cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2016): November 2016" : 23 Documents clear
KELAYAKAN LUAS KOLAM PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LAMPULO KURUN WAKTU 10 TAHUN KEDEPAN Muchraja Ilham; Rizwan Thaib; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.304 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Lampulo (PPP, Tipe C) sedang dalam proses pembangunan untuk mencapai target status Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS, Tipe A) dalam kurun waktu 10-20 tahun mendatang. Informasi ini tentu menghadirkan domisili kapal berukuran besar ( 30 GT) di PPP Lampulo. Luas kolam pelabuhan merupakan fasilitas pokok yang menentukan daya tampung pelabuhan. Atas dasar ini dirasa perlu untuk meneliti kelayakan luas kolam PPP Lampulo kurun waktu 10 tahun kedepan untuk menghadapi kenaikan jumlah kapal penangkap ikan berukuran 30 GT sebagai persiapan pasca status PPS. Peramalan dilakukan terhadap jumlah kapal penangkap ikan menggunakan metode least square dan arus bongkar muat kapal menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil ramalan 10 tahun mendatang kemudian diselaraskan dengan rumus panjang dermaga dan luas kolam pelabuhan ideal. Identifikasi terhadap luas kolam PPP Lampulo yang sudah dibangun juga dilaksanakan sebagai pembanding antara kebutuhan luas kolam pelabuhan hasil peramalan dengan luas kolam pelabuhan yang sudah dibangun. Hasil penelitian menyatakan domisili kapal penangkap ikan 10 tahun mendatang di PPP Lampulo sebanyak 197 unit dan rata-rata perhari arus bongkar muat kapal 10 tahun mendatang sebanyak 3-6 unit. Kebutuhan luas kolam pelabuhan 10 tahun mendatang adalah 18 ha dengan panjang dermaga 1.624 m. Luas kolam PPP Lampulo yang sudah dibangun dinyatakan layak. Atas dasar pembangunan kolam pelabuhan yang belum selesai, maka peneliti merekomendasikan sketsa pembangunan untuk PPP Lampulo sesuai dengan kemampuan peneliti.   Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP, Type C) are in the process of development to reach the target status of Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS, Type A) within the next 10-20 years. This information certainly presents a large ship domicile ( 30 GT) in PPP Lampulo. Spacious outdoor port is the basic amenities define the capacity of the port. On this basis it is reasonably necessary to examine the feasibility of a vast outdoor PPP Lampulo 10 years ahead to cope with the increase in the number of fishing vessel measuring 30 GT in preparation for the post-war status of PPS. Forecasting of the number of fishing vessel using the least square method and the current loading and unloading of ships using a simple linear regression method. The results of the forecast 10 years later aligned with the for ideal length jetty and ideal spacious outdoor port formula. Identification of the broad pool of PPP Lampulo already built is also implemented as a comparison between the needs of the vast outdoor port results forecasting with spacious outdoor port that is already built. Research results stating domicile fishing vessel 10 years in PPP Lampulo as much as 197 units and average per day of ship loading and unloading flow 10 years as many as 3-6 units. Needs extensive outdoor port 10 years is 18 ha with a length Jetty 1,624 m Wide outdoor Lampulo PPP already built is declared viable. On the basis of the construction of outdoor unfinished ports, then the researchers recommend sketch development for PPP Lampulo corresponds to the ability of the researcher.
Pertumbuhan Azolla microphylla Dengan Kombinasi Pupuk Kotoran Ternak Eva Surdina; Sayyid Afdhal El-Rahimi; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.145 KB)

Abstract

This aim of the study was to analyze the effect of horse manure and chicken manure and its combination on the growth of Azolla microphylla. This study was conducted in the UPT BBI Lukup Badak, Pegasing, Aceh Tengah district from January to February 2016. The completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications were used in this study. The tested treatments were A (horse manure 100%),  B (horse manure 75% and chicken manure 25%), C (horse manure 50% and chicken manure 50%), D (horse manure 25% and chicken manure 75%), and E (chicken manure 100%). The results showed that the  highest values of growth rate, the accretion of biomass, doubling time, and density was found at treatment E, while treatment A has resulted in the lowest value. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertambahan biomassa dan pertumbuhan Azolla microphylla pada kombinasi pupuk kandang asal kuda dan ayam yang  berbeda, menganalisa kualitas air pada kombinasi penggunaan pupuk kandang asal kuda dan ayam yang berbeda, dan menganalisa kandungan protein pada Azolla microphylla yang diberi perlakuan pupuk kandang yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPT BBI Lukup Badak Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah dari bulan Januari sampai bulan Februari 2016. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap non faktorial (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu A (pupuk kandang asal kuda 100%), B (pupuk kandang asal kuda 75% dan ayam 25%), C (pupuk kandang asal kuda 50% dan ayam 50%), D (pupuk kandang asal kuda 25% dan ayam 75%), E (pupuk kandang asal ayam 100%). Data dianalisis dengan analisis of varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan E memberikan nilai tertinggi terhadap laju pertumbuhan relatif, pertambahan biomassa, waktu penggandaan, dan kepadatan. Perlakuan A memberikan nilai terendah terhadap laju pertumbuhan relatif, pertambahan biomassa, waktu penggandaan, dan kepadatan.
PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) BERDASARKAN SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN IDI RAYEUK KABUPATEN ACEH TIMUR Syamsunnisak Syamsunnisak; Alvi Rahmah; Musri Musman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.664 KB)

Abstract

This study aimed to determine the potential fishing ground for tuna by remote sensing based on sea surface temperature in the waters of Idi Rayeuk, East Aceh regency. The Collection of field data in such as the number of catches and the coordinates of the fishing conducted from March to April 2016. Sea surface temperature downloadable on the site http://oceancolorgsfc.nasa.gov. Then processed using the device Seadas 7.3. The result showed that the distribution of sea surface temperatures in the waters of Idi Rayeuk from March to April 2016 ranges from 28°C to 30°C with the average of sea surface temperature was 29°C. There were two potential fishing ground identified during the study in East Aceh regency District of Idi Rayeuk, e.i 1) at the coordinates 5°04'88"N-98°23'51"E by the number of catches amounting to 13.293 kg and the sea surface temperature of 29°C 2) potential fishing ground at coordinates 5°29'46"N-98°28'09"E by the number of catches amounting to 13.310 kg with sea surface temperature of 30°C.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah penangkapan yang potensial untuk ikan tongkol dengan penginderaan jarak jauh berdasarkan suhu permukaan laut di perairan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur. Pengambilan data seperti jumlah hasil tangkapan dan koordinat daerah penangkapan ikan dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2016. Suhu permukaan laut diunduh pada situs http://oceancolorgsfc.nasa.gov. Selanjutnya diolah menggunakan perangkat SeaDas 7.3. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebaran suhu permukaan laut di perairan Idi Rayeuk pada bulan Maret sampai April 2016 berkisar antara 28°C sampai 30°C dengan suhu permukaan laut rata-rata adalah 29°C. Dua daerah penangkapan yang potensial diindetifikasi selama penelitian di perairan Kabupaten Aceh Timur Kecamatan Idi Rayeuk, yaitu 1)  pada daerah penangkapan dengan koordinat 5°04'88"LU-98°23'51"BT dengan jumlah hasil tangkapan sebesar 13.293 kg serta suhu permukaan laut 29°C dan  2) pada koordinat 5°29'462"LU-98°28'09"BT dengan jumlah hasil tangkapan sebesar 13.310 kg dengan suhu permukaan laut 30°C. 
Struktur Komunitas Perifiton Pada Makroalga Ulva Lactuca Di Perairan Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh Cut Hanum Ameilda; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.868 KB)

Abstract

The research about community structure of periphyton on macroalgae Ulva lactuca has been done in coastal waters Ulee Lheue, Banda Aceh. The purpose of this research was to know the periphyton community structure consisting of abundance, diversity index, evenness index, and dominance index, and calculate the area covered macroalgae Ulva lactuca. The research has been started from February until March 2016. The results showed that perifiton on macroalgae Ulva lactuca consists of classes Bacillariophyceae (13 species), class Chrysophyceae (1 species), class Cyanophyceae (3 species), class Dinophyceae (1 species), class Gastropoda (1 species), class Malacostraca (4 species), class Maxillopoda (2 species), class Pyramimonadophyceae (1 species), and class Ophiuroidea (1 species). Abundance of perifiton is 51.390-139.220 ind/cm2 where each observation site has a cover of macroalgae Ulva lactuca were classified as very good category. Bacillariophyceae class dominated in every site with coverage 56.809 ind/cm2. Perifiton diversity index ranged from 1,87 to 2,36 were classified category, evenness index ranged from 0,70 to 0,86 relatively high category, while the dominance index ranged from 0,12 to 0,23 relatively low category. Based on the values obtained, the community structure of periphyton on macroalgae Ulva lactuca in coastal waters Ulee Lheue ecological pressure indicates a moderately low level of dominance and the community was in stable condition.  Telah dilakukan penelitian mengenai struktur komunitas perifiton pada makroalga Ulva lactuca di perairan pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas perifiton yang terdiri dari kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi, serta menghitung luas tutupan makroalga Ulva lactuca. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa perifiton pada makroalga Ulva lactuca terdiri dari kelas Bacillariophyceae (13 spesies), kelas Chrysophyceae (1 spesies), kelas Cyanophyceae (3 spesies), kelas Dinophyceae (1 spesies), kelas Gastropoda (1 spesies), kelas Malacostraca (4 spesies), kelas Maxillopoda (1 spesies), kelas Pyramimonadophyceae (1 spesies), dan kelas Ophiuroidea (1 spesies). Kelimpahan perifiton yaitu 51.390-139.220 ind/cm2, dimana setiap titik pengamatan memiliki tutupan makroalga Ulva lactuca yang tergolong kategori sangat baik. Kelas Bacillariophyceae mendominasi di setiap titik pengamatan dengan jumlah rata-rata 56.809 ind/cm2. Indeks keanekaragaman perifiton  berkisar 1,87-2,36 tergolong kategori sedang, indeks keseragaman berkisar 0,70-0,86 tergolong kategori tinggi, sedangkan indeks dominansi berkisar 0,12-0,23 tergolong kategori rendah. Berdasarkan nilai yang diperoleh, struktur komunitas perifiton pada makroalga Ulva lactuca di perairan pantai Ulee Lheue menunjukan tekanan ekologi yang sedang dengan tingkat dominansi rendah dan komunitas berada dalam kondisi stabil
Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di Sungai Ulim Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia Muhammad Nasir; Zainal A. Muchlisin; Abdullah A. Muhammadar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.912 KB)

Abstract

The objective of the present study was to evaluate the length weight relationship of the marble goby (Oxyeleotris marmorata) in Ulim River, Pidie Jaya District, Aceh Province, Indonesia. The sampling was conducted at three sampling locations during February to May 2016. The Linear Allometric Model (LAM) and Relative weight condition factors were performed in this study. The study b value ranged between 2.70 to 2.74 indicate a negative allometric growth pattern. The relative weight condition factor was tended to 100. It means that the Ulim Rivers is still in good condition.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan factor kondisi ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) di Sungai Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode survey eksploratif pada tiga lokasi sampling selama Februari 2016 sampai Mei 2016 sebanyak 12 kali sampling. Model yang digunakan adalah Linear Allometric dan Faktor kondisi berat relative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai  b berkisar 2,70 sampai 2.74 memunjukkan pola pertumbuhan allometric negative dan factor kondisi berat relatif mendekai 100, bermakna kondisi perairan masih dalam kondisi yang seimbang.
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI KABUPATEN ACEH BESAR Nurlaila Nurlaila; Irma Dewiyanti; Silvi Wijaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.874 KB)

Abstract

 This research was aimed to find out spesies, intensity and prevalence of ectoparasites on Vannamei which was cultivated in di Lhoong, Seulimeum, and Mesjid Raya. This research was done at karantina Fisheries quality control laboratory safety of the fisheries from 23 october to 16 September 2016. Method used in this research was survey method and descriptive analyticmethod. The result showed three kinds of ectoparasites were found on Vannamei  Zoothamnium sp., Epistylis sp. and Vorticella sp. The highest intensity and prevalence of parasite found on Vannamai was Vorticella sp. s with average intensity of  34 ind/fish with prevalence of 90%. The result of parameters quality of waters showed in Aceh besar the temperature were 28.3 – 32.5°C, pH were 5,5 – 6,6 and salinity were 22 – 26 ppt. The highest values for intensity and prevalence of parasite found on vannamei in Lhoong Aceh BesarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit pada udang Vannamei yang dibudidayakan di Kecamatan Lhong, Seulimeum, dan Kecamatan Mesjid Raya pada Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Aceh Besar dari tanggal 23 Oktober sampai 16 Desember 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan deskriptif analitik. Hasil penelitian terdapat tiga jenis ektoparasit yang sama pada udang Vannamei yang dibudidayakan di Kabupaten Aceh Besar yaitu  Zoothamnium sp., Epistylis sp. dan Vorticella sp. Intensitas dan prevalensi ektoparasit tertinggi ditemukan pada Kecamatan Seulimeum yaitu Vorticella sp. sebesar 34 ind/ekor  dengan prevalensi 90%. Hasil parameter kualitas air menunjukkan bahwa suhu pada Kabupaten Aceh Besar berkisar antara 28,3–32,5⁰C, pH berkisar antara 5,5–6,6  dan salinitas di Kabupaten Aceh Besar berkisar antara 22–26 ppt. w:LsdExc
Pemanfaatan Limbah Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) Sebagai Pakan Alami Ikan Peres (Osteochillus sp.) Pada Sistem Resirkulasi Fanni Iswandi; Sayyid Afdhal El-Rahimi; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.358 KB)

Abstract

The objective of this research was to analyze the utilization of waste catfish farming as a commodity by utilizing phytoplankton growing up from the utilization of waste catfish  farming on cultivating a different stocking. This research was implemented on Fish Seed Hall (BBI) Lukup Rhino Subdistrict of Central Aceh district Pegasing in October – November 2015. This research used the completely randomized design which consists of 4 treatments and 3 replicates. Treatment is provided in the form of A fish Density: 1 head/1 liter of wastewater recirculation system cultivating catfish, fish Density B : 1 head/1.5 liter of wastewater recirculation system of cultivating catfish, fish Density C : 1 head/2 liters of wastewater recirculation aquaculture system of catfish, fish Density D : 1 head/2.5 liters of wastewater recirculation system of cultivating catfish stocked up on fruit with as many as 12 aquarium water volume 30 litres. Based on the results of research on the growth of weight gain the best results on the treatment of D with a value of 0.38 g and the lowest found in treatment A with a value of 0.28 gr, survival with the best results on the treatment A with 91.11% and the lowest refractory treatment C by the value 84.44%, the length of the intestine relatively with the best results at the treatment  A with 323% results and the lowest refractory treatment  C by the value of the 276%, the abundance of phytoplankton obtain Aphanocapsa sp. as phytoplankton most and least Oscillatoria sp, while the biggest part of the index getting most phytoplankton Aphanocapsa sp and the least Asterococcus sp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah ikan lele sebagai komoditas tambahan dengan memanfaatkan fitoplankton yang tumbuh dari pemanfaatan limbah budidaya lele pada padat tebar yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Oktober – November 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah berupa A : Kepadatan ikan 1 ekor/ 1 liter pada sistem resirkulasi air limbah budidaya lele, B : Kepadatan ikan  1 ekor/ 1,5 liter pada sistem resirkulasi air limbah budidaya lele, C : Kepadatan ikan 1 ekor/ 2 liter pada sistem resirkulasi air limbah budidaya lele, D : Kepadatan ikan  1 ekor/  2,5 liter pada sistem resirkulasi air limbah budidaya lele yang ditebar pada akuarium sebanyak 12 buah dengan volume air 30 liter. Berdasarkan hasil penelitian pada pertumbuhan bobot mendapatkan hasil yang terbaik pada­ perlakuan D dengan nilai 0,38 gr dan yang terendah terdapat pada perlakuan A dengan nilai 0,28 gr, kelangsungan hidup dengan hasil terbaik pada perlakuan A 91,11 % dan yang terendah terdapat pada perlakuan C dengan nilai 84,44 %, panjang usus relatif dengan hasil terbaik pada perlakuan A dengan hasil 323 % dan yang terendah terdapat pada perlakuan C dengan nilai 276 %, kelimpahan fitoplankton mendapatkan Aphanocapsa sp sebagai fitoplankton terbanyak dan yang paling sedikit Oscillatoria sp, sedangkan indeks bagian terbesar mendapatkan fitoplankton terbanyak  Aphanocapsa sp dan yang paling sedikit Asterococcus sp.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN LAJU PERTUMBUHAN LARVA IKAN PERES (Osteochilus sp.) Syahrinaldi Akhyar; A. A. Muhammadar; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.036 KB)

Abstract

This research aims to analyze the effect of feeding different natural against the survival and growth rate (absolute growth of long, heavy growth of absolute and specific growth rate) fish larvae of peres (Osteochilus sp.). This research was conducted at the Unit Implementing Seed Fish Lukup Badak, Department of livestock and Fisheries Pegasing sub-district, Aceh Tengah District in August to September 2015. The fish test was using fish larvae of peres the aged of 3 days with an average length of 0.4 cm and a weight of 0.001 g/tail. Feed natural feed is used it Daphnia sp., Artemia salina, Tubifex sp and Infusoria. Feeding channeled in adlibitum with feeding frequency 4 times a day. Maintenance was carried out on fish aquariums are equipped with aeration. Fish kept for 15 days. Statistical analysis using one-way ANOVA. The experimental design used completely randomized design (CRD)  with 4 levels of treatment and 3 replication. The treatments done covers different feeding treatments; A (Daphnia sp.), B (Artemia salina), C (Tubifex sp.), and D (Infusoria). The results of the ANOVA showed that the natural feeding of different influential real against the survival of larval fish growth rate and peres (Osteochilus sp.). Advanced test Duncan also showed that feeding Artemia salina gives the best results in terms of survival (98%), growth of absolute weight (1.02 g), growth of the absolute length (8.81 mm) and specific growth rate (5.68%). These results differ markedly (P 0.05) with the type of Daphnia sp. feeding Tubifex sp, sp and Infusoria.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan (pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik) larva ikan peres (Osteochilus sp.). Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Ikan Lukup Badak Dinas Peternakan dan Perikanan Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Agustus sampai dengan September 2015. Ikan uji yang digunakan adalah larva ikan peres berumur 3 hari dengan panjang rata- rata 0,4 cm dan berat 0,001 g/ekor. Pakan yang digunakan adalah pakan alami yaitu, Daphnia sp., Artemia salina, Tubifex sp. dan Infusoria. Pemberian pakan dilalukan secara Adlibitum dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari. Pemeliharaan ikan dilaksanakan pada akuarium yang dilengkapi dengan aerasi. Ikan dipelihara selama 15 hari.Analisis statistik menggunakan ANOVA satu arah. Rancangan Percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan pakan yang berbeda; A (Daphnia sp.), B (Artemia salina), C (Tubifex sp),  dan D (Infusoria). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kelangsungan dan laju pertumbuhan larva ikan peres (Osteochilus sp.). Uji lanjut Duncan juga menunujukan bahwa pemberian pakan Artemia salina memberikan hasil yang terbaik dari segi kelangsungan hidup (98%), pertumbuhan berat mutlak (1,02g), Pertumbuhan panjang mutlak (8,81mm) dan laju pertumbuhan spesifik (5,68%). Hasil ini berbeda nyata (P0,05) dengan jenis pakan Daphnia sp, Tubifex sp dan Infusoria. This research aims to analyze the effect of feeding different natural against the survival and growth rate (absolute growth of long, heavy growth of absolute and specific growth rate) fish larvae of peres (Osteochilus sp.). This research was conducted at the Unit Implementing Seed Fish Lukup Badak, Department of livestock and Fisheries Pegasing sub-district, Aceh Tengah District in August to September 2015. The fish test was using fish larvae of peres the aged of 3 days with an average length of 0.4 cm and a weight of 0.001 g/tail. Feed natural feed is used it Daphnia sp., Artemia salina, Tubifex sp and Infusoria. Feeding channeled in adlibitum with feeding frequency 4 times a day. Maintenance was carried out on fish aquariums are equipped with aeration. Fish kept for 15 days. Statistical analysis using one-way ANOVA. The experimental design used completely randomized design (CRD)  with 4 levels of treatment and 3 replication. The treatments done covers different feeding treatments; A (Daphnia sp.), B (Artemia salina), C (Tubifex sp.), and D (Infusoria). The results of the ANOVA showed that the natural feeding of different influential real against the survival of larval fish growth rate and peres (Osteochilus sp.). Advanced test Duncan also showed that feeding Artemia salina gives the best results in terms of survival (98%), growth of absolute weight (1.02 g), growth of the absolute length (8.81 mm) and specific growth rate (5.68%). These results differ markedly (P 0.05) with the type of Daphnia sp. feeding Tubifex sp, sp and Infusoria. w:LsdExce
Ekstrak Metanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Sebagai Anti Parasit Lintah Ikan (Piscicola geometra) Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Gian Rieza Pratama; Sofyatuddin Karina; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.393 KB)

Abstract

The objective of this study was to analysis the effect of basil leaf (Ocimum basilicum) extract on the mortality of Piscicola geometra that infect tilapia fish (Oreochromis niloticus). The research was conducted at Brackishwater Aquaculture Development Center, Ujung Batee on June 2016. This research was designed using non factorial completely randomized design with six treatments of concentration i.e. 0; 20; 30; 40; 50 and 60 ppm at four repetitions. The result of ANOVA showed that the basil leaf extract gave the significant effect on the mortality of fish leech and tilapia (P0.05). The optimum concentration of the extract in this study was found at 60 ppm that gave the fish leech mortality of 100% and tilapia fish of 15%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak metanol daun kemanggi terhadap mortalitas lintah ikan (Ocimum basilicum ) yang mengeinfeksi ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan di Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar pada Juni 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, perlakuan yang diuji adalah perbedaan konsetrasi ektrak daun kemangi, yaitu: 0; 20; 30; 40; 50 dan 60 dengan masing-masing empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ektrak dan kemangi berpengaruh nyata terhadap tingkat kematian lintah ikan dan ikan nila, dimna dosis yang optimum adalah 60 ppm dengan tingkat kematian lintah 100% dan tingkat kematian ikan 15%.
Intensitas dan Prevalensi Ektoparasit Pada Udang Pisang (Penaeus sp.) dari Tambak Budidaya di Pantai Barat Aceh Dila Novita; Teuku R. Ferasyi; Zainal A. Muchlisin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.02 KB)

Abstract

The objective of the present study was to examine the intensity and prevalence of ectoparasites on banana shrimp (Penaeus sp.) harvested from aquaculture ponds along western coast of Aceh Province, Indonesia. The study was conducted from March to May 2016 at 4 locations namely: Cot Jeumpa, Aceh Besar District; Kuala Unga, Aceh Jaya District; Kuala Tadu, Nagan Raya District and Kuala Batee, Aceh Barat Daya District. The samples were analyzed for ectoparasite at Quarantine Laboratory of Fish, Quality Control and Safety of The Fishing Yield, Aceh Besar. A total of 140 shrimps were collected during the study (35 shrimps every location). The results showed that there were three species of ectoparasite were recorded during the study; Zoothamnium sp., Vorticella sp., Epistylis sp. While, Zoothamnium sp. has the highest intensity and prevalence with the values of 20 ind/shrimp and 36%, respectively. According to sampling location, the highest intensity and prevalence were found in Cot Jeumpa, Aceh Besar and Kuala Tadu, Nagan Raya, while the lower intensity and prevalence were recorded in Kuala Batee, Aceh Barat Daya and Kuala Unga, Aceh Jaya. In addition, the ectoparasites were mostly found at pleopoda and pereopoda organs. It is concluded that there are three species of ectoparasites that infected Penaeus sp. with the highest intensity and prevalence were Zoothamnium sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas dan prevalensi ektoparasit pada udang pisang (Penaeus sp.) yang berasal dari tambak pada 4 lokasi di pesisir pantai Barat Provinsi Aceh. Udang di ambil dari lokasi Cot Jeumpa Kabupaten Aceh Besar, Kuala Unga Kabupaten Aceh Jaya, Kuala Tadu Kabupaten Nagan Raya dan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya. Sampel udang diambil secara acak sejumlah 140 ekor (35 udang/lokasi). Pemeriksaan sampel dilaksanakan pada Bulan Maret hingga Bulan Mei 2016 di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Aceh, Aceh Besar. Pengamatan terhadap infestasi parasit dilakukan dengan cara pembedahan terhadap sampel. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan 3 jenis ektoparasit dari golongan Protozoa, yaitu: Zoothamnium sp., Vorticella sp,. dan Episylis sp.. Intensitas dan prevalensi ektoparasit tertinggi ditunjukkan oleh Zoothamnium sp. dengan nilai intensitas 20 ind/ekor dan prevalensi 36%. Prevalensi ektoparasit tertinggi (80%) ditemukan pada sampel udang pisang dari lokasi Cot Jeumpa, Aceh Besar dan Kuala Tadu, Nagan Raya. Sedangkan nilai prevalensi terendah (34%) ditemukan pada tambak di Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya. Intensitas tertinggi (25 ind/ekor) ditemukan di lokasi Kuala Unga, Kabupaten Aceh Jaya. Sedangkan intensitas terendah (14 ind/ekor) pada lokasi Kuala Tadu, Kabupaten Nagan Raya. Secara umum ektoparasit yang menyerang udang pisang paling banyak ditemukan pada organ kaki renang dan kaki jalan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 jenis ektoparasit yang menginfeksi udang pisang dengan tingkat intensitas dan prevalensi tertinggi adalah Zoothamnium sp..

Page 2 of 3 | Total Record : 23