cover
Contact Name
Khomarudin
Contact Email
oemarbakrie0231@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oemarbakrie0231@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : -
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. It investigates the dynamics of teaching and learning of social education, social and economic problems in the society context of the primary, senior, and high education level. Besides focusing on the development of studies issues of basic education, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): Multikultural" : 8 Documents clear
UPAYA GURU DALAM MENYIKAPI PERGESERAN PERILAKU SISWA DALAM PERSPEKTIF NILAI-NILAI BUDAYA BANGSA DI SMP NEGERI 18 KOTA CIREBON selvia via; yetty nurizzati
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.585 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3170

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi karena Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan, Indonesia juga telah dikenal luas di mata dunia dengan budaya yang menjunjung tinggi keramahan, dan sopan santun. Nilai-nilai budaya dan karakteristik masyarakat Indonesia yang sangat kental dengan perilakunya yang santun, menjunjung tinggi gotong- royong, saling menghormati, dan menghargai orang lain terlebih dengan orang yang lebih tua. Namun, seiring berjalannya pengaruh globalisasi dan modernisasi bergeser pula perilaku dalam nilai- nilai budaya kebangsaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita yaitu berupa perilaku dan berbahasa santun pada orang lain terlebih pada orang yang lebih tua. Hal ini dapat terlihat dari siswa yang melawan terhadap bapak dan ibu guru, melanggar peraturan sekolah dan berbahasa yang tidak sopan. Contoh melotot pada saat diberikan perintah dan  berbahasa yang tidak sopan terhadap bapak dan ibu guru. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dalam etnografi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa SMP Negeri 18 Kota Cirebon. Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat pergeseran perilaku siswa dalam perspektif nilai-nilai budaya bangsa di SMP Negeri 18 Kota Cirebon. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran perilaku siswa yaitu faktor keluarga, faktor minim pendidikan orang tua, dan faktor perkembangan teknologi atau media massa. Dalam menyikapi pergeseran perilaku siswa di SMP 18 Kota Cirebon guru melakukan mengawasan, kerjasama dengan orang tua, hukuman/sanksi dan pembinaan mental melalui program-program yang religius. Dari hasil penelitian ini diharapkan para siswa menyadari pentingnya nilai-nilai budaya bangsa dan mengaplikasikanya sehingga diharapkan siswa memiliki perilaku yang lebih baik.   Kata kuci : Perilaku, Bahasa, Budaya Bangsa
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAMI MELALUI TEKNIK HIPNOTERAPI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA masdudi masdudi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.43 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.1364

Abstract

IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KONSELINGISLAMI MELALUI TEKNIK HIPNOTERAPIDALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Oleh:MasdudiIAIN Syekh Nurjati Cirebonmasdudi.bandung@gmail.com   Guru dan guru BK harus peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Banyaknya siswa yang berprilaku tidak normatif yang dipengaruhi oleh kreativitas guru dalam mengembangkan pendekatan dan teknik pembelajaran, sehingga memunculkan masalah psikologis dan gejala psikosomatis. Masih banyak guru BK yang belum mampu mengembangkan pendekatan dan teknik yang sesuai. Untuk mencari solusi  menyelesaikan masalah khususnya masalah psikhis dan dalam membentuk karakter siswa, penulis menawarkan sebuah solusi yaitu penelitian tentang pendekatan hypno therapy dalam proses bimbingan konseling. Masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan implementasi teknik hypno therapy dalam proses bimbingan konseling islami di sekolah dalam pembentukan karakter siswa di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah terapis yang terlibat langsung yaitu peneliti dibantu oleh guru BK untuk menjadi mediasi dalam proses konseling melalui teknik hipnoterapi. Sedangkan objek penelitiannya adalah sebagian siswa yang mempunyai masalah psikologis dengan penerapan konseling kelompok dan konseling individu. Hasil temuan penelitian, bahwa penerapan teknik layanan bimbingan konseling islami di sekolah sangat membantu mengidentifikasi, merumuskan dan menemukan secara cepat solusi masalah bagi siswa. Teknik hipnoterapi dalam bimbingan konseling islami sangat berdampak terhadap karakter siswa karena banyak siswa yang merasakan suatu perubahan. Faktor yang menjadi pendukung penerapan teknik ini adalah ketersediaan pihak sekolah dan siswa untuk melakukan proses konseling secara inten karena sangat membantu dalam menyelesaikan masalah-masalah siswa. Faktor penghambatnya adalah kedua orangtuanya, ayah dan ibu, tidak bersedia bertemu terapis untuk menjalani sesi wawancara mendalam dan konseling. Saran untuk lembaga sekolah adalah perlunya pihak sekolah untuk memfasilitasi guru BK atau konselor dalam pengembangan dan pelatihan teknik hipnoterapi atau mendatangkan ahli, sehingga guru BK mempunyai kemampuan dalam menangani masalah-masalah siswa. Pihak sekolah harus melakukan kerjasama yang intensif dan kontinu dengan orang tua dalam penanganan siswa yang bermasalah, sehingga penerapan teknik hipnoterapi bisa membantu menangani masalah-masalah belajar yang dihadapi anaknya. Kata Kunci: Bimbingan, Konseling, Hipnoterapi, Karakter.
PERANAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUN SOSIALDALAM UPAYA MENCEGAH PERILAKU BULLYING SISWA (Studi Kasus di MTs Negeri 1 Kota Cirebon) nur alifah; cecep sumarna
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.58 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3161

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di MTs Negeri 1 Kota Cirebon bertempat di Jalan Pilang Raya Nomor 38 Kota Cirebon diidentifikasi terdapat masalah yakni siswa-siswi di kelas VIII tersebut terindikasi sering melakukan salah satu gejala penyimpangan sosial yaitu bullying, karena peran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial belum secara optimal membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pendidikan IPS, fenomena perilaku bullying siswa di kelas, Faktor penyebab dari perilaku bullying siswa, dan Peranan dari pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying siswa. Kerangka pikir dalam penelitian ini adalah perilaku bullying siswa yang terjadi saat pembelajaran IPS merupakan salah satu indikasi bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan IPS belum terlaksana dengan sempurna. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut bagaimana proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon yang mampu mencegah perilaku bullying siswa, supaya dapat menghasilkan karakter siswa yang berbudi baik seperti Menghargai perbedaan yang ada; Dapat bekerjasama dengan semua siswa; dan Memiliki  sikap yang bertanggung jawab, peduli, dan empati.Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi patsisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi.Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data empirik, sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon sudah maksimal, terbukti dengan proses perencanaa, pelaksanaan, dan tindak lanjut yang baik dilakukan oleh guru mata pelajaran IPS kepada siswa-siswinya; Perilaku bullying yang terjadi saat pembelajaran adalah bullying verbal; Faktor penyebab terjadinya bullying berasal dari faktor internal dan eksternal; Peranan nilai-nilai pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying masih kurang terlaksana karena makna nilai-nilai pendidikan IPS dalam setiap sub bab materi belum dipahami oleh siswa. Kata Kunci: Pendidikan, IPS, Bullying
PERAN GURU ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DALAM MEMBANGUN KARAKTER DEMOKRATIS PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMP NEGERI 1 GEMPOL KABUPATEN CIREBON Tantri Rahmawati; Suniti Hj
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.101 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3159

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter demokratis peserta didik,  mengetahui usaha guru IPS untuk mengatasi kendala dalam membangun karakter demokratis peserta didik dan mengetahui peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis kelas IX di SMP N 1 Gempol Kabupaten Cirebon. Pembangunan karakter peserta didik merupakan tanggung jawab semua guru, terutama profesionalisme guru IPS sangat penting dalam menerapkan pendidikan karakter baik di dalam kelas maupun di luar kelas sehingga peserta didik memiliki karakter demokratis dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbentuk deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini mendeskripsikan tentang peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis peserta didik kelas IX di SMP N 1 Gempol Kabupaten Cirebon. Responden dalam penelitian ini  adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru IPS dan peseerta didik kelas IX. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap karakter demokratis adalah sebagai sistem pemerintahan. Karakter demokratis peserta didik dapat terlihat pada saat pembelajaran di kelas, pemilihan ketua OSIS dan dalam pergaulan dengan teman sebaya. Usaha guru dalam mengatasi kendala tersebut dengan memberikan bimbingan kepada peserta didik serta konsisten menerapkan peraturan sekolah. Peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis peserta didik adalah guru sebagai teladan, pendidik, pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar, mediator dan fasilitator, administrator, serta evaluator. Kesimpulan, guru IPS telah optimal dalam melaksanakan perannya sebagai seorang guru dalam membangun karakter demokratis peserta didik. Kata Kunci: Peran, guru IPS, demokratis
MODEL PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN KARAKTER Heryanto Heryanto
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.12 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.2649

Abstract

The purpose of this article is to provide an overview of student learning and character assessment. The assessment of student learning has been focus more on mastery of material, but less attention to aspects of character. Whereas in education has two dimensions of purpose, namely to be smart and good morals. Intelligence has related to cognitive, while character has related to affective. Through this study, has expected to obtain a model of assessment that involves cognitive and affective aspects in an integrated manner. The method of study has done in compiling the article through literature study, i.e. studying the theory or opinion relating to student learning assessment. Based on this study, it concluded that: (1) Assessment of learning and character carried out independently. (2) Teachers face constraints assessing the character of students. (3) There are a number of interventions to the teacher's assessment; (4) Collaborative assessment of learning and character makes it easier for teachers and schools to make responsible decisions. (5) Assessment of learning has a positive implication on the formation of student character or otherwise.
PERAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUN SOSIALDALAM MEMBENTUK KARAKTER PLURALIS SISWA DI MTs N 11 CIREBON lani rofiqoh; Aris Suherman
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.068 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3160

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pendidikan IPS, karakter pluralis siswa dengan adanya pendidikan IPS, dan Faktor yang mendukung dan menghambat dalam membentuk karakter pluralis siswa di MTs N 11 Cirebon. Sebagai kerangka pemikir, Peran Pendidikan IPS merupakan pengupayaan pembentukan karakter pluralis siswa dalam dunia pendidikan sehingga menghasilkan keberhasilan dalam belajar dan mempunyai rasa toleransi atau, saling menghargai, saling percaya, dan gotong royong. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi patsisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulai.Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data empirik, sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 1) proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs N 11 Cirebon sudah maksimal, terbukti dengan proses perencanaa, pelaksanaa, dan tindak lanjut yang baik dilakukakn oleh guru mata pelajaran IPS kepada siswa-siswinya. 2) karakter pluralis siswa sudah mulai ditanamkan melalui proses pendidikan IPS Fakta-fakta yang menjadi upaya penanaman nilai pluralis pada siswa yaitu menghargai pendapat orang lain, toleransi, kebebasan yang  bertanggung  jawab. Sehingga mampu  menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif, berguna bagi nusa dan bangsa, memiliki masa depan yang cerah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.  Kata Kunci: Peran Pendidikan IPS, Karakter Pluralis
PENERAPAN MODEL KLARIFIKASI NILAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TENTANG KONFLIK SOSIAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI MTsN 2 CIREBON devi slamet; ratna puspitasari
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.818 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3162

Abstract

ABSTRAK Model klarifikasi nilai adalah pendekatan pendidikan nilai yang membuat peserta didik dilatih untuk menemukan, memilih, menganalisis, memutuskan, mengambil sikap   sendiri   nilai-nilai   hidup   yang   ingin   diperjuangkan.   Namun   dalam pengamatan peneliti menemukan penerapan model yang ada di sekolah hanya model konvensional yang kurang penanaman nilai, sehingga siswa kurang memiliki  keterampilan  pengambilan  keputusan.  Tujuan  umum  penelitian  ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan tentang konflik pada  mata  pelajaran  IPS  l  kelas  VIII  H pada  pembelajaran  IPS  di  MTsN  2Cirebon.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII H di MTsN 2 Cirebon.  Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, wawancara dan dokumentasi dan analisis datanya menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif.Hasil penerapan model klarifikasi nilai dilihat dari aktivitas guru pada siklus 1 72%, siklus 2 84%, siklus 3 90%. Keterampilan pengambilan keputusan tentang konflik sosial dilihat dari aktivitas siswa pada siklus 1 55%, siklus 2 74%, dan siklus 3 80%. Peningkatan tes keterampilan pengambilan keputusan tentang konflik rata-rata kelas pada pra siklus 67 menjadi 73 pada siklus 1 ke siklus 2 77 kemudian siklus 3 81. Ketuntasan pada pra siklus 20% kategori kurang terampil ke siklus I menjadi 45% kategori cukup terampil, kemudian dari siklus II 75% kategori terampil ke siklus III menjadi 87,5% kategori sangat terampil. Simpulan model klarifikasi nilai meningkatkan keterampilan pengambilan keputusn tentang konflik sosial pada pelajaran IPS. Kata Kunci: Model Klarifikasi Nilai, Keterampilan Pengambilan Keputusan, Konflik Sosial
PERAN ORANG TUA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT KEWARGAAN (CIVIL SOCIETY) DI SMA NEGERI 4 KUPANG efraim semuel nalle
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.385 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.2189

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya penyimpangan–penyimpangan  dalam masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi karakteristik masyarakat itu sendiri. Hasilnya, apa yang masyarakat lihat, alami dan rasakan, memberikan pengaruh terhadap perkembangan masyarakat , baik pengaruh positif maupun negatif. Karena itu, diperlukan modal kajian masyarakat kewaragaan (Civil Society) sebagai  tolok ukur dalam membangun masyarakat. Penelitian kualitatif  dengan metode fenomenologi dan budaya  ini dilakukan di SMA Negeri 4 Kupang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumnetasi. Data yang diperoleh dari informen, selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis model interaktif,  hasilnya sebagai berikut : 1) Kurang optimalnya peran orang tua dalam membangun masyarakat kewargaan (Civil Society), 2) Sekolah secara baik menanamkan konsep masyarakat pada peserta didiknya namun perlu penguatan karakter pada pesertadidik, 3) Tidak dijalankan secara baik konsep masayarakat kewargaan (Civil Society) dalam kehidupan bermasyarakat, 4) kendala yang mengakibatkan tidak terbentuknya masyarakat kewargaan (Civil Society) secara baik meliputi kurang obtimalnya pendidikan karakter, sifat ketergantungan masyarakat yang begitu tingi kepada pemerintah, kurangnnya fasilitas dalam pengembangan anak di sekolah, kurangnnya pendidikan politik dan komunikasi politik serta, dan adanya praktik nepotisme dan kepentingan dalam pelaksanaan keadilan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 8