cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2016): Sulesana" : 5 Documents clear
Relasi Manusia Dengan Pendidikan (Sebuah Telaah terhadap Ayat-ayat Tarbawi) Hasyim Haddade
Sulesana Vol 10 No 1 (2016): Sulesana
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i1.1794

Abstract

Al-Qur'an, memandang manusia sebagai makhluk monodualis, duadimensional, yaitu terdiri dari dua unsur, jasmani dan rohani, maka ia dipandang sebagai makhluk yang superior,mulia dan yang terbaik di antara semua makhluk ciptaan Allah yang ada. Dalam kaitan ini, pendidikan tidak bisa hanya bersifat antroposentris saja, dalam arti bahwa apa yang ingin dicapai melalui proses pendidikan semuanya dipusatkan pada persoalan manusia tanpa ada keterlibatan Tuhan sama sekali. Akan tetapi, pendidikan juga harus bersifat theosentris. Bahkan keterpusatan segala aspek kehidupan manusia kepada Tuhan merupakan kunci dari seluruh ajaran al-Qur'an.Pendidikan dalam perspektif al-Qur'an juga sangat memperhatikan unsur jasmani dan rohani manusia, sebab manusia terdiri atas dua unsur tersebut. Oleh karena itu, aspek-aspek pendidikan pun harus secara bersama-sama memenuhi basic need, pisik ataupun psikis serta keseimbangan antara pikiran dan perasaan sehingga mengantarkan manusia pada kemampuan untuk hidup secara serasi dan selaras, baik dalam berinteraksi langsung dengan Tuhannya, dengan sesamanya, maupun dengan alam lingkungannya.
RESPON SISWA MADRASAH (MAN) TERHADAP RADIKALISME AGAMA DI MAKASSAR Darmawati Darmawati; Abdullah Thalib
Sulesana Vol 10 No 1 (2016): Sulesana
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i1.1798

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengetahui respon Siswa Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Makassar mengenai paham radikalisme. Penelitian menggunakan metode kuantitatif guna menggambarkan respon siswa Madrasah Aliyah terhadap radikalisme agama, baik dari aspek kognitif, afektif, hingga konatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari aspek kognitif sebagian besar responden mengetahui keberadaan kelompok radikal dalam Islam baik secara global maupun keberadaan kelompok tersebut di Indonesia. Sumber informasi yang dominan dari responden adalah media massa dan media sosial. Dari aspek afektif menunjukkan kecenderungan sebagian besar responden berpandangan terbuka dan moderat mengenai paham dan sikap keagamaan yang ditanyakan. Umumnya responden bersikap moderat dalam penafsiran Alquran dan hadis, sikap toleran terhadap penganut agama lain, serta bersikap moderat dalam hal hubungan Islam dengan Negara, serta dalam perspektif memahami jihad dalam Islam. aspek konatif tidak jauh berbeda kecenderungannya dengan aspek afektif sebagian besar responden menunjukkan sikap moderatnya. Namun, berkebalikan dengan hal tersebut tampak sebagian responden meski dengan intensitas yang kecil menunjukkan sikap radikalnya dalam menyikapi isu-isu keagamaan.
KRISIS IDENTITAS DIRI PADA REMAJA “IDENTITY CRISIS OF ADOLESCENCES” Nur Hidayah; Huriati Huriati
Sulesana Vol 10 No 1 (2016): Sulesana
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i1.1851

Abstract

Identitas diri merupakan suatu penyadaran yang dipertajam tentang diri sendiri,yang dipakai seseorang untuk menjelaskan siapakah dirinya, yang meliputi karakteristik diri, memutuskan hal-hal yang penting dan patut dikerjakan untuk masa depannya serta standar tindakan dalam mengevaluasi perilaku dirinya ke semua hal tersebut terintegrasi dalam diri sehingga seseorang merasa sebagai pribadi yang unik dan berbeda dari orang lain dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya.Pada masa remaja, pembentukan identitas diri akan cenderung lebih terlihat. Remaja akan mempertanyakan siapa dirinya karena kebingungan menghadapi perubahan fisik, anatomik, psikologis, dan sosial yang dipertimbangkan dari nilai-nilai maupun kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat. Masalah pokok yang dihadapi oleh seorang anak saat memasuki masa remaja adalah pencarian bentuk identitas diri. Identitas diri adalah gambaran bagaimana profil diri, harga diri, kepastian posisi maupun kedudukan sosial anak-remaja dalam lingkungan pergaulan dimana ia berada.Remaja mengalami krisis identitas karena memiliki masalah dengan kemampuannya mengendalikan emosi, bermasalah menempatkan diri dengan teman sebayanya, bermasalah dengan penampilan dirinya, tidak mendapat figur yang tepat untuk mencapai identitas diri yang baik. Saat remaja mengalami krisis identitas, perilaku yang dicerminkan dapat mengacu pada tindakan-tindakan destruktif.
BERBAGAI KASUS KONFLIK DI INDONESIA: Dari Isu Non Pribumi, Isu Agama, Hingga Isu Kesukuan Muhammad Saleh Tajuddin; Mohd. Azizuddin Mohd. Sani; Andi Tenri Yeyeng
Sulesana Vol 10 No 1 (2016): Sulesana
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i1.1893

Abstract

Tulisan ini membahas tentang ragam konflik di Indonesia, khususnya terkait dengan isu non pribumi, isu agama dan isu kesukuan. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui berbagai sebab terjadinya berbagai konflik dalam konteks sejarah politik di Indonesia. Dalam kenyataannya, ada berbagai sebab terjadinya konflik di Indonesia, seperti keberadaan non-pribumi versus pribumi, konflik agama, khususnya antara agama Islam dan agama Keristen, dan isu kesukuan, khususnya dominasi suku Jawa dalam sejarah panggung politik di Indonesia.Terjadinya konflik atas dasar isu-isu tersebut bermuara pada kesenjangan ekonomi politik yang terjadi seperti kekayaan non-pribumi atas pribumi, kekaayaan minoritas Keristen atas mayoritas umat Islam, dan dominasi suku Jawa atas non Jawa dalam pentas politik. Begitu juga konflik Ambon dan Sambas sebagai konsekuensi logis dominasi ekonomi Bugis Makassar dan dominasi Suku Madura atas penduduk setempat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN ANAK PRA SEKOLAH TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI TK MINASAUPA Rohana Rohana; Arbianingsih Arbianingsih
Sulesana Vol 10 No 1 (2016): Sulesana
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i1.1917

Abstract

Diare masih merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitasanak-anak diberbagai negara yang sedang berkembang, setiap tahun diperkirakan lebih dari satu milyar kasus diare di dunia. Salah satu upaya untuk menekan angka kejadian diare pada anak-anak dengan memberikan pengetahuan/pendidikan kesehatan untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Jenis penelitian ini adalah pra-eksperiment design dengan rancangan pre-test dan post-test. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon dengan tingkat kemaknaan ρ< α = 0,05.Hasil analisis dengan uji statistik wilcoxon didapatkan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang pencegahan penyakit diare pada anak usia pra sekolah yaitu dengan nilai koefisien z sebesar -8,374 dan nilai p value < 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan anak usia pra sekolah antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan penyakit diare. Hal ini di sebabkan karena siswa telah mendapatkan pelajaran dalam bentuk pendidikan kesehatan sehingga terjadi suatu proses belajar dimana sesuatu yang tidak tahu berubah menjadi tahu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5