cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2016): Agustus" : 15 Documents clear
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KOGNITIF MELALUI APE KARTU ANGKA BERGAMBAR DI TK BUNGONG SEULANGA LAMTEUBA DRO KABUPATEN ACEH BESAR Zaiyannal Isma; . Fakhriah; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

APE merupakan alat permaianan edukatif yang digunakan untuk anak, dan terdapat beberapa anak yang masih belum mampu berhitung angka, maka Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana peningkatan perkembangan kognitif anak melalui APE kartu angka bergambar? dan Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung melalui APE kartu angka bergambar di TK Bungong Seulanga Lamteuba Dro  Kabupaten Aceh Besar. APE kartu angka bergambar yaitu kartu yang memuat angka dan gambar yang sesuai dengan angka. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak-anak di lembaga TK Bungong Seulanga Lamteuba Dro Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 10 anak, terdiri atas 6 laki-laki dan 4 perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan unjuk kerja. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APE kartu angka bergambar berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak pada lembaga TK Bungong Seulanga Lamteuba Dro Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Pada saat prasiklus belum dijumpai anak yang kemampuan berhitung berkembang dengan baik, pada siklus I sudah dijumpai yang berkembang sangat baik (BSB). Namun pada siklus II kemampuan berhitung anak mulai berkembang sangat baik (BSB) menjadi 8 anak. Disimpulkan bahwa upaya meningkatkan kemampuan berhitung anak dengan menggunakan APE kartu angka bergambar dengan cara guru memberikan pertanyaan serta menunjukkan gambar yang tertera pada kartu dengan menutupi gambar ataupun sebaliknya, kemudian anak menyebutkan angka atau gambar yang tertera pada APE kartu angka bergambar. Disarankan kepada pendidik untuk dapat menggunakan APE kartu angka bergambar dalam pembelajaran di TK agar minat berhitung anak lebih meningkat berhasil dengan baik.
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DARI KELUARGA YANG BERCERAI DI KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA . Muliana; Anizar Ahmad; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Baik dan buruk pendidikan yang diberikan oleh keluarga akan berdampak kepada perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana perkembangan sosial emosional anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi subjek berjumlah lima orang anak yang berusia lima-enam tahun dan wawancara dengan masing-masing orang tua anak. Hasil analisis data menunjukkan keluarga yang bercerai memberi dampak buruk untuk perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional anak yaitu anak yang berasal dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya kurang dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, mengalami tekanan, kekerasan, emosi dan perilaku yang tidak terkontrol. Kesimpulannya anak dari keluarga yang bercerai perkembangan perilakunya cenderung kurang baik dikarenakan kurang mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya. Perilaku yang kurang baik terlihat dari ekspresi yang ditunjukkan anak, yaitu emosi dan perilaku yang berlebihan, emosi yang tidak terkontrol dan egois, rasa frustrasi yang menghantui jiwanya, serta pemalu dan tidak bisa menerima keadaannya. Diharapkan orang tua dapat menjalin komunikasi yang lebih baik lagi dengan anak, bertanggung jawab, mendampingi anak, dan sebaiknya tidak melakukan perceraian agar perkembangan anak tidak terhambat dan memberi penjelasan kepada anak tentang apa yang terjadi di dalam keluarga.
Implementasi Permainan Tradisional Aceh Di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh Reshi Yufitsa; Anizar Ahmad; Johari Efendi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Implementasi permainan tradisional Aceh merupakan salah satu cara mengenalkan unsur nilai sosial budaya dan tradisi dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini. Bagaimana jenis permainan tradisional Aceh dan aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui permainan tradisional  Aceh dalam penelitian di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 54 orang anak  dan 11 orang guru di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima jenis permainan tradisional Aceh yang diimplementasikan di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh, yaitu (1) engklek, (2) tam-tam buku, (3) ureung buta, (4) lumpat taloe, dan (5) meupet-pet nyet. Aspek yang dapat dikembangkan dari permainan tradisional Aceh yang diimplementasikan enam aspek dasar perkembangan anak, (1) agama dan moral, (2) bahasa, (3) fisik motorik, (4) kognitif, (5) sosial emosional, dan (6) seni. Disarankan kepada pengelola lembaga PAUD IT Al-Fatih untuk menyediakan berbagai alat permainan tradisional Aceh dan memasukkan dalam kurikulum PAUD IT Al-Fatih.
MENGEMBANGANKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN RANCANG BANGUN BALOK DI PAUD IT AL FATIH KOTA BANDA ACEH Dewi Wahyuni; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Bermain dapat membantu mengembangkan keterampilan anak cara menyelesaikan masalah sederhana secara kreatif, maka penelitian ini mengangkat masalah bagaimana perkembangan kemampuan kognitif anak melalui bermain rancang bangun balok di PAUD IT Al-Fatih Kota Banda Aceh? Penelitian ini bertujuan  mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui bermain rancang bangun balok di PAUD IT Al-Fatih Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus.Pada setiap siklus terdiri tiga jenis kegiatan bermain balok dan dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian  adalah anak PAUD IT Al Fatih Kota Banda Aceh usia 5-6 tahun berjumlah 12 orang anak  terdiri atas 4 perempuan dan 8 laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi wawancara dan unjuk kerja kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang berkembang sangat baik (BSB) pada siklus I kegiatan pertama sebanyak 2 orang anak, kegiatan kedua sebanyak 2 orang anak, dan kegiatan ketiga sebanyak 3 orang anak. Meningkat pada siklus II yaitu kegiatan pertama sebanyak 7 orang anak, kegiatan kedua sebanyak 8 orang anak, dan kegiatan ketiga sebanyak 10 orang anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan kognitif anak melalui bermain rancang bangun balok di PAUD IT Al Fatih Kota Banda Aceh dapat berkembang yaitu anak sudah dapat merancang bangunan dari balok dengan percaya diri dan mandiri sesuai bangunan yang ada pada sub tema dan dapat menceritakan hasil karyanya.Peneliti memotivasi dan mengapresiasi anak dalam bermain rancang bangun balok.
PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI BERMAIN PLASTISIN DI TK SATU ATAP SDN LAMLHEU KABUPATEN ACEH BESAR Mirna Sari; Yusuf Aziz; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Plastisin merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk anak, dan terdapat beberapa orang anak yang belum mampu membentuk menggunakan plastisin. Maka penelitian ini mengangkat masalah bagaimana peningkatan kreativitas anak melalui bermain plastisin di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar?. Bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas anak saat bermain plastisin di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar. Hipotesis dari penelitian ini adalah melalui bermain plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar”. Subjek penelitian ini adalah anak usia TK B di TK Satu Atap SDN Lamlheu berjumlah 14 orang anak yang terdiri dari 12 laki-laki dan 2 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus mencangkup 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan unjuk kerja. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar. Pada prasiklus terdapat 10 orang anak  yang kreativitasnya belum berkembang (BB), dan 4 orang anak yang kreativitasnya mulai berkembang (MB). Pada siklus I terdapat 6 orang anak yang kreativitasnya mulai berkembang (MB), sudah mampu membentuk dua macam bentuk buah yang berbeda, dan 8 orang anak yang kreativitasnya berkembang Sesuai harapan (BSH), sudah mampu membentuk tiga macam bentuk buah yang berbeda. Pada siklus II terdapat 1 orang anak yang kreativitasnya mulai berkembang (MB), sudah dapat membentuk dua macam bentuk buah yang berbeda, 4 orang anak kreativitasnya berkembang sesuai harapan (BSH), sudah mampu membentuk tiga macam bentuk buah yang berbeda dan 9 orang anak kreativitasnya berkembang sangat baik (BSB), mampu membentuk empat atau lebih macam bentuk buah yang berbeda. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa “bermain plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar”. Disarankan kepada pendidik agar bermain plastisin dapat diterapkan dalam pembelajaran di TK untuk mengembangkan kreativitas anak.

Page 2 of 2 | Total Record : 15