etty ratnawati
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Penyebab Putus Sekolah Terhadap Perilaku Sosial Anak Usia 13 Tahun Sampai Dengan 16 Tahun di Desa Getasan Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon Kris Riyanto; Etty Ratnawati; Ratna Puspitasari
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 1, No 2 (2018): Agustus, 2018, Cultural Heritage, Theology, Handover of Culture
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v1i2.26421

Abstract

putus sekolah dan perilaku sosial
RELEVANSI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI KUNCI PENGUATAN SPIRITUALITAS REMAJA DALAM DINAMIKA ERA REFORMASI Etty Ratnawati; Mohamad Ali Hasan; Lela Nurlailatur Rohmah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter spiritual generasi muda, terutama di tengah tantangan era reformasi yang penuh dengan dinamika sosial, politik, dan budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi moderasi beragama sebagai kunci penguatan spiritualitas remaja dalam menghadapi arus perubahan yang kompleks. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi bahwa moderasi beragama, yang menekankan pada sikap toleran, inklusif, dan seimbang, mampu menjadi landasan kuat dalam membangun spiritualitas remaja yang tangguh dan adaptif. Dalam era reformasi, remaja dihadapkan pada tantangan besar seperti radikalisme, individualisme, dan lemahnya nilai-nilai kebangsaan. Moderasi beragama tidak hanya membantu remaja memahami agama secara bijak, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perdamaian dan harmoni dalam masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi moderasi beragama di kalangan remaja dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat spiritualitas yang relevan dengan nilai-nilai universal, sekaligus mendorong integrasi sosial di tengah keberagaman bangsa. Dengan demikian, moderasi beragama menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan karakter generasi muda yang mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas religius dan kebangsaan.
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI ERA SAAT INI Ahmad Faisal Fadhilah; Etty Ratnawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The socio-cultural changes in Indonesian society that have occurred in the last few decades have been greatly influenced by the development of communication technology. Information and communication technology (ICT) has changed the way people interact, communicate, and transact. This technological development not only accelerates access to information and the spread of culture, but also forms a new lifestyle that is more integrated with the digital world. In the Indonesian context, communication technology has played an important role in strengthening local cultural identity, facilitating education, and improving community welfare. However, challenges related to the gap in access to technology and the negative impact on traditional values are also concerns that need to be addressed.
DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT Ahmad Fauzy; Etty Ratnawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dampak media sosial terhadap perubahan sosial di masyarakat, yang mencakup aspek perilaku, norma, dan hubungan sosial. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan studi kasus, penelitian ini menggali pengaruh sosial media sebagai pendorong utama perubahan pola komunikasi, interaksi sosial, dan dinamika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi menjadi lebih cepat, luas, dan dinamis, menghapus batas geografis, serta mendukung interaksi secara real-time. Dampak positif yang dihasilkan meliputi peningkatan kesadaran sosial, penguatan jaringan komunikasi, dan fasilitasi gerakan sosial. Namun, media sosial juga memiliki dampak negatif seperti penyebaran informasi palsu, konflik sosial, dan penurunan interaksi langsung. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital untuk memaksimalkan manfaat media sosial sekaligus meminimalkan dampak negatifnya. Temuan ini memberikan wawasan komprehensif mengenai peran media sosial dalam membentuk perubahan sosial di era digital
COMMUNITY RESISTANCE TO SOCIO-CULTURAL CHANGE IN THE PERSPECTIVE OF EDUCATION Etty Ratnawati; Mukhammad Fajar; Siti Nur Khovivah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini dunia telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan dari berbagai aspek kehidupan, dengan seiring berjalannya waktu, perubahan dan perkembangan akan terus menerus berjalan dan tidak akan bisa dihindari karena kehidupan itu sendiri adalah sesuatu yang bersifat dinamis, artinya kehidupan selalu mengalami perubahan, perkembangan, dan pergerakan dari waktu ke waktu, dimana tidak ada kondisi yang tetap atau statis. Namun, tidak semua masyarakat menerima perubahan ini dengan mudah. Banyak di antara mereka yang menunjukkan resistensi terhadap perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan mereka. Oleh karena itu, Penelitian ini mengkaji penyebab dan dampak perubahan sosial budaya dalam masyarakat yang dipicu oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Perubahan ini menimbulkan beragam reaksi di masyarakat, termasuk resistensi dalam bentuk keterikatan pada tradisi, ketakutan akan dampak negatif, dan ketidaksiapan terhadap inovasi teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan sosial budaya dapat membawa dampak positif, seperti peningkatan kualitas hidup dan daya saing, maupun dampak negatif seperti kenakalan remaja, kriminalitas, dan aksi protes. Hasil penelitian ini menyarankan masyarakat untuk selektif dalam menerima perubahan yang membawa pengaruh positif dan membatasi dampak negatif yang dapat merusak tatanan sosial. Selain itu, pemahaman terhadap perubahan sosial budaya yang selektif diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara perubahan dan nilai-nilai tradisional yang ada. Saat ini dunia telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan dari berbagai aspek kehidupan, dengan seiring berjalannya waktu, perubahan dan perkembangan akan terus menerus berjalan dan tidak akan bisa dihindari karena kehidupan itu sendiri adalah sesuatu yang bersifat dinamis, artinya kehidupan selalu mengalami perubahan, perkembangan, dan pergerakan dari waktu ke waktu, dimana tidak ada kondisi yang tetap atau statis. Namun, tidak semua masyarakat menerima perubahan ini dengan mudah. Banyak di antara mereka yang menunjukkan resistensi terhadap perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan mereka. Oleh karena itu, Penelitian ini mengkaji penyebab dan dampak perubahan sosial budaya dalam masyarakat yang dipicu oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Perubahan ini menimbulkan beragam reaksi di masyarakat, termasuk resistensi dalam bentuk keterikatan pada tradisi, ketakutan akan dampak negatif, dan ketidaksiapan terhadap inovasi teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan sosial budaya dapat membawa dampak positif, seperti peningkatan kualitas hidup dan daya saing, maupun dampak negatif seperti kenakalan remaja, kriminalitas, dan aksi protes. Hasil penelitian ini menyarankan masyarakat untuk selektif dalam menerima perubahan yang membawa pengaruh positif dan membatasi dampak negatif yang dapat merusak tatanan sosial. Selain itu, pemahaman terhadap perubahan sosial budaya yang selektif diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara perubahan dan nilai-nilai tradisional yang ada.  
RELEVANSI PSIKOLOGI LINTAS AGAMA DAN BUDAYA BAGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGANNYA Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.364

Abstract

ABSTRAK Tuhan – dengan segala qudrat dan iradat-Nya – telah mendesain dan membuat scenario terkait dengan sebuah keniscayaan yakni hidup dalam pluralitas, multicultural, atau berbhineka. Kebhinekaan kehidupan ini, akan lebih menarik ketika disiplin ilmu psikologi dihadapkan dengan pluralitas agama dan budaya. Agama adalah suatu fenomena abadi di dalam di sisi lain juga memberikan gambaran bahwa keberadaan agama tidak lepas dari pengaruh realitas di sekelilingnya. Seringkali praktik-praktik keagamaan pada suatu masyarakat dikembangkan dari doktrin ajaran agama dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan budaya. Pertemuan antara doktrin agama dan realitas budaya terlihat sangat jelas dalam praktik ritual agama. Kata Kunci : Psikologi Lintas Agama dan budya, relevansi, pengembangan.
PENTINGNYA PEMBELAJARAN IPS TERPADU Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.635

Abstract

AbstrakPeningkatan kualitas tenaga pendidik IPS untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik di sekolah, merupakan prioritas yang harus diperhatikan secara serius,sehingga pembelajaran IPS dengan menggunakan cara konvensional dapat ditinggalkan oleh para guru. Mereka perlu dibekali tentang pola pembelajaran IPS terpadu dengan mantap, dan dilatih dengan model-model pembelajaran berpusat pada peserta didik.Dengan demikian, pembelajaran IPS yang diterima oleh peserta didik menjadi bermakna, baik untuk kehidupan pribadinya maupun untuk kehidupannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Harus disadari secara mendalam oleh guru-guru IPS bahwa, penerapan terpadu dalam pembelajaran IPS mengandung arti yang strategis untuk pembangunan nasional atau kehidupan berbangsa dan bernegara. 
KAJIAN PSIKOLOGIS TENTANG PENDEKATAN TEORI REINFORCEMENT DALAM PROSES PEMBELAJARAN Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i1.651

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran perlu adaya stimulus atau rangsangan yang sering disebut dengan reinforcer yang berfungsi pemerkuat respons yang telah dilakukan oleh seseorang, rangsangan ini berupa pemberian motivasi. Faktor psikologis dalam pemberian reinforcement (penguatan) dalam proses pembelajaran merupakan salah satu bentuk pendekatan yang memberikan makna dalam proses tingkah laku, dinataranya berupa pemberian motivasi pujian dalam pembagian hasil belajar siswa baik yang mendapat nilai baik maupun yang nilainya kurang. Dalam hubungannya dengan proses interaksi belajar yang lebih menitikberatkan pada soal  reinforcement (penguatan), maka mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor intern. Faktor intern ini menyangkut faktor-faktor fisiologis dan faktor psikologis. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan reinforcement layak dipertimbangkan sebagai usaha alternative karena telah mampu meningkatkan semangat dan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Pendekatan reinforcement melalui pemberian motivasi berupa pujian baik yang mendapat nilai baik maupun yang buruk saat pembagian hasil belajar sangat menunjang kegiatan belajar mengajar karena dengan meningkatnya semangat dan kemampuan siswa, hasil belajar, serta minat siswa juga akan meningkat dan dapat memperbaiki prestasi siswa tersebut. Kesan atau motivasi yang diberikan berupa pemberian penghargaan tersebut akan selalu diingat dan memperkuat perilakunya apabila selalu diulang dan berkelanjutan hal ini karena usaha untuk mendapatkan penguatan tergantung pada orang tersebut yang mengeluarkan respon atau perilaku tersebut. Apabila dilakukan secara terus menerus maka respon atau perilaku yang ditimbulkan akan naik atau bertambah pula. Kata Kunci : Psikologis, Reinforcement, Proses Pembelajaran
KARAKTERISTIK TEORI-TEORI BELAJAR DALAM PROSES PENDIDIKAN (PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DAN APLIKASI) Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.658

Abstract

Abstrak Beberapa aliran dalam teori belajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda, ada yang menekankan pada “hasil” dari pada proses belajar. Salah satu contohnya aliran kognitif yang menekankan “proses” belajar. Aliran humanistik menekankan pada “isi” atau apa yang dipelajari. Aliran sibernetik menekankan pada “sistem informasi” yang dipelajari dan masih banyak beberapa teori yang mempunyai karakteristik tertentu sesuai jenis dan pengelompokannya. Perbedaan-perbedaan yang terdapat antara karakter berbagai teori belajar itu disebabkan karena perbedaan jenis-jenis belajar yang diselidiki. Belajar ada yang bertahap dan berkarakter rendah dan ada yang bertahap dan berkarakter tinggi; ada belajar yang bersifat skill atau keterampilan dan ada yang bersifat rasional. Jadi dalam hal menilai benar tidaknya pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh berbagai teori belajar itu, kita harus memandangnya dari segi-segi karaktersitik tertentu yang sesuai dengan jenis-jenis belajar yang diselidikinya. Kata Kunci : teori belajar, pendidikan, karakteristik, aplikasi
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN PANGANDARAN DALAM MEMBERDAYAKAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT Etty Ratnawati; Nasehudin Nasehudin
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i1.4841

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat. Sementara itu, tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui kebijakan pemerintah Kabupaten Pangandaran tentang pengelolaan ekonomi kreatif masyarakat di kawasan wisata. 2) mengetahui pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat di kawasan wisata Pangandaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini bersifat kasuistik yang menyangkut sebuah kawasan wisata yang sudah cukup lama berkembang dan telah menjadi kabupaten baru yaitu Pangandaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dan studi dokumentasiSecara umum penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat sudah dilakukan baik secara konseptual dalam kebijakan maupun secara taktis dengan melibatkan komponen masyarakat lain. Sedangkan kesimpulan khususnya adalah: 1) Peran pemerintah tentang pengelolaan ekonomi kreatif di kawasan wisata Kabupaten Pangandaran dilakukan melalui sinergitas dengan elemen masyarakat seperti kelompok penggerak pariwisata (Kompepar) dan Bidang UMKM Rumah Kreatif BUMN Pangandaran. 2) Pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat di Kawasan Wisata Pangandaran dilaksanakan oleh pemerintah dalam hal ini Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebupaten Pangandaran. Hal tersebut guna mengembangkan tiga potensi unggulan dalam bidang ekonomi kreatif diantaranya kuliner, pakaian, dan kerajinan tangan. Pengelolaan ekonomi kreatif di Kabupaten Pangandaran juga menjadi fokus garapan yang penting dalam rangka mendukung ambisi daerah ini sebagai menuju “Wisata Kelas Dunia”.