Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA EKONOMI PEMBANGUNAN (JIM-EKP) is an open access academic journal of students of Development Economics Department published by Development Economics Department, Faculty of Economics and Business, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Aceh, Indonesia. It is published four times a year in the months of February, May, August and November.
Articles
31 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016"
:
31 Documents
clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JERUK BESAR (CITRUS GRANDIS L. OSBECK) DI KABUPATEN ACEH BESAR
Nurul Azmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.907 KB)
This research aimed to analyze the factors that influence the production of the Oranges in Aceh Besar district. The research method using double-log regression equation by the method of ordinary least squares (OLS) Regression. Data obtained from primary data through direct interviews with producers of the Oranges in Aceh Besar district. Based on the research that has been done, the researchers then took a conclusion that the capital, working hours and the number of trees and significant positive effect on the production of the Oranges. Recommendations for government to get quality human resources, the government is expected to fully support and enhance programs in agriculture and to improve public amenities which aims to hone the skills of human resources. Recommendations for further researcher, expected to continue and complete the data about factors that influence the production of the Big Orange to aims of reference for students majoring in Economic Development whom interested conduct additional research to generate more accurate data.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Jeruk Besar di Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan persamaan double-log regression dengan metode Ordinary Least Square (OLS) Regression.Data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan produsen Jeruk Besar di Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menarik sebuah kesimpulan bahwa modal, jam kerja dan jumlah pohon berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi Jeruk Besar. Rekomendasi untuk pemerintah agar mendapakatkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka pemerintah diharapkan agar mendukung penuh serta meningkatkan program- programdi bidang pertanianserta meningkatkan fasilitas publik yang bertujuan untuk mengasah keterampilan sumber daya manusia. Rekomendasi kepada peneliti selanjutnya, diharapkan agar melanjutkan serta melengkapi data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksiJeruk Besar yang bertujuan untuk referensi bagi mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan yang berminat mengadakan penelitian lanjut untuk menghasilkan data yang lebih akurat.
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR KESEHATAN, PENDIDIKAN, DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI ACEH
Intan Safitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.781 KB)
This study ains to analyze the effect of government spending on the Human Development Index. Government spending on health, education, and infrastructure are used as the independent variables and the Human Development Index as the dependent variable. The data used is data panel from 23 districts / cities in Aceh in period 2008-2014. Panel data method of Random Effect Model is uses in analysis. The results showed that government spending sectors of health, education and infrastructure has positive on the Human Development Index but significance different level. Only spending on health sector is significant, while spending on education and infrastructure are not sigificant. Then, government policy on spending is expected to beeffective to encourage the HDI. Cities governments are expected to conduct of policies so that government spending can be significant to the Human Development Index by spending evenly.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap Indeks Pembangunan Manusia.Pengeluaran pemerintah sektor kesehatan, pengeluaran pemerintah sektor pendidikan, dan pengeluaran pemerintah sektor infrastruktur digunakan sebagai variabel independen dan Indeks Pembangunan Manusia sebagai variabel dependen. Data yang digunakan adalah data panel 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dari tahun 2008-2014. Model yang digunakan adalah model panel dengan metode analisis Random Effect Model.Hasil penelitian menujukkan bahwa pengeluaran pemerintah sektor kesehatan, pendidikan dan infrastrukur memiliki pengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan tingkat signifikansi yang berbeda-beda.Adapun pengeluaran pemerintah yang signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia adalah pengeluaran pemerintah sektor kesehatan, sedangkan pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan infrastruktur tidak signifikan.Pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat melakukan kebijakan-kebijakan sehingga pengeluaran pemerintah dapat menjadi signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan melakukan pengeluaran secara merata.
MANFAAT RUANG TERBUKA HIJAU BAGI MASYARAKAT PERKOTAAN DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL EKONOMI KOTA BANDA ACEH
Yusmawar Yusmawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.526 KB)
This study aimed to analyze the benefits of open green space for urban communities in terms of social and economic aspects in Kota Banda Aceh. The samples in this study were 100 people around the green open space. The model used is a Qualitative Descriptive Analysis using the method of collecting data obtained directly from respondents through interviews and using a literature review on the results of research that has been done. The results showed that most people in urban areas say get the full impact of the benefits of green open spaces. Green open space is very influential for the society means that people can feel the benefits of green open space for urban communities in terms of social and economic aspects in Kota Banda Aceh, one of her people can feel the benefit of air, plants that clean, could increase household incomes and other facilities. Most other people say have not received the benefits of green open space for the community, because it does not take advantage of the resence of green open space for urban communities in terms of social and economic aspects in Kota Banda Aceh to improve welfare. Kota Banda Aceh Government expected to be able to increase the presence of green space, creating Kota Banda Aceh as the city center with the quality of a clean and healthy environment.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat ruang terbuka hijau bagi masyarakat perkotaan ditinjau dari aspek sosial dan ekonomi di Kota Banda Aceh. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang masyarakat di sekitar ruang terbuka hijau tersebut. Model yang digunakan adalah Analisis Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data yang didapat secara langsung dari responden melalui wawancara serta menggunakan kajian pustaka atas hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat di perkotaan mengatakan mendapatkan dampak dari manfaat ruang terbuka hijau tersebut. Ruang terbuka hijau sangat berpengaruh bagi masyarakat artinya masyarakat bisa merasakan manfaat ruang terbuka hijau bagi masyarakat perkotaan ditinjau dari aspek sosial dan ekonomi di Kota Banda Aceh, salah satu nya masyarakat bisa merasakan manfaat udara, tanaman-tanaman yang bersih, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan fasilitas lainnya. Sebagian masyarakat lain mengatakan belum menerima manfaat ruang terbuka hijau bagi masyarakat tersebut, karena tidak memanfaatkan keberadaan ruang terbuka hijau bagi masyarakat perkotaan ditinjau dari aspek sosial dan ekonomi di Kota Banda Aceh untuk meningkatkan kesejahteraan. Diharapkan Pemerintahan Kota Banda Aceh dapat meningkatkan keberadaan RTH sehingga menciptakan Kota Banda Aceh sebagai pusat kota dengan kualitas lingkungan yang sehat dan bersih.
PENGARUH URBANISASI, PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN TERHADAP TINGKAT FERTILITAS DI LIMA KOTA PROVINSI ACEH
Rendi Arialdi;
Said Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.506 KB)
This research aims to analyse the influence of urbanisation, education, and income on fertility in urban areas of Aceh (Banda Aceh, Sabang, Langsa, Lhokseumawe and Subulussalam). In this study, panel data of 2010-2014 in the form natural logarithms is used while the model used is panel model with OLS (Ordinary Least Square) approach and an analysis method called Fixed Effect Model. The results showed that education and income negatively affect fertility in various significant levels, while urbanisation has a positive and significant impact on fertility. The results of this study is different from the results of researches in Ghana, China and some other countries in Asia that showed negative effect of urbanisation on fertility. Thus, to reduce the rate of fertility in urban areas of Aceh, it needs a policy of declining the rate of urbanisation and improving the citizen’s income in order to reduce the population growth or reduction in fertility.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh urbanisasi, pendidikan dan pendapatan terhadap fertilitas di daerah perkotaan Aceh (Kota Banda Aceh, Sabang, Langsa, Lhokseumawe dan Subulussalam). Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data panel berbentuk logaritma natural Tahun 2010-2014. Model yang digunakan adalah model panel dengan pendekatan OLS (Ordinary Least Square) dengan metode analisis Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pendapatan berpengaruh negatif terhadap fertilitas dengan tingkat signifikansi yang berbeda, sedangkan urbanisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap fertilitas. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian di Ghana, China dan beberapa negara di Asia yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh negatif urbanisasi terhadap fertilitas. Dengan demikian, untuk menurunkan tingkat fertilitas di daerah perkotaan di Aceh, perlu adanya salah satu kebijakan yang dapat menekan tingkat urbanisasi dan perbaikan pendapatan penduduk dalam rangka untuk memperkecil pertumbuhan penduduk atau pengurangan fertilitas.
KETERKAITAN SEKTOR UNGGULAN DI PROVINSI ACEH: PENGARUHNYA TERHADAP PENGEMBANGAN PERKOTAAN
Muhammad Fazil;
Muhammad Ilhamsyah Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.878 KB)
This study aimed to determine the leading sectors in the districts and cities in the province of Aceh as a guideline and a grounding in economic development planning in the region level. This study uses secondary data Gross Regional Domestic Product of 23 districts/cities in Aceh province and Gross Regional Domestic Product province of Aceh during 2009-2013. The analysis was using Shift Share Analysis Model and Pearson Correlation Matrix Model. From the analysis of The Shift Share Model and Pearson Correlation test results showed that The City of Sabang leading sectors have very strong relationship with the leading sectors in Banda Aceh City, and The Districts of Aceh Besar, Aceh Jaya, and Aceh Barat. The leading sectors of Banda Aceh has a very strong relationship with the City of Sabang, and The Districts of Aceh Besar and Aceh Barat. The City of Lhokseumawe leading sectors have a strong relationship with the districts of Pidie Jaya, Bener Meriah and Aceh Tengah. Leading sectors of Langsa City have strong relationship with The Districts of Aceh Tamiang and Aceh Tenggara. Leading sectors of Subulussalam have very strong relationship with the leading sectors in The Districts of Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, and Simeulue.Penelitian ini bertujuan menentukan sektor unggulan pada kabupaten dan kota di Provinsi Aceh sebagai suatu pedoman dan landasan dalam perencanaan pembangunan ekonomi di daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder Produk Domestik Regional Bruto dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Aceh tahun 2009-2013. Model analisis yang digunakan adalah model analisis Shift Share dan Pearson Correlation Matrix. Dari hasil analisis Shift Share dan hasil uji Pearson Correlation didapatkan sektor unggulan Kota Sabang mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan sektor unggulan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Barat. Sektor unggulan Kota Banda Aceh mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Barat. Sektor unggulan Kota Lhokseumawe mempunyai hubungan yang kuat dengan Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah. Sektor unggulan Kota Langsa mempuyai hubungan yang kuat dengan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Tenggara. Sektor unggulan Kota Subulussalam mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan sektor unggulan Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Simeulue.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELANGGAN LISTRIK PASCABAYAR TIDAK BERALIH MENGGUNAKAN LISTRIK PRABAYAR
Riska Aulia;
Nur Aidar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.95 KB)
The Purpose of this research is to determine factors that influence postpaid customers not switch using prepaid electricity. This research uses primary data with interview method using questionnaire. The sampel uses in this research is 84 respondents were taken using Random Sampling. The Analysis model used analytical factors using Confirmatory Factor Analysis (CFA) with processed by using SPSS. The result of analysis show that educational factors, the number of family members, income, electricity comsumption and electronic goods significantly affecting postpaid customers not switch using prepaid electricity in Banda Aceh. However, educational factors and number of family is dominant factor that affecting postpaid customers not switch using prepaid electricity in Banda Aceh. Based on this research, PT PLN should improve the dissemination of the advantages of prepaid electricity.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pelanggan listrik pascabayar tidak beralih menggunakan listrik prabayar. Penelitian ini menggunakan data primer dengan metode wawancara menggunakan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 84 responden yang diambil dengan teknik Random Sampling. Model dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendidikan, pendapatan, pengeluaran konsumsi listrik dan jumlah barang elektronik mempengaruhi pelanggan listrik pascabayar tidak beralih menggunakan listrik prabayar secara disignifikan di Kota Banda Aceh. Akan tetapi, faktor pendidikan dan jumlah anggota keluarga merupakan faktor yang dominan mempengaruhi pelanggan listrik pascabayar tidak beralih menggunakan listrik prabayar di Kota Banda Aceh. Berdasarkan penelitian ini sebaiknya pihak PT PLN perlu meningkatkan sosialisasi mengenai keunggulan listrik prabayar.
KAUSALITAS KURS, IHSG DAN HARGA EMAS DI INDONESIA
Muhammad Iqbal;
Chenny Seftarita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.379 KB)
This research purposed to analysis the relation of exchange rate variable causality, composite stock price index and gold price in Indonesia. Data used in this research is secondary data which is monthly data from Juny 2005 periode until Juny 2015 period with totality sample are 121 samples. The method used in this research is Vector Autoregressive (VAR). Based on result the research relation of causality just happened among exchange rate variable and gold price. While composite stock price index and exchange rate just have relation in one side is composite price index in significant influenced the exchange rate. The relation in one side also happened between gold price variable and exchange rate, gold price influenced the exchange rate in significant but not in otherwise. Rupiah which is depreciated nowadays influenced by stock market or exchange rate, needed special care of government and related institution, especially Bank Indonesia to preserve the economic mattess stability.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kausalitas variabel kurs, IHSG dan harga emas di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berupa data bulanan periode Juni 2005 hingga Juni 2015 dengan jumlah sampel sebesar 121 sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Vector Autoregressive (VAR). Berdasarkan hasil penelitian hubungan kausalitas hanya terjadi antara variabel kurs dan harga emas. Sedangkan IHSG dan kurs hanya memiliki hubungan satu arah yaitu IHSG secara signifikan mempengaruhi kurs. Hubungan searah juga terjadi antara variabel harga emas dan kurs, harga emas mempengaruhi kurs secara signifikan tetapi tidak sebaliknya. Rupiah yang terus terdepresiasi hingga sekarang ini yang diakibatkan oleh pengaruh pasar saham ataupun harga emas, butuh perhatian khusus dari pemerintah dan lembaga terkait, khususnya Bank Indonesia demi menjaga kestabilan perekonomian.
DAMPAK KEBIJAKAN FISKAL REGIONAL TERHADAP OUTPUT DAN INFLASI DI KOTA BANDA ACEH
Eva Dayanti;
Muhammad Nasir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.009 KB)
This research aims to know the impact of Regional Fiscal Policy between before and after the change of Qanun about Region Financial Management of Banda Aceh City towards its output and inflation. The research used qualitative descriptive and paired samples t test as its method. The result of the method showed that there is significant influence after the change of Qanun about Region Financial Management on GDRP, whereas no influence on inflation. From the results of the research, it can be concluded that magnitude impact of Regional Fiscal Policy of Banda Aceh can be seen from the level of PDRB and inflation, which is the level of GDRP is average larger after the change of Qanun about Region Financial Management of Banda Aceh City. Meanwhile the level of inflation average less after the change of Qanun about Region Financial Management of Banda Aceh City. Those results give an undertanding that Government Civil Servant expenditure, goods and services expenditure, and capital expenditure bring an influence on GDRP, but they do not bring influence on inflation. Therefore, the Government of Banda Aceh is expected to set the right and proper Fiscal Policy in order to increase the growth of sustainable economic.Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak kebijakan fiskal regional sebelum dan sesudah perubahan Qanun Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Banda Aceh terhadap output dan inflasi di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada PDRB sesudah perubahan Qanun Pengelolaan Keuangan Daerah, sedangkan inflasi tidak ada pengaruh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa besaran dampak kebijakan fiskal regional Kota Banda Aceh dapat dilihat dari tingkat PDRB rata-rata lebih besar dan dan tingkat inflasi rata-rata lebih sedikit setelah dari perubahan qanun pengelolaan keuangan daerah Kota Banda Aceh. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa pengeluaran belanja pegawai, belanja barang dan jasa dan belanja modal memberikan pengaruh pada PDRB tetapi tidak pada inflasi. Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah Kota Banda Aceh agar dapat menetapkan kebijakan fiskal yang tepat guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
KESEDIAAN MASYARAKAT MELAKUKAN SEGREGASI SAMPAH DI KOTA BANDA ACEH
Triana Ulvia;
Nur Aidar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.787 KB)
This study aimed to analyze the willingness of residents of Banda Aceh to perform waste segregation. The study uses primary data by interview 100 respondents were selected purposively random sampling, and a logistic regression model was used to analyze the data consisting of variable education, income, number of amenability, and age. The result show that education level, income and number of amenability did not have a significant relationship to the willingness of residents to do the waste segregation. Meanwhile, the age were the significant factors affecting residents willingness which means that every occurrence of age increased, opportunities for communities do the segregation increased by 0.935 times. Department of Hygiene and Beauty of Banda Aceh be expected to regularly to socialize about recycling programs such as segregation or other recycling method.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan masyarakat Kota Banda Aceh untuk melakukan segregasi sampah. Penelitian menggunakan data primer dengan metode wawancara. 100 orang responden dipilih secara purposive random sampling, dan model regresi logistik digunakan untuk menganalisis data yang terdiri dari data variabel pendidikan, pendapatan, jumlah tanggungan, dan usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan, pendapatan, dan jumlah tanggungan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kesediaan masyarakat melakukan segregasi sampah. Sementara itu faktor usia memiliki hubungan yang signifikan, yang berarti setiap terjadinya peningkatan usia peluang masyarakat melakukan segregasi sebesar 0,935 kali. Diharapkan Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh rutin melakukan sosialisasi mengenai program daur ulang sampah seperti segregasi atau metode daur ulang lainnya.
PERBANDINGAN KONTRIBUSI SEKTOR PERIKANAN LAUT DENGAN SEKTOR EKOSISTEM BAKAU PADA NELAYAN DI KOTA BANDA ACEH
R. Denny Syahputra;
Nur Aidar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1448.815 KB)
The general aim to analyze how big the contribution ratio of the sea fisheries sector and the mangrove ecosystem sector for fishermen in Banda Aceh. Descriptive research is used in the model of study with the sample of 50 fishermen in Banda Aceh which specifically subject on sea fisheries and mangrove ecosystem sectors. The results using Independent Sample t-Test showed that there are no differences in the average incomes, the amount of catch (output), and labor productivities (labor) whereas there is difference in capital productivity of fishermen between sea fisheries and mangrove ecosystem sectors, in Banda Aceh. Expected government and related agencies can provide capital assistance in the form of fishing production equipment to increase the number of fish caught.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa besar perbandingan kontribusi sektor perikanan laut dan sektor ekosistem bakau pada nelayan di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu nelayan di Kota Banda dengan jumlah sampel yaitu 50 nelayan yang melakukan penangkapan secara khusus pada sektor perikanan laut dan ekosistem bakau. Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Beda Independent Sample t-Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan rata – rata pada pendapatan, hasil tangkap (output), dan produktivitas tenaga kerja (labor), sedangkan pada produktivitas modal terdapat perbedaan pada nelayan sektor perikanan laut dengan ekosistem bakau pada nelayan di Kota banda Aceh. Diharapkan pemerintah dan dinas terkait dapat memberikan bantuan modal usaha dalam bentuk alat produksi penangkapan ikan untuk meningkatkan jumlah tangkap ikan.