cover
Contact Name
Khomarudin
Contact Email
oemarbakrie0231@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oemarbakrie0231@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : -
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. It investigates the dynamics of teaching and learning of social education, social and economic problems in the society context of the primary, senior, and high education level. Besides focusing on the development of studies issues of basic education, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 7 Documents clear
PENTINGNYA PEMBELAJARAN IPS TERPADU Etty Ratnawati
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.107 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.635

Abstract

AbstrakPeningkatan kualitas tenaga pendidik IPS untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik di sekolah, merupakan prioritas yang harus diperhatikan secara serius,sehingga pembelajaran IPS dengan menggunakan cara konvensional dapat ditinggalkan oleh para guru. Mereka perlu dibekali tentang pola pembelajaran IPS terpadu dengan mantap, dan dilatih dengan model-model pembelajaran berpusat pada peserta didik.Dengan demikian, pembelajaran IPS yang diterima oleh peserta didik menjadi bermakna, baik untuk kehidupan pribadinya maupun untuk kehidupannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Harus disadari secara mendalam oleh guru-guru IPS bahwa, penerapan terpadu dalam pembelajaran IPS mengandung arti yang strategis untuk pembangunan nasional atau kehidupan berbangsa dan bernegara. 
MENCERMATI DAN MENGURAI BENANG KUSUT MASALAH PENDIDIKANDI INDONESIA Iwan Iwan
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.606 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.640

Abstract

AbstrakVisipendidikan seharusnya lahir dari kesadaran bahwa kita sebaiknya jangan menanti apapun dari masa depan, karena sesungguhnya masa depan itulah mengaharap-harapkan dari kita, kita sendirilah yang seharusnya menyiapkannya. Visi ini tentu saja mensyaratkan bahwa, sebagai institusi, pendidikan harus solid.Idealnya, pendidikan yang solid adalah pendidikan yang steril dari berbagai permasalahan.Institusipendidikan mengemban tiga fungsi.Pertama, pendidikan berfungsi menumbuhkan kreativitas peserta didik.Kedua, pendidikan berfungsi mewariskan nilai-nilai kepada peserta didik; dan ketiga, pendidikan berfungsi meningkatkan kemampuan kerja produktif peserta didik.Suka atau tidak suka, permasalahan akan selalu ada dimanapun dan kapanpun, termasuk dalam institusi pendidikan.Oleh karena itu, persoalannya bukanlah usaha menghindari permasalahah, tetapi justru perlunya menghadapi permasalahan itu secara cerdas dengan mengidentifikasi dan memahami substansinya untuk kemudian dicari solusinya.Kata Kunci : pendidikan, internal, eksternal
PROFESIONALISME GURU EKONOMI DAN INOVASI PEMBELAJARAN Euis Puspitasari
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.758 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.636

Abstract

AbstrakRuang lingkup ilmu pengetahuan sosial (IPS) diantaranya meliputi “kehidupan manusia dalam masyarakat”. Ruang lingkup IPS tersebut merupakan cakupan yang amat luas, sehingga dalam proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik dan lingkup obyek formal IPSProfesionalisme sebagai pandangan untuk selalu berpikir, berpendirian, bersikap, bekerja dengan sungguh-sungguh, kerja keras, bekerja penuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi dan penuh dedikasi untuk keberhasilan pekerjaannya. Inovasi sebagai suatu ide, gagasan, praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Guru ekonomi merupakan jabatan profesional, sehingga membawa konsekuensi untuk memiliki etika, wawasan, pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang studi ekonomi, agar guru bidang studi ekonomi memiliki syarat profesional tersebut, maka seorang calon guru ekonomi harus mengalami apa yang dinamakan “pendidikan profesi” yang dimaksud dengan pendidikan profesi adalah suatu proses pendidikan yang memungkinkan guru ekonomi dapat mengembangkan berbagai aspek pendidikan ekonomi yang diembannya.Kata kunci: profesionalisme, inovasi, pembelajaran ekonomi.
KARAKTERISTIK PERILAKU SOSIAL SISWA DALAM PROSES PENDIDIKAN masdudi masdudi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.923 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.637

Abstract

Sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam mempengaruhi perilaku siswa. Di sekolah siswa berinteraksi dengan siswa lain dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya serta pegawai yang berada di dalam komponen-komponen sekolah. Seorang guru sebelum memulai pembelajaran terlebih dahulu harus mengenal karakteristik masing-masing siswanya agar proses pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Dengan begitu guru akan lebih mudah menyampaikan materi pelajaran pada siswa dan mampu mengantisipasi segala perubahan yang terjadi pada perilaku belajar siswa. Untuk itu guru-guru juga perlu secara kritis berefleksi terhadap apa yang terjadi didalam kelas karena perilaku siswa sering kali hasil reaksi dari faktor-faktor didalam sekolah. Guru perlu berefleksi tentang lingkungan belajar yang telah mereka ciptakan dan apakah lingkungan tersebut melibatkan semua anak secara aktif dan bermakna. Kata kunci : karakteristik, perilaku dan pendidikan
PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI MASALAH DAN MEMAKSIMALKAN POTENSI SISWA DI SEKOLAH Jaja Suteja
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.648 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.638

Abstract

Di sekolah, upaya untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling.Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya.Tetapi yang harus diingat, bahwa sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral sanksi kepada siswa yang mengalami penyimpangan perilaku sosial.Sebagai lembaga pendidikan, justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku sosial yang terjadi pada para siswanya.Oleh karena itu, pendekatan yang kedua perlu digunakan yaitu pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling.Pendekatan ini, berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera, penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat menyadari kesalahannya, serta dapat mengarahkan dirinya untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik. Kata kunci : bimbingan konseling, masalah siswa, potensi siswa 
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Di SD Pagotan I Kecamatan Geger Madiun Sodiq Anshori
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.013 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.623

Abstract

AbstrakPerbaikan praktik pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas merupakan alternatif bagi pengembangan kualitas pembelajaran yang berorientasi kemaslahatan peserta didik. Disisi lain bisa meningkatkann profesionalisme guru.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan guru dalam penerapan asesmen portofolio dalam Pembelajaran IPS di kelas VI melalui penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan kelas ini di kelas VI SD Negeri Pagotan 01, Geger, Madiun. Manfaat hasil penelitian secara teoritis, dapat memberikan sejumlah informasi guna meningkatkan profesionalisme guru.Tipe penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) menggunakan ” Model Spiral dari Kemmis dan Taggart ”. Pengambilan sampel menggunakan sampel bertujuan (purposive sample) dengan subyek penelitian adalah guru dan siswa yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pagotan I Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui Penelitian Tindakan Kelas, dari Siklus 1 ke Siklus 2 nampak adanya peningkatan, nilai rata-rata per kelas untuk siklus 1 adalah 6,75, nilai tertinggi 8 dan terendah 6. Siklus 2 nilai rata-rata 7,5, nilai tertinggi 8,5 dan terendah 6,5, sedangkan untuk Siklus 3 yaitu  9,29 (nilai rata-rata), 10 (nilai tertinggi) dan 8,5 (nilai terendah).Penelitian tindakan kelas sebagai pendukung dalam mengembangkan  Profesionalisme Guru perlu diwujudkan. Karena dengan melalui PTK proses pengembangan Profesionalisme guru dalam pengajaran sangatlah nampak.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Profesionalisme Guru, Pembelajaran IPSDaftar PustakaHopkins. 1993. A Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia. Open University Press.Kemmis, S. and McTaggart, R.1988. The Action Researh Reader. Victoria, Deakin University Press. Komara, Endang , Peran Penelitian Tindakan Kelas (Ptk) Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru, diakses 21 Januari 2011 dari http://khoirulanwari. wordpress.com/about/peran-penelitian- tindakan-kelas-ptk-dalam-meningkat kan-profesionalisme-guru/Yamin, Martinis, (2011), Paradigma Baru Pembelajaran, Jakarta, Gaung Persada Press.Wardani, IGAK. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Modul UT. Jakarta. Universitas Terbuka.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MELALUI INTERAKSI PEMBELAJARAN DAN PROSES KOMUNIKASI Nasehudin Nasehudin
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.189 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.639

Abstract

AbstrakKetika proses pembelajaran berlangsung terjadilah interaksi antara guru dan siswa, namun interaksi ini bercirikan khusus, karena siswa menghadapi tugas belajar dan guru harus mendampingi dalam belajarnya. Keberhasilan proses belajar-mengajar akan dipengaruhi oleh fakktor-faktor yang mendukung interaksi belajar-mengajar dan erat bertalian dengan proses belajar-mengajar. Sistem pengajaran, baru dapat berlangsung dengan baik apabila guru mengetahui peranannya dan siswa menyadari kedudukannya, sehingga interaksi belajar-mengajar akan melahirkan hubungan yang manis, dan memungkinkan terjadinya peningkatan kualitas hasil belajar. Interaksi belajar-mengajar yang mampu melahirkan hubungan guru untuk menganalisis kebutuhan siswa, kemampuan guru memilih strategi  belajar-mengajar  dan model mengajar yang tepat serta mempunyai kemampuan untuk mengelola kelas. Penerapoan unsur-unsur komunikasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan interaksi yang baik  antara guru-siswa, akan merangsang tumbuhnya semacam ‘dialog internal’ pada diri siswa yang belajar. Apabila situasi itu terbentuk maka interaksi yang terjadi akan meluas tidak hanya guru-siswa, akan tetapi interaksi siswa-siswa, siswa-materi, siswa-media, dan siswa-lingkungan. Kata kunci : interaksi, komunikasi, pembelajaran

Page 1 of 1 | Total Record : 7