Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STUDI KOMPARASI MODEL DISKUSI DENGAN MODEL BLENDED LEARNING DI JURUSAN TADRIS IPS FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN SYEKH NURJATI CIREBON Euis Puspitasari; Ratna Puspitasari
Holistik Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.524 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v1i2.1121

Abstract

Tadris IPS IAIN Sheikh Nurjati is a department that is developed over time in addition to the other majors. As part of IAIN Sheikh Nurjati, in order to the UIN based research requires a lot of improvement especially learning model in accordance with developments in the global era. There are still many professors who use the media, models and learning resources that discussion requires critical thinking to use research-based education andragogik. On the other side is phobia among students TIPS when hearing research based learning though in fact they are not. The problem in this research is how the model comparison discussion Blended Learning For Model-Based Application of Learning Research at the Department IPS IPS Tadris Tarbiyah and Teaching Faculty IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. This study uses quantitative methods to the study of comparative research that is comparing models with blended learning discussion. Inidilakukan study to compare the similarities and differences discussions with blended learning with the facts and the properties of objects in meticulous researcher based framework. In this study, the variables are still independent but to sample more than one or in a different time. Learning IPS using blended learning models to improve communication with students with learning experiences that are higher than using a learning discussion. This provides space and flexibility for students and faculty to communicate more freely so as to provide space constructing ideas and add to the learning experience at a higher level. The results of the study in groups using blended learning were higher compared with the control group who did not use a model of blended learning is an excess and the impact of blended learning pengorhganisasian learning experience. 1) The results of tests of hypotheses on the cognitive, psychomotor level afekti and given in the experimental class showed significant differences with the control class; 2) The results of tests of hypotheses on the cognitive level of understanding in the experimental group showed a significant difference with the control class; 3) Hypothesis test results on the cognitive level applying in the experimental class showed significant differences with the control class; and 4) the hypothesis test results on the cognitive level in classroom experiments analyzed showed significant differences with the control class. Keywords: Models, Discussion, Blended LearningABSTRAKTadris IPS IAIN Syekh Nurjati adalah sebuah jurusan yang cukup lama berkembang di samping jurusan-jurusan lain. Sebagai bagian dari IAIN Syekh Nurjati, dalam rangka menuju UIN berbasis riset membutuhkan banyak pembenahan terutama model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan di era global. Masih banyak dosen yang menggunakan media, model dan sumber belajar yang diskusi membutuhkan pemikiran kritis untuk menggunakan pendidikan andragogik berbasis riset. Di sisi lain terjadi phobia di kalangan mahasiswa TIPS ketika mendengar pembelajaran berbasis riset meski dalam kenyataannya tidak demikian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan model diskusi  Blended Learning Sebagai Model Penerapan Pembelajaran IPS Berbasis Riset di Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi  komparatif yaitu penelitian yang bersifat membandingkan model diskusi dengan blended learning. Penelitian inidilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan  diskusi dengan blended learning dengan fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran peneliti. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda. Pembelajaran IPS dengan menggunakan model blended learning dapat meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa dengan pengalaman belajar yang lebih tinggi daripada dengan menggunakan pembelajaran diskusi. Hal ini memberikan  ruang dan keleluasaan bagi mahasiswa dan dosen untuk berkomunikasi lebih bebas sehingga mampu memberikan ruang pengkonstruksian ide-ide  dan menambah pengalaman belajar pada tingkat yang lebih tinggi. Adapun hasil belajar pada kelompok yang menggunakan blended learning yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan model blended learning merupakan sebuah kelebihan dan dampak dari pengorhganisasian pengalaman belajar blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif, afekti dan psikomotorik  level mengingat di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; 2) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level memahami di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; 3) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level menerapkan di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; dan 4) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level menganalisa di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol.Kata kunci: model, diskusi, blended learning
The Role of Halal Certification In The Digitalization Of Small And Medium Enterprise Students Of The Social Science Education Department Iain Syekh Nurjati Cirebon Puspitasari, Ratna; Puspitasari, Euis; Resmalasari, Septiani
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 11, No 1 (2024): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v11i1.29283

Abstract

Globalization is characterized by the use of information and communication technology in the era of industrial revolution 4.0 as the basic capital needed by industrial players to develop businesses, including MSMEs in higher education. The problems in this research include: how to halal certification for student MSMEs and how to implement digitalization of small and medium enterprises among students. The halal theory from the World Halal Council (WHC) and halal certification bodies mentions ethical aspects in business so that producers operate honestly, fairly and transparently in line with Islamic principles. In the field of education, Freire's theory focuses on education as the main key to social empowerment because through education, people are able to develop abilities and skills to participate effectively in economic empowerment. Qualitative method research with a phenomenological approach explores halal certification, the development of student MSMEs, the Social Mart application and the implementation of digitalization of MSMEs. Firstly, the researcher observes and analyzes the phenomenon of halal certification with the digital economy which is the research topic, secondly determines the focus of the research based on the results of initial observations and interviews with entrepreneurial students. The three sources of data collected were observations, information from several entrepreneurs and course lecturers. The research results show that halal certification and digitalization of MSMEs have a positive impact on the development of MSMEs. has higher sales figures when compared to MSMEs that have not implemented digitalization because they have higher operational efficiency
PELUANG DAN TANTANGAN PENGUSAHA KERUPUK DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA (Studi Di UD Mekarsari Desa Benda Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu) Nuraeni; Euis Puspitasari; Rijal Assidiq Mulyana
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 9 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi September 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i9.929

Abstract

This study aims to examine the opportunities and challenges of crackers entrepreneurs in increasing business productivity at UD Mekarsari, Benda Village, Karangampel District, Indramayu Regency. This cracker business has been established for more than 15 years and involves local communities in its production process. The research method used is qualitative with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that business opportunities lie in high market demand, availability of raw materials, local labor, and product variations. Meanwhile, the challenges include limited capital, weather conditions, rising raw material prices, competition, and limited digital marketing. In conclusion, UD Mekarsari still has great opportunities to grow by maintaining product quality, innovating, and utilizing digital technology in marketing.
Penggunaan Outdoor Learning Dan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII Di Mts Salafiyah Kota Cirebon Susanti, Susanti; Puspitasari, Ratna; Puspitasari, Euis
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 4 No. 1 (2023): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v4i1.6847

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan masih rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS serta kurang aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan pemilihan model pembelajaran yang terkesan monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan outdoor learning dan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII di MTs salafiyah kota cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dikarenakan data yang terkumpul hasil dari pengamatan di MTs Salafiyah kota Cirebon. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yang menggunakan referensi dan member check. Hasil penelitian ini bahwa penggunaan outdoor learning dan berpikir kritis siswa yaitu mampu membawa siswa pada pengalaman nyataserta siswa mampu menjawab, menganalisis dan menyimpulkan pembelajaran. Penggunaan outdoor learning pada mata pelajaran juga mengajak siswa untuk belajar sambil bermain dan tidak memberikan banyak teori kemudian model pembelajaran menyesuaikan dengan materi yang sedang dipelajari misal dengan membawa bola dunia, atlas ataupun membawa siswa langsung ke lingkungan sekolah seperti taman dan lainnya.
Relasi Kesetaraan Gender Pada Keaktifan Belajar IPS: Studi Analisis Pada Siswa SMP Wahidin Cirebon Rismayanti, Windy; Puspitasari, Ratna; Puspitasari, Euis
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 4 No. 2 (2023): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v4i2.7534

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan gender dengan keaktifan belajar baik siswa dengan siswi kelas VIII dalam mata pelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi berlandaskan data di lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi berdasarkan uji keabsahan data beserta keterkaitan pada literatur dengan menggunakan member check serta proses triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya guru tidak membedakan antara murid laki-laki dan perempuan ketika menyampaikan informasi untuk pembelajaran aktif di kelas. Siswa kelas VIII, bagaimanapun, sangat bervariasi satu sama lain. Di satu sisi, aktivitas siswa laki-laki seringkali mendorong pemikiran. Namun, ketika mengajukan pertanyaan kepada guru, murid perempuan lebih berterus terang. Namun, baik siswa maupun siswi yang berpartisipasi dalam keaktifan belajar tertarik dengan evaluasi guru terhadap model media pembelajaran yang berbeda dan permainan sebagai pengalihan pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini berkaitan dengan kesetaraan gender peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS di SMP Wahidin Kota Cirebon sudah cukup baik dengan hak dan kesempatan belajar yang sama. Kemudian, keaktifan belajar siswa juga menyesuaikan suasana pembelajaran dengan dukungan kecakapan guru dalam melibatkan peserta didik.
Relevance of the Central Curriculum Topics in Social Education Study Program to the Demands of the Digital Era Nuryana, Nuryana; Yunita, Yunita; Puspitasari, Euis
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v5i1.8709

Abstract

The 4.0 industrial revolution demands changes in all fields, including education. Every educational institution is required to produce graduates with good digital competencies and be able to observe digital phenomena in their surroundings, help combat cyberbullying, fight hoaxes, and create educational content. This research aims to prove the relevance between the core curriculum topics and the competency demands required in the workplace. This research uses a quantitative approach with a survey method. The survey was conducted on users and alumni of Tadris IPS (Social Studies Education) spread across the regions of Cirebon, Indramayu, Majalengka, and Kuningan. The research results show that: 1) The Tadris IPS Curriculum, which is based on the KKNI (National Higher Education Curriculum Framework) curriculum, is still relevant to be implemented, but it still has weaknesses in accommodating 21st-century skills. 2) The graduate competencies needed in the digital era are graduates who have good digital literacy and are able to collaborate with students regarding the use of digital media and master the security and ethics of using digital media. 3) The relevance of the Tadris IPS curriculum to the demands of the workplace is considered to have high relevance. This is evidenced by the survey results which show an average of 65% of courses in the Tadris IPS department are "very relevant" to the competency demands of the workplace.
INOVASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.324

Abstract

Abstrak Rendahnya pembelajaran selama ini diantisipasi cenderung menurun, bila dihadapkan perubahan yang sangat cepat dalam masyarakat. Hal ini berkenaan dengan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek yang sangat pesat. Strategi atas paradigma, bahwa terdapat dua tarikan yang mempengaruhi tuntutan dan tantangan pendidikan. Pertama, pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk berperan memperkuat sistem nilai, dalam mempertinggi kualitas keimanan dan ketaqwaan. Kedua, pendidikan dihadapkan pada tuntutan paradigmatik untuk memerankan pendidikan dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Tantangan ini muncul dan menuntut untuk dihadapi secara serentak, dan menuntut jawaban strategis dengan mengintegrasi kebijakan dan pembudayaan dalam kerangka peningkatan kualitas manusia Indonesia untuk menyongsong tahun 2020 melalui peningkatan mutu pendidikan. Tantangan inii kaitannya dengan inovasi proses pembelajaran, tampak jelas menuntut konseptual tentang arah inovasi dalam proses pembelajaran, agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memberdayakan potensi keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai kekuatan spiritual dan bagaimana pembelajaran secara efektif dapat memberdayakan potensi dalam penguasaan IPTEK. Inovasi pembelajaran IPS pada hakekatnya, adalah upaya untuk memenuhi peningkatan mutu proses pendidikan yang dilakukan terus menerus, untuk memenuhi perkembangan tuntutan masyarakat terhadap pendidikan. Dengan demikian inovasi dalam pembelajaran IPS akan efektif dilakukan, manakala ditunjuk oleh hasil evaluasi dan penelitian dalam bidang pembelajaran IPS. Pembelajaran dapat dilakukan dalam kelompok belajar bersama, yang menekankan belajar pada kelompok. Selama ini dirasakan masih belum secara sengaja dikembangkan dalam proses pembelajaran, oleh karena itu merupakan tantangan dan tuntutan terhadap inovasi pembelajaran. Jika dilakukan, akan dapat mengatasi kelemahan pembelajaran yang selama ini dilakukan di lapangan. Kata Kunci: Inovasi, Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosial
PENDEKATAN PENDIDIKAN KARAKTER Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.355

Abstract

AbstrakPendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bergotong rayong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Pendidikan berfungsi mengenalkan, memahamkan dan menjadikan nilai-nilai karakter sehingga melekat dalam kehidupan peserta didik atau siapapun yang terlibat di dalamnya. Melalui keteladanan nilai-nilai karakter bahkan akan lebih mudah untuk dijadikan model perilaku (role model) dalam bersikap dan bertindak. Pendidikan agama atau pendidikan berbasis agama sangatlah penting, khususnya untuk pendidian karakter. Pendidikan agama merupakan proses transmisi pengetahuan yang diarahkan pada tumbuhnya penghayatan keagamaan yang akan memupuk kondisi ruhaniah yang mengandung keyakinan akan memupuk keberadaan Allah SWT dengan segala ajaran yang diturunkan melalui wahyu kepada Rosulnya dan keyakinan tersebut akan menjadi daya dorong bagi pengamalan ajaran agama dalam perilaku dan tindakan sehari-hari. Kata Kunci: Berahlak mulia, Berjiwa patriotik, Dinamis
PROFESIONALISME GURU EKONOMI DAN INOVASI PEMBELAJARAN Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.636

Abstract

AbstrakRuang lingkup ilmu pengetahuan sosial (IPS) diantaranya meliputi “kehidupan manusia dalam masyarakat”. Ruang lingkup IPS tersebut merupakan cakupan yang amat luas, sehingga dalam proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik dan lingkup obyek formal IPSProfesionalisme sebagai pandangan untuk selalu berpikir, berpendirian, bersikap, bekerja dengan sungguh-sungguh, kerja keras, bekerja penuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi dan penuh dedikasi untuk keberhasilan pekerjaannya. Inovasi sebagai suatu ide, gagasan, praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Guru ekonomi merupakan jabatan profesional, sehingga membawa konsekuensi untuk memiliki etika, wawasan, pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang studi ekonomi, agar guru bidang studi ekonomi memiliki syarat profesional tersebut, maka seorang calon guru ekonomi harus mengalami apa yang dinamakan “pendidikan profesi” yang dimaksud dengan pendidikan profesi adalah suatu proses pendidikan yang memungkinkan guru ekonomi dapat mengembangkan berbagai aspek pendidikan ekonomi yang diembannya.Kata kunci: profesionalisme, inovasi, pembelajaran ekonomi.
PROFESIONALISME GURU DALAM MENGENAL PERKEMBANGAN SISWA SEBAGAI SUBJEK BELAJAR Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.654

Abstract

AbstrakKegiatan mengajar yang dilakukan profesional guru tidak hanya berorientasi pada kecakapan-kecakapan berdimensi ranah cipta saja tetapi kecakapan yang berdimensi ranah dan karsa. Sebab dalam perspektif psikologi pendidikan, mengajar pada prinsipnya berarti proses perbuatan guru yang membuat siswa belajar. Perilaku ini meliputi tingkah laku yang bersifat terbuka seperti keterampilan membaca (ranah karsa), bersifat tertutup seperti berpikir (ranah cipta) dan berperasaan (ranah rasa) setiap guru bertanggung jawab menetapkan rumusan sasaran pembelajaran baik yang khusus maupun yang umum sebagai tujuan kegiatan proses mengajar belajar yang harus dicapai setelah kegiatan proses mengajar-belajar selesai. Kepentingan pembelajaran, ada tiga bentuk perkembangan yang terjadi pada setiap manusia, yakni perkembangan motorik yaitu perkembangan yang berkaitan dengan perubahan kemampuan fisik (motor skills), perkembangan kognitif yaitu perkembangan yang berkaitan dengan kemampuan intelektual, perkembangan sosial dan moral yaitu proses perkembangan yang berkaitan dengan proses perubahan cara setiap individu dalam berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.  Kata Kunci: profesionalisme guru, perkembangan siswa, belajar