cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2013)" : 26 Documents clear
Perbandingan Vo2 Maksimal Pada Siswa Dan Siswi Kelas V Sekolah Dasar: Di Desa Tabanio Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Noor, Krisna Augustian; Huldani, Huldani; Biworo, Agung
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.923

Abstract

ABSTRACT: VO2 maximum is maximum volume that can be processed and O2 consumed by the body that delivered from the lungs to the all of human muscles during physical activities or intense activities until fatugue. Maximum consumption of oxygen was calculated in mililitres/minutes/kilos of body weights. VO2max value was influenced not only by physical characteristhic like age, sex, heights, and weights, but also cardiovascular, respiratory, hematology, and oxydative muscle abilities. The study was conducted by measuring VO2max values for boys and girls grade fifth elementary school in Tabanio village in order to compare both them VO2 max value when they have similarities physical activities cause both of them was helping their parents since childern age. The research approached amount cross-sectional method  with samples from 23 boys and 14 girls who includes criteria in non-probability purposive sampling technique. How to measure that is using Multistage Fitness Test that is run back and trajectory as far as 20 m. The results was analyzed by chi-square test with the value expected count < 5, so that the test using an alternative test, the Fisher’s test with p = 0.724. P-value > 0,05 indicating there are non significant difference between maximum VO2max values for boys and girls fifth grade elementary school in Tabanio village with average results of VO2max value is 28,38 for boys and 25,83 for girls. Keywords: VO2max, gender, physical activity ABSTRAK: VO2 maks adalah jumlah volume maksimal O2 yang dapat diproses dan dikonsumsioleh tubuh yang dihantarkan dari paru-paru ke otot manusia pada saat melakukan aktivitas fisik maupun kegiatan intensif sampai terjadi kelelahan. Konsumsi Oksigen maksimal ini dinyatakan dalam satuan mililiter/menit/kilogram berat badan. Nilai VO2 maks dipengaruhi karakteristik fisik seperti umur, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan. Selain itu, nilai VO2 maks juga bergantung pada keadaan kardiovaskular, respirasi, hematologi, dan kemampuan oksidatif otot. Penelitian dilakukan dengan mengukur nilai VO2 maks siswa dan siswi kelas V sekolah Dasar di desa Tabanio dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan nilai VO2 maks keduanya dilihat dari aktivitas fisik yang sama karena disana baik laki-laki maupun perempuan membantu pekerjaan orangtuanya sejak kecil. Pendekatan penelitian menggunakan metode  cross-sectional dengan jumlah sampel 23 siswa dan 14 siswi yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik non-probability purposive sampling. Cara pengukuran memakai Multistage Fitness Test yaitu lari bolak-balik lintasan sejauh 20 m. Data yang dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dengan taraf kepercayaan 95 % antara siswa dan siswi terdapat 1 cell dengan nilai expected count < 5, sehingga uji yang dipakai adalah uji alternatifnya, yaitu uji Fisher dengan nilai p = 0,724. Nilai p > 0,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai VO2 maksimal siswa dan siswi kelas V Sekolah Dasar di desa Tabanio dengan hasil rata-rata nilai VO2 maks 28,38 pada siswa dan 25,83 pada siswi. Kata kunci: VO2 maks, Jenis Kelamin, Aktivitas Fisik
Perbandingan Nilai Vo2 Maks Antara Siswa Terlatih Dengan Siswa Tidak Terlatih: di SMAN 1 Martapura Harira, Nadia; Asnawati, Asnawati; Huldani, Huldani
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.914

Abstract

ABSTRACT: VO2 max is one of the best indicators for cardiovascular function and physical endurance. A person who has continuous exercise will have better value of VO2 max rather than a person who does not have one. The objective of this research is finding out the difference of VO2 max average value between trained students and untrained students in SMAN 1 Martapura. It is an descriptive analytic research using cross sectional approach, the population is taken from students of SMAN 1 Martapura which consist of two groups of sample, the trained students (basketball players) and untrained students with the minimal amount of samples is 30 for each group. The VO2 max is measured using multistage fitness test. The VO2 max average for trained students is 46,853 and for untrained students is 40,337. Unpaired t test result (p = 0,000) shows that there is a significant difference of VO2 max average value between the trained students and untrained students of SMAN 1 Martapura. Keywords: physical exercise dose, VO2 max, multistage fitness test ABSTRAK: VO2 maks merupakan salah satu indikator terbaik kebugaran fungsi kardiovaskular dan daya tahan tubuh seseorang. Seseorang yang rajin berolahraga akan mempunyai nilai VO2 maks yang lebih baik dibanding yang tidak berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata nilai VO2 maks pada siswa yang terlatih dan tidak terlatih di SMAN 1 Martapura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi siswa SMAN 1 Martapura yang dibagi menjadi kelompok pemain siswa terlatih (pemain basket) dan tidak terlatih, sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan besar sampel minimal 30 siswa untuk tiap kelompok. VO2 maks diukur menggunakan multistage fitness test. Rata-rata nilai VO2 maks untuk siswa terlatih adalah 46,853 dan untuk siswa tidak terlatih adalah 40,337. Hasil uji t tidak berpasangan (p = 0,000) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dalam nilai VO2 maks antara anggota siswa pemain basket dan bukan pemain basket SMAN 1 Martapura.  Kata-kata kunci: dosis latihan fisik, VO2 maks, multistage fitness test
Hubungan Riwayat Trauma Terhadap Kejadian Abortus Di Rsud Ulin Banjarmasin Tahun 2011 Rachman, Aditya Noor; Sauqi, Hardyan; Al Audhah, Nelly
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.919

Abstract

ABSTRACT: The word abortion derives from the Latin aboriri, which means miscarry. Abortion is a controversial issue because on one side of abortion exist in society.Of the 210 million pregnancies that occur each year, about 46 million (22 %) end in induced abortion and, globally, the vast majority of women are likely to have at least one abortion by the time they are 45 years old. The most common causes of trauma during pregnancy are motor vehicle accidents (49%), falls (25%), assaults (18%), guns (4%), and burns (1%). This research aims to determine and analyze the relationship between history of trauma with abortion incident. This is an analytic descriptive research with cross sectional approach. The number of samples obtained from medical records at RSUD Ulin Banjarmasin in 2011. Achieved total sample of 251 people and the amount of control as much as 323 people. Samples that have a history of trauma were 41 (16%) people, and without a history of trauma as much as 210 (84%). The results of chi-square statistical test demonstrated an association between a history of trauma with the incidence of abortion in RSUD Ulin Banjarmasin, obtained probabilities of 0.000 means that the two variables are related because the score < 0.05. While the prevalence odds ratio (POR) through the test of the correlation coefficient obtained figure of 7,688 which means the power relationship is strong. In conclusion there is a significant relationship between history of trauma with the incidence abortion. Keywords: history of trauma, abortion, abdominal massage ABSTRAK: Abortus merupakan suatu masalah kontroversi karena di satu pihak abortus ada di masyarakat. Sekitar 210 juta kehamilan yang terjadi setiap tahun, sekitar 46 juta (22%) berakhir karena abortus. Salah satu penyebab abortus adalah trauma. Penyebab paling umum dari trauma selama kehamilan adalah kecelakaan kendaraan bermotor (49%), jatuh (25%), kekerasan (18%), senjata api  (4%), dan luka bakar (1%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat trauma terhadap kejadian abortus pada ibu hamil di RSUD Ulin Banjarmasin 2011. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diperoleh dari rekammedis di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin tahun 2011. Didapatkan jumlahsampel sebanyak 251 orang dan jumlah control sebanyak 323 orang. Sampel yang memiliki riwayat trauma sebanyak 41 (16%) orang, dan tanpa riwayat trauma sebanyak 210 (84%). Hasil uji statistic chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara riwayat trauma dengan kejadian abortus di RSUD Ulin Banjarmasin, didapatkan angka  probabilitas sebesar  0,000 artinya kedua variable tersebut berhubungan karena angkanya < 0,05. Sedangkan prevalence odds ratio (POR) melalui uji koefisien korelasi didapatkan angkasebesar 7,688 yang berarti kekuatan hubungannya kuat. Kesimpulannya ada hubungan bermakna antara riwayat trauma dengan angka kejadian abortus. Kata-kata kunci: riwayat trauma, abortus, pijatperut
Hubungan Perilaku Jajan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Sekolah Dasar: Di Kel. Cempaka Kec. Cempaka Kota Banjarbaru Aditya Pradipta Hernanda; Djallalluddin Djallalluddin; Meitria Syahadatina Noor
Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.922

Abstract

ABSTRACT: Diarrheal disease in young children seems increasingly common in many topycal countries,especially in urban areas were dirty and crowded. Until now diarrhea is still one of the major health problem of the community in Indonesia.Diarrhea is always in the order of 3 greater than 10 diseases most health centers. The magnitude of the problem is evident from the high rate of mordibity and mortality due to diarrhea. The design of the study is observational analytic study. This research was conducted with a cross sectional study. From the research group hygienic respondents, 20 students (34.5%) suffered from diarrhea and as many as 38 students (63.5%) did not have diarrhea. Looking at the group of respondents unhygienic, as many as 98 students (78.4%) suffered from diarrhea and only 27 students (21.6%) who did not have diarrhea. The correlation test was used chi-square analysis because the variables have the habit of eating snacks nominal scale data form. Results obtained value of p = 0.000, this result is smaller than the value of a = 0.05. It means there is a significant relationship between the habit of eating snacks with diarrhea. The incidence of diarrhea largely categorized by 65.5% suffered from diarrhea. Figures hygiene most unhygienic categorized by 68.7% There is a significant association with the incidence of diarrhea snack behavior. Keywords: diarrhea, snack behavior, hygienic ABSTRAK      : Penyakit diare pada anak usia muda tampaknya makin sering dijumpai di berbagai negara tropis, khususnya di daerah perkotaan yang kotor dan padat. Sampai saat ini penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama dari masyarakat di Indonesia. Diare selalu masuk dalam urutan 3 besar dari 10 penyakit terbanyak  Puskesmas. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Dari hasil penelitian kelompok responden yang higienis, sebanyak 20 siswa (34,5%) menderita diare dan sebanyak 38 siswa (63,5%) tidak menderita diare. Sedang pada kelompok responden tidak higienis, sebanyak 98 siswa (78,4%) menderita diare dan hanya 27 siswa (21,6%) yang tidak menderita diare. Adapun uji korelasi pada analisa ini digunakan Chi Square karena variabel kebiasaan jajan mempunyai bentuk data berskala nominal. Hasil yang didapatkan nilai p = 0,000, hasil ini ternyata lebih kecil dari nilai a = 0,05. Hal ini dapat diartikan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan dengan kejadian diare. Angka kejadian diare sebagian besar dikategorikan menderita diare sebesar 65,5%. Angka higienitas sebagian besar dikategorikan tidak higienis sebesar 68,7% Ada hubungan yang bermakna perilaku jajan dengan kejadian diare  Kata kata kunci : kejadian diare, perilaku jajan, higienis.
Gambaran Kejadian Kecemasan Pada Ibu Penderita Retardasi Mental Sindromik Di Slb-C Banjarmasin: Tinjauan Terhadap Usia Anak, Paritas Dan Tingkat Pendidikan Ibu Norhidayah Norhidayah; Siti Wasilah; Achyar Nawi Husein
Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.325 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.917

Abstract

ABSTRACT: Mental retardation is one of the things that can cause anxiety in a mother. There are several factors that influence the anxiety that age, education level, gender and socio-cultural. This research aims to determine the incidence of anxiety in mothers with mental retardation in terms of age, parity and maternal education level. This research uses observational methods. The Results have 59.26% of women who experience anxiety. Mothers who experience anxiety in terms of the child's age was 22.22% in children aged ≤ 12 years and 37.04% at age >12 years. Mothers who experience anxiety in terms of parity was 33.33% of the mothers in the low parity and 25.93% in high parity. Mothers who experience anxiety in terms of education level shows 40.74% at low levels of education, and 18.52% higher educational level. The conclusion of this research is mostly mothers with mental retardation children experience anxiety at  age >12 years, low parity and low education levels. Keywords: anxiety, syndromic mental retardation. ABSTRAK: Retardasi mental merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan kecemasan pada seorang ibu. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan yaitu usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian kecemasan pada ibu penderita retardasi mental ditinjau dari usia anak, paritas dan tingkat pendidikan ibu. Penelitian ini menggunakan metode observasional.. Hasil penelitian menunjukkan 59,26% ibu  penderita retardasi mental mengalami kecemasan. Ibu yang mengalami kecemasan ditinjau dari usia anak adalah 22,22% pada usia anak ≤12 tahun dan 37,04% pada usia anak >12 tahun. Ibu yang mengalami kecemasan ditinjau dari paritas adalah 33,33% ibu pada paritas rendah dan 25,93% paritas tinggi. Ibu yang mengalami kecemasan ditinjau dari tingkat pendidikan menunjukkan 40,74% pada tingkat pendidikan rendah dan 18,52% tingkat pendidikan tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar ibu penderita retardasi mental mengalami kecemasan pada usia anak >12 tahun, paritas rendah dan tingkat pendidikan rendah. Kata-kata kunci :kecemasan, retardasi mental sindromik
Perbandingan Vo2 Maksimal Pada Siswa Dan Siswi Kelas V Sekolah Dasar: Di Desa Tabanio Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Krisna Augustian Noor; Huldani Huldani; Agung Biworo
Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.247 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.923

Abstract

ABSTRACT: VO2 maximum is maximum volume that can be processed and O2 consumed by the body that delivered from the lungs to the all of human muscles during physical activities or intense activities until fatugue. Maximum consumption of oxygen was calculated in mililitres/minutes/kilos of body weights. VO2max value was influenced not only by physical characteristhic like age, sex, heights, and weights, but also cardiovascular, respiratory, hematology, and oxydative muscle abilities. The study was conducted by measuring VO2max values for boys and girls grade fifth elementary school in Tabanio village in order to compare both them VO2 max value when they have similarities physical activities cause both of them was helping their parents since childern age. The research approached amount cross-sectional method  with samples from 23 boys and 14 girls who includes criteria in non-probability purposive sampling technique. How to measure that is using Multistage Fitness Test that is run back and trajectory as far as 20 m. The results was analyzed by chi-square test with the value expected count < 5, so that the test using an alternative test, the Fisher’s test with p = 0.724. P-value > 0,05 indicating there are non significant difference between maximum VO2max values for boys and girls fifth grade elementary school in Tabanio village with average results of VO2max value is 28,38 for boys and 25,83 for girls. Keywords: VO2max, gender, physical activity ABSTRAK: VO2 maks adalah jumlah volume maksimal O2 yang dapat diproses dan dikonsumsioleh tubuh yang dihantarkan dari paru-paru ke otot manusia pada saat melakukan aktivitas fisik maupun kegiatan intensif sampai terjadi kelelahan. Konsumsi Oksigen maksimal ini dinyatakan dalam satuan mililiter/menit/kilogram berat badan. Nilai VO2 maks dipengaruhi karakteristik fisik seperti umur, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan. Selain itu, nilai VO2 maks juga bergantung pada keadaan kardiovaskular, respirasi, hematologi, dan kemampuan oksidatif otot. Penelitian dilakukan dengan mengukur nilai VO2 maks siswa dan siswi kelas V sekolah Dasar di desa Tabanio dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan nilai VO2 maks keduanya dilihat dari aktivitas fisik yang sama karena disana baik laki-laki maupun perempuan membantu pekerjaan orangtuanya sejak kecil. Pendekatan penelitian menggunakan metode  cross-sectional dengan jumlah sampel 23 siswa dan 14 siswi yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik non-probability purposive sampling. Cara pengukuran memakai Multistage Fitness Test yaitu lari bolak-balik lintasan sejauh 20 m. Data yang dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dengan taraf kepercayaan 95 % antara siswa dan siswi terdapat 1 cell dengan nilai expected count < 5, sehingga uji yang dipakai adalah uji alternatifnya, yaitu uji Fisher dengan nilai p = 0,724. Nilai p > 0,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai VO2 maksimal siswa dan siswi kelas V Sekolah Dasar di desa Tabanio dengan hasil rata-rata nilai VO2 maks 28,38 pada siswa dan 25,83 pada siswi. Kata kunci: VO2 maks, Jenis Kelamin, Aktivitas Fisik
Gambaran Derajat Infiltrasi Sel Radang Dan Infeksi Helicobacter Pylori Pada Biopsi Lambung Pasien Gastritis: Di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2009-2011 Erna Yulida; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Lena Rosida
Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.147 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.918

Abstract

ABSTRACT: Gastritis is a common gastrointestinal problem all over the world. In Indonesia, the prevalence of gastritis is high enough, it’s about 274.396 cases among 238.452.952 people. The aim of this research is to find out the type and level of inflammation and the infection Helicobacter pylori on gastritis patient in RSUD Ulin Banjarmasin during 2009-2011. The method uses descriptive research by emphasize on preparation of gastric biopsy to find the level of acute inflammation, chronic inflammation dan Helicobacter pylori’s infection based on Updated Sydney System from Endoscopy and Pathology Department. Data were classified by gender, age, and the level of severity. From 52 cases, acute inflammation is occurred in 35 patients with 29 patients (83%) mild, 5 patients (14%) moderate, 1 patient (3%) severe. Chronic inflammation is occurred in 51 patients with 2 patients (4%) mild, 14 patients (27%) moderate, and 35 patients (69%) severe. Helicobacter pylori’s infection is  occurred in 30 patients with 3 patients (10%) mild, 6 patients (20%) moderate, and 21 patients (70%) severe. Keywords : gastritis, acute inflammation, chronic inflammation, Helicobacter pylori ABSTRAK: Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran pencernaan yang paling sering terjadi di dunia. Angka kejadian gastritis di Indonesia cukup tinggi, yaitu 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan derajat keparahan infiltrasi sel radang serta infeksi Helicobacter pylori pada pasien gastritis di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan mengumpulkan data tingkat inflamasi akut, kronis dan infeksi Helicobacter pylori berdasarkan Updated Sydney System dari Instalasi Endoskopi dan Instalasi Patologi Anatomi. Data dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan. Dari 52 preparat, ditemukan inflamasi akut terjadi pada 35 pasien dengan 29 pasien (83%) derajat ringan, 5 pasien (14%) derajat sedang, dan 1 pasien (3%) derajat berat. Inflamasi kronik terjadi pada 51 pasien dengan  2 pasien (4%) derajat ringan, 14 pasien (27%) derajat sedang, dan 35 pasien (69%) derajat berat. Sedangkan infeksi Helicobacter pylori terjadi pada 30 pasien dengan 3 pasien (10%) derajat ringan, 6 pasien (20%) sedang, dan 21 pasien (70%) derajat berat. Kata-kata Kunci: gastritis, inflamasi akut, inflamasi kronis, Helicobacter pylori
Perbandingan Tekanan Nadi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Niarsari Anugrahing Putri; Asnawati Asnawati; Alfi Yasmina
Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.913

Abstract

ABSTRACT: Obesity is a global problem occurring worldwide, both in developed and developing countries, including Indonesia. Obesity and overweight may affect the pulse pressure through the increased level of leptin, which mainly secreted by adipose tissue. The research was aimed to determine the difference in pulse pressure based on body mass index (BMI) in students of Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University (FM LMU). This research applied analytic observational method with cross sectional approach, with 60 male students of FM LMU as subjects. Data were obtained based on the measurement of pulse pressure and BMI. Result showed that as many as 66.8% of the students of FM LMU had normal BMI and 19.2% had BMI of overweight and obesity. The average pulse pressure of students with normal BMI was 33 mmHg and students with overweight and obesity was 42 mmHg. Data analysis using the Mann-Whitney test with confidence level of 95% gave the value of p = 0.000. It was concluded that there was a significant difference in pulse pressure based on BMI in students of FM LMU. Keywords: pulse pressure, body mass index ABSTRAK: Obesitas merupakan masalah global yang melanda masyarakat dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia. Obesitas dan overweight dapat mempengaruhi tekanan nadi melalui peningkatan kadar leptin yang terutama disekresi oleh jaringan adiposa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan nadi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK Unlam). Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional dengan subyek penelitian mahasiswa FK Unlam sebanyak 60 orang. Data diperoleh berdasarkan pengukuran tekanan nadi dan IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 66,8% mahasiswa di FK Unlam memiliki IMT normal dan 19,2% memiliki IMT overweight dan obesitas. Rerata  tekanan nadi pada mahasiswa dengan IMT normal adalah sebesar 33 mmHg dan pada mahasiswa dengan IMT overweight dan obesitas sebesar 42 mmHg. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% memberikan  nilai p = 0,000. Dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tekanan nadi yang bermakna berdasarkan IMT pada mahasiswa FK Unlam. Kata-kata kunci : tekanan nadi, indeks massa tubuh
Tinjauan Histologi Sawar Darah Otak Ida Yuliana
Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.131 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.924

Abstract

Abstract: Blood brain barrier is a membrane which is highly resistant to the diffusion process and separate the blood brain interstitial fluid. The blood brain barrier is a separation between the main compartment nervous system brain, CSF and the third compartment of the blood. Function of the blood brain barrier are protects the central nervous system to maintain homeostasis of blood milieu microenvironment. Blood-brain barrier layer is characterized as a perfect and continuous cell of endothelial cells in the connective by tight junctions. By using electron microscopy showed that the lumen of blood capillaries separated from the extra-cellular space by endothelial cells in the capillary wall (cell cerebral endhothelial), basement membrane outside the cell contains perisit endothelial cells and astrocytes feets are attached to the outer layer of the wall of the capillary. The third component has a specificity in terms of functional morphology and histology. Keywords: blood-brain barrier, endothelial cell,  astrocyte, perisit cell Abstrak: Sawar darah otak adalah suatu membran yang sangat resisten terhadap proses difusi dan memisahkan cairan intersisial otak darah. Sawar darah otak merupakan pemisah antara kompartmen utama susunan saraf otak, LCS dan kompartmen ketiga yaitu darah. Sawar darah otak memiliki fungsi melindungi susunan saraf pusat dari milieu darah mempertahankan homeostasis lingkungan mikro. Sawar darah otak dicirikan sebagai lapisan seluler yang sempurna dan kontinu dari sel endotel yang di ikat oleh tight junction. Dengan menggunakan mikroskop elektron memperlihatkan bahwa lumen kapiler darah dipisahkan dari ruang ekstra seluler oleh sel endotelial di dinding kapiler  (cell cerebral endhothelial), membran basalis di luar sel endotel berisi sel perisit dan kaki-kaki astrosit yang menempel pada lapisan luar dari dinding kapiler. Ketiga komponen tersebut memiliki kekhususan dalam hal morfologi dan fungsional secara histologi. Kata-kata Kunci: sawar darah otak, sel endotel, astrosit, sel perisit
Hubungan Antara Perilaku Merokok Dan Kejadian Insomnia: Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Muhammad Annahri Mushoffa; Achyar Nawi Husein; Mohammad Bakhriansyah
Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.607 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.921

Abstract

ABSTRACT: Cigarettes contain about 4000 toxic substances thataffecting health status and cigarettes consumption leads to some diseases such as cardiovascular and respiratory diseases, malignancy, mental and other disorders, including insomnia. This researchwas aimed to analyze the association between smoking behavior and insomnia on Medical Faculty student of LambungMangkurat University. It was an observational analytic studywith cross-sectional approach. The population was108 male students who met the inclusion criteria. Insomnia was assessed by Insomnia Rating Scale questionnaire. The result showed that 5 smoker students with insomnia (15.15%), 28 smokers students without insomnia (84.85%), 2 non-smoker students with insomnia (2.67%), and 73 non-smoker students without insomnia (97.33%). The data were analyzed by usingFisher’s statistic test with 95% confidence interval.Statistical analysis revealed that the p value 0.027. Hence, there was anassociation between smoking behavior and insomnia. It couldbe concluded that there wasan significant association betweensmoking behavior and insomnia on Medical Faculty student of LambungMangkurat University.Keywords: smoking behavior, insomnia, male, Medical Faculty student of LambungMangkurat University.ABSTRAK: Rokok memiliki sekitar 4000 zat beracun yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Berbagai gangguan seperti penyakit kardiovaskular, pernapasan, keganasan, mental dan gangguan lainnya, termasuk insomnia dapat muncul sebagai akibat konsumsi rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan kejadian insomnia pada mahasiswa FK UNLAM. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 108 mahasiswa laki-laki di FK UNLAM yang memenuhi kriteria inklusi. Kejadian insomnia ditentukan dengan menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale. Dari kuesioner didapatkan data mahasiswa perokok dengan insomnia 5 orang (15,15%), mahasiswa perokok tanpa insomnia 28 orang (84,85%), mahasiswa nonperokok dengan insomnia 2 orang (2,67%), dan mahasiswa nonperokok tanpa insomnia 73 orang (97,33%). Data kemudian dianalisis dengan uji statistik Fisher’s.Hasil  analisis data menggunakan uji Fisher’s dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p = 0,027. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan risiko terjadinya insomnia pada mahasiswa perokok FK UNLAM. Kata-kata kunci:perilaku merokok, insomnia, laki-laki, FK UNLAM 

Page 2 of 3 | Total Record : 26