cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER" : 10 Documents clear
PEWARISAN TRADISI MEURAPA’I DESA GLA MEUNASAH BAROE KABUPATEN ACEH BESAR Syafriruddin Syafriruddin; Ismawan Ismawan; Tri Supadmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pewarisan Tradisi Meurapai Desa Gla Meunasah Baroe Kabupaten Aceh Besar. Mengangkat tentang bagaimana sistem pewarisan Tradisi Meurapa’i yang dilakukan di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pewarisan tradisi Meurapa’i yang dilakukan oleh para pelatih dari generasi ke generasi serta untuk mengetahui mengapa Meurapa’i masih diterima di tengah-tengah masyarakat Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah para pelatih, ketua sanggar, anggota sanggar dan masyarakat Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Pewarisan Tradisi Meurapa’i di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pewarisan yang di lakukan di Sanggar Rapai Tuha Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar secara turun temurun dari kakek ke ayah dan dari ayah diturunkan ke anak. Mengapa tradisi Meurapai masih diterima sampai hari ini di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar adalah karena keinginan meneruskan tradisi Meurapa’i.Kata Kunci: pewarisan, tradisi, Meurapa’i.
PERBEDAAN MOTIF KERAWANG GAYO LUES DAN ACEH TENGAH Juliawati Ningsih; Rida Safuan Selian; Ari Palawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini yang berjudul Perbedaan Motif Kerawang dan Aceh Tengah, mengangkat masalah bagaimana perbedaan motif Kerawang Gayo Lues dan Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perbedaan jenis-jenis motif Kerawang yang ada di Gayo Lues dengan motif Kerawang yang ada di Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data didapat dari data-data yang berupa buku dan juga hasil wawancara dengan pengrajin Kerawang Gayo. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap-tiap motif Kerawang  Gayo merupakan lambang adat yang ada di tanoh Gayo, adapun motif Kerawang Gayo yang terdapat pada Upuh Ulen-ulen Aceh Tengah berjumlah sepuluh motif sedangkan motif Kerawang yang ada pada Upuh Kerawang Gayo Lues berjumlah sebelas motif dengan perbedaan diantara keduanya berjumlah  tujuh motif.Kata Kunci: Kerawang, Gayo Lues dan Aceh Tengah
NOTASI LABAN TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR SENI CUT NYAK DHIEN BANDA ACEH Wilyuza Wilyuza; Tri Supadmi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh ini mengangkat masalah bagaimana bentuk Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat  di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Notasi Laban sebagai sarana pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Subjek penelitian adalah pemimpin sanggar beserta penari sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah Tari Rateb Meuseukat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala, dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan Notasi Laban tari Rateb Meuseukat, Penari juga melakukan gerakan secara berselang-seling yaitu atas dan bawah, Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh memiliki 12 macam ragam gerak dengan tempo yang berbeda.Kata Kunci: tari Rateb Meuseukat, notasi laban
TRANSFORMASI GEUDEU-GEUDEU MENJADI SENI PERTUNJUKAN DI TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA Laina Wahyuni; Ramdiana Ramdiana; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Transformasi Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan di Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Transformasi bentuk permainan Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan Geudeu-geudeu di Trienggadeng Pidie Jaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan transformasi bentuk permainan Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan Geudeu-geudeu di Trienggadeng Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendakatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian tentang budaya Geudeu-geudeu ini menunjukkan bahwa Geudeu-geudue adalah permainan rakyat yang merupakan salah satu identitas dari masyarakat dan berkembang didalamnya sesuai dengan lingkungan adat istiadat dimana masyarakat itu berada. Budaya Geudeu-geudeu yang dimainkan oleh 3 orang laki-laki yang dulunya merupakan upacara ritual paska panen tetapi sekarang berubah menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Penelitian mengenai Geudeu-geudeu ini telah terjadi transformasi yang sangat sederhana walau tidak secara keseluruhan.Kata Kunci: transformasi, pertunjukan, Geudeu-geudeu
HIPHOP PADA KOMUNITAS SACH DI TAPAKTUAN Taufiq Ihya Ulumuddin; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Hiphop pada Komunitas SACH di Tapaktuan ini mengangkat masalah bagaimana perkembangan komunitas SACH di Tapaktuan dan bagaimana pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang komunitas SACH di Tapaktuan dan pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ketua serta anggota dari komunitas SACH, dan objek dalam penelitian ini adalah tentang perkembangan komunitas SACH di Tapaktuan serta pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas SACH adalah komunitas Hiphop yang dibentuk oleh Aminullah pada tahun 2011 di Tapaktuan yang awalnya terdiri  dari 5 orang anggota saja, namun seiring berjalannya waktu komunitas SACH mampu berkembang dengan terus bertambahnya jumlah anggota. Awalnya komunitas SACH dibentuk hanya untuk hiburan pemuda di Tapktuan namun sekarang komunitas SACH memfokuskan karyanya dalam memperkenalkan daerah dan didukung dengan keterlibatan komunitas SACH dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Komunitas SACH juga mampu mendapatkan prestasi dalam perlombaan-pelombaan Hiphop yang diselenggarakan di Daerah maupun luar daerah. Demi mencapai tujuan untuk terus menjadi komunitas yang besar, komunitas SACH sangat disiplin dalam pembelajarannya dikarenakan di dalam komunitas SACH memiliki kelompok-kelompok Hiphop seperti musik Beatbox, musik Rap dan tari Breakdance. Namun pada awal tahun 2014 komunitas SACH melakukan perubahan dengan menambah kelompok seni ke dalam komunitas SACH yaitu tari tradisi dan musik tradisi. Demi terwujudnya pembelajaran yang baik, komunitas SACH memiliki guru atau pelatih yang disebut senior yang sudah ahli di dalam kelompoknya untuk mengajarkan teknik-teknik Hiphop tersebut kepada para anggota atau anggota baru yang masuk ke dalam komunitas SACH. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dimana pelatih tersebut mempraktekkan teknik-teknik yang akan diajarkan lalu diikuti oleh anggota.Kata Kunci: Hiphop, komunitas SACH,
DINAMIKA DAN SEMIOTIKA KESENIAN RAPA’I PULOET GEURIMPHENG DI KECAMATAN KUTA BLANG KABUPATEN BIREUEN Ali Mursalan; Ari Palawi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Dinamika dan Senimotika Rapa’i Puloet Geurimpheng di Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen”. Masalah penelitian ini adalah sejauh mana keberadaan musik tradisional Rapa’i Puloet Geurimpheng dalam keseharian masyarakat di Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen dan makna syair Rapa’i Puloet Geurimpheng. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana keberadaan musik tradisional Rapa’i Puloet Geurimpheng dalam keseharian masyarakat di Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen dan makna syair Rapa’i Puloet Geurimpheng. Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah pencipta, penerus generasi ke-3, pelatih, penari, pemusik Rapa’i Puloet Geurimpheng sanggar Jeumpa Puteh desa Blang Mee serta masyarakat Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil menunjukkan bahwa dalam keseharian masyarakat, Rapa’i Puloet Geurimpheng memiliki 7 babak yang menggunakan syair yaitu saleum syech, saleum aneuk syahi, cakrum, tingkah rapa’i, saman, kisah dan gambus/lanie. Keaslian dari Rapa’i Puloet Geurimpheng masih terjaga hingga sekarang, Rapa’i ini hanya ada di desa Blang Mee di sanggar Jeumpa Puteh dan rata-rata masyarakat mengetahui tentang Rapa’i Puloet Geurimpheng dan ikut ambil andil dalam melestarikan dan mengembangkannya, ditandai dengan adanya penampilan yang sering dipentaskan di acara pernikahan maupun event-event lainnya. Syair yang digunakan dalam bentuk bahasa Aceh yang berisi tentang nasehat, mengisahkan tentang kisah sejarah masa lalu, perintah dan ajaran kebaikan serta syair yang berupa teka-teki. Di dalam syairnya juga terdapat syair terikat dan syair bebas.Kata kunci: dinamika, semiotika, Rapa’i Puloet Geurimpheng
MANTRA DAN GERAK TARI SINING Marisa Ulfa; Ramdiana Ramdiana; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang Makna Mantra dan Makna Gerak Tari Sining menyangkut masalah bagaimana makna mantra dan makna gerak Tari Sining. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna mantra dan makna gerak Tari Sining. Pendekatan yang gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, mantra dalam tari Sining menunjukan bahwa pada dasarnya mantra pada pendirian pertama rumah masyarakat gayo berfungsi sebagai doa, doa yang dimaksud disini adalah doa agar rumah yang akan dibuat diberkahi oleh Allah swt, pada setiap paragraf dari masing-masing mantra yang digunakan pada tarian ini memiliki makna tersendiri dalam setiap paragrafnya dan gerak pada gerakan pada tari Sining ini ada 19 gerak namun hanya beberapa gerak saja yang memiliki makna gerak dan disetiap ragam gerak memiliki beberapa rangkaian gerak.Kata Kunci: makna, mantra, gerak, tari Sining,
STRUKTUR TARI TUAK KUKUR DI SANGGAR GAYO NUSANTARA ETNIK KABUPATEN BENER MERIAH Dhea Sofiami Sas; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Struktur tari Tuak Kukur di sanggar Gayo Nusantara Etnik Kabupaten Bener Meriah”, dengan rumusan masalah bagaimana tata hubungan gerak tari Tuak Kukur, dan bagaimana elemen-elemen sikap dan gerak tari Tuak Kukur. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan tata hubungan gerak tari Tuak Kukur, dan untuk mendeskripsikan elemen-elemen sikap dan gerak tari Tuak Kukur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata hubungan yang terjadi di dalam tari Tuak Kukur adalah tata hubungan paradigmatis yang terdapat pada gerakan memakai kain panjang (Seluk kelubung), gerak petik, mengayunkan kain panjang, dan mengayunkan tampah.Tari Tuak Kukur secara keseluruhan ragam gerak terjadi pengulangan-pengulangan gerakan. Selain itu, pola irama di setiap syair mempunyai kesamaan atau kesatuan antara satu syair dengan syair yang lain. Sehingga dapat dikatakan gerakan dalam struktur tari ini saling menggantikan hubungan dengan komponen yang lainnya.Hasil analisis data yang diperoleh adalah tata hubungan tari Tuak Kukur terdiri dari 3 gugus, 13 kalimat, 44 frase, dan 227 motif. Elemen dasar tari adalah tubuh dibagi menjadi 4 bagian yaitu kepala, badan, tangan, dan kaki, masing-masing bagian dibagi menjadi dua yaitu unsur sikap dan unsur gerak. Bagian kepala terdiri dari 6 unsur sikap dan 7 unsur gerak, bagian badan terdiri dari 6 unsur sikap dan 7 unsur gerak, bagian tangan terdiri dari 8 unsur sikap dan 16 unsur gerak, bagian kaki terdiri dari 8 unsur sikap dan 7 unsur gerak.Kata Kunci: Analisis, struktur, tari Tuak Kukur 
SENI TUTUR NANGA-NANGA DI DESA KAMPUNG AIE KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE Rilky Trianov; Ramdiana Ramdiana; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Seni Tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue ini mengangkat masalah bagaimana fungsi dan makna yang terkandung dalam seni tutur Nanga-nanga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Subjek penelitian ini adalah Tokoh masyarakat Desa Kampung Aie dan organisasi PKK, sedangkan objek yang akan diteliti yaitu fungsi dan makna dari Nanga-nanga itu sendiri. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwasanya seni tutur Nanga-nanga adalah salah satu kesenian tradisional yang telah lama mengakar di Simeulue yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang, pada setiap lirik-lirik yang disampaikan mengandung nilai-nilai estetika antara perpaduan irama dengan makna syairnya yang mendayu-dayu. Selain itu Nanga-nanga juga memiliki makna pada setiap liriknya disesuaikan dengan fungsinya, fungsi Nanga-nanga ada beberapa, yaitu fungsi religi, pendidikan, sosial, nasehat dan hiburan.Kata Kunci: seni tutur, Nanga-nanga
RITUAL ADAT ALAS PEMAMANEN DI DESA BAMBEL KUTACANE KABUPATEN ACEH TENGGARA Enggi Raseha; Ramdiana Ramdiana; Tri Supadmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Ritual Adat Pemamanen di Desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara, mengangkat masalah bagaimana prosesi ritual tradisi Pemamanen dan apa saja yang menyebabkan perubahan di ritual Pemamanen suku Alas  di Aceh Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ritual adat Pemamanen dan apa saja faktor penyebab perubahan di tradisi Pemamanen di Kute Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengerti tentang  ritual adat Pemamanen dan objek dalam penelitian ini adalah ritual adat alas Pemamanen di desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan ritual adat alas Pemamanen yaitu Ngelumbe, Tebekhas, Titah Pekhintah, Mebhagah, Jagai, persiapan meyambut Pemamanen, Sabhungen Silime-lime, persiapan bagi Pemamanen yang datang, Ngerana, Senat. Ritual adat Pemamanen ini mengalami perubahan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: karena adanya penemuan baru, adanya pengaruh budaya lain, adanya perkembangan teknologi, sehingga menyebabkan ritual tersebut mengalami perubahan. Ritual adat Pemamanen ini masih dilaksanakan secara adat.Kata Kunci: ritual, adat Alas, Pemamanen

Page 1 of 1 | Total Record : 10