cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2017)" : 32 Documents clear
PENGARUH HASIL SKRINING BERDASARKAN METODE MNA (MINI NUTRITIONAL ASSESTMENT) TERHADAP LAMA RAWAT INAP DAN STATUS PULANG PASIEN LANJUT USIA DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Prasetyo, Wahyu Hardi; Pramantara, I Dewa Putu; Budiningsari, R. Dwi
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3442

Abstract

Abstract: The number of elderly people (over 60 years old) is growing rapidly in this 21th century, reaching as many as 425 millions (+ 6,8%) worldwide in 2000. This figure is estimated almost twice in 2025. In Indonesia, percentage the elderly people in 1995 was as much as 7.5%. In line with the increasing of live expectancy the number of the elderly will grow bigger. This is related to greater need of health service for the elderly. In older people, nutrition problem is closely associated with disease. One factor that causes nutrition problem in the elderly is the increase of morbidity. Increased risk for disease and nutrition problem in the elderly requires early identification of risk for malnutrition in the elderly. Routine assessment of preliminary nutrition status of patients being hospitalized is essential in order to get an overview of nutrition status patients at a time, detect high risk patients and help to identify nutrition treatment specifically for each patient so that appropriate nutrition support can be given to improve nutrition status of patient. The study aimed to identify impact of result screening nutrition based on MNA  method to length of stay and discharge status of elderly patients at inpatient ward of internal medicine and neurology of Dr Sardjito Hospital Yogyakarta. The study was observational that used prospective cohort design and was undertaken at inpatient ward of internal in medicine and neurology of Dr. Sardjito,  Yogyakarta in August-November 2009. Data were collected by the researcher with the help of an enumerator, i.e. nutritionist at inpatient ward. The result of study showed that impact of result screening during initial hospitalization to length of stay of elderly patients based on MNA method was RR 1.63. This indicated that malnourished patients were at risk for being hospitalized > 7 days 1.63 times longer than those not malnourished. Impact  of  result screening during initial hospitalization to discharge status  of elderly patients based on MNA method was RR 1.29. This indicated that malnourished patient were at risk for uncovered discharged as much as 1.29 greater than those not malnourished. There was impact of result screening in admission to length of stay. There was impact of nutrition status to length of discharged status.  Keywords: discharge home, length of stay, nutritional status in initial admission   Abstrak: Pertumbuhan penduduk lanjut usia (umur ≥60 tahun) meningkat secara cepat pada abad 21 ini, yang pada 2000 di seluruh dunia telah mencapai 425 juta jiwa (± 6,8%). Jumlah ini diperkirakan akanmengalami peningkatan hampir dua kali lipat pada 2025. Di Indonesia, persentase lanjut usia pada 1995 mencapai 7,5%. Dengan meningkatnya angka harapan hidup, jumlah lanjut usia pun akan bertambah banyak. Hal ini terkait dengan perlunya peningkatan pelayanan kesehatan lanjut usia. Pada lanjut usia, masalah gizi erat kaitannya dengan penyakit. Salah satu faktor yang menyebabkan lanjut usia menjadi rawan gizi yaitu peningkatan morbiditas penyakit (Darmojo, 2006). Dengan meningkatnya risiko penyakit dan disertai gangguan nutrisi pada lanjut usia, sehingga perlu dilakukan identifikasi risiko malnutrisi pada lanjut usia sedini mungkin. Penilaian status gizi awal pasien masuk rumah sakit sangat penting  dilakukan secara rutin karena dapat menggambarkan status gizi pasien saat itu, mendeteksi pasien-pasien yang beresiko tinggi dan membantu mengidentifikasi perawatan gizi secara spesifik pada masing-masing pasien sehingga dukungan nutrisi yang tepat dapat diterapkan untuk meningkatan status gizi pasien. Untuk mengetahui pengaruh hasil skrining awal berdasarkan metode MNA (Mini Nutritional Assessment) terhadap lama rawat inap dan status pulang pasien lanjut pada ruang rawat inap penyakit dalam dan saraf di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan rancangan kohort prospektif. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap penyakit dalam dan  saraf pada pasien lanjut usia  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2009. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan bantuan enumerator yaitu  ahli gizi yang bertugas di ruang rawat inap. Berdasarkan hasil skrining dengan metode MNA pada  pasien lanjut usia terhadap lama rawat inap, maka diketahui bahwa nilai RR=1,63. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang terpapar (malnutrisi) berisiko dirawat selama ≥ 7 hari adalah 1,63 kali lebih besar daripada pasien yang tidak terpapar (tidak malnutrisi). Berdasarkan hasil regresi logistik tidak ada pengaruh antara hasil skrining dengan lama rawat inap. Ada pengaruh secara statistik antara usia, jenis penyakit dan kelas perawatan terhadap lama rawat inap. Berdasarkan hasil regresi logistik, jenis penyakit memiliki pengaruh yang paling dominan dengan nilai RR  3,88 terhadap lama rawat inap.Berdasarkan hasil skrining awal masuk rumah sakit terhadap status pulang pasien lanjut usia berdasarkan metode MNA, maka diketahui nilai RR=1,29. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang terpapar (malnutrisi) berisiko keluar dalam keadaan tidak sembuh sebesar 1,29 kali lebih besar daripada pasien yang tidak terpapar (tidak malnutrisi). Berdasarkan hasil uji regresi logistik ada pengaruh antara hasil skrining dengan status pulang dengan nilai OR 9,21. Demikian pula ada pengaruh antara usia dan jenis kelamin dengan status pulang (p< 0,05). Tidak ada pengaruh antara hasil skrining dengan lama rawat inap. Ada pengaruh antara usia, jenis penyakit dan kelas perawatan terhadap lama rawat inap. Ada pengaruh antara hasil skrining dengan status pulang. Kata-kata kunci: skrining, lama rawat inap, status pulang pasien
KORELASI PANJANG LENGAN BAWAH DAN TINGGI BADAN MAHASISWI SUKU BANJAR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Aflanie, Iwan; Qomariah, Nurul; Mashuri, Mashuri
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3432

Abstract

Abstract: Estimated height has an important role in identifying unknown bodies, incomplete, and the residual bone. Measurements in the long bones such as the forearm are better used to determine the height because it is the best result among the other members of the body size. The purpose of this study was to analyzed a correlation between the forearm length with the height of Banjar Tribe’s students of Medical Faculty of Lambung Mangkurat University and to obtain height estimation formula based on the forearm length in Banjar Tribe’ female. The research method is an analytical observation with cross sectional approach. The research subjects were taken by purposive sampling with samples of 52 people and were analyzed by Pearson correlation and linear regression analysis. The results of Pearson test showed that the value of p = 0,00 for the right and left arm with the value of r = 0.974 for the right arm and r = 0.972 for the left arm, which means there is a very strong relationship between the forearm length with height. It is concluded that there is a very strong correlation between the forearm length with students height of Banjar tribe Medical Faculty of Lambung Mangkurat University with height estimation formula Height = 63,838 + 3,693 x length of the right forearm and Height = 61,873 + 3,780 x left forearm length. Keywords: identification, height estimation, Banjar tribe’ female Abstrak: Memperkirakan tinggi badan mempunyai peranan penting dalam mengidentifikasi jenazah tidak dikenal, tidak lengkap, dan sisa tulang. Pengukuran pada tulang panjang seperti lengan bawah lebih baik digunakan untuk menentukan tinggi badan karena merupakan hasil terbaik diantara ukuran anggota tubuh yang lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara panjang lengan bawah dengan tinggi badan dan mendapatkan formula estimasi tinggi badan berdasarkan panjang lengan bawah pada mahasiswi suku Banjar Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan subjek penelitian dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang. Analisis yang digunakan dengan analisis korelasi Pearson. Hasil uji Pearson didapatkan nilai p = 0,00 untuk lengan kanan dan kiri. Hubungan  antara panjang lengan bawah kanan dengan tinggi badan memiliki nilai r = 0,974, sedangkan hubungan  antara panjang lengan bawah kiri dengan tinggi badan memiliki nilai r = 0,972. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi yang sangat kuat antara panjang lengan bawah dengan tinggi badan pada mahasiswi suku Banjar Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat dengan formula estimasi tinggi badan TB = 63,838 + 3,693 x panjang lengan bawah kanan dan TB = 61,873 + 3,780 x panjang lengan bawah kiri. Kata-kata kunci : identifikasi, estimasi tinggi badan, wanita suku Banjar
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN NIAT KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTERI Savitry, Nur Syaima Dhiya; Arifin, Syamsul; Asnawati, Asnawati
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3447

Abstract

Abstract: Iron deficiency anemia is a condition caused by iron reserve depletion that reduces iron used for hemoglobin formation. A teenage girl is more hazardous to suffer anemia than the boy because girl needs more iron mainly in menstruation. Consuming blood booster tablet is one of the efforts to prevent and overcome anemia which is containing iron and folic acid. There are many teenage girls with anemia in PGRI 4 High School Banjarmasin. The girl intention to consume blood booster tablet is mainly related to family support. This research aimed to understand the correlation between family support and intention of blood booster tablet consumption on the teenage girls in PGRI 4 High School Banjarmasin. This was an analytic observational with cross-sectional approach research. There were 50 samples selected with stratified random sampling. This research was using questionnaire. The result showed the percentage of high, medium and low family supports were 32%, 32% and 36% meanwhile the percentage of strong and weak intentions were 66% and 34%. Chi-square data analysis test with 95% confidence level shows p value=0,029 (<0,05) which mean there is a significant correlation between family support and intention of blood booster tablet consumption on teenage girls in PGRI 4 High School Banjarmasin. Keywords: blood booster tablet, intention, family support Abstrak: Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi sehingga penyediaan besi untuk pembentukan hemoglobin berkurang. Remaja puteri lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan remaja pria karena remaja putri memerlukan  lebih banyak zat besi terutama pada saat menstruasi. Salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja puteri adalah dengan mengkonsumsi tablet tambah darah, yakni tablet yang mengandung besi dan asam folat. Niat remaja puteri untuk mengkonsumsi tablet tambah darah terutama dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Sementara itu, SMA PGRI 4 Banjarmasin tercatat sebagai Sekolah Menengah yang remaja puterinya banyak mengalami anemia. Dengan demikian, akan diteliti hubungan dukungan keluarga dengan niat konsumsi tablet tambah darah pada remaja puteri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel penelitian berjumlah 50 orang dengan teknik pengambilan stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan distribusi persentasi dukungan keluarga tinggi 32%, sedang 32%, dan rendah 36%, serta distribusi persentasi niat kuat 66% dan niat lemah 34%. Analisis data menggunakan uji Chi-square.dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p value = 0,029 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan niat konsumsi tablet tambah darah pada remaja puteri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Kata-kata kunci: Tablet tambah darah, niat, dukungan keluarga
PERBEDAAN HASIL LABORATORIUM PENDERITA HEPATITIS B DAN C KRONIS DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI Betharina, Nudyan; Hendriyono, FX; Mashuri, Mashuri
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3438

Abstract

Abstract: Hepatitis is a disorder of  liver inflamation caused by many thing such as infections, metabolism disturbance, drugs, or alcohol. The most infection of hepatitis in Indonesia are Hepatitis B and C. This research purpose was to figure out the differences between laboratorium result SGOT, SGPT, albumin, and gama-GT with fibrosis stage used by USG to patients with chronic hepatitis B and C in RSUD Ulin Banjarmasin. This research design was analysis observation with cross sectional design. There were 5 samples by choosen with purposive sampling method. The result was found the value of  SGOT was 217.75 U/L in Hepatitis B and in hepatitis C was 134 U/L (p= 0,356), the value of SGPT in hepatitis B was 175 U/L and in hepatitis C was 31 U/L (p= 0,609), and for albumin in hepatitis B was 3.29 g/dL and 3.1 g/dL in hepatitis C (p= 0,622). The statistic tests  showed there was no differences in laboratorium results of hepatitis B and C with liver fibrosis stage. Keywords: Chronic hepatitis, Liver fibrosis, SGOT, SGPT, albumin. Abstrak: Penyakit hepatitis merupakan suatu kelainan berupa peradangan hati yang dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain infeksi, gangguan metabolisme, obat-obatan, atau alkohol. Infeksi hepatitis terbanyak di Indonesia adalah hepatitis B dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hasil laboratorium SGOT, SGPT, albumin dan gama-GT dengan derajat fibrosis menggunakan pencitraan USG pada penderita hepatitis B dan C kronis di RSUD Ulin Banjarmasin. Rancangan penelitian berupa observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak lima subjek dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar SGOT yang didapatkan 217.75 U/L pada hepatitis B  dan pada hepatitis C 134 U/L (p = 0,356), rerata kadar SGPT pada hepatitis B 175 U/L dan pada hepatitis C 31 U/L (p = 0,609), rerata kadar albumin pada hepatitis B 3.29 g/dl dan 3.1 g/dl pada hepatitis C (p = 0,622). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil laboratorium penderita hepatitis B dan C kronis dengan derajat fibrosis hati. Kata-kata kunci: Hepatitis kronis, fibrosis hati, SGOT, SGPT, albumin.
HUBUNGAN POLA ASUHAN IBU DENGAN KEJADIAN CACINGAN PADA MURID SDN KUIN SELATAN 5 BANJARMASIN Rabidhamadi, Herry Syawali; Istiana, Istiana; Muthmainah, Noor
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3443

Abstract

Abstract: Worm infestation is an infection caused by worm parasites. The infection can be affected by mother care for sanitation and health which are methods to overcome worm transmission. This research aimed to discover the correlation between mother care and worm infestation incident on SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin students in 2016. This was analytic observational research with cross sectional design. There were 95 samples of 1st to 6th grade students chosen by using purposive sampling method. The data was collected by stool examination and questionnaire with chi-square test to analyze it. The result portrayed that there were 6,3% positive worm infected children. Based on analysis test, there is no correlation between mother care and worm infestation incident (p=0,667). Keywords: worm infestation, mother care, SDN Kuin Selatan 5 Abstrak: Infeksi cacingan adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing. Infeksi cacingan dapat dipengaruhi oleh pola asuhan ibu tentang kebersihan dan kesehatan yang merupakan salah satu cara menanggulangi penularan cacingan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuhan ibu dengan kejadian cacingan pada murid SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 95 anak dari kelas 1-6, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan feses dan pengisian kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6,3% anak positif terinfeksi cacing. Berdasarkan analisis statistik tidak terdapat hubungan pola asuhan ibu terhadap kejadian cacingan (p=0,667). Kata-kata kunci: cacingan, pola asuhan ibu, SDN Kuin Selatan 5
TINGKAT KEPADATAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti PADA TEMPAT PENAMPUNGAN AIR CONTROLLABLE SITES DAN DISPOSABLE SITES DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BANJARBARU UTARA Alim, Linawati; Heriyani, Farida; Istiana, Istiana
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3434

Abstract

Abstract : District Northern Banjarbaru is a region with high Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) incident in South Borneo province. The density of Aedes aegypti larvae become one of the causes. This research aimed to understand the density level of Aedes aegypti larvae in water reservoirs of 23 elementary schools in District Northern Banjarbaru. The research was conducted in September-October 2016 by using observational descriptive design study . The examinated sites were 517 water reservoirs with 505 controllable sites and 12 disposable sites. The most larvae populated reservoirs were bath tub and water dispenser. Container index (CI) levels found were 32% on all water reservoirs, 32% on controllable sites and 8% on disposable sites. Based on the CI indicator, it can be concluded that the density level of Aedes aegypti larvae at District Northern Banjarbaru elementary schools water reservoirs is high. Keywords:  Density level, Aedes aegypti, water reservoirs, elementary school Abstrak : Kecamatan Banjarbaru Utara adalah salah satu daerah dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan. Kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian DBD tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti pada tempat penampungan air (TPA) di 23 sekolah dasar (SD) Kecamatan Banjarbaru Utara. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2016 dengan menggunakan rancangan penelitian observasional. TPA yang diperiksa berjumlah 517 TPA dengan 505 controllable sites dan 12 disposable sites. TPA yang paling banyak ditemukan jentik adalah bak mandi dan dispenser. Nilai container index (CI) yang didapatkan pada seluruh TPA sebesar 32%, pada controllable sites sebesar 32%, dan pada disposable sites sebesar 8%. Berdasarkan indikator CI yang digunakan berarti tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti pada TPA di SD Kecamatan Banjarbaru Utara tergolong tinggi. Kata-kata kunci : kepadatan jentik, Aedes aegypti, tempat penampungan air, sekolah dasar
HUBUNGAN HIGIENITAS BOTOL SUSU DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR BANJARMASIN Muhammad Fathir Naman Harris; Farida Heriyani; Lisda Hayatie
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.274 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3439

Abstract

Abstract: Diarrhea is a contagious disease which still become public health main issue in the world includes Indonesia. South Borneo is in the twentieth province with most frequent diarrhea incident. Kelayan Timur is the second most frequent diarrhea incident public health center in Banjarmasin. One of the risk factors for diarrhea is milk bottle hygiene. This research aimed to understand the correlation between milk bottle hygiene and diarrhea incident in Kelayan Timur Public Health Center. This was analytic observational research with case control study. The data analyzed using a chi square test and prevalence odds ratio. There were 66 samples with 33 samples of case group which showed 21 samples (63,63%) of poor milk bottle hygiene and 12 samples (36,36%) of good milk bottle hygiene meanwhile in control group, there were 11 samples (33,33%) of poor milk bottle hygiene and 22 sample (66,66%) of good milk bottle hygiene. Analysis result shows p value=0,014 and OR=3,5 which means there is significant relation of milk bottle hygiene and diarrhea incident in Kelayan Timur Public Health Center. Infants with poor hygiene milk bottle have 3,5 times higher risk to suffer from diarrhea than infants with good hygiene. Keywords: milk bottle hygiene, diarrhea, Kelayan Timur Public Health Center Abstrak: Diare adalah penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kalimantan Selatan menduduki urutan kedua puluh dari semua provinsi yang tercatat sebagai daerah penyumbang diare terbanyak. Kelayan Timur adalah puskesmas dengan kejadian diare terbanyak kedua di Banjarmasin. Salah satu dari faktor risiko diare adalah higienitas botol susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higienitas botol susu dengan kejadian diare di wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan case control. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan prevalence odds ratio.Sampel yang diambil sebanyak 66 sampel, dimana 33 sampel yang diambil sebagai kelompok kasus menunjukkan 21 sampel (63,63%) dengan higienitas botol susu yang buruk dan 12 sampel (36,36%) dengan higienitas botol susu yang baik, sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 11 sampel (33,33%)  dengan higienitas botol susu yang buruk dan 22 sampel (66,66%)  dengan higienitas botol susu yang baik. Hasil analisis mendapatkan nilai p=0,014 dan OR=3,5 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara higienitas botol susu dengan kejadian diare di wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Balita dengan higienitas botol susu yang buruk berisiko 3,5 kali lebih besar untuk menderita diare dibanding dengan higienitas botol susu yang baik. Kata-kata kunci:higienitas botol susu, diare, Puskesmas Kelayan Timur
TINGKAT KEPADATAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti PADA TEMPAT PENAMPUNGAN AIR CONTROLLABLE SITES DAN DISPOSABLE SITES DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BANJARBARU UTARA Linawati Alim; Farida Heriyani; Istiana Istiana
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.548 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3434

Abstract

Abstract : District Northern Banjarbaru is a region with high Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) incident in South Borneo province. The density of Aedes aegypti larvae become one of the causes. This research aimed to understand the density level of Aedes aegypti larvae in water reservoirs of 23 elementary schools in District Northern Banjarbaru. The research was conducted in September-October 2016 by using observational descriptive design study . The examinated sites were 517 water reservoirs with 505 controllable sites and 12 disposable sites. The most larvae populated reservoirs were bath tub and water dispenser. Container index (CI) levels found were 32% on all water reservoirs, 32% on controllable sites and 8% on disposable sites. Based on the CI indicator, it can be concluded that the density level of Aedes aegypti larvae at District Northern Banjarbaru elementary schools water reservoirs is high. Keywords:  Density level, Aedes aegypti, water reservoirs, elementary school Abstrak : Kecamatan Banjarbaru Utara adalah salah satu daerah dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan. Kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian DBD tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti pada tempat penampungan air (TPA) di 23 sekolah dasar (SD) Kecamatan Banjarbaru Utara. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2016 dengan menggunakan rancangan penelitian observasional. TPA yang diperiksa berjumlah 517 TPA dengan 505 controllable sites dan 12 disposable sites. TPA yang paling banyak ditemukan jentik adalah bak mandi dan dispenser. Nilai container index (CI) yang didapatkan pada seluruh TPA sebesar 32%, pada controllable sites sebesar 32%, dan pada disposable sites sebesar 8%. Berdasarkan indikator CI yang digunakan berarti tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti pada TPA di SD Kecamatan Banjarbaru Utara tergolong tinggi. Kata-kata kunci : kepadatan jentik, Aedes aegypti, tempat penampungan air, sekolah dasar
EFEK KOMBINASI PARASETAMOL DAN KODEIN SEBAGAI ANALGESIA PREEMPTIF PADA PASIEN DENGAN ORIF EKSTREMITAS BAWAH Sahurrahmanisa Sahurrahmanisa; Kenanga Marwan Sikumbang; Istiana Istiana
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.435 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3445

Abstract

Abstract: Postoperative pain is a complex pain response which often occurred in post-operative patient. Effective pain management is conducted by giving preemptive analgesia, preventive analgesia and multimodal. The purpose of this study was to analyze the effect combination of paracetamol 325 mg and codeine 10 mg in a patient with ORIF inferior extremity. This was an observational analytic study with a cross sectional method and 32 respondents were included by consecutive sampling method. The result of this study, in group with the combination of paracetamol and codeine there are 4 respondents (25.0%) of mild pain, 12 respondents (75.0%) of moderate pain, and there’s none had severe pain, and the group without combination therapy there’s no mild pain, 7 respondents (43.8%) of moderate pain, and 9 respondents (56.2%) of severe pain. The statistic analyses with Kolmogorov Smirnov p-value <0.05, it can be concluded that in this study a combination of paracetamol and codeine are effective as a preemptive analgesia. Keywords: postoperative pain, preemptive analgesia, visual analog scale (VAS), paracetamol, codeine Abstrak: Nyeri pasca bedah merupakan respon nyeri yang sering dirasakan pasien setelah pembedahan dengan respon yang kompleks. Penanganan nyeri yang efektif dilakukan dengan pemberian analgesia preemptif, analgesia preventif, dan analgesia multimodal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisi efek kombinasi parasetamol 325 mg dan kodein 10 mg sebagai analgesia preemptif pada pasien dengan ORIF ekstremitas bawah. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik cross sectional dengan teknik consecutive sampling didapatkan 32 sampel. Hasil penelitian, pada kelompok yang diberikan kombinasi parasetamol dan kodein sebanyak 4(25.0%) nyeri ringan, 12 (75.0%) nyeri sedang dan tidak didapatkan nyeri berat, sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan kombinasi parasetamol dan kodein tidak ditemukan nyeri ringan, sebanyak 7 (43.8%) nyeri sedang dan 9 (56.2%) nyeri berat. Analisa statistik menggunakan Komogorov Smirnov didapatkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p value < 0,05 sehingga dapat disimpulkan pada penelitian ini kombinasi parasetamol dan kodein dapat digunakan sebagai analgesia preemptif. Kata-kata kunci: nyeri paska bedah, analgesia preemptif, visual analog scale (VAS) , parasetamol, kodein.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMANFAATAN KLINIK SANITASI PADA IBU BAYI DAN BALITA PENDERITA DIARE AKUT Herwinda Husnawati; Syamsul Arifin; Ida Yuliana
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.09 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3440

Abstract

Abstract: Based on data from Banjarmasin Department of Health in 2015, the highest diarrhea incident which is 1.056 cases, occurs at Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. There is an imbalance between diarrhea incident and visitation to sanitation clinic. Many factors are influencing someone’s behavior while knowledge is one of those. This research aimed to discover the correlation between education and sanitation clinic utilization on a mother of acute diarrhea toddlers at Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. This was an analytic observational study with cross sectional design. The samples were 50 mothers chosen by systematic random sampling method. The analysis was conducted by chi-square test. The result portrayed 12% of high education, 22% of fair education and 66% of low education. Meanwhile, there were 64% non-utilization and 36% utilization of sanitation clinic. The correlation p-value was 0,000 (p<0,05). In conclusion,  there is a correlation between education and sanitation clinic utilization on a mother of acute diarrhea toddlers at Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Keywords: acute diarrhea, sanitation clinic utilization, education Abstrak: Data Dinas Kesehatan Kotamadya Banjarmasin tahun 2015 didapatkan angka kejadian diare tertinggi sebanyak 1,056 kasus di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Terdapat kesenjangan antara angka kejadian diare dengan jumlah kunjungan ke klinik sanitasi. Banyak faktor yang mempengaruhi pemanfaatan klinik sanitasi, salah satunya adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan klinik sanitasi pada ibu bayi dan balita penderita diare akut di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian adalah 12% mempunyai pengetahuan tinggi, 22% berpengetahuan cukup dan 66% berpengetahuan rendah. Sementara itu, untuk pemanfaatan klinik sanitasi didapatkan hasil tidak memanfaatkan klinik sanitasi 64% dan memanfaatkan 36%. Nilai korelasi p = 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan klinik sanitasi pada ibu bayi dan balita penderita diare akut di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Kata-kata kunci: diare akut, pemanfaatan klinik sanitasi, pengetahuan

Page 2 of 4 | Total Record : 32