cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
HUMANIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25285076     EISSN : 2302920X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ilmiah seperti mengutamakan kebenaran obyektif, kejujuran, tidak memiliki unsur-unsur kecurangan atau plagiat. Penerbitan e-jurnal Humanis ini juga sesuai dengan kebijakan pimpinan Universitas Udayana (Surat Pembantu Rektor I Nomor 1915/UN14 1/DT/2012 tanggal 30 Mei 2012), yang mewajibkan mempublikasikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, yang mulai diberlakukan pada wisuda bulan November 2012.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2017)" : 40 Documents clear
Figurative Language Used in the Song Lyrics by Avril Lavingne, Selena Gomes, and Taylor Swift Putu Gina Arta Pertiwi
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.858 KB)

Abstract

Studi ini berjudul "Bahasa kiasan yang digunakan dalam Lirik Lagu Avril Lavingne, Selena Gomes, dan Taylor Swift". Remember When "oleh Avril Lavingne," Kill’em with Kindness "oleh Selena Gomes dan" Safe and Sound" oleh Taylor Swift. "Remember When" dari album Goodbye Lullaby adalah lagu sedih yang menceritakan tentang seseorang yang kehilangan orang lain yang meninggalkannya atau meninggal dan dia seharusnya bertanggung jawab atas dirinya. Sebuah lagu oleh Selena Gomez berjudul " Kill’em with Kindness " pembicaraan tentang orang yang baik dan memiliki teori pesan positif terhadap mereka. Yang terakhir ditulis dan dinyanyikan oleh Taylor Swift yang berjudul "Safe & Sound" sebagai soundtrack untuk film "The Hunger Games". Ini menggambarkan tentang situasi perang bagaimana tampak seperti hidup dalam perang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis makna yang paling banyak digunakan adalah makna tematik yang berarti jenis makna saling terkait satu sama lain dengan jenis bahasa kiasan dalam menyampaikan makna.
Verbal and Non-Verbal Signs in Football Shoes Advertisements Kadek Ari Sukmantara1
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.523 KB)

Abstract

Studi ini berjudul "Verbal and Non-verbal Signs In Football Shoes Advertisements". Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah jenis fungsi bahasa dan hubungan tanda verbal dengan tanda non verbal yang disajikan dalam iklan sepatu sepak bola. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis fungsi bahasa dan menganalisa relasi tanda verbal dengan tanda non verbal yang disajikan dalam iklan sepatu sepak bola. Iklan sepatu sepak bola diambil dari Adidas, Nike dan Puma di situs internet yang digunakan sebagai sumber data karena iklan ini menyajikan perpaduan yang baik antara warna, gambar dan pilihan kata daripada iklan lainnya yang juga terdiri dari tanda-tanda verbal dan non-verbal. Penelitian yang dilakukan dengan metode kepustakaan dengan metode dokumentasi dan teknik pencatatan digunakan untuk mengumpulkan data maka metode kualitatif digunakan untuk menganalisis data berdasarkan teori yang diajukan oleh Leech tentang fungsi bahasa. Dia menyatakan bahwa ada lima fungsi bahasa. Teori tanda yang dipakai adalah teori yang diusulkan oleh Chandler. Dia menyatakan bahwa sebuah tanda terdiri dari "penanda" dan "tanda". Dalam hasil analisis data fungsi bahasa dalam iklan sepatu sepak bola, pengiklan cenderung menggunakan fungsi informasi untuk menyampaikan atau memberi informasi kepada pembaca tentang produk sehingga mereka dapat menarik minat dan membelinya. Kedua jenis tanda saling terkait karena apa yang tertulis dalam tanda verbal sesuai dengan apa yang ditunjukkan dalam tanda non-verbal. Mereka saling mendukung untuk membuat kombinasi yang bagus dalam iklan.
Kakawin Bualu Dre?tha Langö Sebuah Kajian Resepsi Sastra I Putu Ady Andyka Putra; I Made Wijana; A. A. Gede Bawa
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.259 KB)

Abstract

The study of Kakawin Bualu Dre?tha Langö was conducted due to the deviation of the story’s context. This kakawin does not convey the story of Ramayana and Mahabrata anymore, meanwhile it is more focused in describing Dharma Çanthi covered Dre?tha Langö. Besides that, the prominently concept of Dharma Çanthi and Dre?tha Langö could create a lot of reception of I Ketut Sarya as the writer of Dharma Çanthi in Kakawin Bualu Dre?tha Langö. This study is aimed at analyzing both formal and narrative structures of Kakawin Bualu Dre?tha Langö, and analyzing the form of arts reception from Kakawin Bualu Dre?tha Langö. The data of this study were collected through observation method. The data were analyzed descriptively and analytically, then the data were analyzed based on the structural principle and theory because every work has its own structure. The next analysis was used arts reception as the main theory. The result of the study show the formal and narrative structure. The formal structure is related with guru-laghu, wr?ta, m?tra, ga?a, canda, composition and connection of line, abode, beat, with ala?kara. Narrative structure consist of sequences building, such as melasti, tawur kasanga, pangrupukan, nyepi, ngembak geni. Next, it is about the language used in the story, then the analysis of reception form Dharma Çanthi, such as market, exhibition, entertainment, expressing opinion (pararem), and giving the charter certificate.
Kohesi dan Koherensi Paragraf pada Teks Berita Tribun News dalam Jaringan (Daring) Aisah .; I G.N.K. Putrayasa
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.213 KB)

Abstract

This research entitled “cohesion and coherence Tribun’s news text in network”. Cohesion lexical stuffs, cohesion grammatical stuffs, and the connection in Tribun news text May-July editions will be the problems of studied. Basd on that problem of study, this research aim to describe cohesion and grammatical lexical toolsof the news text, also explain the connection of meaning or coherence in Tribun’s news text May-July 2016 editions. The approach that used in this research is descriptive qualitative, and the data source is text news of Tribun News May-July 2016 edition. This research used random system , so not all the news that published on May-July 2016 will be analyzed. The data that will be analyzed consists of nine news text. The technique that used in collecting data are listenand note. The data analysis in this research used agih method with the base technique for the exact element. Method of presenting the results of the analysis using formal and informal methods. Based on the research, it was proove some: (1) the use grammatical cohesion including reference, substitution, elipsis, and conjuction; (2) the use lexical cohesion including synonim, antonym, repetition, collocation, and equivalence; (3) the use of coherency or meaning relation including cause and effect, means of result, background conclusion, alllowance result, terms result, and comparations connection. In conclusion, the most cohesiveness that appeared the best is, grammatical reference cohesion, while cause and effect is the meaning connection that dominate in the Tribun’s text news May-July 2016 editions.
Characterization and Pshychological Aspects in “Begin Again” Movie I B Wahyu Adhi Triyasa Maha Putra
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.32 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul, “Caharacterization and Psychological aspect in “Begin again movie”. Topik ini di pilih karena ingin lebih memahami tentang karakter utama dari seorang Greta di film Begin Again dan metode karakterisasi dari karakter utama pada film ini. Karakter utama pada film ini menginformasikan seorang yang mendalami cerita dan berperan penting dalam cerita film itu sendiri. Pada diskusi ini di focuskan pada aspek psikologi dari karakter utama dan metode yang di pakai untuk menggambarkan tokoh pada film tersebut. Ini adalah sebuah penelitian perpustakan dan data didapatkan dari film Begin Again berupa skrip film. Data ini dianalisis dan di kumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik mencatat dan juga menonton film. Langkah pertama adalah mengumpulkan data dengan cara menonton dan memahami skrip film kemudian dilanjutkan dengan cara membaca skrip film tersebut. Langkah kedua adalah mengidentifikasi dan mengelompokan data dan yang terakhir langkah ketiga adalah menemukan statement yang menyangkut skrip film yang bisa berhubungan dengan teori human motivation. Ada 2 teori yang dipakai pada skripsi ini, yaitu Theory of How to Analyze Fiction (Kenney, 1996) diantaranya metode discursive dan metode character on character dan Theory Psychology (Karl Berhardt, 1953) diantaranya feeling emotion, want, the appetites, social motives dan feeling attitude. Hasil dari analisis ini memperlihatkan Greta adalah tokoh utama pada cerita. Penulis menggunakan dua metode untuk mendiskripsikan Greta diantaranya: metode Dramatic dan metode Character on Character dari karakterisasi. Dengan itu menggambarkan Greta adalah wanita yang keras kepala, pintar, cantik and peduli pada sesama. Dari aspek psikologi, tokoh utama memperlihatkan jika Greta adalah wanita yang mudah bergaul, pintar, peduli dan juga cerdas.
Hyperbole in Frozen Movie I Gusti Ayu Winda Paramita
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.15 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul Hyperbole in Frozen movie ini berfokus untuk mengetahui hiperbola pada film Frozen. Saat ini banyak orang sengaja membesar-besarkan ucapan mereka untuk tujuan tertentu. Hiperbola adalah kiasan untuk efek sastra yang khas dan berlebihan, atau suatu ungkapan untuk membuat sesuatu terlihat lebih besar dari sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk hiperbola dan menganalisis jenis makna hiperbola. Data dalam penelitian ini diambil dari film Frozen. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan teori Claridge untuk menganalisis bentuk-bentuk dari hiperbola. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori makna oleh Leech, untuk mengetahui jenis makna hiperbola dalam naskah film tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua bentuk hiperbola ditemukan dalam naskah film, yaitu: kata tunggal hiperbola, hiperbola phrasal, hiperbola kausal, hiperbola angka, peran superlatif, perbandingan, dan pengulangan. Hiperbola digunakan dalam film untuk melebih-lebihkan, menekankan, membandingkan, menunjukkan kedalaman emosi, untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi dan memberi informasi tambahan. Dua dari tujuh jenis makna bisa ditemukan di film Frozen, yaitu makna konotatif dan makna afektif. Sejauh makna diperhatikan, makna konseptual, makna gaya, makna reflektif, makna kolektif dan tematik tidak ditemukan karena data tersebut tidak sesuai dengan definisi dari makna konseptual, makna gaya, makna reflektif, makna kolektif dan tematik.
Nilai Ganbaru dalam Manga Hajime No Ippo Karya Morikawa Joji Ni Putu Marina Ambari
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.894 KB)

Abstract

This research entitled "Ganbaru Value In Hajime No Ippo Comics Written by Morikawa Joji". This research aims to determine the factors that affect ganbaru value shown by figures Makunouchi Ippo and various kinds of ganbaru values that illustrated in Hajime No Ippo comics. Theories that used for analyzing are the theory of sociology of literature proposed by Wellek and Warren (1990), learning motivation by Slameto (1995) as well as Dimyati with Mudjiono (1999), and semiotics by Danesi (2010). Results of this research showed that there are two main factors forming ganbaru value shown by the character Makunouchi Ippo with total of eight sub forming factors and there are eight ganbaru values that reflected in Hajime No Ippo comics.
The Features of Men’s And Women’s Language in The Movie Camp Rock 2: Final Jam Ni Putu Erna Meryanti Sari Dewi
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe dan penggunaan bahasa pria dan wanita di dalam sebuah film. Penelitian ini berfokus pada ujaran pemain utama pria dan wanita serta lawan bicaranya. Data diambil dari sebuah film berjudul Camp Rock: Final Jam (2010). Jenis penelitian ini adalah studi pustaka. Data diperoleh melalui teknik menonton dan mencatat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori oleh Deborah Tannen (1990). Hasil menunjukkan bahwa pria cenderung lebih mendominasi pembicaraan di dalam suatu percakapan dan memutuskan suatu hal tanpa melibatkan pihak kedua atau ketiga. Sedangkan wanita cenderung menghabiskan waktunya untuk bergosip atau membicarakan hal-hal yang mengarah pada hubungan dan lebih sering mengekspresikan perasaan mereka daripada pria.
Characters Analysis in Amy Tan’s The Joy Luck Club: Psychological Approach Luh Putu Udiani Sari; Ni Made Ayu Widiastuti
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.07 KB)

Abstract

Artikel ini berjudul “Characters Analysis of Amy Tan’s The Joy Luck Club: Psychological Approach” yang bertujuan untuk menemukan konflik dari karakter melalui Bahasa kiasan dan menganalisis bagaimana konflik tersebut mempengaruhi karakter di dalam novel Amy Tan yang berjudul “The Joy Luck Club” yang dianalis menggunakan pendekatan psikologi. Data penelitian ini diambil dari novel Amy Tan yang berjudul “The Joy Luck Club” yang di publikasikan oleh G. P. Putnam’s Son pada tahun 1994. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasi dengan menggunakan teknik mencatat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penulis menggunakan beberapa bahasa kiasan untuk menyampaikan konflik yang dialami oleh karakter di dalam novel. Konflik psikologis dan fisik terjadi dalam hidup semua karakter yang dimulai sejak mereka masih anak-anak dan kemudian menyebabkan konflik lain yang terjadi ketika mereka sudah dewasa. Konflik tersebut mempengaruhi keadaan psikologis karakter dan juga memberikan pengaruh pada kehidupan karakter dan hubungan mereka dengan orang-orang disekitarnya.
Gagasan Pelestarian Lingkungan dalam Antologi Merayakan Pohon di Kebun Puisi Karya Nyoman Wirata: Analisis Semiotik Ni Putu Sri Puspitawati
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.414 KB)

Abstract

This research was conducted to analyzed “The Environmental Conservation Idea in the Anthology of Merayakan Pohon di Kebun Puisi by Nyoman Wirata”. Nyoman Wirata is a poet who cares about environmental preservation. His interest in environment is because of his profession as a teacher of environtment and art at one of SMP Negeri in Denpasar. This research discussed structure problem and expression of environmental conservation idea in the anthology of Merayakan Pohon di Kebun Puisi by Nyoman Wirata. Of the fifty-seven poems in this anthology, ten poems with the theme of environmental damage were selected by using the word “pohon” in each title. This research used literature review and analitical descriptive method of study. The theory used was structuralism and semiotic theories that focus on the study of signs used in literary works. These signs are interpreted to understand the idea of environmental preservation in the anthology of Merayakan Pohon di Kebun Puisi by Nyoman Wirata. Ten poems of Nyoman Wirata contain the idea of environmental conservation. This idea of environmental preservation was modified into figure of speech that describes the environment in a sadness situation.

Page 1 of 4 | Total Record : 40


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 4 (2024) Vol 28 No 3 (2024) Vol 28 No 2 (2024) Vol 28 No 1 (2024) Vol 27 No 4 (2023) Vol 27 No 3 (2023) Vol 27 No 2 (2023) Vol 27 No 1 (2023) Vol 26 No 4 (2022) Vol 26 No 3 (2022) Vol 26 No 2 (2022) Vol 26 No 1 (2022) Vol 25 No 4 (2021) Vol 25 No 3 (2021) Vol 25 No 2 (2021) Vol 25 No 1 (2021) Vol 24 No 4 (2020) Vol 24 No 3 (2020) Vol 24 No 2 (2020) Vol 24 No 1 (2020) Vol 23 No 4 (2019) Vol 23 No 3 (2019) Vol 23 No 2 (2019) Vol 23 No 1 (2019) Vol 22 No 4 (2018) Vol 22 No 3 (2018) Vol 22 No 2 (2018) Vol 22 No 1 (2018) Vol 21 No 1 (2017) Vol 20 No 1 (2017) Vol 19 No 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 3 (2016) Volume 17. No. 2. Nopember 2016 Volume 17. No. 1. Oktober 2016 Volume 16. No. 3. September 2016 Volume 16. No. 2. Agustus 2016 Volume 16. No. 1. Juli 2016 Volume 15. No.3. Juni 2016 Volume 15. No.2. Mei 2016 Volume 15. No.1. April 2016 Volume 14. No.3. Maret 2016 Volume 14. No.2. Pebruari 2016 Volume 14. No.1. Januari 2016 Volume 13. No.3. Desember 2015 Volume 13. No.2. Nopember 2015 Volume 13. No.1. Oktober 2015 Volume 12. No.3. September 2015 Volume 12. No.2. Agustus 2015 Volume 12. No.1. Juli 2015 Volume 11. No3. Juni 2015 Volume 11. No2. Mei 2015 Volume 11. No 1. April 2015 Volume 10. No 3. Maret 2015 Volume 10. No 2. Februari 2015 Volume 10. No 1. Januari 2015 Volume 9. No. 3. Desember 2014 Volume 9. No. 2. November 2014 Volume 9. No. 1. Oktober 2014 Volume 8. No. 3. September 2014 Volume 8. No. 2. Agustus 2014 Volume 8. No. 1. Juli 2014 Volume 7. No. 3. Juni 2014 Volume 7. No. 2. Mei 2014 Volume 7. No. 1. April 2014 Volume 6. No. 3. Maret 2014 Volume 6. No. 2. Februari 2014 Volume 6. No. 1. Januari 2014 Volume 5. No. 3. Desember 2013 Volume 5. No. 2. November 2013 Volume 5. No. 1. Oktober 2013 Volume 4. No. 3. September 2013 Volume 4. No. 2. Agustus 2013 Volume 4. No. 1. Juli 2013 Volume 3. No. 3. Juni 2013 Volume 3. No. 2. Mei 2013 Volume 3. No. 1. April 2013 Volume 2. No. 3. Maret 2013 Volume 2. No. 2. Pebruari 2013 Volume 2. No. 1. Januari 2013 Volume 1. No. 2. Desember 2012 Volume 1. No. 1. November 2012 More Issue