan, berhitung, dan permainan kartu.

Page 2 of 3 | Total Record : 24