cover
Contact Name
Kadek Karang Agustina
Contact Email
k.agustina@unud.ac.id
Phone
+6281353306020
Journal Mail Official
bulvet@unud.ac.id
Editorial Address
Faculty of Veterinary Medicine Udayana University. PB Sudirman St campus, Denpasar, Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Veteriner Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 20852495     EISSN : 24772712     DOI : https://doi.org/10.24843/bulvet.
The Buletin Veteriner is focused on Veterinary Medicine and Animal Sciences study with its various developments
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No.1 Pebruari 2014" : 12 Documents clear
Prevalensi dan Intensitas Infeksi Parasit Crustacea pada Ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) dan Ikan Pisang-pisang (Pterocaesio diagramma) yang Dipasarkan Di Pasar Ikan Kedonganan, Kabupaten Badung I Gusti Agung Made Armada Hambarsika; Ida Bagus Made Oka; Nyoman Adi Suratma
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.68 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi,  intensitas infeksi dan predileksi parasit crustacea pada ikan sulir kuning (Caesio cuning) dan Ikan Pisang-pisang (Pterocaesio diagramma) yang dipasarkan di Pasar Ikan Kedonganan, Kabupaten Badung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 35 sampel Ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) dan 35 sampel Ikan Pisang-pisang (Pterocaesio diagramma) yang diperoleh di Pasar Ikan Kedonganan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observatif dan analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan prevalensi infeksi parasit Crustacea pada Ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) adalah 22,86 %, dan pada Ikan Pisang-pisang (Pterocaesio diagramma) adalah 31,43 %. Parasit Crustacea yang menginfeksi Ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) dan Ikan Pisang-pisang (Pterocaesio diagramma) adalah dari kelompok Isopoda dan Copepoda. Identifikasi lebih lanjut, ternyata kedua ikan ini terinfeksi jenis parasit Crustacea yang sama, yaitu Isopoda jenis larva praniza dan Copepoda jenis Sagum folium. Rerata intensitas infeksi  Sagum folium pada Ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) adalah 1,5 ± 1,46 dan larva praniza adalah 1,5 ± 1,40. Rerata intensitas infeksi Sagum folium pada Ikan Pisang-pisang (Pterocaesio diagramma) adalah 2 ± 1,77 dan larva praniza adalah 1. Parasit Crustacea yang ditemukan berpredileksi pada insang, operculum dan mata. Setelah dilakukan analisis dengan Uji Chi-Square, ternyata tidak terdapat hubungan yang nyata antara jenis ikan dengan prevalensi infeksi parasit Crustacea.
Pertumbuhan Dimensi Tinggi Tubuh Pedet Sapi Bali I Made Yoga Windu Pradana; I Putu Sampurna; I Ketut Suatha
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.936 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dimensi tinggi tubuh pedet sapi bali. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap dimensi tinggi tubuh pedet sapi bali meliputi tinggi punuk dan tinggi pinggul sapi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 12 ekor pedet sapi bali masing–masing 6 ekor pedet jantan dan 6 ekor pedet betina. Pengukuran dimensi tinggi tubuh pedet sapi bali dilakukan 6 kali pengukuran mulai umur 0 bulan (baru lahir) sampai 6 bulan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Model persamaan yang digunakan adalah y = a.ebx. Hasil sidik ragam dimensi tinggi pedet sapi bali menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (p<0.01), serta terdapat interaksi yang sangat nyata (p<0.01) antara jenis kelamin dengan umur pedet sapi bali terhadap dimensi tinggi punuk dan pinggul pedet sapi bali. Hal itu dapat dilihat dari bertambahnya ukuran tinggi tubuh pedet sapi bali dari umur 0 – 6 bulan. Laju pertumbuhan tinggi pedet sapi bali jantan tidak nyata (p>0.05) lebih cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan pedet sapi bali betina, serta laju pertumbuhan tinggi pinggul tidak nyata (p>0.05) lebih cepat dari pada tinggi punuk pedet sapi bali jantan dan betina.   Kata kunci : pedet-sapi-bali , tinggi, dimensi, jenis-kelamin

Page 2 of 2 | Total Record : 12