cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
ISSN : 25484605     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Unsyiah Terbit Sebanyak 4 Kali dalam Satu Tahun, yaitu pada Bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
EVALUASI KONDISI FISIK ATLET BULUTANGKIS PB PASHA JAYA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2021 Arief Maulana; Syamsulrizal Syamsulrizal; Razali Razali
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 8, No 2 (2022): MEI 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan bulu tangkis tidak terlepas dari sepuluh komponen kondisi fisik. Misalnya daya tahan yang dibutuhkan ketika melakukan really panjang, kekuatan otot tungkai dan lengan pada setiap teknik gerakan, daya ledak yang digunakan ketika melakukan pukulan smash. Untuk meningkatkan kondisi fisik pelatih memberikan latihan yang di dalamnya terdapat beberapa aspek yang berhubungan dengan kondisi fisik yang terdiri dari latihan kekuatan, kelentukan, kecepatan, kelincahan dan daya tahan. Prestasi yang dicapai oleh setiap atlet PB Pasha Jaya tidak terlepas dari program-program latihan yang dilakukan dan diberikan oleh pelatih. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi kondisi fisik atlet bulu tangkis PB Pasha Jaya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendakatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling 13 orang atlet. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) mengukur daya tahan jantung paru (lari 12 menit) , (2) mengukur daya tahan otot lengan (push up), (3) mengukur  kekuatan otot lengan (hand dynamometer), (4) mengukur daya ledak otot tungkai (vertical jump), (5) mengukur daya ledak otot lengan dan bahu (medicine ball push) , (6) mengkur komponen kecepatan (lari 50 meter) dan (7) mengukur komponen kelentukan (flexion of trunk). Hasil analisis data diperoleh bahwa: (1) Daya tahan jantung paru (lari 12 menit) berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 62% dengan  nilai rata-rata 2,22 km, (2) Daya tahan otot lengan (push up) berada pada kategori sempurna dengan persentase sebesar 54% , nilai rata-rata 29,92, (3) Kekuatan otot lengan (hand dynamometer) berada pada kategori kurang dengan persentase 46%, nilai rata-rata yaitu 28,69 kg  (4) Daya ledak otot tungkai (vertical jump) berada pada kategori baik dengan persentase 46%, nilai rata-rata yaitu 45,07 cm, (5) Daya ledak otot lengan dan bahu (medicine ball push) berada pada kategori baik dengan persentase 46%, nilai rata-rata yaitu 4,72 meter,  (6) Kecepatan (lari 50 meter) berada pada kategori baik sekali dengan persentase 77%, nilai rata-rata yaitu 6,19 detik, dan (7) Kelentukan (flexion of trunk ) berada pada kategori baik dengan persentase 46% dengan nilai rata-rata yaitu 12,23 cm. Dapat disimpulkan bahwa pada tujuh item tes kondisi fisik atlet PB Pasha jaya yang mempunyai persentase lebih tinggi, dengan kategori sempurna berada pada satu item tes yaitu tes push up, dengan kategori baik sekali berada pada satu item tes yaitu tes lari 50 meter, dengan kategori baik berada pada empat item tes yaitu, tes lari, vertical jump, medicin ball push dan flexio of trunk, dengan kategori kurang berada pada satu item tes yaitu tes hand dynamometer. Kata Kunci: Kondisi Fisik, Atlet, Bulu Tangkis.
KONTRIBUSI POWER OTOT LENGAN DAN KECEPATAN REAKSI TERHADAP KETEPATAN SERVIS PADA PERMAINAN TENIS LAPANGAN ATLET ACEH TENIS CLUB GEMILANG BANDA ACEH TAHUN 2020 Ella Faradila; Alfian Rinaldy; Masri Masri
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 7, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kontribusi Power Otot Lengan dan Kecepatan Reaksi Terhadap Ketepatan Servis Pada Permainan Tenis Lapangan Atlet Aceh Tenis Club Gemilang Banda Aceh Tahun 2020”. Tenis lapangan merupakan salah satu jenis olahraga yang dimainkan antara dua pemain atau dua pasangan. Setiap pemain menggunakan raket untuk memukul bola karet. Servis merupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasi oleh pemain sebagai langkah awal melakukan permainan tenis lapangan. Servis yang tepat dan keras merupakan senjata yang ampuh dalam memperoleh poin. Untuk melakukan servis yang keras diperlukan power otot lengan yang kuat, dengan adanya power otot lengan yang kuat maka pukulan servis akan berhasil sesuai yang diharapkan. Dalam melakukan servis tidak hanya diperlukan power otot lengan yang keras saja namun dibutuhkan kecepatan reaksi serta ketepatan dalama melakukan servis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi Power Otot Lengan dan Kecepatan Reaksi Terhadap Ketepatan Servis Pada Permainan Tenis Lapangan Atlet Aceh Tenis Club Gemilang Banda Aceh Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet Aceh Tenis Club Gemilang Banda Aceh yang berjumlah 8 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) tes power otot lengan (medicine ball) (2) tes kecepatan reaksi (whole body reaction) (3) tes ketepatan servis tenis lapangan. Teknik analisis data dilakukandengan menggunakan rumus analisis korelasi ganda. Berdasarkan hasil analisis data,temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara power otot lengan dan kecepatan reaksi terhadap ketepatan servis tenis lapangan (F=3,18), power otot lengan memberi kontribusi sebesar 43,56%, dan kecepatan reaksi47,61% terhadap ketepatan servis tenis lapangan atlet Aceh Tenis Club Gemilang Banda Aceh Tahun 2020. Kata kunci : power otot lengan, kecepatan reaksi, ketepatan servis tenis lapangan
EVALUASI KECEMASAN DAN KEPERCAYAAN DIRI ATLET KLUB BOLA VOLI PAMBERS TAHUN 2021 Andhika Maulana Syahrial; Saifuddin Saifuddin; Nyak Amir
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 7, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan atlet pada cabang olahraga bola voli telah dilaksanakan di berbagai daerah dalam berbagai tingkatan. Pada Klub Bola Voli Pambers dapat diketahui bahwa saat ini pembinaan atlet lebih difokuskan pada pembinaan fisik dan teknik saja sedangkan segi psikologis atlet tidak dibina secara maksimal. Untuk mencapai prestasi yang maksimal pada cabang olahraga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor baik fisik maupun mental. Tinggi rendahnya prestasi dalam diri seorang atlet dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain tingkat kecemasan dan rasa percaya diri atlet. Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan atlet Klub Bola Voli Pambers tahun 2021? (2) untuk mengetahui bagaimana tingkat kepercayaan diri atlet Klub Bola Voli Pambers tahun 2021?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif, adapun metode yang digunakan yaitu evaluasi. Metode yang digunakan adalah menyebarkan angket dengan teknik pengumpulan data. Adapun yang menjadi populasi adalah sebanyak 12 atlet, sehingga pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, yaitu dimana seluruh atlet dijadikan sampel. Hasil penelitian (1) Tingkat kecemasan pada Atlet Klub bola Voli Pambers Tahun 2021 berada dalam kategori Agak rendah dengan perolehan sebanyak 12 atlet (100%), ini merupakan hal yang baik, artinya atlet dapat mengelola tingkat kecemasannya. (2) Tingkat kepercayaan diri atlet Klub bola Voli Pambers Tahun 2021 berada pada kategori agak rendah, dengan diperolehnya sebanyak sebanyak 3 atlet (25%) berada pada kategori rendah dan 5 atlet (41,6%) berada pada kategori agak rendah, sebanyak 2 atlet (16,6%) berada pada kategori agak tinggi dan 2 atlet (16,6%) berada pada kategori tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Tingkat kecemasan berada pada kategori rendah, artinya atlet memiliki kecamasan yang baik, sedangkan tingkat kepercayaan diri atlet hampir keseluruhan atlet memiliki kepercayaan diri yang berbeda-beda, sebagian besar atlet memiliki kategori kepercayaan diri yang agak rendah, artinya masih ada atlet yang masih kurang percaya diri.