cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI" : 10 Documents clear
PERANAN SANGGAR PUTROE JEUMPA KEUBIRU DALAM MELESTARIKAN TARI PHO DI DESA BLANG KUALA KECAMATAN MEUKEK ACEH SELATAN Mizanul Fhata; Tri Supadmi; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Peranan sanggar Putroe Jumpa Keubiru dalam melestarikan tari Pho di desa Blang Kuala Kecamatan Meukek Aceh Selatan”. Penelitian ini mengangkat masalah Bagaimana peranan Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru dalam melestarikan Tari Pho di Desa Blang Kuala Kecamatan Meukeuk Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan mendekripsikan perananan Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru Desa Blang Kuala Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, display dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan sanggar Putroe Jumpa Keubiru dalam melestarikan tari Pho yaitu dengan cara mengikuti event-event, undangan acara resmi (adat-istiadat, Perkawinan, Sunat Rasul) dan hari-hari besar daerah lainnya. Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru adalah salah satu sanggar yang mengajarkan dan memperlajari banyak tarian yang lebih bersifat tradisi salah satunya tari Pho.Kata kunci: peranan, sanggar, melestarikan, tari Pho
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI TRADISIONAL MEUSAREE-SAREE DI SDIT AL-FITYAN LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Dawati Amalia Hadi; Tri Supadmi; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar” ini mengangkat masalah bagaimana pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pelatih, siswa dan guru, objek penelitian ini adalah tari Tradisional Meusaree-saree. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree dilaksanakan empat kali pertemuan, setiap pertemuan memiliki 3 tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree di ikuti oleh kelas 4 dan kelas 5 yang dengan jumlah 8 orang penari perempuan yang dilaksanakan secara langsung di ruang aula sekolah. Properti yang digunakan dalam menari yaitu tali jaring untuk menangkap ikan. Adapun metode yang diajarkan pada pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional adalah metode demonstrasi. Guru juga menerapkan metode pemberian tugas berupa latihan secara individu agar pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tercapai. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Kegiatan Tari Tradisional Meusaree-saree yaitu evaluasi secara pengulangan setiap pertemuan agar siswa dapat mengingat pembelajaran yang sudah diajarkan. Kata Kunci: pembelajaran, ekstrakurikuler, tari Meusaree-saree
UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) PADUAN SUARA MAHASISWA (PSM) SUARA AKADEM UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH Muhammad Alfath; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian yang berjudul “Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Suara Akadem Universitas Syiah Kuala Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses kegiatan latihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh, dan kendala apa saja yang dihadapi pada saat proses latihan paduan suara Akademia Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kegiatan latihan paduan suara Akademia Unsyiah, serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi pada saat proses latihan paduan suara Akademia Unsyiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Pelatih dan Anggota paduan suara akademia Unsyiah, objek penelitian ini yaitu Sentra UKM Paduan Suara Mahasiswa Suara Akademia Unsyiah Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses latihan paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh meliputi pemilihan latihan, pengenalan lagu Aneuk Nanggroe dan pembagian nada suara lagu Aneuk Nanggroe. Kendala-kendala yang dialami ketika proses latihan paduan suara akademia universitas syiah kuala Banda Aceh terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta anggota tidak fokus pada saat latihan, pelatih tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman anggota terhadap lagu Aneuk Nanggroe yang telah diberikan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses latihan paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh pada dasarnya sama dengan latihan pada UKM paduan suara mahasiswa lainnya. Sebelum pelatih melakukan latihan, pelatih mempersiapkan hal-hal penting dalam proses latihan paduan suara, yang meliputi perencanaa latihan, mempersiapkan lagu, partitur dan mempersiapkan tempat latihan.Kata Kunci: Proses latihan, Unit Kegiatan Mahasiswa, paduan suara
ANALISIS UNSUR GERAK TARI SEUDATI Firda Lena; Tri Supadmi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Unsur Gerak Tari Seudati”. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang bagaimana penerapan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Seudati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Seudati. Sumber data dalam penelitian ini dihasilkan dari hasil interaksi langsung antara peneliti dan narasumber seperti pimpinan sanggar, penari serta tokoh dari tari Seudati. Lokasi penelitian bertempat di sanggar Geunaseh Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh dengan teknik observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Seudati cenderung menggunakan tenaga yang kuat yang bervariasi pada setiap ragam sehingga gerakannya terlihat lincah, heroik dan penuh semangat.  Namun ada juga gerakan yang menggunakan tenaga ringan dimana gerakannya terlihat santai dan rileks. Ruang dalam gerak tari Seudati cenderung menggunakan level sedang, namun ada juga sebagian anggota badan yang menggunakan level sedang dan level tinggi. Jangkauan gerak dalam tari Seudati sebagian besar luas, khususnya pada bagian tangan yang jangkauannya seluas rentangan tangan, namun ada juga jangkauan gerak yang kecil. Mengenai tempo, tari Seudati menggunakan tempo yang bervariasi artinya tempo iringan disesuaikan dengan gerakannya, ada tempo cepat dan tempo lambat. Dalam hal ini, tempo yang cepat bisa mempengaruhi tenaga menjadi kuat.Kata Kunci: analisis, unsur gerak, tari Seudati
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN ALAT MUSIK BIOLA DI SEKOLAH MUSIK PRODIGY CONSERVATORY OF MUSIC BANDA ACEH Rizka Afriza Liana; Ari Palawi; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Keterampilan Alat Musik Biola di Sekolah Musik Prodigy Conservatory of Music Banda Aceh”, dengan rumusan masalah bagaimana proses pembelajaran keterampilan alat musik biola di sekolah musik Prodigy Conservatory of Music. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran keterampilan alat musik biola yang berlangsung di sekolah musik Prodigy Conservatory of Music Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deksriptif. Subjek penelitian ini adalah pembelajaran keterampilan alat musik biola dan objek penelitian adalah siswa dan instruktur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan alat musik biola di sekolah musik Prodigy Conservatory of Music memiliki 2 tingkatan kelas yaitu Violin I dan Violin II. Materi Ajar yang digunakan berupa lagu-lagu yang beraliran klasik yang dimulai dari tingkat dasar hingga tingkat yang rumit. Alat musik yang digunakan adalah biola klasik. Metode dan model pembelajaran yang digunakan yaitu metode ceramah, demonstrasi dan model praktik individual. Evaluasi yang digunakan instruktur dalam pembelajaran keterampilan alat musik biola yaitu dengan memainkan lagu lightly row pada kelas Violin I dan memainkan lagu minuet 3 pada kelas Violin II. Kata Kunci: pembelajaran biola, kursus musik
PROSESI MANOE MADEUNG DI GAMPONG ALUE KEUJRUEN KECAMATAN TANAH LUAS Intan Fauzatul Zuhra; Tengku Hartati; Ari Palawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Prosesi Manoe Madeung di Gampong Alue Keujruen Kabupaten Aceh Utara”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana Prosesi Manoe Madeung dan apasaja aspek-aspek Artistik yang ada dalam Prosesi Manoe Madeung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna prosesi Manoe Madeung dan apasaja aspek-aspek Artistik yang ada dalam Prosesi Manoe Madeung di Gampong Alue Keujruen Kecamatan tanah Luas kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah ibu adat yang selalu melakukan Manoe Madeung. Teknik pengumpulan data yang digunakan, teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Manoe Madeung adalah sebuah adat dalam pelaksanaan mensucikan wanita yang telah melahirkan atau sudah tiba saatnya Manoe Madeung yaitu bertanda bahwa wanita tersebut telah memasuki hari ke 44 setelah melahirkan. Prosesi Manoe Madeung adalah persiapan Tumphoe, persiapan Boh Kruet (jeruk purut) dan Oen Sike Pulot (daun pandan), Manoe Madeung terdiri dari, Manoe Siraman Phoen, Manoe Siraman Kedua, Manoe Siraman Lhe, Semanoe Ie Boh Kruet (jeruk purut), Sah Bumoe, dan Meumat Jaroe. Makna yang terkandung dalam Prosesi Manoe Madeung adalah mensucikan diri dari hadast besar (nifas) serta mengusir roh-roh jahat yang ada di sekitar selama masa Madeng. Aspek-aspek artistik yang ada di dalam prosesi Manoe Madeung yaitu adanya Tumphoe yang memiliki ukiran bunga Keujruen. Syair yang dilantunkan berisi nasihat-nasihat yang disampaikan agar kita tidak pernah lupa untuk selalu memohon ampunan kepada Allah dan selalu mengingat junjungan Nabi besar Muhammad SAW.Kata Kunci: prosesi, Manoe Madeung
KAJIAN KOREOGRAFI TARI INEN MAYAK PUKES KARYA IBRAHIM KADIR Siner Mentari; Tri Supadmi; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “kajian koreografi Tari Inen Mayak Pukes karya Ibrahim Kadir” ini mengangkat masalah bagaimana sejarah, proses penggarapan, dan alasan mengapa pencipta menciptakan tari Inen Mayak Pukes. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis, mendeskripsikan, mengkaji, dan mengetahui koreografi tari Inen Mayak Pukes, serta ciri khas atau gaya tarian yang berkembang di kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitataif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang proses penggarapan tari Inen Mayak Pukes. Subjek penelitian ini adalah kajian koreografi tari oleh Ibrahim Kadir dan objek dalam penelitian ini adalah tari Inen Mayak Pukes di kabupaten Aceh Tengah oleh Ibrahim Kadir. Data pada penelitian ini dikumpulan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan koreografi tari Inen Mayak Pukes adalah tari kreasi baru yang berpolakan tradisi karena tarian ini menggunakan iringan baik musik maupun lagu khas daerah Gayo, pakaian adat Gayo, dan gerakan tarian ini juga menyesuaikan kepada kebiasaan kehidupan masyarakat Gayo. Tari Inen Mayak Pukes diciptakan pada tahun 1975, tari ini termasuk tari literer karena tarian ini disusun berdasarkan cerita asli, lalu dibuat menjadi tarian yang bercerita seperti sendratari. Kata Kunci: Koreografi, Tari Inen Mayak Pukes
KAJIAN KOREOGRAFI TARI NGUTEP KOPI OLEH MUHAMMAD ICHSAN S.Pd Ashya Aulia Febrila; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Kajian Koreografi Tari Ngutep Kopi Karya Muhammad Ichsan. S.Pd”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah  koreografer atau pencipta tari Ngutep Kopi, yang menjadi objek penelitian yaitu koreografi tari Ngutep Kopi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Ngutep Kopi merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Muhammad Ichsan Gerak pada tari Ngutep Kopi merupakan gerak kebiasaan masyarakat melakukan aktivitas dalam memetik Kopi. Pada awal penciptaan tari Ngutep Kopi, koreografer terlebih dahulu menentukan tema dasar sebelum melakukan proses penggarapan sehingga tercipta hasil karya yang baik. Sebuah karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap eksplorasi gerak (pencarian gerak), improvisasi evaluasi dan komposisi tari. Dilihat dari gerak tari Ngutep Kopi ini memiliki 18 belas gerak yang memiliki makna, Tari Ngutep Kopi juga memiliki pola lantai dalam setiap pertunjukannya. Iringan musik pada tari Ngutep Kopi sangat berperan penting sebagai musik pengiring dan penuntun gerak tariannya. Tata busana tari Ngutep Kopi disesuaikan dengan  tema tari, dalam hal ini koreografer mengunakan baju berwarna hijau dengan celana hitam polos serta selendang warna hijau sebagai penutup kepala untuk penari wanita, sedangkan untuk penari pria mengunakan baju  kerawang Aceh. Tata rias tari Ngutep Kopi adalah makeup karakter cantik namun terlihat sederhana dan tidaklah berlebihan, sehingga sesuai dengan tema dan karakter seorang petani Kopi Kata Kunci: kajian koreografi, tari Ngutep Kopi
PROSESI TRADISI SEMANOE PUCOK DI DESA IE DINGEN KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Muhammad Naufal Syahputra; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Prosesi Tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana prosesi tradisi Semanoe Pucok dan apa makna yang terkandung dalam prosesi tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan prosesi tradisi Semanoe Pucok dan mendeskripsikan makna prosesi Semanoe Pucok di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Seletan. Sumber data dalam penelitian adalah anggota Semanoe Pucok desa Ie Dingen. Lokasi penelitian bertempat di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Semanoe Pucok adalah sebuah adat dalam pesta perkawinan dan khitanan yang dilaksanakan sehari sebelum acara. Prosesi Semanoe Pucok memiliki lima tahapan yaitu (1) shalawat badar, (2) syair berkisah/jak kutimang, (3) tron tajak manoe, (4) peusijuk, (5) siraman calon pengantin. Makna yang terkandung dalam prosesi Semanoe Pucok adalah perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya yang akan menikah, sedangkan makna yang terkandung dalam syairnya adalah nasihat-nasihat yang disampaikan kepada calon pengantin dan ungkapan kesedihan sang ibu yang sedih karena akan ditinggal oleh anaknya.Kata Kunci: prosesi, tradisi, Semanoe Pucok
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER GITAR DI SEKOLAH TEUKU NYAK ARIF FATIH BILINGUAL SCHOOL (LADIES) Cut Maulinda; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKJudul penelitian ini adalah kegiatan ekstrakurikuler Gitar di Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School (ladies). Rumusan masalahnya yaitu: bagaimana kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP dan SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School dan apa saja kendala yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP dan SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School dan untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di SMP dan SMA Fatih Bilingual School. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswi SMP dan SMA Teuku Nyak Arif  Fatih Bilingual School, sedangkan objek penelitiannya adalah proses kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitiannya adalah kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan November sampai bulan Desember. Tahapan- tahapan yang dilakukan pada pembelajaran ini adalah mula-mula siswi mengenal open string pada senar gitar 1 sampai 6, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Nazande sevgilim, sampai mereka hafal terhadap irama lagu tersebut, kemudian guru mulai memberikan chord lagu Nazande Sevgilim. Sambil siswi belajar chord tersebut guru juga ikut membimbing pada saat proses latihan. Tahap selanjutnya yang dilakukan guru adalah dengan membagikan menjadi 2 kelompok. kelompok 1 yaitu kelompok rhythm dan kelompok 2 kelompok arpeggio. Kelompok ini dipilih berdasarkan kemampuan yang dimiliki siswi. Untuk latihan pada lagu Nazande sevgilim ini juga dibutuhkan latihan dan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa bermain gitar dengan baik dan benar, diantaranya dengan menggunakan teknik rhythm, arpeggio dan dinamika staccato. untuk latihan selanjutnya proses latihan yang dilakukan masih sama ketercapaiannya terkait dengan teknik arpeggio, rhythm, dinamika staccato, serta menstabilkan tempo agar tempo lagu yang dimainkan tidak lari.Kata Kunci: kegiatan ekstrakurikuler, gitar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10