cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
HUMANIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25285076     EISSN : 2302920X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ilmiah seperti mengutamakan kebenaran obyektif, kejujuran, tidak memiliki unsur-unsur kecurangan atau plagiat. Penerbitan e-jurnal Humanis ini juga sesuai dengan kebijakan pimpinan Universitas Udayana (Surat Pembantu Rektor I Nomor 1915/UN14 1/DT/2012 tanggal 30 Mei 2012), yang mewajibkan mempublikasikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, yang mulai diberlakukan pada wisuda bulan November 2012.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 1 (2017)" : 40 Documents clear
Semiotic Analysis of Four Popular “Memes” in Memecenter.com I Kadek Agus Mahendra Putra; Sang Ayu Isnu Maharani
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.026 KB)

Abstract

Studi ini berjudul “Semiotic Analysis of Four Popular ‘Memes’ in memecenter.com”. Studi ini menggunakan empat macam meme yaitu, “Oh God” meme, “Forever Alone” meme, “Poker face” meme dan “Fuu” meme. Adapun studi ini bertujuan untuk mencari tahu penanda dan petanda dari keempat meme yang digunakan, serta mencari tahu fungsi dan deskripsi dari masing-masing meme sesuai dengan rumusan masalah yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis penanda dan petanda dalam masing-masing meme adalah teori tentang semiotic oleh Ferdinand de Saussure (1983), untuk menganalisis fungsi dari meme itu sendiri menggunakan teori oleh Pierce (1885), dan untuk menganalisis deskripsi dari meme sesuai konteks situasi adalah teori yang dikemukakan oleh Dell Hymes tentang S-P-E-A-K-I-N-G model. Data pada studi ini didapatkan dari internet dalam situs memecenter.com yang menyuguhkan segala bentuk meme. Data dipilih dengan cara diamati, lalu mengklasifikasikan meme sesuai dengan meme yang digunakan dalam studi ini, kemudian data yang sudah diklasifikasiakan didownload, data pada studi ini dianalisis dengan metode kuantitatif. Data yang didapatkan ditampikan dalam bentuk deskripsi. Setiap meme yang digunakan dalam studi ini memiliki penanda dan petanda. Masing-masing meme memiliki fungsi khususnya tersendiri karena meme pada dasarnya diciptakan dari ekspresi wajah manusia dalam bentuk kartun. Ketika meme digunakan dalam sebuah postingan di memecenter.com, di dalamnya pasti memiliki tema dan bagaimana meme itu mendeskripsikan situasi dan kondisi di dalam postingan.
Politeness Strategies in Delivering Commands in the Movie Entitled “The Social Network” Ni Wayan Mustiari; I Ketut Tika; Ni Made Ayu Widiastuti
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.912 KB)

Abstract

Dalam berkomunikasi, manusia terkadang melakukan tindakan yang dapat mengancam citra diri seseorang, oleh karena itu diperlukan penggunaan strategi kesopansantunan untuk mengurangi kemungkinan ancaman tersebut. Penelitian ini berjudul “Strategi kesopansantunan yang digunakan untuk menyampaikan perintah di film The Social Network”. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori dari Penelope Brown dan Stephen Levinson (1987) tentang tipe– tipe kesopansantunan dan juga faktor yang mempengaruhi dalam menggunakan strategi tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisa menggunakan metode deskriftif kualitatif. Strategi kesopansantunan yang digunakan oleh para karakter untuk menyampaikan perintah di film The Social Network ada tiga tipe, diantaranya bald on record, positive politeness, dan negative politeness. Tipe bald on record yang digunakan adalah cases of non-minimization of the face threat. Tipe positive politeness yang digunakan adalah offer / promise, be optimistic, dan include both speaker and hearer in the activity. Tipe negative politeness yang digunakan adalah be conventionally indirect. Faktor yang mempengaruhi karakter dalam menggunakan strategi tersebut ada dua, yaitu payoffs: a priori consideration dan the circumstances. Dalam the circumstances, ada dua sub tipe, diantaranya social distance dan the relative power.
Positive Politeness Strategies in Animation Movie “Home” Directed By Tim Johnson Ni Luh Putu Budi Pradnyani; Made Budiarsa
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.105 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Positive Politeness Strategies in Animation Movie “Home” Directed by Tim Johnson”. Skripsi ini fokus pada penggunaan strategi kesopanan positif dan jenis-jenis strategi kesopanan positif yang banyak digunakan di dalam percakapan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan observasi dan mencatat percakapan yang mengandung strategi kesopanan positif. Teori kesopanan oleh Brown dan Levinson (1987) digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh karakter dalam film animasi ini adalah Strategi 2(Exaggerate), strategi 3 (Intensify interest to hearer), strategi 4 (Use in-group identity markers), strategi 5 (Seek agreement), strategi 7 (Presuppose/raise/assert common ground), strategi 8 (Jokes), strategi 10 (Offer, promise), strategi 11 (Be optimistic), strategi 12 (Include both S and H in the activity), dan strategi 15 (Give gifts to H (goods, sympathy, understanding, cooperation). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat 19 data, 10 jenis strategi kesopanan positif, dan strategi yang paling banyak digunakan oleh karakter animasi di dalam film “Home” adalah strategi 4 (Use in-group identity markers).
Syntactic Functions of Deverbal Nouns Found in Huffington Post Website: Morphosyntactic Approach Made Dwi Yuniartati
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.279 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Fungsi Sintaksis dari Kata Benda Deverbal pada Website Huffington Post dengan Pendekatan Morfosintaksis”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan akhiran nomina dan fungsi sintaksis dari kata benda deverbal. Data diambil dari website Huffington Post dengan menggunakan metode dokumentasi. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Teori dari Quirk (1973) digunakan untuk menemukan akhiran nomina pada data. Teori Lexical Functional Grammar dari Falk (2001) dan Bresnan dkk (2016) digunakan untuk menganalisis fungsi sintaksis kata benda deverbal. Hasil penelitian ini menunjukkan akhiran nomina yang ditemukan adalah akhiran /-ation/, /-ment/, /-er/, /-or/, /-ant/, and /-age/. Sedangkan fungsi dari kata deverbal yang ditemukan adalah sebagai subjek dan objek.
Personal and Demonstrative References in the Fiction Story “The Frog Prince” and Nonfiction Story “The Hero” Ni Komang Ida Laxmita Dewi
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.304 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “personal dan demonstrative reference di dalam cerita fiksi berjudul “The Frog Prince” oleh Brothers Grimm dan nonfiksi “The Hero” oleh Sue Raglan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jenis – jenis referensi yang digunakan di dalam cerita pendek fiksi dan nonfiksi dan menemukan jenis referensi personal dan demonstratif yang banyak digunakan di dalam cerita. Data dianalisis menggunakan metoda deskriptif kwalitatif berdasarkan teori cohesion oleh Halliday dan Hasan (1976)). Sumber data penelitian ini diambil dari internet dalam cerita fiksi berjudul “The Frog Prince” oleh Brothers Grimm dan cerita nonfiksi berjudul “The Hero” oleh Sue Raglan. Di dalam penelitian ini, hanya dua jenis referensi yang dianalisis yaitu referensi personal dan demonstratif. Referensi personal lebih banyak ditemukan di dalam cerita fiksi berjudul The Frog Prince. Di dalam cerita nonfiksi berjudul The Hero referensi yang lebih banyak digunakan adalah referensi demonstratif.
Perlawanan Masyarakat Hindu Bali Terhadap Reklamasi di Denpasar 1990-2014 Ris Buhan; Anak Agung Bagus Wirawan; Sulandjari *
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.872 KB)

Abstract

Denpasar City is one of the tourist destinations in the province of Bali. The rapid development of tourism in the city of Denpasar making development policy goes so fast in the 90s. Development is so fast to make the appearance of the symbols of modernity, namely the reclamation and the reclamation Serangan Padanggalak Beach. But the government's development policies are not in line with the aspirations of the Hindu society Denpasar which makes their resistance against the reclamation. Factors that cause people to fight against the background by a variety of factors. These factors, among others, social factors, economic factors of society, environmental factors, cultural factors, and factors of policy set by the government of Denpasar. Resistance to the symbols of modernity implications to the public, governments, and investors. Implications arising covering various aspects ranging from social, economic, cultural, and environmental.
Translation Shift in Translating English Noun Phrases into Indonesian Noun Phrases found in “Let It Snow” into “Dalam Derai Salju” Ni Wayan Santiari; Ni Luh Putu Krisnawati
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.667 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Translation Shift in Translating English Noun Phrases into Indonesian Noun Phrases foundin “Let It Snow” into “Dalam Derai Salju” berfokus pada pergeseran terjemahan frase nomina (kata benda) dan terjemahan makna dalam frase nomina (kata benda). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pergeseran terjemahan dari frase nomina yang diterapkan dalam terjemahan Let It Snow ke Dalam Derai Salju dan mengidentifikasi terjemahan makna dalam frase nomina (kata benda) yang ditemukan dalam menerjemahkan frase kata benda di bahasa Inggris ke frase kata benda di bahasa Indonesia dalam Let It Snow (Dalam Derai Salju). Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dan data yang terkait dengan pergeseran terjemahan dikumpulkan dari membaca dan pencatatan. Data penelitian ini diambil langsung dari novel “Let It Snow (Dalam Derai Salju)” yang diterbitkan pada tahun 2008 dan 2014. Teori untuk pergeseran terjemahan dikemukakan oleh Catford (1965) dan diaplikasikan dalam menganalisis data. Teori yang dikemukakan oleh Larson (1984) tentang makna berdasarkan terjemahan diterapkan. Teori yang dikemukakan oleh Quirk, Randolph dan Greenbaum, Sidney (1973) tentang frase nomina bahasa Inggris juga digunakan dan teori tentang frase nomina bahasa Indonesia yang dikemukakan oleh Alwi, et.al (1998) juga diterapkan pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah terjemahan pergeseran dari frase nomina dan terjemahan makna dalam frase nomina digunakan sebagai acuan untuk menganalisis data di kedua novel. Setelah mengumpulkan semua data, kemudian menempatkan data sebagai contoh. Contoh pergeseran struktur dan makna dasar terjemahan (terjemahan yang berkenaan dengan ungkapan) sebagian besar ditemukan.
The Analysis of the Main Character Based on the Physiological, Sociological, and Psychological Aspects in the Novel Bad Beginning by Lemony Snicket Delannoy Belin
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.61 KB)

Abstract

This undergraduate thesis is entitled The Analysis of The Main Character based on Physiological, Sociological, and Psychological Aspect in the Novel Bad Beginning by Lemony Snicket. This study is intended to analyze the physiological, sociological, and psychological aspect of the main character. It also analyzes the method of characterization used by the author in the novel Bad Beginning. The data were taken from the novel Bad Beginning published in 1999. This study was library research which applied documentation method to collect the data. The data of this study were analyzed using the qualitative method. This study applied the theory proposed by Warren and Wellek (1976) in the book Theory of Literature and the theory by Lajos Egri in Sukada’s (1987) book Beberapa Aspek Tentang Sastra. The result of this study shows that the method of characterization applied in the novel, the author applied more than one method in characterizing the characters in the novel. The discursive method is the most frequently used in this novel. From this study we can conclude that the Baudelaire children are the main characters in this novel. From the physiological aspect it is described that Violet Baudelaire is the oldest of the three siblings, Klaus is the only boy and the second child of the family, following with the youngest sibling, Sunny Baudelaire. The author did not describe a lot on their physical appearances, but more on the sociological and psychological aspects of the characters. The Baudelaire children were well behaved, intelligent and kind hearted children. They are from a loving and well educated family.
Metaphors in the Album Lemonade by Beyoncé Luh Putu Gika Winda Savitri
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.374 KB)

Abstract

Metafora dianggap sebagai bahasa yang luar biasa meskipun umumnya digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain digunakan dalam bahasa percakapan, metafora juga mudah ditemukan di dalam lirik lagu. Album terbaru yang dirilis oleh Beyonce berjudul Lemonade merupakan sumber data penelitian ini. Skripsi ini diberi judul “Metafora di Album Lemonade oleh Beyonce”. Tujuan umum penelitian ini adalah memahami metafora yang ditemukan dalam album tersebut. Teori metafora mutakhir yang di pelopori oleh Lakoff dan Johnson (2003) digunakan untuk penelitian ini. Selain itu, metode Metaphor Identification Procedure dari Pragglejaz (2007) membantu proses untuk mengidentifikasi ekspresi metafora dalam lirik yang terkandung dalam album. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mengungkap keragaman ekspresi metaforis dan metafora konseptual yang jatuh di dalam kategori struktural, orientational, atau metafora ontologis. Ada 31 ekspresi metaforis ditemukan dan 28 metafora konseptual. Kebanyakan metafora konseptual menjelaskan konsep cinta.
The Analysis of Setting in Kuroshitsuji Ni Putu Diah Antari Suwawi
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.135 KB)

Abstract

Artikel ini berjudul "Analisis Setting pada Kuroshitsuji ". Penelitian ini menganalisis intrinsik elemen dalam sebuah manga (komik Jepang). Manga dewasa ini sudah sangat terkenal di seluruh penjuru dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan urutan setting (latar) yang terjadi dalam Noah Ark Circus di Kuroshitsuji, serta menemukan detil pada setiap urutan setting dalam Noah Ark Circus. Data yang berjudul Kuroshitsuji diambil dari www.kuroshitsuji.org dalam bentuk gambar (jpg file). Penelitian ini menerapkan metode penelitian perpustakaan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori yang diusulkan oleh Kenney (1966) dalam bukunya How to analyze Fiction, serta didukung oleh teori Diyanni (2001) dalam bukunya Literature: Reading Fiction, Poetry and Drama. Dalam Noah Ark Circus terdapat 9 setting yang dikunjunggi secara berurutan oleh tokoh utama, dimulai dari (1) Scotland Yard’s File Room, (2) Undertaker’s Shop, (3) The Show of the Noah Ark Circus, (4) Town House, (5) The Backstage Area of the Circus, (6) Baron Kelvin’s Mansion, (7) Train Station, (8) Workhouse, and (9) Phantomhive Mansion. Tipe setting pada semua urutan di Noah Ark Circus adalah tipe setting Neutral. Seting yang digambarkan paling detil adalah Baron Kelvin’s Mansion, sedangkan seting yang tak memiliki banyak detil adalah Phantomhive Mansion.

Page 1 of 4 | Total Record : 40


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 4 (2024) Vol 28 No 3 (2024) Vol 28 No 2 (2024) Vol 28 No 1 (2024) Vol 27 No 4 (2023) Vol 27 No 3 (2023) Vol 27 No 2 (2023) Vol 27 No 1 (2023) Vol 26 No 4 (2022) Vol 26 No 3 (2022) Vol 26 No 2 (2022) Vol 26 No 1 (2022) Vol 25 No 4 (2021) Vol 25 No 3 (2021) Vol 25 No 2 (2021) Vol 25 No 1 (2021) Vol 24 No 4 (2020) Vol 24 No 3 (2020) Vol 24 No 2 (2020) Vol 24 No 1 (2020) Vol 23 No 4 (2019) Vol 23 No 3 (2019) Vol 23 No 2 (2019) Vol 23 No 1 (2019) Vol 22 No 4 (2018) Vol 22 No 3 (2018) Vol 22 No 2 (2018) Vol 22 No 1 (2018) Vol 21 No 1 (2017) Vol 20 No 1 (2017) Vol 19 No 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 3 (2016) Volume 17. No. 2. Nopember 2016 Volume 17. No. 1. Oktober 2016 Volume 16. No. 3. September 2016 Volume 16. No. 2. Agustus 2016 Volume 16. No. 1. Juli 2016 Volume 15. No.3. Juni 2016 Volume 15. No.2. Mei 2016 Volume 15. No.1. April 2016 Volume 14. No.3. Maret 2016 Volume 14. No.2. Pebruari 2016 Volume 14. No.1. Januari 2016 Volume 13. No.3. Desember 2015 Volume 13. No.2. Nopember 2015 Volume 13. No.1. Oktober 2015 Volume 12. No.3. September 2015 Volume 12. No.2. Agustus 2015 Volume 12. No.1. Juli 2015 Volume 11. No3. Juni 2015 Volume 11. No2. Mei 2015 Volume 11. No 1. April 2015 Volume 10. No 3. Maret 2015 Volume 10. No 2. Februari 2015 Volume 10. No 1. Januari 2015 Volume 9. No. 3. Desember 2014 Volume 9. No. 2. November 2014 Volume 9. No. 1. Oktober 2014 Volume 8. No. 3. September 2014 Volume 8. No. 2. Agustus 2014 Volume 8. No. 1. Juli 2014 Volume 7. No. 3. Juni 2014 Volume 7. No. 2. Mei 2014 Volume 7. No. 1. April 2014 Volume 6. No. 3. Maret 2014 Volume 6. No. 2. Februari 2014 Volume 6. No. 1. Januari 2014 Volume 5. No. 3. Desember 2013 Volume 5. No. 2. November 2013 Volume 5. No. 1. Oktober 2013 Volume 4. No. 3. September 2013 Volume 4. No. 2. Agustus 2013 Volume 4. No. 1. Juli 2013 Volume 3. No. 3. Juni 2013 Volume 3. No. 2. Mei 2013 Volume 3. No. 1. April 2013 Volume 2. No. 3. Maret 2013 Volume 2. No. 2. Pebruari 2013 Volume 2. No. 1. Januari 2013 Volume 1. No. 2. Desember 2012 Volume 1. No. 1. November 2012 More Issue